cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
PEMBANGUNAN PERBATASAN DARAT DI PROVINSI PAPUA DARI PERSPEKTIF SOSIAL DAN EKONOMI PERTANIAN (STUDI KASUS: KABUPATEN KEEROM DAN KABUPATEN MERAUKE) Sihaloho, Henrykus
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini merupakan sebuah studi awal yang dilakukan ketika menyertai kunjungan kerja Tim Kerja Perbatasan Negara Komite I DPD RI ke Papua (khususnya Kabupaten Keerom dan Kabupaten Merauke) dari 4-8 Juli 2011. Studi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perihal kondisi umum dan penanganan masalah yang melingkupi masyarakat di perbatasan darat negara Provinsi Papua dengan mengangkat kasus yang dialami oleh masyarakat perbatasan darat di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua yang umumnya hidup dari pertanian. Studi ini menyimpulkan, kemiskinan ekonomi dan keterbelakangan pendidikan masih menjadi fenomena umum di daerah-daerah perbatasan di Papua. Studi ini juga menyimpulkan bahwa pengembangan beras dalam program Merauke Integrated Food and Energy (MIFE) bakal meminggirkan sagu yang tersedia di areal hutan alam seluas 3-4 juta ha, mengabaikan diferensiasi pangan, dan berdampak buruk pada lingkungan. Pemanfaatan sagu di Papua untuk diferensiasi pangan lebih tepat dan relevan untuk ketahanan pangan karena di daerah ini hutan sagu masih terhampar luas. Selain sagu, salah satu komoditas yang cocok dari perspektif social dan ekonomi pertanian di Papua adalah karet. Studi ini menemukan bahwa pendirian taman nasional di Kabupaten Merauke dan usulan dari bawah (dari pemerintah daerah, DPRD, dan tokoh masyarakat Merauke) mengenai perubahan lokasi prioritas III menjadi prioritas I menunjukkan BNPP abai terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat serta melupakan esensi pembangunan yang bukan hanya untuk rakyat, tetapi juga dari dan oleh rakyat. Kedua yang terakhir (dari dan oleh rakyat) mengisyaratkan pentingnya pendekatan dari bawah yang menghargai kearifan lokal dan partisipasi dari masyarakat.
PARADOX IN ARUNDHATI ROY’S THE GOD OF SMALL THINGS Simamora, Rosa Maria
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing discusses paradox in the novel The God of Small Things written by Arundhati Roy. Although the novel and the author are claimed to be controversial for her dare to break the rules, the novel was awarded The Booker Prize. Her way to break the rules is clearly shown through the use of paradox on almost every page. This is a library research and applies New Criticism proposed by M.H. Abrams. He states that the distinctive procedure of the New Criticism is its explication or close reading; detailed and subtle analyses of the complex interrelation and ambiguities (multiple meanings of the components within a work). It gives much attention to the language especially paradox, irony, complexity, contrast, tension, etc.. In this writing paradox is a person, situation, and action exhibiting inexplicable or contrary aspect. The discussion is limited on the use of paradox in events, characters, and language. The intention is shown through the interpretation. Paradox in the events is traced through main and complementary events. It is found that paradox is used to criticize Syrian Christians who force on breeding marriage and curse inter-religion and inter-clan marriages. It is also used to portray the abuse of people right and dignity. Paradox in characters is traced through major and minor characters. It is found that Paradox is used to show people who claim and be claimed to be respected are in fact savage, but the discarded people have humanity values and capabilities. Paradox in language is traced through phrases of sentences. In conclusion, the novel the God of Small Things is enriched on Paradox. Arundhati Roy intentionally and beautifully used it to criticize and blaspheme the Syrian Christian teachings which stresses and forces on marriage within the same caste where the innocent people become the victims of the teaching.
PERANAN PELAPORAN AUDIT KEUANGAN DALAM ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Sembiring, Sabeth
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai suatu proses, audit berhubungan dengan prinsip dan prosedur akuntansi yang digunakan oleh organisasi. Auditor mengeluarkan suatu opini atas laporan keuangan suatu entitas. Laporan keuangan merupakan hasil dari sebuah sistem akuntansi dan diputuskan atau dibuat oleh pihak penelola. Pengelola suatu entitas menggunakan data akuntansi untuk kemudian dialokasikan ke laporan surplus-defisit dan neraca serta menyajikan hasilnya dalam suatu bentuk laporan yang dipublikasikan. Audit seharusnya dilakukan oleh seorang independen dan kompeten. Pada kenyataannya, auditor juga harus memperhatikan seluruh hal yang ada dalam organisasi karena perilaku organisasi tidak hanya akan mempengaruhi data yang ada, tetapi yang lebih penting lagi, kebijakan manajemen akan dipengaruhi oleh akuntansi dan pelaporan data.
