cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
HARMONI DALAM TRI HITA KARANA Sekar Padmi, Ni Luh Nyoman Shita; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Manusia, dikatakan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaan manusia kini menjadikan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang merasa paling berkuasa diantara mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Kedekatan secara spiritual telah luntur, keharmonisan di Dunia bukanlah nilai yang utama. Bukankah jika manusia terus hidup seperti ini, manusia justru akan kehilangan segalanya. Melalui proses perenungan penulis teringat akan sebuah konsep kehidupan sederhana untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan. Sebuah filosofi hidup masyarakat Hindu Bali “Tri Hita Karana”. Penulis menyadari bahwa manusialah yang memegang peranan penting untuk membangun keharmonisan kehidupan. Konsep Tri Hita Karana dituangkan penulis melalui karya Instalasi yang diperkuat dengan Performance Art sebagai satu kesatuan karya dengan dorongan totalitas berkesenian.Melalui kesenianlah penghayatan nilai luhur kehidupan tersebut dapat tersampaikan. Penulis percaya bahwa seni dapat membawa perubahan, seni dapat memperkaya rasa, mempertajam empati dan menyuburkan nilai-nilai kemanusiaan.
PERJALANAN DUNIA BARU Pramudya, Rendy Raka; Sudrajat, Dadang
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis sangat mengagumi keberadaan alam semesta dan segala isinya yang telah diciptakan oleh Tuhan dengan sangat lengkap dan beragam. Rasakagum tersebut kemudian berujung pada rasa penasaran penulis tentang apa yang ada di luar dari apa yang bisa penulis lihat, raba serta rasakan.Tujuan karya ini dibuat adalah sebagai cara penulis untuk mencari jawaban dari rasa penasaran tersebut. Metode yang dilakukan oleh penulisberdasarkan metode automatisme dengan teknik melukis. Diharapkan dengan metode ini penulis mampu menghadirkan bentuk-bentuk yang asingyang tidak terpikirkan sebelumnya yang kemudian setelah dibaca bentuk-bentuk tersebut ternyata berasal dari pengalaman penulis yang selama initidak penulis sadari keberadaanya. Hasilnya, bahwa dengan proses melukis yang penulis lakukan, penulis dapat mengungkap dan menyadarikeberadaan dari hal yang selama ini tidak disadari oleh penulis.
The Growing Sadness Hegar, Maya Juniarti; Sayahdikumullah, Dikdik
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kehidupan itu sebagaimana sebuah lanskap. Kita tinggal di dalamnya, namun hanya dapat mendeskripsikannya jika kita mengambil jarak untuk menilainya. Berbagai macam orang dengan psikologi uniknya masing-masing seiring perjalanan hidup Penulis menjadi hal yang menarik. Dari ketertarikan ini, muncul keinginan Penulis untuk mengangkatnya menjadi permasalahan yang ingin ditampilkan dalam karya tugas akhir. Visualisasi karya tugas akhir ini merupakan bidang-bidang lanskap yang dirancang untuk memicu perasaan atau pemikiran manusia. Lanskap di sini dipakai sebagai bahasa metaphor untuk menceritakan bagian kecil dari dalam diri manusia yang diacu. Konsep estetik ditampilkan melalui beberapa potongan lanskap dengan elemen-elemen alam yang disusun untuk mencapai nuansa tertentu. Karya divisualisasikan menjadi enam (6) lukisan simbolik impresionis yang ditampilkan dengan media cat minyak di atas kanvas. Komposisi warna yang cenderung monokromatik dimaksudkan untuk mengarahkan apresiator dari lanskap menuju makna khusus yang dikandung lanskap tersebut. Diharapkan dari karya tugas akhir ini apresiator dapat memperoleh waktu sejenak mengambil jarak, untuk merasakan dan menilai satu hal samar namun juga penting dalam hidup, kesedihan.
