cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2019)" : 12 Documents clear
Peran Usaha Pembibitan Sapi Potong Program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Perak) dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Ngada R. L. R. Rimbing; M. Krova; M. Y. Luruk
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.14-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK terhadap peningkatan populasi sapi potong; 2) mengetahui peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK terhadap pendapatan peternak; 3) mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan populasi pembibitan sapi potong program PERAK; 4) mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan peternak pembibitan sapi potong program PERAK ; dan 3) merumuskan strategi pengembangan usaha pembibitan sapi potong program PERAK. Penelitian dilakukan pada 3 kecamatan, 6 desa atau kelurahan, dan 8 kelompok usaha pembibitan sapi potong program PERAK di Kabupaten Ngada. Pemilihan lokasi ditentukan secara purposive dengan pertimbangan kelompok yang masih aktif. Responden penelitian sebanyak 52 orang dari total 2.466 orang peternak pembibitan sapi potong program PERAK dan difokuskan pada responden penerima program PERAK tahun 2011.Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif (korelasi-regresi) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK memberikan kontribusi terhadap perkembangan populasi sapi potong di Kabupaten Ngada sebesar 10% dari total populasi; 2) peran usaha pembibitan sapi potong program PERAK memberikan kontribusi terhadap pendapatan peternak pembibitan sapi potong program PERAK di Kabupaten Ngada sebesar 18% dari total pendapatan peternak; 3) hasil uji-t membuktikan bahwa secara parsial dengan tingkat keyakinan 95% faktor calving interval (X5) berpengaruh sangat nyata terhadap perkembangan populasi pembibitan sapi potong program PERAK; 4) hasil uji-t membuktikan bahwa secara parsial dengan tingkat keyakinan 99% faktor jumlah ternak sapi yang dijual (X4) berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan peternak pembibitan sapi potong program PERAK; dan 5) strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pembibitan sapi potong pembibitan program PERAK di Kabupaten Ngada adalah strategi peningkatan populasi ternak sapi potong pembibitan program PERAK, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, optimalisasi penggunaan sumberdaya alam, pengembangan dan penerapan teknologi, pengembangan pemasaran, dan strategi keberlanjutan usaha ternak sapi potong program PERAK.Kata kunci: Program PERAK, Populasi, Pendapatan, Usaha Pembibitan Sapi Potong, Strategi Pengembangan
Fermentasi: Metode untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi Jerami Padi Yanuartono Yanuartono; S. Indarjulianto; H. Purnamaningsih; A. Nururrozi; S. Raharjo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.49-60

Abstract

Sebagian besar ransum ternak ruminansia di Asia Tenggara berasal dari limbah tanaman bijian. Jerami padi adalah limbah utama yang biasanya disimpan dan digunakan oleh peternak sebagai pakan ternak ruminansia di daerah tropis saat musim kemarau panjang dimana hijauan segar sulit diperoleh. Namun demikian, pemberian pakan jerami padi tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk ruminansia bahkan untuk hidup pokok karena nilai gizi yang rendah. Nilai gizi jerami padi dibatasi oleh rendahnya tingkat asupan dan lambatnya kecernaan serta rendahnya kandungan energi, protein, mineral dan vitamin. Berbagai macam metode perlakuan telah digunakan untuk meningkatkan nilai gizi jerami padi termasuk fisik, biologis dan kimiawi. Salah satu diantaranya adalah teknologi fermentasi yang dapat meningkatkan nutrisi jerami padi. Ulasan ini bertujuan untuk memaparkan aspek praktis dari proses fermentasi berdasarkan hasil hasil penelitian  terdahulu  tentang jerami padi untuk meningkatkan nilai gizinya.Kata kunci: ternak, jerami padi, ruminansia, nilai nutrisi, fermentasi
Degradabilitas Ruminal Secara In Vitro terhadap Pakan Berbasis Bagase Amoniasi dengan Suplementasi Karbohidrat Mudah Tersedia yang Berbeda F. Musyafaah; Surahmanto Surahmanto; J. Achmadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji degradabilitas rumen secara in vitro dari pakan komplit berbasis bagasse amoniasi dengan suplementasi karbohidrat mudah tersedia yang berbeda. Pakan komplit yang digunakan mengandung 12% protein kasar (PK) dan 60% Total Digestible Nutrient (TDN) dengan suplementasi molases atau tepung bonggol pisang. Pakan komplit dengan suplementasi molasses atau tepung bonggol pisang memiliki kandungan Non Fibre Carbohydrate (NFC) yang sama. Sampel pakan komplit di uji secara in vitro dan difermentasi  selama 48 jam secara anaerob dengan cairan rumen kambing. Parameter yang di ukur meliputi degradabilitas bahan kering dan bahan organik, produksi protein mikrobia dan pH rumen. Pakan komplit berbasis bagasse amoniasi menunjukkan hasil yang tidak berbeda pada degradabilitas bahan kering dan bahan organik, produksi protein mikrobia, dan pH rumen ketika ditambahkan molases atau bonggol pisang. Tepung bonggol pisang mampu digunakan sebagai substitusi molases dalam pakan komplit.Kata kunci : bagasse, molases, tepung bonggol pisang, degradabilitas.
Kajian Sifat Pertumbuhan dan Kadar Kolestrol Ayam Broiler yang Mendapat Substitusi Tepung Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Terfermentasi Effective Microorganisms-4 (Em4) dalam Ransum Basal M. Nggena; F.M.S. Telupere; N.T. Tiba
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.75-90

