cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
PENERAPAN TEORI ARGUMEN DALAM PENULISAN SENI RUPA; KASUS: BUKU LIMA MAESTRO SENI RUPA MODERN INDONESIA Dilianzia, Yudistira Ahmad; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulisan sejarah mengenai seni rupa di Indonesia, khususnya pada era setelah berdirinya PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) belummencapai potensinya yang maksimal. Hal ini terlihat dengan minimnya tulisan-tulisan yang membahas periode tersebut, dan tulisan-tulisan yangmengkhususkan pada seniman-seniman tertentu dari periode tersebut. Pada tahun 2012 silam, diluncurkan buku Lima Maestro Seni Rupa ModernIndonesia karya Oei Hong Djien, kolektor karya seni dan pimpinan OHD Museum, yang membahas mengenai seniman-seniman dari era setelahberdirinya PERSAGI. Seniman-seniman tersebut adalah Affandi, S.Sudjojono, Hendra Gunawan, dan Widayat. Pembahasan mengenai senimansenimantersebut menyinggung perihal biografi dari seniman-seniman tersebut dan kesenimanan yang diusung oleh mereka, dan dalam beberapakesempatan dituliskan juga wacana-wacana baru mengenai seniman-seniman tersebut Dengan menggunakan teori pembentukan argumen dariToulmin, di mana dibutuhkan beberapa unsur seperti data, claim, warrant, backing, qualifier, dan rebuttal, beberapa argumen dari buku tersebutdianalisa metodologi pembentukannya. Ditemukan bahwa terdapat argumen-argumen yang tidak metodologis dalam penulisan buku tersebut, danbeberapa klaim yang dilakukan oleh buku tersebut tidak paralel dengan klaim yang terdapat juga dalam pustaka lain. Analisa ini membuktikanhipotesa bahwa buku yang ditulis oleh Oei Hong Djien tidak menggunakan metodologi yang wajar dalam penulisan seni rupa dan banyakmendasarkan argumen pada asumsi dari penulis buku tersebut.
PEMAHAMAN DIRI MENGENAI DEFENSE MECHANISM MELALUI BAHASA UNGKAP METAFOR Sophia, Hilma; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Defense mechanism (mekanisme pertahanan) merupakan mekanisme yang dihasilkan alam bawah sadar yang digunakan untuk mengantisipasiancaman atau masalah pada psikis manusia. Pada skala penggunaan yang tidak normal, mekanisme tersebut dapat menimbulkan efek yang negatif.Pada kasus penulis, penggunaan mekanisme pertahanan diri ini secara tidak sadar melampaui batas sehingga menimbulkan efek yang negatif. Penulismerasa timbulnya batas mengenai pemahaman penulis tentang diri sendiri. Metode yang diambil untuk merepresentasikan permasalahan pada karyaini adalah menggunakan wujud instalatif dengan menampilkan objek bunga kering dengan teknik drawing dan teks pada medium keramik yangdisimpan di atas meja kaca yang ringkih. Konfigurasi visual karya disusun untuk dapat mengerucutkan pembacaan masalah yang ingin disampaikanpenulis yang disajikan dengan cara metafor. Melalui karya ini, penulis mencoba menghadapi permasalahan dengan cara memperlihatkan kelemahanpenulis kepada apresiator. pada prosesnya, penulis akhirnya mendapati cara berdamai dengan dirinya sendiri adalah dengan memperlihatkankelemahan penulis melalui proses berkarya yang penulis lewati dalam proses pengerjaan Tugas Akhir ini.
DIALOG ANTARA AKU, TUHAN, DAN KELUARGAKU Danumaya, Thariq; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Komunikasi berdasarkan jumlah komunikatornya dapat dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi intrapersonal dan komunikasiintrapersonal. Komunikasi intrapersonal merupakan komunikasi yang melibatkan satu komunikator dengan dirinya sendiri.Sedangkan komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang melibatkan dua atau lebih komunikator. Penulis merasakerenggangan antara dirinya dengan Tuhan dan keluarganya dapat diperbaiki dengan komunikasi intrapersonal antara penulisdengan dirinya sendiri dan Tuhan dan komunikasi interpersonal dengan keluarganya secara lebih intens. Denganberkomunikasi, penulis dapat mengintrospeksi diri, berdoa, dan bertukar pikiran yang menurut penulis krusial untukmemperbaiki hubungan dengan ketiga aspek tersebut. Melalui karya Tugas Akhir yang berjudul “Dialog Antara Aku, Tuhan,dan Keluargaku”, penulis ingin membuat pengingat bagi dirinya untuk senantiasa berkomunikasi dengan menggunakaninstalasi yang terinspirasi dari mainan miniatur masa kecil yang memiliki nilai nostalgik.
