cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
Presence of Shadows Pamungkas, Baariawan Haryo; Zaelani Harry, Rizki Akhmad
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Beberapa individu tidak bisa merasakan bahwa sedang terlibat masalah karena ketidak mampuan untuk menjelaskan. Berdasarkan kasus diatas, kehidupan menjadi salah satu wadah yang bisa dibagi menjadi tiga fase pokok, kelahiran, kehidupan dan kematian. Berangkat dari pengalaman pribadi, penulis mencoba mengemukakan ide tentang pemetaan masalah-masalah kedalam tiga fase tersebut. Proses mengumpulkan foto, diolah dengan perangkat lunak, dan dipindahkan keatas kanvas. Karya ini diharapkan mampu untuk menjadi sebuah alternatif pencapaian personal dalam hidup penulis dan membuka perspektif baru bagi yang melihat tentang cara penyampaian yang diutarakan melalui seni lukis. Pencapaian visual sangat penting dalam keberhasilan karya.
LEBURAN INTUISI IMAJINATIF Kandahdjaja, Siddhartha; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Imajinasi dan dorongan bermain adalah hal yang secara alamiah dimiliki oleh setiap manusia, terutama terlihat pada masa kanak-kanak. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, daya imajinasi dan dorongan bermain itu semakin berkurang, yang pada akhirnya menumpulkan kemampuan kreatif, mengakibatkan terhambatnya perkembangan intuisi dari manusia tersebut. Fenomena ini terjadi pada banyak orang, termasuk penulis. Ketidaknyamanan yang penulis alami saat berkarya sebelumnya pada masa kuliah, membawa penulis pada penyadaran akan fenomena tersebut. Penulis kemudian merasakan kebutuhan untuk menggali kembali potensi yang ada pada imajinasi dan dorongan bermain penulis untuk meningkatkan kreativitas penulis dengan harapan dapat mengembangkan titik kematangan intuisi penulis. Penulis kemudian membuat karya berupa sebuah bentuk abstrak yang kemudian ditimpa dengan garis hitam yang membentuk objek yang diinterpretasikan penulis sebagai upaya penulis untuk dapat merasakan kembali pengalaman yang sempat penulis rasakan saat kanak-kanak dahulu serta meningkatkan kemampuan kreatif yang berujung pada pematangan intuisi penulis. Kerumitan proses cetak konvensional serta aspek spontanitas drawing menjadi ruang bagi penulis untuk mengeksplorasi imajinasinya semaksimal mungkin, serta mencoba mengingatkan kembali para apresiator akan pentingnya imajinasi sebagai aspek pembentuk intuisi.
SISYPHEAN -, Kusbandono; Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Manusia, adalah mahluk yang misterius, dalam hal spiritualitas dan keyakinan. Keyakinan dengan sebuah paham yang dijunjung tinggi oleh mereka membuat mereka sangatlah unik, dan beragam. Keberagaman manusia dalam hal spiritual penulis tafsirkan sebagai sebuah fenomena unik dan cukup memprihatinkan, bagi batin penulis, dimana consciousness dan well-being seorang manusia seakan-akan dapat mencapai tingkat tertinggi jika manusia tersebut menyerah terhadap kegiatan yang menjauhkan mereka dari hal-hal tersebut. Masalah spiritualitas manusia yang penulis angkat dalam Tugas Akhir ini merupakan sebuah bentuk pembahasan atas situasi dan permasalahan spiritual dalam masyarakat sekitar. Dilatarbelakangi oleh rasa aman yang semu akan kehidupan dan kematian, dan situasi masyarakat yang tidak kondusif dan tidak suportif dalam membahas hal tersebut, penulis mencoba mempertanyakan kembali interaksi manusia tentang kepuasan dirinya terhadap spiritualitas dan proses pencarian makna hidup mereka.Pengerjaan karya ini menggunakan teknik separasi cahaya, dimana spektrum warna diaplikasikan dalam instalasi lampu kepada karya digital imaging, lalu instalasi 3 dimensi juga dibuat, untuk kepentingan konsep utama, dan disesuaikan kepada kebutuhan estetis pribadi penulis. Penulis berharap karya ini dapat mengekspresikan opini personal penulis yang berbentuk pertanyaan kepada masyarakat luas/ apresiator.
