Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Fertilitas In Vitro dan In Vivo Spermatozoa Babi Landrace pada Pengencer Sitrat Kuning Telur yang Disuplementasi Berbagai Level Fruktosa pada Penyimpanan Suhu 180C D. J. Djawapatty; H. L. L. Belli; T. M. Hine
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.43-54

Abstract

Tujuan penelitian tahap I adalah untuk menentukan level terbaik penggunaan fruktosa dalam pengencer Sitrat-Kuning Telur (S-KT) terhadap persentase motilitas, viabilitas, abnormalitas serta keutuhan membran plasma semen cair babi Landrace yang disimpan pada suhu 18oC dan dievaluasi setiap 6 jam. Rancangan penelitian pada tahap ini terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu sitrat-kuning telur (S-KT) tanpa Fruktosa (P0), S-KT + Fruktosa 2,5% (P1), S-KT + Fruktosa 5% (P2), S-KT + Fruktosa 7,5% (P3) dan S-KT + Fruktosa 10% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas semen segar cukup baik karena motilitas dan viabilitas spermatozoa masing-masing adalah 83,75±4,79% dan 92,70±0,14%. Tahap in vitro selama 24 jam dalam pengencer S-KT yan g suplementasi fruktosa 5% (P2) menunjukkan motilitas (40,00±4,08%) dan viabilitas (54,10±4,35%) lebih tinggi sehingga menunjukan perbedaan nyata (P<0,05) dibandingkan dengan bahan pengencer lainnya. Abnormalitas dan keutuhan membran plasma spermatozoa dalam keempat pengencer tidak berbeda (P>0,05). Penelitian tahap II untuk mengetahui persentase angka kebuntingan dan S/C. Persentase tertinggi angka kebuntingan dalam penelitian ini adalah P1 dengan nilai 80%, terendah pada P0 dan P3 yaitu 60%. Sedangkan nilai S/C terendah adalah P1 dengan nilai 1,25% dan tertinggi pada P0 dan P3 yaitu 1,67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi fruktosa 5% dalam pengencer sitrat-kuning telur mampu mempertahankan motilitas dan viabilitas spermatozoa babi landrace di atas 40% selama 24 jam pengamatan dengan angka kebuntingan adalah 67,50%.Kata kunci: Semen babi, sitrat-kuning telur, motilitas, inseminasi buatan, kebuntingan.
Pencegahan Penyebaran Virus African Swine Fever (ASF) di Desa Turaloa Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada David J Djawapatty; Egydius Rembo; Victoria Ayu Puspita
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 2 No. 1 (2022): Dedikasi Sains dan Teknologi : Volume 2 Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v2i1.1472

Abstract

African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika merupakan penyakit viral hemoragik yang sangat menular menyerang ternak babi dan babi liar menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternakan skala kecil dan besar. Penyebaran virus ASF yang sangat cepat mengakibatkan tingkat kematian babi yang sangat tinggi. Penularan virus ASF dapat terjadi melalui, produk hewan ilegal, lalu lintas ternak babi, kendaraan yang terkontaminasi ASF, dan pergerakan babi hutan. Mewabahnya penyakit African Swine Fever (ASF) sebagai penyakit yang dapat menyerang babi telah menyebar di banyak negara termasuk Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan populasi babi terbesar di Indonesia yang terancam karena Pulau Timor berbatasan langsung dengan Timor Leste yang merupakan daerah yang terkena ASF. Merebaknya ASF menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian dan ketakutan masyarakat akan konsumsi daging babi dan produk babi lainnya. Virus ASF terdektersi di wilayah Kabupaten Ngada pertama kali di kecamatan Riung pada akhir Januari tahun 2021, dan selanjutnya menyebar di hampir semua kecamatan di wilayah Kabupaten Ngada. Desa Turaloa merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Wolomeze yang terdampak virus ASF. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi tentang ciri-ciri kualitas daging babi yang baik dan mengimbau masyarakat untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran ASF. Meski masyarakat mengetahui tentang bahaya ASF, namun belum ada tindakan pencegahan yang mereka ketahui. Kegiatan ini merupakan sarana bagi peternak untuk mencegah ASF di peternakannya dan agar masyarakat mengetahui bahwa ASF bukanlah penyakit zoonosis. Namun, konsumsi daging babi dan produk babi lainnya yang terinfeksi ASF dapat menyebarkan ASF secara terus menerus.
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN POLA PENGEMBANGAN TERNAK DI KECAMATAN WOLOMEZE, KABUPATEN NGADA Egidius Rembo; David Januarius Djawapatty; Jenny R. Bay
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.735