AKU DAN MASA Ramadanti, Fiesta; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Masa depan adalah kurun waktu atau kondisi yang berada di depan manusia, kondisi tersebut tidak terbatas dan masih bersifatabstrak. Kegiatan meramal adalah upaya untuk mendapatkan wawasan tentang pertanyaan atau situasi tentang masa depan.Pertanyaan akan seperti apakah kehidupan di masa depan nanti menjadi kegelisahan penulis. Melalui kegiatan meramaldengan media kartu tarot, penulis mencari jawaban atas permasalahan tersebut. Gagasan tersebut divisualisasikan dalam karyaTugas Akhir ini. Ketertarikan dengan visual kartu tarot bergaya art nouveau mengingatkan penulis akan lukisan kaca Cirebonyang juga memiliki visual bergaya sama. Isu mengenai masa depan diwakilkan dengan visualisasi kartu tarot yang dibuatdengan teknik cetak saring di atas akrilik. Teknik ini dipilih karena merupakan teknik yang memiliki hasil akhir menyerupailukisan kaca Cirebon. Lukisan kaca Cirebon diangkat untuk mewakili identitas diri penulis sebagai keturunan Cirebon dalamkarya ini. Karya ini dibuat sebagai media rebalancing penulis dalam mengukuhkan keyakinan penulis tentang kegelisahan dimasa depan. Jawaban dari permasalahan yang diangkat memang sejatinya telah disadari penulis dari sebelum karya ini dibuat,tetapi dengan membuat karya ini penulis menemukan keseimbangan batin.
DIALOG IMAJINASI Qinthara, Prizqy Nada; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Hubungan antara dua orang manusia melalui interaksi yang banyak menghasilkan suatu rasa, senang, sedih, luka, dan lain lain. Efek negatif atau positif bisa menjadi dampak dari sebuah komunikasi yang terjadi antar manusia.Penulis tidak sering berdialog langsung dengan Ayah. Terdapat batas yang tercipta di antara penulis dan Ayah, batas tersebut memunculkan perasaan takut untuk berkomunikasi secara langsung dengan Ayah. Perasaan tersebut sudah tersimpan didalam hati penulis selama bertahun-tahun. Penulis pun mencoba untuk memvisualisasikan perasaan tersebut dalam bentuk karya.Penulis ingin mengungkapkan perasaan yang penulis rasakan selama bertahun-tahun ke dalam sebuah karya seni instalasi yang dibuat dengan alat medis yang berhubungan dengan Ayah. Karya ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai sarana terapi penulis sendiri sekaligus menjadi penyadaran diri bagi penulis
JANGKAR SEBAGAI METAFORA Rahmaputri, Karisa; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Masa pubertas akhir atau adolesens merupakan kunci dari perkembangan seseorang. Perkembangan biologis dan fisiologis yang terjadi pada masaadolesensi tersebut membuat penulis dihadapkan pada banyak masalah baru dan kesulitan yang sangat rumit dan kompleks. Semua konflik, gejolakdan kecemasan dalam masa adolensi sering menimbulkan kelelahan fisik dan kebingungan psikis yang ekstrim pada diri. Hal ini dapat dilihat padagejala depresif yang dialami dengan tendensi ingin mengakhiri hidup. Dalam karya Tugas Akhir ini penulis ingin mencari sebuah jawaban ataskesinambungan yang terdapat dalam karya-karya sebelumnya, menjelaskan keterikatan apa yang dimiliki penulis dengan jangkar. 11 jangkar dalamkarya instalasi memvisualisasikan beban, yang dimiliki setiap manusia dan dirasakan sangat sangat berat oleh penulis selama masa adolensi. 12 karyaimage transfer memvisualisasikan pengalaman-pengalaman selama masa adolensi.Karya ini merepresentasikan nilai baru yaitu usaha yang sangatbesar untuk memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik. Penulis yakin setiap manusia memiliki beban. Melalui karya ini penulis menunjukkanperjalanan untuk melawan masa lalu untuk menuju kedewasaan.
REPRODUKSI MEKANIS PADA KARYA SENI DAN KAITANNYA DENGAN PERAN SENIMAN SEBAGAI PRODUSEN Habib, Muhammad Hasnan; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Reproduksi mekanis pada karya seni adalah salah satu hal dasar yang penulis pelajari di studio seni grafis. Latar belakang penulis sebagai pegrafis menumbuhkan ketertarikan untuk menggali berbagai potensi estetik yang ada pada proses reproduksi mekanis sebagai cara untuk memperbanyak jumlah karya seni orisinal. Penulis menemukan kemiripan proses reproduksi mekanis cetak grafis dengan proses kerja sebuah pabrik industri. Peran seniman bagi penulis menjadi mirip dengan peran seorang pekerja manual, yaitu sama-sama sebagai produsen. Hal ini menjadi pondasi atas rasa solidaritas yang dimiliki penulis terhadap kaum pekerja. Penulis ingin menyampaikan melalui karya Tugas Akhir ini sebuah manifestasi atas ideologi yang dimiliki penulis, dengan inspirasi estetik dari bentuk bentuk yang ada pada lingkungan.pekerja di sekitar penulis, serta memanfaatkan potensi multiplikatif yang ada pada proses reproduksi mekanis.