PENTINGNYA BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DALAM KONTEKS DUNIA USAHA Betniar, Betniar
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian vital dalam sebuah perusahaan adalah sumber daya manusianya. Oleh karena itu perlindungan terhadap sumber daya manusia atau tenaga kerja diperlukan. Peran tenaga kerja merupakan salah satu fondasi penting, Tidak mengherankan apabila masalah keselamatan dan kesehatan kerja turut menjadi perhatian utama perusahaan dan pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Bahkan ditingkat Internasional, keselamatan dan kesehatan kerja sudah menjadi isu untuk menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai budaya. Melalui Kebijkan internal untuk menjaga agar pekerja selalu sehat dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya menjadi tanggung jawab organisasi melalui pelaksanaan program keselamatan kerja. Pemahaman manajemen akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja merupakan dasar bagi kebijakan yang dibuat untuk mencegah kecelakaan kerja.
MODEL PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF STRATEGI PEMASARAN Saragih, Nawary
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model perilaku pembeli secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam mempelajari keputusan konsumen haruslah dilihat dari beberapa aspek yang mempengaruhi baik tentang sesuatu yang digagas, karakteristik, lingkungan maupun rangsangan pemasaran yang ditawarkan, karena model dari pengambilan keputusan konsumen itu ada tiga aktivitas; input, process, dan output. Rangsangan pemasaran terdiri dari produk, harga, tempat, promosi dan rangsangan lain terdiri dari kekuatan dan peristiwa besar dalam lingkungan pembeli seperti ekonomi, teknologi, politik, dan budaya yang dapat menghasilkan serangkaian tanggapan pembeli yang terdiri dari pemilihan produk, pemilihan merek, atau jenis, pemilihan pemasok, penentuan saat pembelian, dan jumlah pembelian. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terdiri dari: faktor Budaya, faktor-faktor social, faktor pribadi, faktor psikologis. Bagaimana konsumen sampai pada keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan pihak perusahaan perlu mengetahui tahap-tahap dalam pengambilan keputusan sehingga dapat menyusun strategi pemasaran yang tepat karena ada tipe dalam pengambilan keputusan keterlibatan tinggi dan keterlibatan rendah dari konsumen. Untuk memudahkan perusahaan dalam meneliti keputusan pembelian konsumen, maka perlu digunakan tahapan komponennya secara cermat pula.
PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS BAHAN PEMANIS BUATAN PADA PEMBUATAN JAM PEPINO Pandiangan, Maruba; Situmorang, Apriadi
MEDIA UNIKA - Majalah Ilmiah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pemanis buatan terhadap mutu jam pepino. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah pepino yang diperoleh dari supermarket Berastagi, pemanis buatan aspartam, asesulfam-K, sukralosa, sakarin, tepung maizena, gum arab, garam, jeruk nipis, vanila dan gula. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Perlakuan pertama yaitu jenis pemanis yang terdiri dari P1 = aspartam, P2 = asesulfam-K, P3 = sukralosa dan P4 = sakarin. Faktor kedua yaitu konsentrasi pemanis yang terdiri dari K1 = 0,02 %, K2 = 0,04 %, K3 = 0,06 % dan K4 = 0,08 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C, total asam, total padatan terlarut dan nilai organoleptik tertinggi terdapat pada jenis pemanis sukralosa, sedangkan kadar air tertinggi terdapat pada jenis pemanis Sakarin. Semakin tinggi konsentrasi zat pemanis kadar vitamin C, total padatan terlarut dan nilai organoleptik semakin meningkat, sedangkan total asam dan kadar air semakin menurun. Untuk memperoleh mutu jam pepino yang baik, dapat dilakukan dengan menggunakan pemanis sukralosa atau sakarin dengan konsentrasi 0,08 %.

Page 2 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2013 2013