cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
RWA BINEDA (HARMONY IN DUALITY): SAKRAL-PROFAN Diva Nayaka, I Gusti Ngurah; Salayan, Amrizal
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kondisi dunia luar yang semakin khaotik melatari penulis untuk mempelajari keteraturan dalam spiritualitas agama dan budaya tradisional pada seri karya tugas akhir ini. Melalui kajian kosmologi Hindu-Bali, penulis mencari esensi dari budaya tradisi yang sakral untuk dipertemukan dengan esensi dari budaya modern yang profan, kemudian dituangkan secara formalistik kedalam bahasa rupa, yang merupakan sebuah pencarian akan kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, hingga mencapai harmoni sebagai suatu solusi diri. Dualitas sakral-profan erat kaitannya dengan jiwa dan tubuh, sehingga lebih sesuai jika dianalogikan sebagai isi dan wadah. Pada akhirnya penulis menyimpulkan bahwa Yang Sakral merupakan harmoni itu sendiri antara sakral dan profan.
PERCEPTING THE PERCEPTION Adrian, Aldy Fakhreza; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Manusia memiliki sebuah hasrat untuk mengejar kesempurnaan. Kesempurnaan yang bisa berbentuk berbagai macam, seperti kesempurnaan rupa, atau dengan istilah lain kecantikan. Bila kita tilik sejarah seni rupa terutama pada era romantisme dan renaissance, karya seni yang muncul di era tersebut banyak yang memiliki visual yang indah, terutama apabila menggambarkan sosok manusia. Bila ditelusuri hingga jaman prasejarah pun sudah terlihat bahwa banyak sekali objek-objek seni yang menggunakan keindahan manusia sebagai objek. Dari kebudayaan prasejarah hingga Yunani kuno, masing-masing benda seni dari era itu menceritakan bagaimana kesempurnaan rupa yang normatif bagi mereka.Berdasarkan kondisi yang disebutkan diatas, penulis mencoba membuat sebuah karya yang merepresentasikan kesempurnaan rupa dalam bentuk kecantikan wanita. Bagaimana sebuah konsep akan kecantikan yang terus berkembang seiring kemajuan jaman, perubahan-perubahan akan persepsi sebuah masyarakat terhadap definisi kecantikan. Penulis juga mencoba untuk mengeksplor hubungan seorang narasumber dan seniman, bagaimana kedua hal tersebut bisa berpadu, dan juga menjadi interaksi yang menghasilkan sebuah karya seni yang diharapkan akan memberikan sebuah khazanah baru atas apa kecantikan itu sendiri.Penulis pada karya ini mengeksplorasi medium video sebagai sebuah bentuk medium seni, dan berbasiskan seni yang berbentuk instalasi. Penulis menginginkan adanya sebuah interaksi antar audiens dan penulis seperti umumnya, namun juga jika ditilik terdapat interaksi antar seniman dan narasumber yang berperan sebagai bank data, sumber dari apa yang akan penulis sajikan kepada audiens.
KESATUAN DALAM KERAGAMAN Fitrani, Laila Nurul; Wibowo, Pius Prio
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Informasi dengan mudah kita dapat namun tidak dengan meningkatnya kekayaan spiritual sebagai filter, sehingga timbul chaos dalam diri manusia. Kita hidup dilengkapi oleh manual book yaitu kitab suci, tata cara bagaimana seharusnya manusia itu berbuat. Dalam sebuah ayat Tuhan berfirman, “Lihatlah alam sekitar, sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Tuhan”, Alam semesta kita ketahui melalui wahyu dan sains. Kosmologi islam bersumber hanya pada Tuhan sebagai sumber penciptaan tunggal, Kesatuan dari manifestasi-Nya yang beragam sama seperti seni, terdiri dari berbagai elemen yang menjadi sebuah kesatuan. dalam menyelesaikan permasalahan seni, penulis akan menggunakan elemen-elemen formal juga simbol yang terdapat dalam seni Arsitektur Islam.
REKREASI PENCIPTAAN Aulia, Irfan; Siregar, Aminudin TH.
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Gagasan tentang ketuhanan pada perkembangannya telah menjadi hal yang adiktif bagi penulis. Ia tidak hanya menjadi air segar yang melepaskan dahaga tapi juga ia adalah kehausan itu sendiri; yang pada akhirnya mendesak penulis untuk terus melabuhkan pikiran penulis kepada persoalan tersebut. Hingga pada gilirannya, ekspresi itu hadir dalam bentuk tertinggi sebagai keinginan penulis untuk membawanya ke wilayah kekaryaan; yang pada dasarnya merupakan proses lanjutan dari tahap berpikir penulis yang masih serba abstrak. Berangkat dari kesadaran tersebut, gagasan tentang karya “Rekreasi Penciptaan” selanjutnya lahir. Ia muncul sebagai usaha untuk mengakomodasi hasrat penulis dalam memahami Tuhan secara lebih mendalam; yang pada konteks karya ini disajikan dalam bentuk karya video dengan pendekatan sinematik. Kemasan makna yang serba profan selanjutnya menjadikan kata ”rekreasi” tidak hanya menyimpan gagasan tentang penciptaan kembali atas proses kreasi yang dilakukan oleh Tuhan, tapi juga menyimpan imaji tentang dunia yang bermain, perayaan atau juga suasana yang jauh lebih eksperimental. Sebuah metode alternatif yang ingin ditempuh penulis dalam memahami persoalan-persoalan ketuhanan. Pada akhirnya di samping segala kekurangan yang terdapat di dalam karya ini, “Rekreasi Penciptaan” tetap mampu menjadi wahana rekreatif penulis dalam memahami penciptaan oleh Tuhan; dan lebih dari sebuah karya yang barangkali dapat menggiring makna hanya ke wilayah bermainnya saja, bagi penulis ia tetap menjadi satu proses spiritual yang efektif.