REKOMPOSISI URBAN : BANDUNG - SURABAYA Amikarsa, Wahyu Wibawa; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Ketertarikan penulis terhadap persoalan urban sudah muncul sejak penulis terlibat aktivitas street art di kota asal penulis, Surabaya. Semenjak memulai pendidikan di perguruan tinggi, penulis merasa tata kota Bandung sangat kontras dengan kota asal penulis yang dinilai cukup rapi. Kekacauan tata kota Bandung salah satunya bermula dari arus urbanisasi yang akhirnya menyebabkan kepadatan penduduk, pemekaran urban, kemacetan, banjir, dan sebagainya. Dengan adanyaberbagai hal tersebut, penulis merasa perlu untuk melihat permasalahan tata kota Bandung secara lebih menyeluruh. Dari hal tersebut, penulis sadar, kembali ke ruang lingkup seni rupa dan mulai mencoba melihat citraan udara Bandung dan Surabaya dari citraan udara, lalu kemudian menyadari bahwa dibalik kekacauannya, komponen-komponen kota yangdilihat dari sudut pandang satelit juga membentuk sebuah komposisi yang estetis. Hal itu yang menginsipirasi penulis dalam pembuatan karya Tugas Akhir kali ini.Dalam proses berkarya Tugas Akhir ini, penulis menyusun hasil citraan udara kota Bandung dan Surabaya menjadi sebuah komposisi karya dengan menggunakan teknik kolase, cukil kayu, dan serigrafi. Bagi penulis, proses berkarya tersebut merupakan cara penulis untuk rekomposisi atau ‘menyusun ulang’ tata kota Bandung dan Surabaya yang dijadikan ke dalam bentuk karya kolase, cukil kayu, dan serigrafi.
TRANSCENDENTAL LANDSCAPE Widiastono, Ryanto; Santoso, Oco
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pengalaman transendental dapat diartikan sebagai suatu proses atau keadaan yang pernah dialami subjek dalam hal-hal yang sulit dipahami, bersifat kerohanian, tidak nyata dan tidak diketahui sebab-sebabnya. Sulitnya pemahaman atas pengalaman transendental dikarenakan proses dari pengalaman tersebut terjadi secara tidak logis. Hal ini pernah dialami beberapa kali oleh penulis. Dari sini penulis tergerak untuk mengkaryakannya melalui disiplin ilmu seni lukis. Bagi penulis proses tidak logis dari pengalaman transendental bisa diwujudkan melalui lukisan landscape.Dalam proses penciptaannya, lukisan landscape menggunakan metode perspektif. Perspektif menghasilkan ilusi ruang pada bidang dua dimensional. Asas yang digunakan oleh perspektif terletak pada logika mata melihat ruang fisik yang nyata. Di sini penulis melihat peluang dimana ketidak-logisan pengalaman transendental hanya bisa disampaikan melalui sesuatu hal yang logis, yakni melalui perspektif pada lukisan landscape.Penelitian ini secara keseluruhan berusaha untuk mewujudkan visual dari proses tidak logis melalui sesuatu yang logis. Akhir dari penelitian berujung pada tidak identiknya konsep awal dengan hasil akhir yang dicapai. Hal positif yang dapat dipetik selama proses penelitian adalah penulis melihat adanya kemungkinan-kemungkinan lain dalam menyampaikan gagasan ini.
SANG PENARI DI AMBANG BATAS Rionaldo, Stevanus; M. D., Muksin
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Tinggal di area urban telah dianggap sebagai pilihan yang terbaik untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Hal tersebut terlihat dari jumlah pelaku urbanisasi yang terus bertambah setiap tahun. Padahal, citra kota sebagai tempat yang progresif secara ekonomi, berbanding terbalik dengan kehidupan sosial dan kultural yang mengalami degradasi. Pada kenyataannya, apa yang ditawarkan oleh area urban adalah infrastruktur artifisial yang dibangun dengan kerangka berpikir kapitalisme. Kondisi tersebut menempatkan manusia urban seperti berada di persimpangan dan seakan harus memilih jalan yang lebih baik. Karya tugas akhir ini dibuat untuk menangkap gejala tersebut dan menafsirkannya kembali.
