cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit, Minyak Sawit, dan Bungkil Inti Sawit Fermentasi Pengganti Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Pertumbuhan Kambing Nubian Dara Suhendro Suhendro; Hidayat Hidayat; T. Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.55-62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pertumbuhan kambing Nubian dara yang menggunakan pakan mengandung bungkil inti sawit sebagai sumber protein, baik bungkil inti sawit asal maupun yang difermentasi, serta penggunaan minyak sawit dalam menggantikan ampas tahu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL) sebanyak 2 bujur sangkar dengan 4 macam perlakuan (2 x 4). Ternak yang digunakan sebanyak 8 ekor kambing Nubian berumur 6 bulan dengan berat antara 20-25 kg. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian pakan konsentrat yang berbeda, yang terdiri dari bungkil inti sawit segar (P1), bungkil inti sawit segar dan minyak sawit (P2), bungkil sawit fermentasi (P3), dan ampas tahu (P4). Variabel yang diukur adalah konsumsi bahan kering (BK) pakan (hijauan dan konsentrat), konsum bahan organik (BO) pakan (hijauan dan konsentrat, konsumsi protein kasar (hijauan dan konsentrat) dan pertambahan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi BK hijauan, BO hijauan, PK hijauan dan PK total. Pemberian konsentrat ampas tahu sangat nyata (P<0,01) lebih disukai dari pada konsentrat berbahan bungkil inti sawit. Rata-rata pertambahan berat menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata, dengan hasil untuk masing-masing perlakuan P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah 70, 60, 60, dan 40 gram/ekor/hari. Penggunaan konsentrat BIS, dapat menggantikan ampas tahu dalam ransum tanpa berdampak negatif terhadap pertumbuhan kambing NubianKata kunci: Kambing Nubian, bungkil inti sawit, pertumbuhan.
Comparison of direct microscopy and molecular method to detect amoebiasis cases from stool specimen and also identify the Entamoeba species involved in infection: A study of Nepal R. K. Das; R. Paudya; S. K. Singh; E. Sulistyowati; M. Saud
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.101-110

Abstract

Direct microscopic examination of stained or unstained wet mount preparations or fixed-stained smears of clinical material can often provide the etiological diagnosis of an infectious process. A total of 266 human stools specimens from children of america by a combination of microscopic examination and molecular method. In molecular method, nested polymerase chain reaction (Nested-PCR) targeting genomic Entamoeba species was used. Stool specimens were collected from Southern Plains of Nepal and analyzed at the Kathmandu Center for Genomics and Research Laboratory. The stool specimens were processed by wet mount method using saline as well as iodine staining and examined via microscopy for the presence of Entamoeba cysts or trophozoites. Furthermore, the stool specimens were characterized using Nested-PCR targeting genomic Entamoeba species. Based on microscopic examination, the overall prevalence of Entamoeba infection was 17.6% (47/266). The PCR results showed that 52 (19.5%) specimens are successfully generated species-specific amplicons. Males (21.7% in PCR) were more commonly infected compared to females (16.6% in PCR). Comparison by age groups show 10-15 years age-group (26.6% in PCR) had higher infection than age-group 5-10 years (16.6%) years and 1-5 years (15.2%). The infection with E. histolytica (100%; 52/266) was the predominant cause of amoebiasis, while the infection with E. dispar and E. moshkovskii was not found. PCR is a more effective method for the identification of Entamoeba infection than microscopy.
Pemanfaatan Recording untuk Meningkatkan Manajemen Ternak Kerbau di Kecamatan Matawai La Pawu Kabupaten Sumba Timur Aris Umbu Hina Pari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.20-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan recording untuk meningkatkan manajemen ternak kerbau di desa Paribokul Kecamatan Matawai La Pawu Kabupaten Sumba Timur.  Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2017 dengan metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan wawancara langsung terhadap 115 responden.  Data dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif yang digambarkan pada tabel frekuensi dari setiap indikator atau dimensi. Adapun variabel-variabel yang diukur adalah recording terhadap populasi, silsilah/keturunan, reproduksi dan riwayat kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% peternak belum memanfaatkan recording dengan baik sehingga peningkatan populasi ternak kerbau belum signifikan. Kata kunci : recording, populasi, ternak kerbau
Profil Hematologi pada Rusa Timor (Cervus timorensis) Betina Berahi yang Disuplementasi Mineral pada Satu Siklus Berahi A. Safithri; D. Samsudewa; Isroli Isroli
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.63-75