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2017 s/d 29 Januari 2018  untuk mengetahui pertumbuhan dan kadar kolesterol ayam broiler diberi pakan komersial yang disubstitusi dengan tepung daun lamtoro terfermentasi effective microorganisms-4 (EM-4). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan 4 empat ulangan dan setiap ulangan ada 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang dimaksud adalah: P0 = (100% pakan komersial), P5=(95% pakan komersial + 5% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4), P10=(90% pakan komersial+10% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4), P15= (85% pakan komersial + 15% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4, P20 =(80% pakan komersial +20% tepung  daun lamtoro terfermentasi EM-4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian sebagian pakan komersial oleh tepung daun lamtoro terfermentasi EM-4 pada taraf  20 % tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan dan analisis Income over Feed cost and chick cost, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot lemak abdominal dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol daging ayam broiler yang dipelihara selama 4 minggu penelitian. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggantian sebagian pakan dasar oleh tepung daun lamtoro terfermentasi EM-4 dalam ransum komersial pada level 20% dapat meningkatkan produksi ternak ayam broiler, menurunkan bobot lemak abdominal dan menurunkan kadar kolesterol daging ayam broiler yang dipelihara selama 4 minggu penelitian. Sedangkan analisis Income over Feed cos and chick cost pada penjualan ayam hidup lebih menguntungkan yakni mencapai Rp. 27.392 dari pada penjualan karkas yakni: Rp 11.643Katta kunci: Substitusi, TDLF EM-4, Pertumbuhan, Kolestrol dan IOFC
Model Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah Berdasarkan Faktor Aksesibilitas Sumber Daya Amam Amam; M. W. Jadmiko; P. A. Harsita; M. S. Poerwoko
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.61-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengembangan usaha ternak sapi perah berdasarkan aksesibilitas peternak terhadap sumber daya. Penelitian dilakukan pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirtasari Kresna Gemilang Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2018. Variabel penelitian terdiri dari sumber daya ekonomi (X1), sumber daya lingkungan (X2), sumber daya sosial (X3), SDM peternak (Z1), dan pengembangan usaha ternak sapi perah (Y1). Responden adalah semua peternak sapi perah anggota KUB, yaitu sebanyak 174 peternak sapi perah. Analisis data menggunakan metode SEM (Structural Equation Model) dengan SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas peternak terhadap sumber daya berpengaruh secara langsung terhadap pengembangan usaha ternak sapi perah sebesar 10.8%, sedangkan aksesibilitas peternak terhadap sumber daya berpengaruh secara tidak langsung melalui SDM peternak terhadap pengembangan usaha ternak sapi perah sebesar 34.1%. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas peternak terhadap sumber daya berperan penting terhadap pengembangan usaha ternak.Kata kunci: sumber daya, ekonomi, lingkungan, sosial, dan SDM.
Pengaruh Penggunaan Ampas Kecap dalam Ransum terhadap Kualitas Eksterior Telur Itik Mojosari B. Aminuddin; L.D. Mahfudz; R. Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.113-118