PENGHIDANGAN TUBUH (THE FEAST) Maryam, Anis Annisa; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Mungkin tidak ada topik yang lebih sering dibahas dalam seni dan filsafat feminis saat ini selain persoalan tentang ‘tubuh’. Kecenderungan ini merepresentasikan eksplorasi dan kritik yang terus berkelanjutan akan dualisme antara tubuh dan pikiran, dan peran morfologi seksual dalam perkembangan perempuan baik sebagai gender maupun individu, Khususnya, penggunaan ‘tubuh’ dalam seni, baik secara visual maupun konseptual, yang dipopulerkan perempuan-perempuan perupa dari masa ke masa, dari era seni feminis sampai sekarang di era kontemporer, di mana perempuan seniman telah bergerak dari ideologi feminisme ke post-feminism.Sepanjang penelitian tentang penggunaan tubuh dalam seni dan kajian historis tentang perempuan perupa, penulis sampai pada kesimpulan bahwa visualisasi tubuh dalam seni yang dibuat oleh perempuan-perempuan perupa selalu memiliki makna dn tujuan konseptual akan keperempuanan. Sebagai salah satu perempuan perupa, penulis merasa perlu untuk merefleksikan gagasan tubuh dalam seni dengan menggunakan ‘tubuh’ dan pikirannya sendiri untuk menciptakan ide baru tentang tubuh perempuan dalam seni, dengan cara serta tujuan yang sangat personal.Dalam Tugas Akhir ini, penulis mencoba untuk menampilkan sebuah karya seni yang menarasikan sebuah proses penyesuaian dan penerimaan yang terjadi saat seorang perempuan menyadari subjektifitas tubuhnya sebagai media untuk menerjemahkan keindahan intelektual dan perasaan jiwanya, yang juga bersamaan dengan fakta bahwa tubuh perempuan akan selalu diobjektifikasi oleh budaya konsumsi visual, yang hanya melihat kecantikan fisik, tetapi tidak melihat di dalamnya. Melalui visualisasi ini, penulis bermaksud untuk mempraktikan proses penyesuaian dan penerimaan tersebut pada dirinya lewat penciptaan karya seni rupa, dan menghasilkan karya seni rupa yang personal dan memiliki nilai relasional di dalamnya yang dapat dinikmati oleh penulis dan juga spektatornya sebagai sebuah narasi visual akan keindahan luar-dalam dari tubuh perempuan.
PENCAPAIAN KESEMPURNAAN DENGAN DETERMINASI WAKTU Andamari, Indina Asri; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Persepsi manusia akan waktu mempengaruhi perilakunya dalam menyikapi hidup. Bagi penulis, semakin banyak waktu yang dikonsumsi maka seharusnya semakin banyak pencapaian yang diraih, yaitu pencapaian yang mengacu pada kesempurnaan. Pemahaman ini dipengaruhi oleh konsep diri ideal yang dimiliki seseorang. Usaha secara kontinyu untuk menjadi kongruen dengan adanya determinasi waktu, menekan kondisi psikis penulis. Oleh karena itu penulis mencoba menuangkan persoalan tersebut dalam karya instalasi kinetik berupa lima buah komposisi roda gigi yang berputar secara ritmik. Citraan tubuh yang divisualisasikan dengan teknik drawing, merepresentasikan diri yang tergiling oleh waktu dan tak henti berusaha menjadi sempurna. Melalui proses kreasi, penulis memperoleh kesadaran bahwa mencapai kesempurnaan akan terus menjadi sebuah proses, dan waktu akan tetap menjadi penentu.
REAKTUALISASI DIRI Tejawati, Risa Tania; Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pencitraan, peran dan status sebagai perempuan, telah diciptakan oleh sekelompok manusia/etnik di wilayah bangsa manapun di dunia. Dalam kebudayaan tradisional Indonesia di suatu masa, peran gender ditentukan oleh norma dan kepercayaan bernama patrialisme. Perempuan diposisikan sebagai “subordinat”, bukannya “kordinat”. Implikasi dari konsep dan naluri tentang kedudukan antara laki laki dan perempuan yang tidak seimbang telah menjadi kekuatan di dalam pemisahan sektor kehidupan ke dalam sektor “domestik” dan sektor “publik”. Perempuan yang tidak memiliki sumber penghasilan menjadi tergantung secara ekonomi terhadap laki-laki dan rentan terhadap tindak dominasi. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perempuan menyerah pada tradisi itu sendiri. Namun, dalam kehidupan modern perempuan diberikan kesempatan yang sama seperti laki-laki. Perempuan cenderung lebih kritis dan independen. Dua konsepsi mengenai perempuan mempengaruhi penulis untuk mengaktualisasi diri dan memaknai kembali posisi perempuan dengan cara yang berbeda.
MONOLOG WAJAH Azizia, Misha Ahmad; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis mempersonifikasikan jiwa teater dan seni rupa yang saling berdialog melalui proses olah mimik menjadi image. Bagaikan dialog yang terjadidi dalam diri penulis menjadi suatu dialog satu arah yang memiliki tujuan untuk mengenal diri. Proses ini bagaikan suatu pertunjukan monologdengan wajah, yang juga menjadi inspirasi judul karya ini.Drawing pen pada kertas menjadi medium pengantar olah mimik image rupa. Proses sketsa mimik wajah meningkatkan eksplorasi penulis dalammengolah ekspresi, sedangkan pada proses finishing penulis memperlihatkan garis-garis yang ekspresif. Penulis menikmati keseluruhan proses yang terjadi, khususnya proses finishing dimana dimunculkan image garis yang bertumpuk-tumpuk. Dengan kata lain, proses tersebut memunculkan penghayatan pada diri penulis.

Page 3 of 11 | Total Record : 101