Visual Art
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Articles
101 Documents
THE THINGS LEFT UNSAID
Nastiti, Fauzia;
-, Muksin
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Makalah ini adalah pengantar karya Tugas Akhir penulis yang berjudul âThe Things Left Unsaid.â Karya ini dibuat berdasarkan masalah pribadi penulis. Banyak hal yang terjadi di dalam hidup penulis yang membuat dirinya kecewa. Perasaan itu pun hanya bisa penulis pendam, tanpa tahu bagaimana menjelaskannya secara verbal.Lewat karya ini penulis ingin mengungkapkan apa yang ia rasakan. Penulis menampilkan objek-objek serta warna yang sekiranya dapat membantu penulis menyampaikan perasaannya tersebut.Penulis berharap agar perasaan mengganjal yang ada di dalam dirinya dapat tersampaikan. Untuk masyarakat umum, penulis berharap agar karya ini bisa menimbulkan efek meditatif yang serupa seperti yang penulis rasakan.
REPRESENTASI KEINDAHAN ALAM BENDA
Lestari, Della Aprilia;
Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Ketergantungan akan estetik dalam proses berkarya menimbulkan kesadaran akan pentingnya nilai estetik dalam kehidupan manusia, terutama dalam bersosialisasi. Padahal setelah ditelisik lebih jauh, keindahan tidaklah mutlak, selalu ada potensi buruk dalam hal â hal indah dan selalu ada potensi baik dalam hal â hal yang buruk. Pada akhirnya keindahan yang hanya sebatas fisik akan sia â sia ketika kehidupan berakhir.Representasi keindahan alam benda menggunakan hal â hal yang memiliki citra negatif, seperti buah busuk menjadi sesuatu yang memiliki nilai keindahan. Buah busuk yang pada kesehariannya dianggap sampah, dipisahkan dari kesehariannya dan diangkat menjadi sebuah karya seni melalui pendekatan realis dengan teknik mimesis, memberikan nilai keindahan yang baru.Seni sebagai alat untuk menyalurkan kegelisahan merupakan upaya untuk mengubah pandangan akan karakter yang pada umumnya memiliki nilai negatif, sehingga dapat menyerap nilai â nilai moral yang baik.
ROLE PLAYING GAME
Caesaria, Alrezky;
Sayahdikumullah, Dikdik
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Permainan video game adalah ketertarikan penulis yang diangkat dalam karya seni lukis dan termasuk ke dalam kategori permainan pasif dikarenakan tidak adanya unsur interaksi yang didapatkan oleh anak-anak. Namun di masa kecilnya penulis bermain bersama anggota keluarga sehingga ada interaksi yang membuat nilai dari permainan tersebut bergeser. Penulis menciptakan karya dengan membuat sebuah simulasi dari memori yang sudah dipengaruhi pengalaman estetik yang dialami oleh penulis. Proses penciptaan karya melibatkan teknik dan teori seperti perspektif, abstraksi, dan lukisan portrait. Karya seni lukis yang tercipta memiliki bentuk visual pixel yang biasa muncul dalam permainan video game dalam bentuk lukisan portrait anak-anak.
SEEING DUALITY OF REALITY WITHIN` PROJECTION - MELIHAT DUALITAS REALITAS DALAM PROYEKSI.
Fidhini, Putri;
Ernawan, Bambang
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Pengalaman (spiritual) yang dialami penulis telah membentuk sebuah persepsi yang kemudian menciptakan realitas baru pada diri penulis. Pengalaman tersebut mengenai sebuah pengalaman mimpi lucid yang terjadi berulang dan telah mempengaruhi psikis penulis ke hal yang negatif. Fenomena tersebut menghantarkan penulis untuk menciptakan karya lukis dengan pemanfaatan visual yang menghadirkan visual penggabungan antara bidang-bidang yang membentuk lansekap ruang imajinatif dengan konsep proyeksi sebagai idiom atau metafor yang menjelaskan mengenai hubungan dari dua realitas.Penulis menggunakan cat akrilik dan cat minyak diatas kanvas sebagai medium karya. Visual karya menampilkan sebuah ruang imajinasi yang dibangun dari susunan bidang, cahaya dan refleksi cermin. Dalam proses pembacaan makna dari karya ini, penulis menggunakan beberapa teori seni dan teori pendukung yang dianggap paling efektif dan tepat untuk menjelaskan karya secara ilmiah dan lebih objektif.Dalam prosesnya, karya ini diharapkan mampu menjadi alat bagi penulis untuk mengekspresikan hal-hal yang terjadi pada kehidupan penulis kedalam bentuk karya seni yang dapat bermanfaat bagi penulis maupun orang lain.
