cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 1 (2021)" : 16 Documents clear
Organoleptik Ayam Broiler Melalui Penggunaan Tepung Krokot (Portulaca oleracea L) yang Disubtitusikan dalam Ransum Komersial Manafe, M. E.; Ressie, M. L.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.68-73

Abstract

Penelitian ini dengan tujuan mengetahui pengaruh dan level penggunaan tepung krokot (Portulaca oleracea L) dalam ransum terhadap warna, aroma dan cita rasa daging ayam broiler, telah dilakukan di kandang ayam Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok (RAL B) yang terdiri dari 4 perlakuan, 5 blok dan 5 ulangan dengan masing-masing ulangan sebanyak 5 ekor sehingga total ayam adalah 100 ekor. Perlakuan tersebut yaitu KR0 = ransum komersial tanpa tepung krokot, KR5 = ransum komersial yang mengandung 5% tepung krokot, KR10 = ransum komersial yang mengandung 10% tepung krokot dan KR15 = ransum komersial yang mengandung 15% tepung krokot. Parameter yang diukur adalah warna, aroma dan cita rasa daging. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung krokot dalam ransum berpengaruh terhadap cita rasa daging tetapi tidak berpengaruh terhadap warna dan aroma daging. Disimpulkan bahwa penggunaan krokot dalam ransum komersial ayam broiler sampai dengan level 15% dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan organoleptik daging ayam broiler.
Suplementasi Konsentrat untuk Memperbaiki Body Condition Score (BCS) Sapi Induk Menjelang Dikawinkan Mulyanti, E.; Keraf, F. K.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.85-92

Abstract

Penelitian dengan tujuan mengkaji suplementasi  konsentrat terhadap skor kondisi tubuh atau body condition score (BCS) sapi potong induk telah dilaksanakan di Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo,  Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini  menggunakan 48 ekor sapi potong induk yang terdiri atas 24 ekor sapi Peranakan Ongole (PO) dengan rataan bobot badan (BB) 280,54 ± 34,79 kg (CV 12,40%) dan 24 ekor sapi silangan Simmental – PO (SPO) dengan rataan BB 357,29 ± 36,07 kg (CV 10,09%).  Pakan dasar yang digunakan adalah jerami padi fermentasi ad libitum dan rumput gajah 5,00% BB (bahan segar). Metode penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang yang terdiri atas 2 faktor dan 8 ulangan. Faktor pertama adalah bangsa sapi, yaitu Peranakan Ongole (PO) dan persilangan Simmental – PO (SPO), dan faktor kedua adalah jumlah penambahan konsentrat dalam ransum (PK 11,82% dan TDN 66,74%), yaitu T0 : tanpa konsentrat, T1 : konsentrat 0,50%BB (bahan segar), T2 : konsentrat 1,00% BB (bahan segar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa sapi tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan, PBBH, sedangkan perlakuan ransum berpengaruh nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian konsentrat dengan kadar PK 11,82%  dan TDN 66,74% sebanyak 1% dari bobot badan menghasilkan BCS yang paling ideal untuk sapi induk PO dan sapi induk silangan Simmental – PO pada saat menjelang dikawinkan.
Rumput Laut (Ulva lactuca) sebagai Pakan Substitusi Sapi Bali Sapihan di Musim Kemarau dengan Level Energi yang Berbeda Ulu, H. N.; Jelantik, I. G. N.; Sutedjo, H.; Sudarma, I M. A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.17-25