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suplementasi mineral seng (Zn), Selenium (Se) dan Magnesium (Mg) terhadap dinamika profil hematologi selama fase estrus Rusa Timor. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada penangkar bahwa pemberian suplementasi mineral dapat meningkatkan kadar eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit sehingga memperbaiki dinamika dari estrogen sehingga dapat memperbaiki kualitas berahi pada Rusa Timor. Perlakuan diberikan berupa suplementasi mineral pada 5 ekor rusa (T1) dan tanpa suplementasi mineral (T0) selama 8 minggu, dan dilanjutkan dengan pemasangan spon MPA selama 16 hari untuk dilakukan sinkronisasi berahi. Sampel darah diambil secara berurutan pada jam ke - 0, ke-24, ke-72, ke-84, ke-96, ke-108, ke-120 dan ke-144 setelah pencabutan spon MPA untuk dilakukan pengamatan profil hematologi. Paremeter yang diukur meliputi jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit darah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaanperbedaan nyata (P?0,05) total eritrosit pada jam ke -72 serta sangat nyata (P?0,01) pada jam ke- 96, 108 dan 120. Terdapat perbedaan nyata (P?0,05) kadar hemoglobin pada jam ke- 108. Perbedaan nyata (P?0,05) nilai hematokrit pada jam ke- 0, 24, 72, 84 dan 96 serta perbedaan sangat nyata (P?0,01) terjadi pada jam ke- 120.Kata kunci : Profil hematologi, Rusa Timor, Mineral
Pengaruh Pemberian Glukosa yang Berbeda terhadap Adaptasi Escherichia coli pada Cekaman Lingkungan Asam R. R. S. Wihansah; M. Yusuf; M. Arifin; A. Y. Oktaviana; Rifkhan Rifkhan; J. K. Negara; A. K. Sio
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.29-35

Abstract

Setiap makhluk hidup termasuk bakteri memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan zona nyamannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon bakteri E.coli terhadap kondisi asam atau pH rendah sebagai bentuk adaptasinya. Pada penelitian ini terdapat 5 perlakuan yaitu E.coli yang ditumbuhkan pada media Nutrien Broth sebagai kontrol (P0), E.coli yang ditumbuhkan pada media Nutrien Broth dengan kondisi asam (pH 4) (P1), E.coli yang ditumbuhkan pada media Nutrien Broth dengan kondisi asam (pH 4) dan diberi glukosa 10 % (P2), selanjutnya diberi glukosa 30 % (P3) dan 50 % (P4). Pada setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jumlah populasi dihitung dengan Metode Turbidimetri menggunakan spektrofotometer melalui nilai kekeruhan (OD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media dengan pH rendah (pH 4) dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli, sedangkan penambahan glukosa mampu mempertahankan pertumbuhan bakteri E.coli. Penambahan glukosa sampai 50 % terbukti mampu meningkatkan populasi sampai jam ke 29, sedangkan pada pemberian glukosa 10 dan 30 % sudah terjadi penurunan populasi bakteri E.coli pada jam ke 29.Kata kunci:  E.coli, adaptasi, asam,  populasi bakteri
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Senduduk (Melastoma malabathricum) terhadap Kadar Kolesterol Telur Ayam H. Nizajuha; Y. Fenita; I. Badarina
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.76-83

