cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
WA ISLAMAH!: POSPRITUALITAS DALAM DINAMIKA KONTRADIKSI ISLAM DAN MASYARAKAT MUSLIM PASCA ORDE BARU DI INDONESIA Hartarta, Ahdiyat Nur; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Makna keindahan sejatinya terletak dalam persepsi personal setiap individu. Hal ini memacu penulis untuk menciptakan karya seni dalam Tugas Akhir ini untuk mencari dan mendalami makna keindahan personal. Penulis merasakan medium konvensional seni lukis tidak dapat merepresentasikan gagasan tersebut. Maka penulis menemukan kebutuhan untuk menggali medium dan teknik non-kovensional untuk mewujudkan gagasan keindahan personal melalui penyajian susunan elemen formal menggunakan pendekatan abstrak. Penulis memilih menampilkan image tersebut pada permukaan dua dimensional medium silicone sealant dan teknik image transfer sebagai hal paling tepat untuk merealisasikan gagasannya. Melalui karya ini, penulis bertujuan menunjukkan bahwa medium non-konvensional dapat dieksplorasi untuk perwujudan idea tersebut.
MORS VINCIT OMNIA Fianny, Ghina; Sudrajat, Dadang
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Rasa takut adalah sebuah emosi yang ditimbulkan oleh ancaman, baik secara fisik maupun psikis, yang membuat manusia secara instingtif menghindar dan bersembunyi dari ancaman tersebut. Salah satu ketakutan terbesar yang dialami manusia adalah kematian, di mana tidak ada seorangpun yang mengetahui detailnya serta adanya kesedihan mendalam bagi yang ditinggalkan. Hal ini menimbulkan sebuah kebutuhan adanya proses mengatasi rasa takut terhadap kematian, yang direpresentasikan ke dalam bentuk karya seni lukis abstrak dengan media cat akrilik di atas foto rontgen. Representasi terhadap kematian dan pemaknaan untuk mengatasinya dituangkan dalam media cat akrilik di atas foto rontgen.
SINTESIS PARADOKS KEINDAHAN DAN MEDIUM Astari, Tara; Sudrajat, Dadang
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Makna keindahan sejatinya terletak dalam persepsi personal setiap individu. Hal ini memacu penulis untuk menciptakan karya seni dalam Tugas Akhir ini untuk mencari dan mendalami makna keindahan personal. Penulis merasakan medium konvensional seni lukis tidak dapat merepresentasikan gagasan tersebut. Maka penulis menemukan kebutuhan untuk menggali medium dan teknik non-kovensional untuk mewujudkan gagasan keindahan personal melalui penyajian susunan elemen formal menggunakan pendekatan abstrak. Penulis memilih menampilkan image tersebut pada permukaan dua dimensional medium silicone sealant dan teknik image transfer sebagai hal paling tepat untuk merealisasikan gagasannya. Melalui karya ini, penulis bertujuan menunjukkan bahwa medium non-konvensional dapat dieksplorasi untuk perwujudan idea tersebut.
INTERUPSI DALAM SEJARAH : REKONSTRUKSI MEMORI KELUARGA Mancanagara, Maharani; Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Memori merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan manusia. Jika dikaitkan dengan sejarah, memori mejadi hal yang penting untuk mengingat serta menghadirkan kembali peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Sejarah dalam pengertian tradisional dipahami sebagai suatu proses “mengingat” hal- hal monumental di masa lalu. Sejarah adalah penghubung antara peristiwa di masa lampau dengan peristiwa yang terjadi sekarang. Meskipun demikian, sejarah tidak selalu bersifat linear. Terkadang terjadi lompatan dimana sebuah peristiwa tidak terkait dengan sejarah yang ada, hal inilah yang disebut dengan diskontinuitas sejarah.Keinginan untuk mengenal sosok Kakek yang belum pernah penulis temui menjadi pemicu untuk menelusuri melalui memori- memori yang tersisa. Penulis merasa adanya diskontinuitas dalam sejarah keluarga penulis sendiri. Selain itu, secara personal, rekonstruksi sejarah yang dilakukan penulis juga merupakan upaya untuk memahami identitas diri dan keluarga penulis.Penulis menempatkan diri sebagai seorang etnografer, yang merekonstruksi sejarah keluarga penulis berdasar memori, artefak dan kisah-kisah yang dikumpulkan dari pelbagai narasumber. Penulis merekonstruksi sejarah dalam skala mikro, yaitu sejarah tentang Kakek dan keluarga. Dari rekonstruksi sejarah mikro tersebut, penulis sekaligus menggambarkan sejarah keluarga yang juga merupakan bagian dari sejarah yang lebih besar, yaitu sejarah pendidikan Indonesia yang terjadi di masa Kakek penulis.Dari gagasan tersebut penulis mengelaborasi menjadi karya artefak, drawing-asemblase, dan kolase. Melalui karya Tugas Akhir ini, penulis berharap audience dapat merasakan suatu pengalaman estetis dalam memaknai sejarah, khususnya sejarah skala mikro tentang keluarga sendiri.
