cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
AKAL RAGA Rudiman, Adriano Firmanza; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis memiliki latar belakang keluarga yang bekerja sebagai tenaga medis, sehingga sejak kecil penulis sudah akrab dengan pencitraan-pencitraan tubuh manusia dalam ilmu medis, baik dalam bentuk ilustrasi, foto maupun video. Keterbiasaan ini membawa penulis ke dalam suatu ranah pemikiran yang baru saat melihat kecenderungan masyarakat yang memperlihatkan emosi takut atau rasa terganggu saat melihat pencitraan tubuh dalam bentuk dan gaya visual medis, khususnya saat melihat organ bagian dalam dengan segala praktik medis terhadap tubuh manusia seperti operasi.Ambivalensi yang dimiliki manusia saat menghadapi citraan-citraan semacam itu menjadi landasan penulis untuk menciptakan konsep rasa takut dan muak yang timbul dari pencitraan tubuh manusia untuk divisualisasikan lewat bentuk karya seni rupa dalam medium video installation. Penulis menemukan ketertarikan untuk mempertemukan pengetahuan dan pengalamannya akan pencitraan organ dalam tubuh manusia yang didapat dari latar belakang medis keluarganya dengan disiplin ilmu seni rupa khususnya seni intermedia dari latar belakang pendidikannya. Penulis ingin menawarkan sebuah pengalaman visual yang pada konteksnya menampilkan sebuah karya instalasi video yang menampilkan visualisasi organ dalam tubuh manusia di proses operasi medis secara detail dan intens, apakah rasa takut dan muak yang dialami manusia terkait dengan cara manusia memandang tubuhnya sendiri.Hasil karya ini diharapkan dapat menciptakan ruang yang menawarkan pengalaman visual yang baru, yang dapat mendekatkan manusia kepada pemahaman yang lebih dalam akan rasa takut terhadap pencitraan yang dapat dimunculkan lewat tubuh manusia. Selain itu karya Tugas Akhir ini diharapkan dapat membuat sebuah kesan yang tidak terlupakan, sebuah pengalaman visual yang akan menyentil kejiwaan namun juga mempurifikasi ketakutan pengamat terhadap tubuhnya sendiri.
DINAMIKA PERAN Rahdini, Alfiah; Salayan, Amrizal
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kebutuhan tiap individu untuk berinteraksi dengan individu lain adalah hal yang menyebabkan individu tersebut menjadi mahluk sosial. Interaksiantar manusia melahirkan peran dalam kehidupan manusia. Di semua masyarakat yang pernah dikenal, hampir semua orang hidup terikat dalamjaringan kewajiban dan hak keluarga yang disebut hubungan peran (role relation). Maka setelah itu, manusia mulai membentuk dirinya berdasarkanperan yang diberikan oleh keluarga atau peran yang dipilih olehnya sendiri, atau juga peran yang diberikan sekaligus dipilihnya sendiri. Oleh karenaitu setiap manusia adalah peran utama dan masing-masing peran mendefinisikan peran lainnya. Maka dari itu terjadi dinamika peran, dimana kondisisebuah peran tidak pernah stabil atau selalu berubah-ubah ketika menghadapi peran lainnya. Dalam kondisi dinamika peran ini, saya ingin menikmatisetiap peran yang saya mainkan. Saya ingin menikmati hubungan dengan setiap peran yang berada dihadapan dan disekitar saya. Saya ingin merdekadan bijaksana dalam membangun dan menyutradarai peran saya yaitu dengan menghargai proses penyutradaraan peran lain disekitar saya. Dengankata lain saya pada akhirnya menempatkan diri sebagai manusia yang memiliki peran yang setara dengan manusia lainnya, yaitu peran sebagaisutradara. Dengan selalu terhubung dan berkomunikasi dengan setiap peran disekitar saya. Agar dapat mengimplementasi gagasan ini, sayamenggunakan teknik lifecasting dan metode seni instalasi untuk merekam dan menyalin gestur dan impresi realistik masing-masing peran sesuaikomunikasi peran dari naskah gestural yang coba saya tawarkan pada mereka serta membangun konfigurasi ruang untuk membuat keintimanhubungan perannya. Secara visual saya hadir dalam tiap percakapannya, dan hadirpun dalam sifat visual yang sama yaitu transparan. Yang saya cobasampaikan adalah sebuah metode penyutradaaran yang halus, yang adil menurut saya yaitu yang saling mau melihat menembus, mau memahami, maumenjadi. Maka keberhasilan dalam proses interaksi tersebut menjadi sangat penting. Apapun peran yang dipilih ataupun disematkan yang palingpenting adalah mengusahakan untuk tetap ‘saling’ dalam banyak hal. ‘Saling’ adalah dinamika yang menyebabkan hidup terus bergulir, menandakankeberadaan orang lain disekitar kita. Saling selaras.