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas dan pengaruh rumput laut (Ulva lactuca) sebagai pakan substitusi untuk sapi Bali sapihan di musim kemarau dengan level energi yang berbeda. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu perlakuan in vitro untuk mengetahui level ideal pemberian tepung U. lactuca dengan perlakuan RA = hay rumput alam; RAK = RA+konsentrat; RAKU5 =RAK+U. lactuca 5%; RAKU10= RAK+U. lactuca 10%; RAKU15= RAK+U. lactuca 15%; RAKU20= RAK+U. lactuca 20%. Tahap kedua menggunakan rancangan Bujur Sangkar Latin dengan perlakuan R1 = EM 7,3 MJ, R2 = EM 8 MJ dan R3 = EM 8,7 MJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level ideal pemberian yang dapat digunakan adalah 15% dengan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi yaitu 77,79 dan 78,56%.  Tahap kedua yaitu pemberian tepung U. lactuca sebanyak 15% dari total ransum dengan level energy yang berbeda untuk sembilan ekor sapi Bali sapihan dengan tujuan mengetahui tingkat konsumsi dan kecernaan dengan perlakuan EM R1= 7,3 MJ; R= 8 MJ; dan R3= 8,7 MJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung U. lactuca sebanyak 15% tidak memberikan pengaruh negatif terhadap konsumsi dan kecernaan. Hasil sidik ragam menunjukkan ransum dengan energi 8 MJ memiliki konsumsi dan kecernaan yang sama dengan energi 8,7 MJ namun lebih tinggi dibandingkan dengan ransum  berenergi 7,3 MJ.
Pengaruh Penggunaan Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dalam Konsentrat dengan Level Berbeda terhadap Produksi Susu Kambing Nubian Dwiyana, T.; Akbarillah, T.; Hidayat, Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.8-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dalam Konsentrat dengan Level Berbeda terhadap Produksi Susu Kambing Nubian, dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 3 ulangan, 3 perlakuan, dan 3 periode. Perlakuan P0 = hijauan + konsentrat tanpa ampas kelapa, P1 = hijauan + konsentrat dengan 3,55% ampas kelapa, P2 = hijauan + konsentrat dengan 6,85% ampas kelapa. Perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi hijauan segar, BK hijauan, PK hijauan, SK hijauan, air minum dan pertambahan bobot badan. Perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi PK konsentrat, PK total, BK total, SK total yaitu menurunkan konsumsi; dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada konsumsi konsentrat segar, BK konsentrat, SK konsentrat yaitu menurunkan konsumsi dan produksi susu. Konsumsi PK konsentrat tertinggi pada P0 yaitu 153,63 g/ekor/hari dan terendah pada P2 yaitu 56,07 g/ekor/hari. Konsumsi BK konsentrat tertinggi pada P0 yaitu 828,43 g/ekor/hari dan terendah pada P2 yaitu 382,3 g/ekor/hari. Konsumsi SK konsentrat tertinggi pada P0 yaitu, 142,47 g/ekor/hari dan terendah pada P2 yaitu 53,82 g/ekor/hari. Hasil penelitian dapat disimpulkan Penggunaan ampas kelapa dalam konsentrat menurunkan konsumsi (konsentrat, bahan kering, serat kasar dan protein kasar konsentrat). Pemberian 3,55% ampas kelapa, masih memberikan hasil yang baik pada produksi susu kambing Nubian pada P0, P1, P2 secara berurutan yaitu 1415,24 ml/ekor/hari, 1325,24 ml/ekor/hari dan  1127,86 ml/ekor/hari.
Perbedaan Exercise dan Pemeliharaan terhadap Waktu Tempuh dan Kecepatan Lari Sapi Karapan Rahman, A. K.; Mudawamah, Mudawamah; Susilowati, S.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.80-84

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan terhadap waktu tempuh serta kecepatan lari dengan perbedaan exercise dan pemeliharaan pada sapi karapan di desa Bulangan Branta Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria sapi Madura jantan tipe karapan dengan umur 2-3 tahun.   Materi penelitian terdiri dari dua kelompok perlakuan yaitu kelompok satu (K1)  dengan exercise (frekuensi) dan pemeliharaan (memandikan, penjemuran, pemijatan dan pemberian jamu) yang berbeda dengan kelompok dua (K2), dengan total sapi 20 ekor.  Variabel yang diamati adalah waktu tempuh dan kecepatan lari yang dihitung berdarkan jarak tempuh yang sama yaitu 222 m. Analisis data yang digunakan ialah independent t test menggunakan Ms. Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan waktu tempuh sapi karapan K1 adalah 18,4 detik dan sapi karapan K2 adalah 20,8 detik.  Rataan nilai kecepatan lari sapi karapan  K1 ialah 12,03 m/detik dan sapi karapan K2 ialah 10,69 m/detik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa rataan nilai waktu tempuh dan kecepatan lari sapi sangat berbeda nyata antara sapi karapan K1 (exercise) terhadap sapi karapan K2 (maintanance).
Potensi Kulit Jengkol sebagai Agen Penurun Kolesterol Daging Itik Magelang Alfauzi, R. A.; Ariyanto, B. F.; Setyawan, K. P.; Sihite, M.; Hidayah, N.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.98-107

Abstract

Itik Magelang merupakan salah satu ternak dwi guna unggulan dari Jawa Tengah. Namun, disisi lain daging itik memiliki kelemahan yaitu mengandung kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan daging ayam. Limbah kulit jengkol merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan dalam menurunkan kolesterol itik magelang karena serat kasar (33,07-35,28%) dan saponin (17,91-35,13%) yang tergolong tinggi. Selain itu ketersediaan limbah ini juga tinggi yaitu sebanyak 7.566 ton. Tujuan penulisan ini adalah untuk me-review (mengkaji) potensi kulit jengkol sebagai agen penurun kolesterol daging itik Magelang. Metode yang digunakan dalam menulis narrative review ini yaitu studi literatur. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan serat kasar dan saponin pada ransum dapat menurunkan kolesterol daging itik ataupun ayam. Serat kasar mampu mengurangi penyerapan lemak sehingga deposisi lemak ke dalam tubuh itik dapat ditekan. Saponin mampu meningkatkan pengikatan kolesterol pakan sehingga akan langsung diekskresikan melalui eksreta. Kesimpulannya yaitu limbah kulit jengkol berpotensi digunakan sebagai pakan ternak itik Magelang yang bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterolnya sehingga menyehatkan konsumen. Pemanfaatan limbah ini akan meningkatkan nilai tambah kulit jengkol karena sebelumnya hanya dibuang dan mencemari lingkungan. Penggunaan pakan dari limbah kulit jengkol dapat diberikan dalam bentuk bubuk ataupun ekstrak.
Karakteristik Kuantitatif Sapi Bali Menggunakan Analisis Komponen Utama di Kabupaten Merangin dan Muaro Jambi, Provinsi Jambi Gushairiyanto, Gushairiyanto; Depison, Depison
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.74-79