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan ampas kecap terhadap  kualitas eksterior telur itik. Materi yang digunakan yaitu Itik Mojosari  sebanyak 240 ekor dengan umur 24 minggu dengan berat badan awal rata – rata 1.385,0 ± 130,85 gram (CV = 9,44%). Bahan penyusun ransum meliputi bekatul, jagung kuning, bungkil kedelai, tepung ikan, pollard, premix dan ampas kecap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga ada 24 unit percobaan dan setiap unit ada 10 ekor itik. Perlakuan ampas kecap ke dalam ransum adalah sebagai berikut (T0 : 0%, T1 : 5%, T2 : 7,5% dan T3 : 10%). Parameter yang diamati adalah kualitas eksterior telur itik yang  meliputi: berat telur, ketebalan cangkang telur dan berat cangkang telur. Analisis data menggunakan analisis ragam atau analisis of variance (ANOVA) dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukan tidak berbeda nyata, terhadap berat telur, ketebalan cangkang telur dan berat cangkang telur. Kesimpulan ampas kecap dalam ransum itik Mojosari sampai batas 10% dapat dimanfaatkan tanpa memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas eksterior telur (berat telur, ketebalan cangkang telur dan berat cangkang telur).Kata kunci : itik mojosari, ampas kecap, eksterior telur
Profil Leukosit Rusa Timor (Cervus timorensis) Betina pada Tiap Fase Berahi yang Disuplementasi Magnesium (Mg), Zinc (Zn), dan Selenium (Se) R. Indriastuti; D. Samsudewa; Y. S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.91-100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi Magnesium (Mg), Zinc (Zn), dan Selenium (Se) terhadap total leukosit dan diferensial leukosit (persentase neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit) Rusa Timor pada tiap fase berahi. Materi yang digunakan adalah 10 ekor Rusa Timor betina dan darah dari masing-masing rusa tersebut. Rusa diadaptasikan dan sebanyak 5 ekor diberi perlakuan suplementasi Mg, Zn, dan Se (T1) dan kontrol (T0) selama 8 minggu. Rusa disinkronisasi berahinya menggunakan implan Medroxy Progesteron Acetat (MPA) selama 16 hari. Sampel darah diambil pada tiap fase berahi untuk dianalisis kandungan mineral darah serta dihitung total leukosit dan diferensial leukositnya. Analisis data menggunaakan metode Ttest dan Mann Whitney U-test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa total leukosit dan diferensial leukosit Rusa Timor tidak berbeda nyata (p>0.05) pada kedua kelompok. simpulan yang diperoleh adalah hampir semua parammeter menunjukkan nilai tertinggi pada fase estrus, kecuali eosinofil dan monosit yang tinggi pada fase diestrus dan metestrus. Mg, Zn, dan Se tidak berpengaruh nyata dalam merubah jumlah leukosit dan diferensial leukosit Rusa Timor. Kata kunci: Rusa Timor, leukosit, estrus, suplementasi mineral.
Perbandingan Frekuensi dan Durasi Perilaku Seksual Berdasarkan Umur pada Pejantan Ayam Burgo H. D. Putranto; J. Setianto; Y. Yumiati; E. Nurandrianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.38-48