KAJIAN PENGARSIPAN SENI VIDEO DI INDONESIA STUDI KASUS : RUANGRUPA Hujatnika, Agung; Rianti, Annisa
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Karya seni dengan medium video baru mulai berkembang pada akhir 90-an di Indonesia akibat teknologi mediumnya yangbaru populer. Penelitian ini fokus pada kegiatan pengarsipan video yang dilakukan oleh ruangrupa. Untuk pendekatankeilmuan, penulis memakai kajian arsip, pelestarian, seni, maupun teknologi video, serta teori medan seni. Karya seni videomulai populer di tahun 2000-an, dimana pada saat itu perangkat video memiliki kemajuan pesat dalam bidang teknologi,yaitu digitalisasi. Terdapat kesulitan-kesulitan yang ditemui ruangrupa pada kegiatan pengarsipan karya video, sepertikontradiksi antara statusnya sebagai karya seni sementara materi penyimpannya memiliki keterbatasan usia, sampai pada isukepemilikan dari materi digital yang dapat dengan mudah disalin dan diperbanyak. Analisa yang dipaparkan mencakup padasejarah, mekanisme, sistem, serta identifikasi problematik dalam kegiatan pengarsipan video yang telah dilakukan olehruangrupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni video memerlukan konvensi, agar kegiatan pengarsipan karya videodapat segera dilakukan dengan benar dan tidak hanya oleh institusi nirlaba seperti ruangrupa yang masih memilikiketerbatasan dalam cakupan arsip karya video.
LUKA MENGANGA Cahyani, Damar Ayu; Irianto, Asmudjo Jono
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Karya Luka Menganga diwujudkan oleh penulis sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah SR 4099. Perwujudan karya dilatarbelakangi oleh intensi penulis untuk merangkum peristiwa bunuh diri yang terjadi di tempat kelahiran penulis sejak penulis kecil. Penulis turut terjebak ke dalam arus sugesti karena kuatnya negatifitas tema. Luka Menganga dibuat dengan menggunakan media keramik dan disusun menjadi instalasi demi menggambarkan proses idiosinkrasi antar subject matter di dalam karya. Karya yang dihasilkan turut memberi efek dramatis dan katarsis bagi penulis sebagai upaya pelepasan diri dari perilaku bunuh diri. Luka Menganga adalah doa yang dihaturkan bagi penulis pribadi sebagai salah satu metoda terapi kreatif.
TUBUH-TUBUH INTIMIDASI Aviani, Happy Mayorita; Siregar, Aminudin TH.