SERI BUKU : CERITA ANAK PEREMPUAN TENTANG AYAHNYA Wisesa, Agnisa Maulani; Siregar, Aminudin TH.
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Keluarga adalah sebuah sistem masyarakat terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak (keluarga inti). Keluarga merupakan sebuah titik awal di mana seorang individu mempelajari sistem tatanan masyarakat, hingga siap untuk terjun langsung ke medan sosial, oleh karena itu peran orang tua (ayah dan ibu) sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak.Seorang anak cenderung memiliki keterikatan batin dengan orang tua lawan gendernya, karena menurut sang anak hal tersebut adalah sebuah hal asing yang perlu dipelajari perlahan seiring dengan berjalannya proses pertumbuhan. Dalam hal ini penulis mengerucutkan masalah menjadi sebuah hubungan psikologikal seorang anak perempuan dengan ayahnya yang cenderung canggung dan banyak salah pahamnya. Ayah penulis adalah seseorang yang menganut paham patriarki Jawa, sedangkan penulis lahir di zaman yang lebih moderen sehingga sering terjadi pertikaian pada hal-hal yang sepele. Namun penulis menyadari bahwa selalu ada porsi dan perannya masing-masing dalam keluarga.Setelah menempuh pendidikan di institusi seni rupa, penulis ingin menyampaikan dan bercerita tentang bagaimana hubungan seorang anak perempuan dan ayahnya bekerja serta berpengaruh dalam kehidupan si anak perempuan. Karya yang dibuat ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai narasi visual penulis dan sebuah catatan bagi khalayak untuk dijadikan sebuah acuan psikologis hubungan antara anak perempuan dan ayahnya.
BIOGRAFI DAN GAGASAN KURATORIAL JIM SUPANGKAT DALAM PAMERAN-PAMERAN SENI RUPA KONTEMPORER INDONESIA DEKADE 1990-AN Respati, Yacobus Ari; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Jim Supangkat merupakan tokoh penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Ia memiliki peran yang konsisten dalam dunia seni rupa Indonesia sejak dekade 1970. Pada dekade 1970 ia menjadi mahasiswa di Bagian Seni Rupa ITB dan membuat karya-karya radikal yang mengadakan pemberontakan terhadap seni rupa akademis. Pemberontakan ini berlanjut dalam keaktifannya di Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) sebagai seniman & konseptor sejak tahun 1975. Pada tahun 1989 ia terlibat dalam kegiatan Australia and Regions Artist Exchange (ARX) di Australia. Keterlibatan ini membuatnya menjadi terpapar kepada jejaring seni rupa internasional dunia dan mempengaruhi keputusannya untuk menjadi kurator seni rupa. Sejak awal kiprahnya dalam bidang seni rupa, ia memiliki alur perkembangan pemikiran tersendiri dalam mempertimbangkan seni rupa Indonesia. Pada dekade 1990, sebagai kurator Supangkat memiliki gagasan-gagasan yang khas dalam menyikapi seni rupa kontemporer Indonesia. Hal ini tercermin dalam tulisan-tulisan yang dibuatnya bagi sejumlah pameran. Dengan mengamati perkembangan biografis yang unik sebagai wilayah pelataran dari terbentuknya gagasan-gagasan Supangkat inilah penulis melakukan penjabaran dalam bentuk deskripsi terhadap gagasan kuratorialnya mengenai seni rupa kontemporer Indonesia pada dekade 1990.
VISUALISASI FIGUR MIMPI MELALUI PENDEKATAN ONEIROLOGI Ivando, Agathon Theodacitra Yuda; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pembelajaran aplikatif mengenai kolaborasi antara ilmu mimpi (oneirologi) dengan karya seni rupa merupakan metode tersendiri dalam psikoanalisis dan figurisasi surealis mengenai isi alam bawah sadar dan mimpi manusia. Permasalahan ini diangkat sebagai usaha penulis dalam proses pencarian metode berkarya seni dalam ranah seni rupa kontemporer dan proses implementasi antar dua cabang ilmu yang berbeda, sehingga oneirologi dan seni sama sama berperan sebagai studi dalam pemahaman psikoanalisis manusia. Tugas Akhir ini menampilkan karya karya drawing stippling yang menvisualisasikan figur sureal dalam mimpi personal, bersumber dari jurnal studi mengenai ilmu mimpi (oneirologi) dan surealisme sebagai landasan utama dalam berkarya.