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk membandingkan serial perilaku seksual (courtship, mounting, mating, dan dismounting) berdasarkan umur pada ayam Burgo jantan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2018 bertempat di Zona Peternakan Terpadu (Integrated Livestock Zone) Jurusan Peternakan FP UNIB. Parameter yang diamati adalah frekuensi dan durasi dari serial perilaku seksual pejantan ayam Burgo yang dipelihara secara intensif yang terdiri dari courtship, mounting, mating, dan dismounting pada pejantan nomor 1 dan 2 (dewasa berumur lebih muda) serta pejantan nomor 3 dan 4 (dewasa yang berumur lebih tua). Kemudian data hasil pengamatan ini ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Peneliti mendapati bahwa frekuensi tertinggi perilaku courtship dilakukan oleh  pejantan nomor 1 (rerata 14,1 kali) dengan rerata durasi 27,98 detik. Pada perilaku mounting, mating dan dismounting frekuensi tertinggi dilakukan oleh pejantan nomor 3 dengan rerata masing-masing 4,7 kali;  4,9 kali dan 4,7 kali dengan rerata durasi masing-masing 7,73 detik; 6,79 detik dan 5,75 detik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pejantan ayam Burgo dewasa yang berumur lebih tua lebih tinggi frekuensi perilaku seksualnya, kecuali pada tingkah laku seksual courtship dimana pejantan ayam Burgo dewasa yang berumur lebih muda lebih aktif.Kata Kunci: Ayam Burgo, durasi, frekuensi, pejantan, perilaku seksual, umur.
Respon Fisiologis Sapi Fries Holland Laktasi yang Diberi Ransum dengan Konsentrat Mengandung Kulit Durian (Durio zibethinus) Difermentasi Pleorotus ostreatus E. Sulistyowati; D. Suherman; I. Badarina; S. Mujiharjo; S. Fanhar
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.101-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian konsentrat yang mengandung Kulit Durian Fermentasi (KDF) dalam ransum terhadap konsumsi bahan kering dan kondisi fisiologis sapi perah Fries Holland (FH) laktasi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan empat perlakuan, KDF0: ransum dengan konsentrat tanpa KDF (0%),  KDF10: ransum dengan konsentrat 10% KDF, KDF20: ransum dengan konsentrat 20% KDF,  dan KDF30 ransum dengan konsentrat 30% KDF. Sapi perah yang digunakan mempunyai bobot badan rataan sebesar 444.81 ± 17.21 kg. Penelitian ini dilaksanakan selama empat periode dengan 14 hari per periode dan 14 hari pendahuluan, total 70 hari, bertempat  di peternakan sapi perah di desa Suka Sari, kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, propinsi Bengkulu.  Variabel yang diamati meliputi konsumsi bahan kering, kondisi lingkungan kandang (suhu dan kelembaban) dan respon fisiologi (frekuensi respirasi, denyut jantung, dan suhu rektal), diamati pada pagi, siang, dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan (suhu dan kelembaban) kandang pada saat penelitian masih dalam kondisi normal untuk sapi perah laktasi, dan pemberian pakan yang mengandung konsentrat dengan kulit durian fermentasi sampai level 30% tidak berpengaruh pada frekuensi respirasi, denyut jantung, suhu rektal, dan konsumsi bahan kering pakan.Kata Kunci: Kulit durian fermentasi, respon fisiologi, sapi perah FH
Pengaruh Frekuensi dan Periode Pemberian Pakan yang Berbeda terhadap Tingkah Laku Makan Burung Puyuh Petelur H. R. Tamba; E. Suprijatna; U. Atmomarsono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.1.28-37

Abstract

Research aims to evaluate the influence of the frequency and period of the different feed to conduct quail laying on environmental conditions temperaturnya fluctuate tropical.The research uses 180 tail quail female age 21 days randomly placed in a cage battery.Any unit experiment consisting of 5 tail.The research uses commercial feed b11 in the period grower and b82 p in the period layer.The treatment was conducted over 9 sunday that begins at the age of 5 sunday reached the age of 13 weeks.The research uses random design complete ( ral ) pattern factorials with 2 factors, the frequency of (A) and A1 (1 time), A2 (2 times) and A3 (3 times) and period (B) to B1 (5:00 to 21:00 pm) , B2 (07:00 to 21:00 GMT) and B3 (09:00 to 21:00 GMT). The parameters observed were the behavior of feeding, drinking, walking and resting. The data were analyzed variance with F test at 5% level and continued Duncan Double Area Test. The results showed that frequency and feeding period did not show significant interaction with eating behavior, drinking walking and rest, but feeding frequency was 1 times significantly (P <0,05) to feeding behavior at the beginning of production. It was concluded that when viewed from the eating behavior, the combination of frequency treatment 1 times with a period of administration of 14 hours (A1B2) showed more quail feeding activity.Keywords: feeding frequency, period of feeding, behavior, quail laying.

Page 1 of 2 | Total Record : 12