cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
SCHIZOPHRENIA PARANOID Ramadana, Kemal Adhi; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Gangguan kejiwaan merupakan salah satu penyakit yang masih mendapat tanggapan negatif dari mayoritas masyarakat di Indonesia. Salah satu penyakit yang tergolong dalam gangguan kejiwaan adalah schizophrenia. Skizofrenia atau Schizophrenia merupakan penyakit mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan respon emosional yang buruk. Kondisi tersebut sering bermanifestasi sebagai halusinasi pendengaran, delusi paranoid atau hambatan berpikir yang disertai disfungsi social Dalam karya tugas akhir ini, permasalahan yang akan penulis angkat adalah berupa pemaparan dan pengalaman yang berkaitan dengan Schizophrenia. Penulis mencoba merangkum pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan pembuatan karya tugas akhir ini. Mengapa schizophrenia menjadi sebuah momok dalam masyarakat? Bagaimana memvisualkan masalah memori ini ke dalam sebuah karya seni, dalam cakupan yang lebih khusus, ke dalam tugas akhir ini?Dalam Pembahasan dan pengerjaannya, tugas akhir ini dibatasi pada type schizophrenia itu sendiri yaitu schizophrenia paranoid yang merupakan inti dari karya ini dan juga batasan untuk teknik yg akan digunakan, yaitu drawing. Dalam karya Tugas Akhir ini penulis ingin menggambarkan rasa ketertekanan dan frustasi ketika harus mengurus seseorang dengan Schizophrenia Paranoid. Fungsi karya Tugas Akhir ini dapat diposisikan sebagai katarsis bagi penulis.
UNTITLED Dwityosunu, Nurachman Andika; Sudrajat, Dadang
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Dalam melihat sebuah karya seni, penulis lebih memilih untuk berapati pada wilayah pemaknaan narasi dari sebuah karya; seperti filosofi atau ideologi tertentu yang diusung. Apa yang menjadi perhatian bagi penulis dalam membaca sebuah karya --dalam hal ini dikhususkan kepada seni lukis-- adalah apa yang telah dan/atau sedang terjadi di atas bidang kanvas. Bagaimana material yang telah diracik menampakkan wujudnya di atas kanvas, bagaimana teknik yang diaplikasikan untuk mewujudkan bentuk tertentu, bagaimana komposisi bentuk, tekstur, dan warna dari karya itu, bagaimana ketidaksengajaan dan kesengajaan yang terjadi selama proses penciptaan saling ‘berinteraksi’, dan bagaimana ‘rasa’ yang disadari saat berempati pada karya itu, baik saat proses pengerjaan serta saat setelah karya itu selesai. Hal ini yang nantinya akan dikaitkan kepada ekspresi estetik dalam menciptakan dan menikmati karya seni.Penulis menciptakan karya murni untuk kesenangan penulis dalam mencermati elemen-elemen yang dibentuk sedemikian rupa di atas kanvas (tekstur, bentuk, warna) dan karya itu sendiri yang menjadi ‘kendaraan’ penulis dalam berkontemplasi.
“IN IGNEM AETERNUM” Martawinata, Nanda Pratama; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pada umumnya, manusia normal memilik otak yang berfungsi untuk berpikir, berimajinasi, menganalisa masalah, dan menghasilkan akal. Rasionalisme adalah kemampuan manusia untuk berpikir secara logika, sedangkan logika bukan merupakan sebuah logika apabila sifatnya tidak nyata. Manusia pantas disebut sebagai makhluk rasional, dikarenakan dalam beradaptasi maupun berkembang, rasionalisme berperan mutlak dalam prosesnya. Hagemoni agama adalah salah satu contoh dimana terdapat konsep ke-Tuhan-an yang bersifat agape atau korporasi-korporasi raksasa yang menjual produknya dengan mencari tujuan absolute profit.Berdasarkan pengamatan penulis, terdapat satu kesamaan yang jelas antara agama dengan korporasi raksasa, yaitu keduanya sama-sama mencari keuntungan melalui penarikkan massa secara komunal demi kepentingan masing-masing. Entah apa alasannya rasionalisme terasa kurang digunakan lagi perannya, padahal manusia sudah jelas adanya sebagai makhluk yang rasional.Berdasarkan pemikiran diatas, penulis berusaha membuat karya ilusi optik maupun formasi impossible yang bersifat satir dan mengkritik namun tidak vulgar menggunakan bahasa simbol. Penulis juga berharap bahwa karya ini dapat menjadi trigger untuk mengajak apresiator menganalisa suatu hal lebih jauh sebelum menerimanya begitu saja serta merangsang persepsi kritis terhadap suatu persoalan.