Abstract

Kolesterol adalah lipida struktural (pembentuk struktur sel) yang berfungsi sebagai komponen yang dibutuhkan dalam kebanyakan sel tubuh. Sekitar 80% dari kolesterol diproduksi oleh liver dan selebihnya didapat dari makanan yang kaya akan kandungan kolesterol seperti daging, telur dan produk berbahan dasar susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun senduduk terhadap kadar kolesterol telur ayam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2017, berlokasi di Kandang Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam berumur 2 tahun yang terbagi dalam 4 perlakuan dan 10 ulangan dengan setiap ulangan berisi 1 ekor ayam yang ditempatkan pada kandang baterai individual (individual cage). Variabel yang diamati adalah Kadar kolesterol telur, kolesterol pada satu kuning telur, dan kolesterol pada satu butir telur, dimana setiap variabel yang diamati menggunakan telur sebanyak 20 butir. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA). Uji lanjut menggunakan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan terdiri dari P0 (Tanpa Pemberian Tepung Daun Senduduk (TDS) sebagai perlakuan kontrol), P1 (Pemberian 1,5% TDS dalam ransum), P2 (Pemberian 3% TDS dalam ransum), dan P3 (Pemberian 4,5% TDS dalam ransum). Hasil penelitian bahwa penggunaan tepung daun senduduk (Melastoma malabathricum) dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar kolesterol dengan pemberian tepung daun senduduk (TDS) sebanyak 4,5% kolesterol dalam satu butir dengan pemberian (TDS) sebanyak 1,5%, dan kolesterol pada satu kuning telur dengan pemberian (TDS) sebanyak 3%. Kata kunci: tepung daun senduduk, kolesterol, telur ayam
Performans Ayam Petelur Tua dengan Penggunaan Tepung Ampas Kecap dalam Pakan M. Ramadhan; L. D. Mahfudz; W. Sarengat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.84-88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung ampas kecap dengan level yang berbeda dalam pakan ayam petelur tua terhadap konsumsi pakan, produksi telur dan konversi pakan. Materi penelitian menggunakan ayam petelur umur 80 minggu sebanyak 200 ekor dengan bobot badan rata-rata 1932,75±189,50 gram. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pakan yang digunakan dengan tepung ampas kecap terdiri dari T0 pakan tanpa tepung ampas kecap, T1 dengan tepung ampas kecap 10%, T2 dengan tepung ampas kecap 12,5% dan T3 dengan tepung ampas kecap 15%. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, produksi telur dan konversi pakan. Data hasil penelitian dianalisis ragam dengan uji F pada taraf uji 5%, jika ada pengaruh perlakuan nyata dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan tepung ampas kecap pada ayam petelur tua tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur dan konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian bahwa tepung ampas kecap dapat digunakan hingga level 15% dalam ransum ayam petelur tua. Kata Kunci : tepung ampas kecap, ayam petelur tua, performans
Peningkatan Pendapatan Peternak Melalui Penggunaan Pakan Sakura Blok pada Sapi Perah di Gapoktan Sumber Mulya Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu Jarmuji jarmujii; E. Silvia; E. Sulistyowati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.1-7

Abstract

Pelaksanaan demplot dilakukan selama 2 bulan (60 hari) dengan menggunakan metode bujursangkar latin dengan 4 perlakuan dan empat ulangan. Setiap periode perlakuan dilakukan selama 15 hari. Perlakuan dalam demplot antara lain  D0 (100% rumput alam), D1 (rumput alam + Sakura blok 300 gr/hari), D2 (rumput alam dan Sakura blok 600 gr/hr) dan D3 (rumput alam + Sakura blok 900 gr/hari). Hasil demplot menunjukkan bahwa produksi susu tertinggi dihasilkan pada ternak sapi perah yang mendapat pakan tambahan Sakura blok plus 600 gr/ekor/hari yaitu 10,87 liter/hari, diikuti dengan 10,12 liter/hari pada kelompot ternak sapi perah yang mendapat Sakura blok 900 gr/ekor/hari dan 9,09 pada kelompok ternak yang mendapat pakan Sakura blok 300 gr/ekor/hari. Sementara yang tidak mendapat pakan tambahan Sakura blok plus rata-rata produksi susu hanya 7,25 liter/hari. Berdasarkan hasil analisis pendapatan, pendapatan tertinggi diperoleh pada ternak sapi perah yang mendapat pakan tambahan 600 gr/ekor/hari yaitu Rp.8.517.167,-/bulan untuk empat ekor sapi. Sementara kelompok ternak yang tidak mendapatkan pakan tambahan Sakura blok hanya menghasilkan laba bersih sebesar Rp.4.986.667,-. Sapi perah yang diberi pakan tambahan Sakura blok sebesar 300 gr/ekor/hari dan 900 gr/ekor/hari masing-masing memperoleh laba bersih sebesar Rp.6.579.167,- dan Rp.7.365.167,-.Kata kunci: sapi perah FH, produksi susu, Sakura blok, laba
Fertilitas In Vitro dan In Vivo Spermatozoa Babi Landrace pada Pengencer Sitrat Kuning Telur yang Disuplementasi Berbagai Level Fruktosa pada Penyimpanan Suhu 180C D. J. Djawapatty; H. L. L. Belli; T. M. Hine
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.43-54