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi ternak(Sapi, Kuda, Kerbau, Kambing, Babi, Ayam dan Itik/Bebek) danpermasalahan dalam proses pemeliharaan di Kecamatan Wolomese,Kabupaten Ngada, Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitudeskriptif eksploratif dengan melakukan observasi lapangan danpengambilan data populasi ternak dari setiap desa. Jenis ternak yangpaling dominan dipelihara oleh masyarakat pertanian di KecamatanWolomese yaitu ternak sapi (2.203 ekor), babi (1.948 ekor), dan ayam(6.779 ekor). Usaha peternakan bagi masyarakat pada umumyadigunakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dan juga dapatdigunakan untuk meningkatkan status sosial serta memenuhikebutuhan adat istiadat. Sementara usaha peternakan bagi masyarakatdi Kecamatan Wolomese hanya dijadikan sebagai usaha sampingankarena mata pencaharaian masayarakat di Kecamatan Wolomeseadalah petani sehinga rendahnya perhatian terhadap ternak yang dipelihara.Kata Kunci : Masyarakat Kecamatan Wolomese, Potensi Ternak,Permasalahan Pemeliharaan   AbstractThe aim of this study is to determine the number of population oflivestocks (Cow, Horse, buffalo, Goat, pig, Chicken and duck) andproblems in the maintenance process in Wolomeze district. NgadaNTT. The method used in this research is descriptive exploratory byconducting field observations and collecting livestock population datafrom each village. The most dominant type of livestock kept by theagricultural community in Wolomeze sub-district are: cows (2.203tails), pigs (1.948 tails) and chickens (6.779 tails). Livestock venturefor the common community is an inseparable part for their life. inaddition to meeting the needs of animal protein, livestock can also beused to improve social status and fulfill the traditional needs for thecommunity. Meanwhile livestock venture for community in Wolomezeis only used as a side line because their main job is as a farmer as aresult that less attention for livesstocks.Key words: The community of Wolomeze district, the livestockspotential, the maintainance problems
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA Igniosa Taus; David Januarius Djawapatty; Umbu A. Hamakonda
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.492