“Ibu” Halim, Mahaputra
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Tugas akhir bertemakan “Ibu’ merupakan penggambaran dan pengekspresian dari rasa rindu yang sangat mendalam pada sosok seorang ibu. Dimana kehadiran seorang ibu sudah lama hilang sehingga menimbulkan kekhawatiran dalam benak penulis yang sangat mengganggu. Karya dibuat dengan metode cetak sablon di atas kain sutera untuk menonjolkan keindahan warna emas di atas kain sutera yang berwarna hitam.
RECONCEIVE BRAGA Pradipta, Eldwin; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Jalan Braga di Kota Bandung adalah salah satu objek wisata yang hampir setiap harinya ramai dilewati pengunjung. Salah satu hal yang menarik dari jalan ini adalah para pedagang lukisan yang setiap hari menjajakan dagangannya kepada para pengunjung di sepanjang Jalan Braga. Kegiatan jual beli ini telah berlangsung selama puluhan tahun, membentuk sebuah pasar seni sederhana yang permanen.Semasa kecil, sebelum menjalani pendidikan Seni Rupa di ITB, penulis cukup mendapat pengalaman estetis dari lukisan-lukisan Jalan Braga, penulis mengagumi keindahan dan kemampuan para pelukisnya dalam meniru alam ke media lukisan. Semakin lama menjalani pendidikan seni rupa, penulis semakin menyadari bahwa cara pandang penulis terhadap lukisan-lukisan tersebut semakin berubah.Selain faktor personal tersebut, penulis juga merasa tertarik dengan posisi lukisan jalanan ini di masyarakat dan di sejarah seni rupa Indonesia, juga mengenai asal mula visual yang digunakan di dalam lukisan-lukisan ini, dan relevansi asal muasal visual tersebut dengan keadaan sekarang saat penulis berkarya. Hal-hal tersebut mendorong penulis untuk membuat karya dengan mengangkat tema lukisan jalanan, khususnya lukisan-lukisan Jalan Braga.Karya yang dibuat adalah sebuah simulasi keadaan toko ataupun kios penjual lukisan di Jalan Braga yang dibuat menggunakan teknik pemetaan proyeksi video yang ditembakkan ke bingkai-bingkai berwarna putih. Setiap bingkai memuat visual lukisan Jalan Braga yang perlahan bergerak.
RUANG KOSONG (AGAMA – KEHIDUPAN) Fatchi, Mochammad; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Agama menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Agama merupakan sebuah narasi besar yang bersandar pada Sang Pencipta, yang memiliki standarstandar tersendiri yang diatur langsung oleh Sang Khalik.Dewasa ini agama telah menjadi sesuatu yang dipisahkan atau diberi jarak dari kehidupan oleh para penganutnya sendiri. Seakan-akan agama adalah merupakan suatu perangkat khusus yang hanya memiliki efek yang kuat apabila berada dalam lingkup rumah peribadahan. Seperti yang dirasa terjadi dalam agama yang dianut oleh penulis, Islam.Menempuh pendidikan di institusi seni rupa, penulis ingin melepaskan perasaan gundah tersebut melalui karya seni. Karya yang dibuat ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai ruang kontemplatif penulis sendiri yang kembali mempertanyakan akan keadaan “ruang kosong” yang terjadi antar agama dengan kehidupan ini.
PROYEKSI RUANG UTOPIA Reyhan, Ivan; Durrahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pada dasarnya, sebuah simulasi diartikan sebagai sebuah bentuk peniruan dari kondisi dunia nyata, sehingga dimaknai sebagai sebuah tiruan maya dari sesuatu yang nyata. Namun pada perkembangannya di masa kini, simulasi yang khususnya dalam bentuk digital memiliki kemampuan untuk menciptakan visualisasi yang baru dalam dunia virtual. Simulasi digital menjadi sebuah produk budaya yang dikonsumsi dan digunakan bahasa-bahasa visualnya. Bersentuhan dengan dunia virtual yang tercipta lewat penggunaan media digital, khususnya teknologi komputer, menciptakan kecenderungan manusia untuk mengimajinasikan dan menciptakan sebuah utopia atau dunia impian yang ideal secara personal dalam dunia virtual.Pada karya Tugas Akhir ini, penulis menampilkan sebuah bentuk visual dari konsep simulasi yang tercipta dari rekonstruksi dan kombinasi dari bentuk-bentuk visual di dunia nyata dan dunia virtual. Karya ini berangkat dari ketertarikan penulis akan penggunaan teknologi digital dalam seni rupa, yang membawa penulis pada penemuan akan seni rupa media baru, khususnya media baru dalam ruang lingkup motion graphic dan penerapannya dalam karya seni rupa. Penemuan ini memacu penulis menggunakan medium video yang fleksibel dalam diproyeksi, untuk melakukan interdisiplin media, khususnya dengan medium objek temuan, dalam proses penciptaan karya seni Tugas Akhir ini.Dalam karya ini penulis ingin menunjukan sebuah proses penciptaan karya seni lewat penggunaan dan disiplin antar media, khususnya media baru dalam bentuk teknologi digital. Penulis ingin menunjukkan bahwa seiring dengan perkembangannya, teknologi digital telah membawa kemungkinan-kemungkinan baru yang terus berkembang dalam ranah seni rupa. Pada prakteknya, konsep simulasi akan rekonstruksi dan kombinasi dunia nyata dan dunia virtual yang dibawa penulis dapat divisualisasikan dengan tepat oleh penguasaan teknologi digital sebagai medium dan teknik seni rupa.