CITRA TUBUH DAN BENTUK TUBUH PEREMPUAN IDEAL DI MASYARAKAT
Tiara, Cikita;
Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Body image atau citra tubuh adalah perasaan individu terhadap tubuhnya. Sebagian besar kaum perempuan memiliki citra tubuh yang negatif dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah standarisasi tubuh ideal di masyarakat. Bentuk tubuh ideal yang diekspos oleh media massa memberikan ekspetasi tinggi pada perempuan terhadap tubuhnya sendiri. Dengan ini, muncul rasa ketidakpuasan akan tubuh dan keinginan untuk terus mencapai tubuh yang ideal. Penulis mengangkat permasalahan tersebut berdasarkan perasaan personal penulis terhadap tubuhnya. Pada karya Tugas Akhir, penulis mencoba membangun visual tubuh ideal berdasarkan masyarakat jaman sekarang dan keinginan pribadi penulis. Penulis juga menghadirkan perasaan perempuan yang selalu memandang dan mengkoreksi tubuhnya sehingga mencapai kesempurnaan. Karya ini diharapkan mampu menjadi alat media penghubung dan sharing antar perempuan yang menghadapi masalah yang sama.
âFOLDâ PERTEMUAN REALITAS BEDA DUNIA
Medinah, Erika;
Zaelani Harry, Rizki Akhmad
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Adanya malam dan siang, adanya gelap dan terang, adanya laki â laki dan perempuan, adanya benar dan salah, adanya baik dan buruk, dan sebagainya. Semua hal berpasangan tersebut merupakan suatu hal yang memang sudah pasti ada di kehidupan ini. Suatu keadaan yang memahami dimana adanya sistem yang serba berpasangan dalam kehidupan disebut sistem biner atau sistem berpasangan. Nilai â nilai berpasangan tersebut merupakan 2 hal yang berbeda yang penulis gabungkan dan menghasilkan hal yang baru disebut nilai dualitas.Karya tugas akhir ini dibuat berdasarkan ketertarikan penulis mengenai hakikat dalam kehidupan yang merupakan penciptaan alam yang diciptakan berpasangan direpresentasikan melalui bidang lukisan dengan subject matter kerangka manusia dan binatang. Kerangka manusia yang bermakna kematian dan binatang yang bermakna kehidupan, 2 hal yang berasal dari realitas yang berbeda digabungkan sehingga membangun relasi.Melalui karya tugas akhir ini penulis ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya suatu hal yang jauh dengan diri dalam kenyataanya adalah hal yang sangat dekat namun dikarenakan hal tersebut tidak terlihat maka hal itu menjadi jauh. Seperti kerangka manusia yang tidak terlihat karena tertutup daging dan kulit sehingga manusia hanya mengenal kerangka saat kematian namun pada kenyataanya kerangka tersebut adalah penopang kehidupan.
MEMBENTANGKAN KEMBALI ALAM
Hilary, Andri;
Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Ketertarikan bangsa asing akan keindahan alam Indonesia yang eksotis memberikan pengaruh yang sangat besar dalamperkembangan seni rupa Indonesia. Semua ini bermulai dari pengaruh lukisan romantik yang masuk ke Indonesia yangkemudian berkembang menjadi lukisan-lukisan lanskap Indonesia. Lukisan-lukisan ini sangatlah dramatis, denganbentukan-bentukannya yang indah seperti mimpi, naturalis, dan auratik. Namun pertanyaan dalam perihal ini adalahapakah lukisan-lukisan lanskap ini sebenarnya mencerminkan alam Indonesia yang sesungguhnya, ataukah hanya ilusisemata? Ataukah lukisan-lukisan ini hanya bentuk rekaan dari sang pelukisnya? Dalam Tugas Akhir ini, Penulismencoba untuk mengeksplorasi kembali aspek rasionalitas dari lukisan-lukisan lanskap Indonesia, dan memberikansuatu bentuk tafsir yang baru dengan cara mengadakan intervensi-intervensi sebagai respon terhadap lukisan-lukisantersebut dengan cara merepresentasi ulang lukisan-lukisan lanskap Indonesia lama dalam bentuk tiga dimensional(diorama) yang kemudian dikolaborasikan dengan medium fotografi dan tenik skenografi untuk dapat menciptakankritik-kritik akan aspek-aspek artifisial dari lukisan lanskap Indonesia lama.