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Tindakan intimidasi atau penggertakan kerap kali diasosiasikan dengan istilah bahasa asingnya, yaitu bullying. Bully sendiri memiliki arti sebagai “seseorang yang menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menggertak, mengintimidasi, atau menyakiti orang lain”.Tindakan pengintimidasian terjadi di mana-di mana dan ada dalam banyak bentuk, di mana pelakunya cenderung berkelompok dalam melakukan tindakannya, untuk mengintimidasi satu orang korban. Praktek intimidasi pun terjadi pada diri penulis selama bertahun-tahun, dan meninggalkan trauma bagi penulis. Penulis pun mencoba untuk memvisualisasikan perasaan tersebut dalam bentuk karya, untuk memberikan kesadaran bagi para apresiator akan dampak tindakan intimidasi yang terjadi di masyarakat.Penulis ingin menyampaikan efek negatif dari tindakan intimidasi yang telah penulis alami sebagai korban ke dalam sebuah karya seni instalasi yang dibuat dari cetakan tubuh-tubuh kertas penulis. Karya ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai sarana katarsis penulis sendiri sekaligus menjadi penyadaran sosial akan efek negatif tindakan intimidasi kepada para apresiator.
“MY NAME IS NINA” Muliawan, Meliantha; Dikdik, Sayahdikumullah
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis merasakan keterasingan akan memori alam bawah sadarnya. Tujuan karya ini dibuat sebagai carapenulis mewujudkan alam bawah sadar (alter ego) berupa perasaan asing. Perasaan ini merupakankualitas moral dan mental yang unik. Subject matter yang divisualisasikan berupa karakter figure manusiayang digali dan dieksplorasi dari memori dan pengalaman hidup masa kecil penulis.Metode yang diambil berdasarkan metode surealisme dengan teknik drawing. Diharapkan pengaplikasiandan modifikasi metode surealisme yang penulis lakukan mampu membuat karya seni surealisme denganvisual yang berbeda. Sehingga unsur lain seperti karakter, tidak menghilangkan atmosfer sureal dalamkarya seni, justru dapat memperkuat hal tersebut.Hasilnya, bahwa dorongan menggambarkan karakter berhasil memicu proses kreatif menjadi lebihspontan dan intim dalam menciptakan bentuk-bentuk yang artistic, kompleks dan misterius.
ORATIO : DIALOG DALAM DOA Addry Gumiwang, Reska Dwi; Wibowo, Pius Prio
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Gagasan akan kehendak bebas diperkanalkan melalui pemahaman agama, dimana Tuhan memberikan kebebasan untukmenyaring pilihan yang dikehendaki. Namun penyalahgunaan wewnang ini menyebabkan manusia memaknaipembenaran – pembenaran mereka sendiri akan penalaran dalam pola perilaku dan tindakan, sehingga menyebabkanmunculnya sekularitas, perilaku yang melepaskan diri dalam kehidupan rohani dan spiritual melainkan hanya hidup secarajasmani.Tubuh merupakan pribadi yang memiliki dua aspek, yakni jasmani dan roh. Eksterior tubuh dilambangkan denganjasmani, sementara interior dengan jiwa dan roh. Dengan memaknai tubuh sebagai Bait Allah, kita dituntut untukmemahami akan kesucian dan kesakralan tubuh sendiri. Melalui doa sebagai ritual, kaum Kristiani menjadikan tubuhnyasebagai gereja, ruang intra personal untuk berkomunikasi dengan Tuhan guna mencapai kesatuannya dengan sang Ilahiagar dapat menjadi manusia yang hakiki dan kodrati.Didasari oleh permasalahan tersebut penulis mencoba untuk menggagas akan fungsi dan nilai tubuh sebagai gereja, danmenyalurkannya dalam bentuk citra seni rupa melalui proses pengerjaan karya Tugas Akhir ini.
PERMAINAN MUTAKHIR Aulia, Yosefa Pratiwi; Kusmara, Andriyanto Rikrik
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Ruang sosial yang dibentuk dan didefinisikan oleh manusia tidak terlepas dari subjek dan objek yang menyusunnya. Hal tersebut menimbulkan kepentingan-kepentingan yang dibuat oleh setiap individu maupun kelompok dan dengan itu menghadirkan batas-batas antara ruang sosial yang satu dengan yang lain.Rumah dan sistem kepemilikan benda merupakan sebuah perwakilan kecil dari gejala sosial yang ada di tatanan masyarakat yang lebih besar dan juga merupakan batas yang jelas antara ruang privat dan publik. Dilatarbelakangi dengan baurnya batas-batas dalam sistem sosial yang terjadi di sekitar lingkungan hidup penulis, karya ini dibuat dengan dorongan untuk mempertanyakan dan membentuk ulang konsep ruang yang sesuai dengan penulis.