Abstract

Tujuan penelitian tahap I adalah untuk menentukan level terbaik penggunaan fruktosa dalam pengencer Sitrat-Kuning Telur (S-KT) terhadap persentase motilitas, viabilitas, abnormalitas serta keutuhan membran plasma semen cair babi Landrace yang disimpan pada suhu 18oC dan dievaluasi setiap 6 jam. Rancangan penelitian pada tahap ini terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu sitrat-kuning telur (S-KT) tanpa Fruktosa (P0), S-KT + Fruktosa 2,5% (P1), S-KT + Fruktosa 5% (P2), S-KT + Fruktosa 7,5% (P3) dan S-KT + Fruktosa 10% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas semen segar cukup baik karena motilitas dan viabilitas spermatozoa masing-masing adalah 83,75±4,79% dan 92,70±0,14%. Tahap in vitro selama 24 jam dalam pengencer S-KT yan g suplementasi fruktosa 5% (P2) menunjukkan motilitas (40,00±4,08%) dan viabilitas (54,10±4,35%) lebih tinggi sehingga menunjukan perbedaan nyata (P<0,05) dibandingkan dengan bahan pengencer lainnya. Abnormalitas dan keutuhan membran plasma spermatozoa dalam keempat pengencer tidak berbeda (P>0,05). Penelitian tahap II untuk mengetahui persentase angka kebuntingan dan S/C. Persentase tertinggi angka kebuntingan dalam penelitian ini adalah P1 dengan nilai 80%, terendah pada P0 dan P3 yaitu 60%. Sedangkan nilai S/C terendah adalah P1 dengan nilai 1,25% dan tertinggi pada P0 dan P3 yaitu 1,67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi fruktosa 5% dalam pengencer sitrat-kuning telur mampu mempertahankan motilitas dan viabilitas spermatozoa babi landrace di atas 40% selama 24 jam pengamatan dengan angka kebuntingan adalah 67,50%.Kata kunci: Semen babi, sitrat-kuning telur, motilitas, inseminasi buatan, kebuntingan.
Tingkah Laku Estrus Rusa Timor (Cervus timorensis) Betina yang di Suplementasi dengan Magnesium, Seng dan Selenium pada Satu Siklus Estrus A. Setiyono; D. Samsudewa; Y. S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.8-19

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui tingkah laku rusa Timor betina selama satu siklus estrus dan mengetahui pengaruh suplementasi mineral seng (Zn), Selenium (Se) dan Magnesium (Mg) terhadap tingkah laku rusa Timor betina selama siklus estrus. Materi yang digunakan adalah rusa Timor (Cervus timorensis) betina sebanyak 10 ekor, poel 2 dan BCS 2,5-3,25 dengan kriteria penampilan fisik sehat dan sudah pernah partus. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 (kontrol) tanpa suplementasi mineral, dan T1 dengan suplementasi mineral. Parameter tingkah laku yang diamati adalah urinasi, following, kissing other female, walking around the fence, shouting, standing heat, makan dan minum. Data tingkah laku urinasi, following, kissing other female, walking around the fence, shouting, standing heat, makan dan minum dianalisis dengan uji Mann Whitney U-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap shouting, sedangkan pada urinasi, following, kissing other female, walking around the fence, makan dan minum menunjukan perbedaan yang nyata (P<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah  selama satu siklus estrus rusa Timor menunjukkan tingkah laku urinasi,  following, kissing other female, walking around the fence, shouting, makan dan minum serta suplementasi magnesium, seng dan selenium dapat mempengaruhi tingkah laku estrus rusa Timor betina. Kata Kunci:Suplementasi mineral, lendir serviks, Rusa Timor, pH, NaCl

Page 1 of 2 | Total Record : 12