DI ANTARA MEREKA YANG MENATAP Soraya, Meutia Gita; Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

‘Takut’ adalah salah satu bentuk emosi dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Ketika suatu ketakutan sudah melebihi batas normal maka bentuk ketakutan tersebut dapat dikatakan sebagai fobia. Fobia seseorang biasanya disebabkan oleh suatu kejadian di masa lalu yang berdampak besar pada hidupnya, sehingga menimbulkan sebuah trauma yang terus terbawa hingga dewasa. Salah satu fobia yang paling umum terjadi di masyarakat adalah Fobia Sosial, atau ‘Social Anxiety Disorder’. Pada karya tugas akhir ini, penulis menyampaikan perasaan mengenai pengalaman sebagai seseorang yang pernah mempunyai fobia sosial. Perasaan tersebut divisualisasikan dalam sebuah ruangan yang diisi dengan objek mata di sekeliling dindingnya. Ruangan yang dibuat gelap, mata yang dibuat dengan teknik cukil kayu yang bersifat keras dan di dominasi warna hitam dan merah juga mendukung munculnya suasana mencekam sehingga apresiator dapat merasakan ketakutan seperti yang penulis rasakan. Perasaan ini ingin penulis sampaikan dengan tujuan untuk berbagi kepada orang banyak, dan meningkatkan kesadaran orang lain akan adanya fobia ini. Karena penulis meyakini bahwa tidak hanya dirinya sendiri yang merasakan hal ini, tetapi banyak juga orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama.
AKU, SAYA DAN DIRIKU Foresty, Chany; Irianto, Asmudjo Jono
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Introversi artinya “bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kepada orang lain”. Dalam tekanan sosial, seorang introvert dapat melakukan represi emosi dan ekspresi yang berlebihan dan jika tidak disalurkan secara sehat, maka dapat terjadi kecenderungan penyakit mental yang dikenal sebagai depersonalisasi. Dengan menggunakan boneka sebagai media berekspresi dan objek simbol yang mewakili sosok ideal penulis, penulis membuat boneka-boneka sebagai manifestasi atas fantasi yang tercipta dari emosi dan perasaan yang tidak tersampaikan supaya tersalurkan dengan sehat.Kemudian manifestasi ini menggantikan penulis untuk berbicara melalui sebuah cinematic poem yang menampilkan perjalanan emosi yang dialami penulis sehingga penulis dapat mengutarakan apa yang sebenarnya dirasakannya. Karya ini menyampaikan pemikiran terpendam, keinginan, fantasi, identitas seniman dan menjadi komunikasi internal dalam diri seniman untuk tetap jujur pada diri sendiri.
Getaran Isyarat Maya Andrianto, Bayu; Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Seiring dengan adanya perkembangan dan pembaruan berbagai macam teknologi, seni telah meluas ke berbagai dimensi tanpa kecuali sampai ke dalam tindakan mendengarkan, melalui kebisingan bahkan keheningan. Dalam hal ini, memungkinkan terjadi bentuk-bentuk baru dari pertemuan estetika dengan kehidupan sehari-hari. Begitu pula efek eksternal, yaitu penggunaan teknologi terhadap keadaan psikologis manusia.Gagasan tentang otoritas mengantar penulis untuk menjadikannya sebagai tema. Penulis mencoba untuk menarik tema ini kepada persoalan yang cukup sentral. Makna kata otoritas, bagi penulis dapat menjadi kata benda yang filosofis. Menurut kamus bahasa Indonesia otoritas berarti suatu hak untuk melakukan tindakan atau hak membuat peraturan untuk memerintah; wewenang. Setiap manusia memiliki otoritas untuk menangkap informasi dari segala sumber, baik lewat ingatan memori, penglihatan, pendengaran, dan hati.Tematik otoritas ini kemudian penulis singgung dengan proses menelaah ke arah yang lebih personal ; bagaimana membaca kembali memori. Bagaimana konsepsi mengenai otoritas kemudian direkonstruksi melalui persepsi yang lain. Proses untuk mengingat kembali apa yang terekam dan mencoba menerka yang ada di pikiran serta merangkum dan memilah hal yang penting untuk diserap atau tidak sebagai bagian sebuah proses titik balik bagi manusia berdasarkan pengalaman hidup penulis. Dalam karya tugas akhir ini penulis ingin menunjukkan sebuah proses penciptaan karya seni menggunakan disiplin Intermedia.Disiplin tersebut penulis ungkapkan melalui seni performans, dimana penulis akan memanggil masa lalu yang dihantarkan melalui medium bunyi serta mencoba berkomunikasi dan mengintervensi bunyi tersebut melalui sumber bunyi berupa kaset rekaman sewaktu kecil. Pada prakteknya, tema mengenai otoritas ini bersinggungan dengan seni performans dan seni bunyi sebagai medium seni dan bentuk aktualisasi diri dalam membantu menentukan kepercayaaan diri penulis. Pada akhirnya, tematik mengenai otoritas akan mengantarkan kita pada penghayatan yang mampu dirasakan lebih jauh lagi.

Page 10 of 11 | Total Record : 101