“Contemplation” Sebuah Potret Idola Marhadiyanti, Trina; Himawan, Willy
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Idola di Korea Selatan memiliki image yang selalu dituntut untuk sempurna di depan publik khususnya penggemar. ketika menyanyi, ketika menari dan berakting di depan kamera hingga perilaku, sikap, gaya hingga bentuk tubuh mereka menjadi sebuah tolak ukur apa yang disebut sebagai kesempurnaan. Begitu banyak tuntutan untuk menjadi seorang idola untuk dapat diterima. Antara idola dan penggemar terjadi saling tuntut menuntut. Idola berusaha tampil sempurna secara tidak langsung ‘menuntut’ publik untuk menyukai dan mendukungnya. Hasilnya, idola mendapatkan penggemar dan penggemar yang terbiasa akan tampilan yang sempurna pun menuntut idolanya untuk tetap sempurna. Seperti tidak ada ruang untuk kata ‘kemanusiaan’ karena idola selalu dianggap malaikat tanpa sayap. Penulis sebagai salah satu bagian dari kelompok penggemar menyadari keadaan tersebut dan berusaha untuk memahami kembali akan kehadiran dan arti idola dalam diri penulis. Visualisasi karya tugas akhir ini adalah bentuk dari sebuah perenungan atau kontemplasi penulis terhadap sosok idola. Konsep estetik dalam karya akhir menampilkan sebuah impresi dari figur idola.
“SELF-INTERROGATION” REPRESENTASI PERSONAL Pitaloka, Mayang; Himawan, Willy
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Dalam pengerjaan tugas akhir ini, penulis ingin menghasilkan sebuah karya portrait dan ingin mengembangkan proses berkarya yang berbeda karena pembuatan image dibantu oleh media digital. Hal yang mendorong penulis dalam pengerjaan karyanya adalah ketika penulis ingin membangun sebuah realita diri, ekspresi nyata yang dihadapi oleh diri penulis terhadap pengalaman hidup penulis dalam sebuah ruang interogasi personal.Berdasarkan pemikiran penulis terhadap realita diatas, pada perjalanan pencarian visualnya penulis akhirnya memilih visualisasi karya secara representatif. Setelah mencoba berbagai media digital, penulis menemukan sebuah cara pembentukan image yang sesuai dengan gagasan penulis yaitu menggunakan scanner. Pada Scanner, proses penciptaan diri secara nyata terekam, didalamnya terdapat pergerakan, ekspresi, sudut-sudut wajah serta distorsi yang secara sadar penulis bentuk sebagai wujud sebuah interogasi pada ruang personal.Untuk mendapatkan visual nyata setelah proses pembentukan potret wajah pada scanner, penulis menggunakan teknik tradisional melukis yaitu dengan medium cat minyak diatas kanvas. Hal ini penulis lakukan karena penulis ingin terlibat secara nyata, dalam proses pembentukan visual secara manual. Dalam prosesnya penulis semakin menghayati sebuah penciptaan diri. Karena penciptaan diri ini merupakan suatu kesadaran mental untuk menemukan sesuatu yang estetik yang ada di luar dirinya. Oleh adanya hasil karya tersebut, penulis ingin menawarkan kepada para apresiator sebuah karya representasional dan juga sangat personal tentang diri penulis dengan eksperimen scannografi. Penulis mengharapkan karyanya bisa membawa apresiator ke dalam sebuah ruang interogasi personal yang divisualisasikan oleh potret diri penulis pada kenyataan kedua yang telah terabstraksi sehingga apresiator bisa menikmati keberadaannya dengan cara pandang yang berbeda.

Page 7 of 11 | Total Record : 101