WACANA-WACANA TAKDIR KEMANUSIAAN : EKSPLORASI LUAR ANGKASA Widyasena, Nurrachmat; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Space Age merupakan sebuah periode waktu yang mencakup kemajuan besar dalam teknologi penjelajahan luar angkasa dalam sejarah umat manusia. Namun penulis tidak melihat Space Age sebagai sebuah kemajuan dalam bidang teknologi saja, penulis melihat bagaimana Space Age dengan bantuan teknologi dan ilmu pengetahuan, mencoba mempertajam, memperbarui, dan membentuk baik secara budaya dan politik akan mimpi masa depan umat manusia untuk hidup lebih baik secara global. Space Age yang penulis angkat dalam karya Tugas Akhir ini adalah sebuah bentuk pembahasaan atas situasi atau permasalahan. Dilandasi dengan lunturnya semangat Space Age di penghujung dekade 80-an, penulis mencoba menarik kembali ke masa sekarang ide-ide lama yang terlupakan, khususnya mengenai penjelajahan luar angkasa sebagai sebuah takdir kemanusiaan. Karya ini diharapkan mampu menjadi sebuah pandangan baru yang dapat memberikan sebuah probabilitas
SENI RUPA MODERN INDONESIA : ANAGLYPH 3D Pratama, Wingki Adhi; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Seni dan masyarakat memiliki suatu hubungan yang tak terpisahkan, seni integral dengan masyarakatnya. Namun yang terjadi dalam khazanah seni rupa Indonesia, seni dan masyarakat belum mampu berjalan secara beriringan. Hal ini dikarenakan belum terciptanya infrastruktur seni yang baik, salah satunya adalah minimnya antusiasme publik terhadap seni. Dalam permasalahan inilah, penulis memiliki kepentingan sebagai mahasiswa seni, untuk memperkenalkan dan mengintimasikan masyarakat terhadap seni rupa dimulai dari sejarah seni rupa modern Indonesia. Karya ini diharapkan mampu menjadi titik awal untuk dijadikan kesadaran bersama untuk mengenang dan mengapresiasi seni rupa Indonesia dengan mengakrabkan tokoh-tokoh seni rupa modern Indonesia.
HINDIA MOLEK Lingga, Aditya; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Hindia Molek atau Mooi Indie merupakan sebuah sebutan bagi gaya seni lukis pemandangan alam yang berkembang mulai dari tahun 1930-an di Indonesia. Gaya tersebut digeluti oleh seniman-seniman Indonesia yang memiliki tingkat kecintaan serta nasionalisme yang tinggi terhadap eksotisme alam Indonesia. Manusia tidak dapat lepas dari alam sebagai lingkungan tempat mereka tinggal. Manusia merupakan bagian dari alam, yang memiliki hubungan yang berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya. Pada akhirnya, manusia memiliki kebutuhan untuk lebih dekat dengan alam.Dalam era globalisasi di masa kini, kebutuhan untuk lebih dekat dengan alam telah dapat diatasi dengan kemutakhiran teknologi. Akses menuju dunia maya yang dapat ditempuh dalam tempo waktu yang relatif singkat telah dapat menyediakan berbagai macam gambar pemandangan alam yang dapat memuaskan manusia secara instan.Dengan adanya peranan teknologi dalam hidup manusia serta hubungannya dengan alam, maka kedekatan manusia terhadap lingkungan alam dan sekitarnya menjadi dipertanyakan. Di satu sisi, teknologi berperan sebagai pengisi kebutuhan manusia akan keasrian alam, namun di sisi lain, ia juga dapat menjadi jarak antara manusia dengan alam. Bagi golongan yang tumbuh besar bersamaan dengan kecanggihan teknologi, hal ini menjadi problematika tersendiri ketika manusia pada akhirnya mencari sisi yang sejati mengenai hubungannya dengan keindahan alam pada realitas yang sebenarnya.Dalam karya tugas akhir ini, penulis merespon fenomena yang terjadi ketika manusia tumbuh besar bersamaan dengan teknologi, khususnya pengaruhnya terhadap kedekatan manusia dengan lingkungan alamnya. Karya merupakan bentuk baru dari Mooi Indie. Dalam karya ini, gambar yang tersaji adalah gambaran pemandangan alam yang telah dicerna, direkonstruksi, serta digambarkan dalam bentuk-bentuk yang baru, yang diasumsikan lebih sesuai dengan kehidupan manusia di masa kini.

Page 2 of 11 | Total Record : 101