IDENTITAS TIONGHOA PADA MASYARAKAT BANDUNG KONTEMPORER
Warda, Natia;
Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Identitas ketionghoaan di Indonesia memiliki sejarah konflik yang cukup panjang dengan warga Tionghoa sebagai korbannya. Sejarah konflik ini menjadi trauma tersendiri bagi warga etnis Tionghoa di Indonesia, yang kemudian diwariskan turun-temurun hingga sekarang. Meskipun demikian, setelah kerusuhan pada Mei 1998 mereda, kebangkitanbudaya Tionghoa kembali terjadi, dan ketegangan yang pada mulanya berada di antara warga pribumi dan keturunan Tionghoa perlahan mencair. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa garis batas antara warga pribumi dengan Tionghoa masih ada hingga sekarang, beberapa diantaranya diakibatkan oleh penurunan nilai-nilai antar generasi yang secara sadar maupun tidak membekas dan mempengaruhi pola pikir dan cara hidup.Dalam karya tugas akhir ini penulis mengangkat mengenai eksistensi budaya dan identitas masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, khususnya di Kota Bandung masa kini melalui media gambar suasana urban yang padat dengan aktivitas manusia di dalamnya. Penulis membuat karya drawing dengan gaya ilustratif, di mana suasana yangdigambarkan berisi unsur humor dan imajinasi, namun tetap mengacu pada realita. Karya drawing ini memaparkan narasi visual yang kompleks dan detail untuk mengundang pengamat melihat karya dari dekat. Hal ini sehubungan dengan isu yang diangkat, di mana untuk dapat menyimpulkan suatu problematika budaya seseorang harus melakukan pengenalan dan pengamatan dari dekat agar dapat berempati dan memahami inti permasalahan yang terjadi.Penulis berharap melalui melalui karya ini pengamat dapat menemukan suatu perspektif yang lain mengenai budaya Tionghoa di Indonesia, dan melalui pengenalan lebih lanjut mengenai keberagaman budaya dapat mendukung terjadinya keharmonisan hidup antar etnis di Indonesia.
KAJIAN TEMA EROTIK PADA KARYA SENI RUPA KONTEMPORER LAKSMI SHITARESMI
Kasita, Pradnya;
Damajanti, Irma
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Tema erotik telah l muncul dalam seni rupa di Indonesia sejak masa prasejarah, namun dalam perkembangannya ia terhambat oleh pemikiran-pemikiran yang menganggapnya tabu dan tidak lebih dari sekedar pornografi. Tema erotik biasanya muncul dengan visual tubuh telanjang, alat kelamin, dan simbol-simbol seksual lain. Penelitian ini fokus pada karya seorang seniman Indonesia, Laksmi Shitaresmi, yang dalam karya-karyanya kerap kali memunculkan visual tubuh telanjang, terutama tubuhnya sendiri.Penelitian dilakukan dengan kajian kritik seni, tubuh, seni erotik, dan budaya Jawa.Ditemukan bahwa tubuh telanjang dalam karya Laksmi Shitaresmi tidak hanya persoalan birahi dan seksualitas, tetapi juga diri seniman dalam masyarakat.// //
KAJIAN SOSIOLOGI SENI PADA COMMISSIONED WORK DARBOTZ UNTUK NIKE FLYWIRE
Ghaisani, Nisa Ashila;
Damajanti, Irma
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Fenomena seni rupa kontemporer Indonesia, serta relasinya dengan kultur global selalu menarik untuk dibahas. Perkembangan street art di Jakarta memunculkan fenomena baru yaitu adanya kerjasama berbentuk commissioned work dengan pihak perusahaan ritel. Penelitian ini akan meneliti pertanyaan : âBagaimana memetakan peran dan posisi seniman sebagai commissioned artist, dalam hal ini Darbotz untuk instalasi Nike Flywire ?, dan penulis bermaksud untuk meneliti fenomena karya komisi yang dilakukan oleh Darbotz untuk Nike Flywire. Hasil analisis menunjukkan bahwa instalasi Nike Flywire oleh Darbotz memiliki ciri khas unsur visual yang muncul karya-karya Darbotz yang sebelumnya, yaitu warna-warna yang dominan : hitam, putih dan hijau. Namun porsi kreatifitas Darbotz dalam commissioned work ini tidak sebebas karya-karya lainnya, fokus utama dalam instalasi ini adalah bukan untuk mengenali bentuk visual Darbotz, namun untuk mengamati suatu media promosi atau etalase sepatu lari Nike dengan tampilan yang berbeda dari biasanya, sehingga dapat meninggalkan kesan tertentu bagi yang melihatnya.// //