STUDI MEMORI: IDENTITAS DIRI Yudho P., Satrio; Santoso, Oco
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Dorongan bermain terkait dengan kreativitas dan proses kreasi. Karya ini bertujuan untuk menegaskan posisi penting dorongan bermain pada proses kreasi karya seni. Lewat dorongan bermain, maka diharapkan lompatan kreativitas berupa imajinasi, intuisi dan eksplorasi-eksplorasi estetik memiliki keleluasaan untuk muncul dan berkembang. Karya tugas akhir ini terdiri dari dua buah karya yang masing-masing merupakan sebuah konstelasi dari lukisan-lukisan yang disusun sedemikian rupa.
PEMBACAAN PASCAKOLONIAL TERHADAP SENI RUPA KONTEMPORER ISLAM DI INDONESIA Isnaini, Harun Suaidi; -, Yustiono
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penelitian terhadap seni rupa kontemporer Islam di Indonesia belum banyak dilakukan. Penelitian yang sudah ada cenderung melihat seni rupa kontemporer Islam dengan cara yang seragam. Dengan menggunakan teori pascakolonial, penulis hendak membuat pembacaan yang baru terhadap seni rupa kontemporer Islam di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menganalisis karya-karya seni rupa kontemporer Islam di Indonesia periode 1991-2012 dengan teori pascakolonial tentang keliayanan dan hibriditas. Penulis menemukan seni rupa kontemporer Islam di Indonesia menunjukkan hibriditas kebudayaan. Seni rupa kontemporer Islam di Indonesia nampak sebagai suatu politik identitas dari sebagian umat Islam melalui penemuan kembali yang imajinatif di dunia modern global hari ini.
STUDI MEMORI: IDENTITAS DIRI Adrianov, Sendi; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Identitas diri merupakan komponen penting yang menunjukkan identitas personal individu. Dalam pembentukan identitas diri, memori menjadi sebuah hal yang sangat penting. Pada masa kanak-kanak, aspek-aspek seperti pengalaman, kepercayaan dan identifikasi menjadi sangat penting pada masa ini yang akan memberikan arah untuk masa depan dan menjadi sebuah jembatan dengan masa lalu. Memorabilia dijadikan sebagai perantara masa ini dengan masa lampau guna menghantarkan penulis kepada kemungkinan-kemungkinan akan masa depan.Gagasan di atas divisualisasikan dalam bentuk kolase pigment transfer dan asemblase dari barang-barang yang direkonstruksi sedemikian rupa hingga mencapai hasil yang dekat dengan penulis, sedangkan kutipan-kutipan yang hadir pada karya dimaksudkan sebagai narasi yang berhubungan dengan memori masa lampau.Melalui karya ini penulis mencoba memberikan opsi kepada apresiator bahwa dalam pembentukan identitas diri, setiap individu bisa berangkat dari memori personal yang bisa dituangkan dalam beragam cara. Dalam karya ini penulis menekankan melalui foto-foto pribadi, sehingga artefak foto tidaklah hanya sebuah dokumen yang bersifat pasif, hanya bersifat menyimpan arsip data, dan tidak memiliki kemampuan untuk menceritakan persoalan yang ada didalamnya, melainkan juga sebuah jembatan yang membawa setiap individu dalam proses pembentukan identitas diri.