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi danpermasalahan dalam bidang pertanian. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan deskriptif eksploratif. Hasil penelitianmenunjukan bahwa di Kecamatan Golewa Selatan memiliki potensibidang pertanian pada komoditi pangan, hortikultura dan perkebunan.Luas lahan pertanian padi sawah sebesar 530, 69 ha dengan jumlahproduksi 1082,292 ton/ha. Luas lahan jagung 121,86 ha dengan jumlahproduksi 281,25 ton/ha. Pisang memiliki luas lahan 192,05 ha denganjumlah produksi 392,5 ton/ha, tanaman perkebunan kakao memilikiluas lahan 204,2 ha dengan total produksi 376,53 ton/ha, kemiridengan luas lahan 152,04 dan total produksi 102,7 ton/ha. Hasil akhirdari penelitian ini adalah mengetahui potensi pertanian danpermasalahan yang ada serta solusi terhadap permasalahan pertanian dikecamatan Golewa Selatan. Kata Kunci : Pertanian, Golewa Selatan, Deskriptfi Eksploratif
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI VANILI DI DESA LOHA, KECAMATAN PACAR, KABUPATEN MANGGARAI BARAT Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus; David J. Djawapatty
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sektor pertanian vanili dijadikan sumber akselerasi pertumbuhan sektor pertanian dan sekaligus memecahkan masalah mendasar di Desa Loha, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat yang dihadapi dewasa ini yaitu masalah pengangguran dan kemiskinan. Adapun jumlah petani vanili di Desa Loha mendorong produktivitas dan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia untuk membudidayakan usahatani vanili. Salah satu lembaga yang memberikan perhatian lebih terhadap petani vanili di Desa Loha adalah Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang merupakan salah satu yayasan yang didirikanoleh pendiri Astra. Dalam penelitian ini menggunakan 3 (tiga) metode analisis data, yaitu analisis SWOT meliputi pembentukan matrik IFAS, EFAS, dan matrik SWOT serta analisis prioritas strategi yang merupakan pilihan dari strategi alternative yang dapat diterapkan dalam mengembangan usahatani tanaman vanili. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kawasan budidaya vanili berkelanjutan, menerapkan sistem jaminan mutu produk dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dengan pendidikan dan pelatihan. Kendala yang dihadapi cukup besar khususnya petani yang menyangkut aspek permodalan, aspek budidaya, sistem manajemen dan aspek pemasaran   Abstract The vanilla farming sector is used as a source of accelerating the growth of the agricultural sector and at the same time solving the basic problems in Loha Village, Boyfriend District, West Manggarai Regency, which are currently faced with unemployment and poverty. The number of vanilla farmers in Loha Village encourages productivity and utilizes the potential of the available land to cultivate vanilla farming. One of the institutions that pays more attention to vanilla farmers in Loha Village is the Dharma Bhakti Astra Foundation (YDBA), which is one of the foundations established by the founder of Astra. In this study using 3 (three) methods of data analysis, namely SWOT analysis including the formation of IFAS, EFAS, and SWOT matrices as well as strategy priority analysis which is a choice of alternative strategies that can be applied in developing vanilla farming. The results obtained in this study are strategies that can be carried out to develop sustainable vanilla cultivation areas, implement a product quality assurance system and increase the capacity of human and institutional resources with education and training. The obstacles faced are quite large, especially farmers regarding aspects of capital, cultivation aspects, management systems and marketing aspects.
KAJIAN UPAYA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PRATAMA RIUNG KABUPATEN NGADA Nicolaus Noywuli; Anselmus Rodja Radja; Victoria Ayu Puspita; David Januarius Djawapatty; Maria Serviana Due
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 3 No. 1 (2024): Vol.3 No.1, April 2024: Jurnal Pertanian Unggul
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) Rencana Pembangunan Rumah Sakit Pratama Riung yang terletak di Desa Tadho Barat Kecamatan Riung,disusun untuk dalam menciptakan pembangunan yang berwawasan lingkungan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang PenyelenggaranPerlindungandanPengelolaanLingkunganHidupoleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada merupakan pemrakarsa penyusunan dokumen UKL UPL. Pemrakarsa menyerahkan kajian UKL-UPL dilakukan oleh tim dosen dari Pusat Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSDAL) Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan mengikuti persyaratan dan ketentuan sesuai peraturan yang berlaku. Hasilnya yakni dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup merupakan dokumen pegangan dalam mengelola dan memantau kualitas lingkungan akibat adanya aktivitas rencana pembangunan rumahsakitpratama Riung.Penggunaan dokumen UKL-UPL selain pada saat pekerjaan pembangunan, juga pada saat beroperasinya RS. Pratama Riung.
PENGARUH PENAMBAHAN DEDAK JAGUNG PADA PAKAN LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN TERNAK BABI FASE GROWER Meze, Karina Engelin; Djawapatty, David Januarius; Loda, Wilhelmina
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pertanian Unggul, Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pertumbuhan bobot badan ternak babi batam fase grower. Pakan mempunyai peranan penting sebagai sumber energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangbiakan. Pada hasil Parameter yang diamati terdiri dari konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Berdasarkan hasil analisis uji statistik (Anova) menunjukan bahwa penambahan dedak jagung ke dalam pakan lokal tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap konsumsi pakan ternak babi batam fase grower. Walaupun tidak adanya perbedaan nyata terhadap tingkat konsumsi pakan ternak babi batam fase grower, namun data konsumsi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (3.9533 gr/ekor/hari) dan terendah terdapat pada perlakuan P0 (3,5067 gr/ekor/hari).
Pemanfaatan Batang Pisang Fermentasi sebagai Pakan Tambahan dalam Ransum Ayam Kub Fase Finisher di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Djawapatty, David; Mano, Wigberta N.; Ngaku, Maria Alfonsa
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 02 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i02.1381