ANALISIS LUKISAN LEE MAN FONG PERIODE 1950-1965 KOLEKSI ISTANA NEGARA Rahayu, Poppy; Adriati, Ira
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Lukisan Cina merupakan suatu entitas kesenirupaan yang mempunyai kaidah serta dalilnya tersendiri yang membuat karya-karya lukisnya menjadi unik dan menjadi ciri khas. Pada karya tulis ini, khususnya, membahas lukisan-lukisan Cina karya Lee Man Fong yang pada latar belakangnya merupakan seniman diaspora Cina yang tinggal dan bekerja di Indonesia dan sempat menjadi ajudan kepercayaan Presiden Soekarno untuk hal-hal penyeleksian karya seni di kalangan Istana Negara. Pada rumusan masalahnya mencoba untuk menjelaskan aspek-aspek estetis ditinjau dari pemahaman seni lukis Cina Tradisional yang berangkat dari kaidah-kaidah seni lukis Cina Kuno. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data purposive sampling. Lukisan yang dipilih merupakan beberapa karya Lee Man Fong yang dihasilkan pada masa produktifnya selama dua dekade, yaitu dari tahun 1950 sampai 1970-an sebanyak enam buah, di antaranya: “Dua Ikan Mas Hitam”, “Warung di Bali”, “Taman Pei Hai”, “Wanita Bali Menenun”, “Wanita Bali Membawa Bakul”, dan “Wanita Jepang dengan Kipas”. Adapun metode analisis yang diaplikasikan berupa pendekatan Kritik Seni Rupa Feldman dan Teori Seni Lukis Cina dengan menggunakan Enam Prinsip Lukisan Cina untuk meninjau aspek-aspek estetis dari sampel-sampel tersebut. Pada evaluasinya juga digunakan pendekatan transformasi budaya untuk melihat pemetaan historis dari tiap-tiap karyanya pada medan seni rupa Indonesia pada saat karya tersebut dihasilkan dan didistribusikan. Dalam bagian akhir laporan penelitian ini, terdapat kesimpulan bahwa enam lukisan terpilih yang menjadi sampel menunjukkan tema dan visualisasi khas Cina dengan tema simbolisme hewan, juga tema khas Indonesia dengan visualisasi keseharian masyarakat Bali pada beberapa lukisannya. Adapun teknik yang diaplikasikan menggunakan teknik seni lukis Cina tradisional.
TINJAUAN ASPEK-ASPEK MANAJEMEN PADA RUANG-RUANG GAGAS SENIMAN DI BANDUNG PASCA BOOM SENI RUPA 2000AN STUDI KASUS: S.14, PLATFORM3 DAN GERILYA Yoshua, Reuben Adriel; Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Ruang gagas seniman adalah ruang seni yang digagas dan dikelola oleh seniman. Di Bandung, ruang gagas seniman sudah bermunculan sejak tahun 1950an hingga sekarang. Sayangnya banyak diantara ruang tersebut yang sudah tutup karena berbagai kendala, salah satunya adalah pada sistem manajemen. Penelitian ini berusaha mencari dan merumuskan kelebihan serta kekurangan sistem manajemen yang dilakukan oleh ruang gagas seniman pasca boom seni rupa 2000an di Bandung. Penelitian dilakukan dengan melakukan kajian terhadap arsip ruang-ruang tersebut serta melakukan wawancara dengan para pengelolanya. Dalam menganalisa data-data temuan, digunakan pendekatan dari teori medan seni dan manajemen seni. Ruang-ruang gagas seniman pasca boom seni rupa 2000an memiliki perbedaan gagasan pendirian dengan ruang-ruang pada periode sebelumnya sehingga sistem manajemen yang diterapkan pun berbeda. Program ruang-ruang ini tidak membatasi diri dari kecenderungan tertentu sehingga tidak memiliki kesulitan pengelolaan yang sama dengan pendahulunya. Meski demikian, ruang-ruang ini masih memiliki kelemahan dalam sistem manajemennya. Walaupun memiliki upaya untuk mempertahankan keberlangsungan ruangnya, ruang-ruang ini belum memiliki fokus dalam upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan utama yang dihadapi, tetapi lebih fokus untuk terus melaksanakan program yang dirancang dalam jangka waktu yang pendek. Ruang-ruang ini perlu membuat target untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut dibandingkan terus merancang program untuk mempertahankan keberlangsungannya dalam jangka waktu yang panjang.