Tafsir Visual Atas Kitab Tanbihul Ghafilin Tornado, Greythama; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Agama dan spiritualisme adalah ranah paradoxical yang menuntut kemampuan intuisi, imajinasi dan dedikasi tinggi agar dapat mempelajarinya. Disebut Paradoxical dikarenakan agama memiliki kualitas enigmatic dan familiar diwaktu yang bersamaan, transenden juga membumi, kompleks juga simple, dan berbicara konteks lampau juga masa depan diwaktu bersamaan. Manusia sudah lama berusaha meraba apa itu agama dan spiritualisme secara keilmuan, manifestasi dari usaha tersebut melahirkan eskatologi , mitologi dan seni keagamaan.Penulis memiliki dua sudut pandang yang tampak berlawanan dan kontras dalam beragama. yaitu mistisme Islam sufi dan islam moderat, Hal ini tentu memberi sudut pandang yang fleksible dan luas dalam memandang agama, akan tetapi penulis memilih untuk menciptakan sudut pandang baru dalam memandang agama yaitu melalui pendekatan rasionalisme, keilmuan dan latar belakangnya yang seorang akademisi seni rupa. Hasil dari pendekatan tersebut mengarahkan penulis dalam menemukan sebuah kitab yang menjawab "kehambaran" agama Islam dalam konteks mitologis, eskatologis, dan grandiosity.Kitab yang berjudul Tanhibul Ghafilin tersebut adalah sebuah fenomena yang hadir atas kesadaran seorang ahli agama yang merasa akan perlunya penghadiran kisah Islam yang di dramatisasi agar dapat melebihi kisah epik keagamaan lainya dimana hal tersebut dapat menjawab kebutuhan estetika manusia. Penulis melihat kesempatan tersebut untuk merespon ironi kebutuhan manusia atas estetika, spiritual dan keingin tahuan sekaligus mendalami agama dengan pendekatan dirinya sebagai perupa.
ILUSI CERMIN DIGITAL Prabhawa, Satria; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis tertarik untuk merenungi dan mendalami suatu konsep psikologi yang menurutnya sangatfundamental bagi setiap orang termasuk bagi diri penulis sendiri yaitu mengenai narsisisme. Narsisismemerupakan penjaga stabilitas diri seseorang, namun dalam taraf yang berlebihan, narsisisme menjadisuatu bentuk penyakit berwujud kesombongan, keserakahan dan eksploitasi citra diri untukdiperlihatkan. Hal ini merupakan suatu kecenderungan sehari-hari yang dilihat penulis pada masyarakatkontemporer, dan menimbulkan kegelisahan pada dirinya, tercermin dari fenomena penggunaaninternet khususnya media sosial yang memungkinkan kita untuk mengakses, mengobservasi danmengeksploitasi citra diri secara berlebihan. Dalam karya instalasi interaktif ini, penulis berupayauntuk menghasilkan suatu pemikiran yang dijadikan sebagai bahan kontemplasi bagi penulis sendirimaupun penikmat karya.Penulis melihat bahwa masyarakat pengguna internet, khususnya media sosial, teralienasi dankewalahan terhadap pemenuhan hasrat yang berkenaan dengan citra dirinya. Penciptaan karya tugasakhir ini, beserta segala yang muncul pada karya ini merupakan perwujudan dari segala upaya penulisdalam memaparkan dan menafsirkan pengetahuan yang penulis miliki. Penulis mengharapkan karyatugas akhir ini menghidupkan suatu pembahasan wacana dari pemikiran penulis, sehingga bermanfaatbagi penikmat karya dan bagi diri penulis.
RIO: DARI RUMAH, KE RUMAH, UNTUK RUMAH Pamungkas, Lukman Satrio; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Masa kecil merupakan suatu fase yang dilalui oleh semua orang. Semua hal yang menyenangkan dan menarik terjadi di dalamnya, bahkan setiap kejadiannya memberikan jejak yang nyata dalam ingatan. Saat dewasa pun, masa kecil ini tidak terlepas dan menjadi pengaruh pada setiap kehidupan tiap individu. Dalam kehidupan masa kecilnya, penulis dihadapkan kepada masa yang kurang menyenangkan. Pemanggilan ingatan masa kecil membuatnya sadar akan masalah yang ada, namun juga menumpuk kebencian baru di sisi lain. Proses tersebut membuat timbulnya penyesalan dan rasa bersalah penulis terhadap keluarganya. Untuk kedua kalinya, penulis mendapat penyadaran kedua untuk bisa menerima kisahnya di masa lalu. Perjalanan itu kemudian mencoba digambarkan oleh penulis dalam sebuah karya cetak saring dan instalasi. Selain sebagai proses ekspresi perasaan personal, juga berusaha untuk memberi koreksi pemikiran akan hubungan dengan keluarga pada lingkungan sosial.

Page 8 of 11 | Total Record : 101