ANOTHER OTHERS ON CULTIVATED SPACE Susetio, Aviandari Lestari; Zaelani Harry, Rizki Akhmad
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Berawal dari kejenuhan penulis dari konvensi konvensional dalam studio seni lukis, eksperimen dengan material resin dimulai karena ketertarikan pada sifatnya yang cair mengalir secara instan hingga mengering plastis. Hal tersebut berlanjut pada pemahaman akan relasi kasih yang juga cair mengalir, serta diawali dengan perhatian akan relasi kedua orang tua yang menggiring penulis akan kebutuhan memahami relasi kasih antara dua individu. Akhirnya penulis memulai pencarian akan rasa dari relasi kasih di bentuk kekinian yang plastis melalui resin. Pemilihan bentuk visual dibantu dengan pengaunaan kain organdi kemudian menghasilkan bentuk-bentuk abstrak penuh tekstur yang dibuat sebagai analogi dari gejolak rasa kasih.
I Paint Flower So They Wont Die Rezna Hassan, Rizki Putri; Zaelani Harry, Rizki Akhmad
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Otak manusia terus menerus memproduksi dan menciptakan gagasan. Setiap rangsangan yang masuk ke dalam otak seorang individu akan mengalami proses penggabungan dengan himpunan informasi yang telah subjek tersebut dapatkan sepanjang hidupnya. Lebih jauh, otak akan menghasilkan satu gagasan yang benar-benar jauh berbeda dari rangsangan awal tersebut.Secara pribadi, penulis sering mengalami kasus dimana penulis lebih mempercayai ‘apa yang ia pikirkan’ daripada ‘fakta’ yang sebenarnya. Penulis memilih untuk mempercayai apa yang ia bentuk dalam otaknya ketimbang sesuatu yang terjadi di dunia nyata. Dalam tugas akhir ini, penulis berusaha mendiferensiasi antara yang nyata dengan gagasan penulis, dengan cara menyatakan rekaman jejak ‘gagasan’ tersebut menjadi sesuatu yang nyata, yaitu lukisan. Penulis mencari kebenaran dengan bentuk menyatakan ulang, serta menjadikan elemen dan proses melukis sebagai instrumen untuk percaya. Persepsi yang merupakan bagian dari memori memiliki kekuatannya sendiri untuk mengekspresikan dirinya melalui individu. Memori memiliki daya cipta. Pada proses kekaryaan ini, penulis telah mengalami proses ekspresi di dalam penciptaan persepsi.
KAJAN PENDEKATAN KURATORIAL TERHADAP PAMERAN-PAMERAN DENGAN LABEL BANDUNG PERIODE 2000-2012 Gumilar, Ganjar; Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Label ‘Bandung’ pada pameran seni telah digunakan semenjak periode 1950-an dan pada gilirannya menggeserpemahaman terhadap istilah tersebut. ‘Bandung’ tidak hanya dimaknai sebagai batasan geografis (kota) melainkansebagai diskursus estetik. Melalui kajian kuratorial dengan fokus pendekatan kuratorial terhadap tawaran wacana estetik pameran, penggunaan label Bandung pada periode 2000-an berkaitan dengan sejarah seni rupa Bandung yang dianggap sebagai ‘anomali’ di tengah praktik seni rupa Indonesia. Pameran-pameran tersebut berupaya untuk membingkai ulang identitas ‘Bandung’ dengan tawaran wacana estetik yang dapat dibaca melalui teorisasi seni posmodern, atau kajianestetik yang melampaui modernisme. Elaborasi wacana estetik pada pameran dilakukan melalui pendekatan kuratorial yang berbeda-beda, antara lain: elaborasi teoretis atau historis. Bandung pada periode 2000-an tidak diidentifikasi melalui diskursus estetik tunggal, melainkan beragam. Keberagaman/pluralitas tersebut dapat dijelaskan melalui konsep seperti alegori, representasi seni, penumpukkan teks, dekonstruksi tanda, dan lainnya.

Page 4 of 11 | Total Record : 101