DIALOG BAHASA, RASA, DAN CITRA Khalidya, Tri Asrie; Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Dalam masa hidupnya, manusia pasti akan mengalami peristiwa kehilangan akan sesuatu. Dari peristiwa kehilangan ini, secara psikologis manusia akan merespon dengan berbagai emosi dan perilaku, seperti munculnya kemarahan dengan keadaan, merasa tidak berdaya, atau timbulnya penyesalan yang terhadap apa yang terjadi di masa lalu. Elisabeth Kübler-Ross menyimpulkan bahwa terdapat lima fase yang akan manusia lalui setelah peristiwa kehilangan tersebut dialami, yaitu denial (penyangkalan), anger (kemarahan), bargaining (penawaran), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan).Penulis, sebagai yang merasakan kehilangan sebuah hubungan pertemanan dan interaksi sosial di dalamnya, rusaknya sebuah pertemanan saat itu merupakan hal yang cukup mengusik hingga hari ini. Di sisi lain, rasa kehilangan itu berusaha untuk direduksi oleh penulis dengan lebih banyak dilepaskan melalui menulis. Kebiasaan menulis yang dilakukan bukanlah sebuah kegiatan pelampiasan pengungkapan emosi yang gamblang dan eksplisit, namun lebih yang banyak menggunakan gaya bahasa metafora.Tulisan metafora yang dibuat adalah katarsis yang penulis lakukan dan ingin dibawa ke tahap yang lebih lanjut, yaitu dengan karya visual. Dengan mengadaptasi pemahaman Kübler-Ross mengenai kehilangan ke dalam karya, secara visual emosi yang dilepaskan menggunakan pendekatan gaya surealisme dan metafora visual, serta drawing dengan medium ballpoint sebagai teknik untuk mengejawantahkan gagasan berkarya.
“MAGICAL FOR(REST)” Akbar, Restu Taufik; Santoso, Oco
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis merasakan hal yang menakjubkan ketika berada di alam. Banyak hal yang penulis dapatkan ketika merasakan dan menyatu dengan alam. Dalam tugas akhir ini penulis ingin membagikan pengalaman penulis sebagai rasa syukur penulis karena hal tersebut. Subject matter yang divisualisasikan berupa bentuk hutan ajaib (dibagian belakangnya terdapat abstrak) yang digali dan dikembangkan dari pengalaman penulis di alam.Metode yang diambil berdasarkan metode ekspresionis dengan medium cat enamel(cat besi),cat vitrail(cat kaca) dan cat minyak diatas kanvas. Diharapkan proses dan modifikasi metode ekspresionis yang penulis lakukan mampu membuat karya seni ekpresionis dengan visual yang berbeda dan menimbulkan impresi yang penulis harapkan.Hasilnya, visual hutan ajaib ini dapat membuat penulis merasakan kembali pengalaman penulis di atas kanvas. Apresiator pun dapat merasakan pengalaman yang dirasakan penulis.