Abstract

Feed plays an important role in providing essential nutrients to livestock, meeting their basic needs for survival and productivity. Feed supply difficulties also occur in East Nusa Tenggara Province more specifically in Ngada Regency, Bajawa District. An effective solution to overcome the challenge of feed availability is to incorporate alternative feed ingredients. One type of agricultural waste that is commonly found is banana stems. Banana trees are widely found in tropical areas such as Indonesia, especially in areas that have many banana trees such as the Bajawa area. The cutting down of banana trees for fruit will produce more waste, such as leaves, stems, stumps, and banana peels, compared to the main product, which is banana pulp. The objectives of this study were to assess the quality of fermented feed produced from banana stems and to effectively utilize banana stem waste. This research was conducted at Flores Bajawa College of Agriculture. The research started in June-August 2024. The research material was about the utilization of fermented banana stems as additional feed in the ration of finisher phase KUB chickens. Banana stems were chopped as much as 30 kg (75% of fresh material) and rice bran 10 kg (25% of fresh material), water 3 liters, brown sugar 500 g, EM4 3 bottle caps. Fermentation of banana stems produced a protein content of 5. 4% and a crude fiber content of 16. 48%. The quality of fermented feed aroma produced is like alcohol, fragrant, yellowish brown color, no mold growth. The conclusion of making fermantasi animal feed made from banana stems is one of the efforts made to add economic value to farmers, in a situation of animal feed crisis. In addition, the content contained in banana stems is sufficient to meet the needs of KUB chickens
Assistance in Silage Making to Increase Community Capacity in Providing Forage During the Dry Season for Ruminant Livestock Umbu A Hamakonda; David Januarius Djawapatty; Victoria Ayu Puspita; Ferdinandus Bai; Anggela Marici Bupu
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i4.5536

Abstract

The continuous availability of forage throughout the year, both in quality and quantity, is an absolute requirement for livestock development. Forage that is abundant during the rainy season must be processed by preserving it so that the nutritional quality of the forage remains guaranteed. One technology for processing feed using preservation techniques is making silage. Making silage is done to preserve and minimize nutrient loss and can also improve feed nutrition. The main problem faced by goat farming groups in West Lengkosambi Village, Riung District, Ngada Regency, is the provision of quality and continuous feed. To increase breeders' knowledge about making goat feed using the silage process, it is necessary to provide training to breeders in Lengkosambi Barat Village, Riung District, Ngada Regency. This training activity was carried out on 11-12 October 2024. 57 participants attended the silage-making training. Participants' enthusiasm was very high when taking part in the silage-making training. Participants have the willingness to play an active role in making silage. This activity concludes that the training carried out was able to increase the knowledge and skills of members of the West Lengkosambi Village goat farming group regarding the benefits and techniques for making silage and its use as goat feed. Providing quality feed during the dry season can be overcome so that livestock growth and production levels will be achieved optimally.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI VANILI DI DESA LOHA, KECAMATAN PACAR, KABUPATEN MANGGARAI BARAT Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus; David J. Djawapatty
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i1.809

Abstract

Sektor pertanian usahatani vanili dijadikan sumber akselerasi pertumbuhan sektor pertanian dan sekaligus memecahkan masalah mendasar di Desa Loha, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat yang dihadapi dewasa ini yaitu masalah pengangguran dan kemiskinan. Adapun jumlah petani vanili di Desa Loha mendorong produktivitas dan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia untuk membudidayakan usahatani vanili. Salah satu lembaga yang memberikan perhatian lebih terhadap petani vanili di Desa Loha adalah Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang merupakan salah satu yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra. Dalam penelitian ini menggunakan 3 (tiga) metode analisis data, yaitu analisis SWOT meliputi pembentukan matrik IFAS, EFAS, dan matrik SWOT serta analisis prioritas strategi yang merupakan pilihan dari strategi alternative yang dapat diterapkan dalam mengembangan usahatani tanaman vanili. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kawasan budidaya vanili berkelanjutan, menerapkan sistem jaminan mutu produk dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dengan pendidikan dan pelatihan. Kendala yang dihadapi cukup besar khususnya petani yang menyangkut aspek permodalan, aspek budidaya, sistem manajemen dan aspek pemasaran.