ANALISIS GAGASAN SENIMAN GENERASI MILENIAL DALAM INKLUSIVITAS SENI RUPA INDONESIA Sarah, Isni; Damajanti, Irma
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pembuatan skripsi ini didasari oleh pengamatan pada berbagai fenomena yang terjadi pada inklusivitas medan seni rupakontemporer, yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah munculnya gagasan baru dari sebuah generasi baru, yang disebutdengan generasi milenial. Seni rupa yang sebelumnya menjadi sebuah ranah yang sangat eksklusif dan identik dengan budaya tinggi,saat ini justru bergerak dengan sangat inklusif, ditandai dengan meningkatnya minat masyarakat pada pameran dan artefak seni, danmunculnya pameran dengan wacana ‘seniman muda’ yang bersifat sangat cair. Untuk mengetahui seperti apa gagasan berkarya darigenerasi yang lahir dan merespon dalam keadaan ini, peneliti menggunakan pendekatan sosiologi generasi, sosiologi seni, sertasemiotika posmodern sebagai acuan untuk teori estetiknya, dengan Faisal Yeroushalaim, Natasha Gabriella Tontey, Roby DwiAntono, dan Resatio Adi Putra sebagai sampel seniman yang diteliti. Lewat serangkaian analisis, karya seni yang dihasilkan olehgenerasi milenial dalam inklusivitas seni rupa Indonesia ternyata pada dasarnya mengacu pada ideologi kapitalisme mutakhir yangmendarah daging, karya-karya yang dihasilkan tidak lagi merepresentasikan realitas, melainkan simulasi pembebasan nilai-nilai ataubahkan berupa fantasi. Pendek kata, dalam penelitian ini ditemukan bahwa generasi milenial adalah generasi yang mempunyaikeinginan untuk mendekatkan seni kepada masyarakat massa dengan cara membuatnya menjadi komoditi massa.
GILANG Sukandawinata, Geugeut Pangestu; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kematian sosok adik adalah tonggak terbesar bagi kehidupan penulis. Mengenyahkan duka dan penerimaan, menulikan diri dan diam mendengarkan, adalah sekian banyak tegangan yang dilalui yang kemudian menggiring pada pemahaman dalam menjalani takdir dan berkehendak bebas.Dalam perubahan pilihan minatnya dari astronomi ke seni rupa, penulis banyak menengarai kesamaan di dalam eksperimen terkait. Mempertanyakan ulang pakem, lalu berkembang menjadi kritik-diri, adalah proses alamiah yang kemudian disadari belakangan sebagai dialogisme. Dialogisme adalah usaha mencari kebenaran objektif melalui tegangan berbagai kebenaran subjektif.Pada akhirnya penulis tersangkut pada “cahaya” yang terinspirasi dari nama adik, sebagai elemen utama karya instalasi interaktif yang memanfaatkan prinsip cetak grafis. Pengunjung karya diposisikan memiliki peran sentralnya sendiri-sendiri, yang senantiasa bersinggungan hingga mustahil terdapat tafsiran mandiri. Melalui karya ini diharapkan dapat tersimulasikan dialogisme di dan diantara pikiran para pengunjung.
KASIH STORGÉ (KELEKATAN DAN KERINDUAN TERHADAP ‘RUMAH’) Fitrianti, Intan; Sudrajat, Dadang
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

AbstrakDalam sejarah kekaryaannya selama berada di Studio Lukis FSRD ITB, penulis secara tidak sadar selalu menyisipkan tema keluarga dalam beberapakaryanya. Karena tema tersebut muncul secara terus-menerus, penulis merasa bahwa tema ini penting dan perlu difokuskan dan didalami. Rumahmerupakan tempat di mana penulis merasakan kehangatan. Dan keluarga adalah pihak yang dapat memberikan penulis kehangatan. Realitas di manapenulis berada ke luar dari zona nyamannya- jauh dari keluarga untuk melakukan studi di luar kota, membuat penulis untuk selalu merasakankerinduan. Karya ini dibuat dengan tujuan agar penulis lalu dapat mengungkapkan kerinduan dan membahasakan harapan penulis akan kelekatandengan keluargan yang selalu penulis inginkan; storgé, sebuah kasih sayang yang tulus dan kekal. Gestur afeksi dari figur menjadi objek utamapenulis. Dan gaya melukis ekspresionis dipilih penulis sebagai cara yang paling tepat untuk membahasakan harapan tersebut. Karya Tugas Akhir inipun diharapkan sebagai langkah awal penulis untuk mengembangkan visual lukisan untuk ke depannya.

Page 9 of 11 | Total Record : 101