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui karakteristik kuantitatif sapi Bali menggunakan analisis komponen utama di Kabupaten Merangin dan Muaro Jambi Provinsi Jambi. Data yang dihimpun adalah karakteristik kuantitatif meliputi; bobot badan, pertambahan bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, dalam dada, lebar dada, tinggi pinggul, lingkar kanon dan lebar pinggul sapi Bali di kedua lokasi. Materi penelitian ini adalah sapi Bali Umur I1 (1-2) tahun. Metode penelitian survei, teknik pengambilan sampel secara purpossive sampling. Jumlah sampel yang dihimpun sebanyak 120 ekor masing masing kabupaten 60 ekor yang terdiri dari 30 ekor jantan dan 30 ekor betina. Uji t digunakan untuk menganalisis perbedaan karakteristik kuantitatif. Analsisi Komponen Utama digunakan untuk menentukan faktor penentu ukuran dan bentuk sapi Bali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran tubuh sapi Bali jantan dan betina antara kedua kabupaten berbeda tidak nyata (P>0,05), namun bobot badan, pertambahan bobot dan dan ukuran ukuran tubuh sapi Bali Jantan dan betina di kedua kabupaten berbeda nyata (P<0,05). Faktor penentu ukuran tubuh sapi Bali di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Muaro Jambi adalah Lingkar Dada, sedangkan penentu bentuk tubuh adalah panjang badan. 
Effect of vitamin E supplementation to diet containing herbal mixture on performance and carcass quality of broiler chickens Santoso, U.; Fenita, Y.; Kususiyah, Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.34-40

Abstract

The present study was conducted to evaluate the effect of vitamin E supplementation to diet containing herbal mixture on performance, meat quality, hematological status and fat deposition of broiler chickens. Eighty 15-day-old female broilers were distributed into 2 treatment groups with 4 replications (10 female broilers of each replication) as follows. Feed with FSBL plus 1 g of turmeric and 2 g garlic (P1) and Feed of P1 plus vitamin E (P2). Vitamin E supplementation had no effect on performance, carcass weight, meat bone ratio, drip loss and cooking loss, gizzard, spleen, proventriculus, gallbladder, heart, caecum, intestine, fat depot in abdomen, sartorial, neck, heart, proventriculus, and liver as expressed by fatty liver score, blood triglyceride, cholesterol, LDL and HDL concentrations, moisture, and fat and ash contents of meats.  However, it reduced liver weight, toxicity score, gizzard fat depot and meat protein. In conclusion, vitamin E supplementation to  diet containg herbal mixture reduced meat protein, toxicity score, and gizzard fat depot.
Produksi Biogas dari Limbah Black Water dan Kotoran Ternak Menggunakan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) Wardhani, P. K.; Amizera, S.; Prima, F. H.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.108-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi produksi biogas serta efisiensi penyisihan BOD, COD, TSS, dan keberadaan organisme patogen (E. coli) dari limbah black water dan kotoran ternak menggunakan reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) pada temperatur mesofilik (28 - 30 C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan COD, TSS, dan BOD sebesar 67,8 %, 92, 5 %, dan 36, 9 %. Biogas yang dihasilkan pada hari ke 7, hari ke 14 dan hari ke 21 meliputi 12 %, 51 %, dan 64 % untuk metan, sementara karbon dioksida sebesar 21 %, 34 %,  dan 33 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah black water dan kotoran ternak secara anaerobik dapat diterapkan dengan menggunakan reaktor UASB. Selain itu, pengolahan limbah black water dan kotoran ternak secara anaerobik dengan reaktor UASB memberikan manfaat yang besar dalam menghasilkan metan.
Kualitas Semen Cair Babi Duroc dalam Pengencer Durasperm yang Disuplementasi Air Buah Lontar dan Sari Tebu Banamtuan, A. N.; Nalley, W. M.; Hine, T. M.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.41-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi air buah lontar (AbL) dan sari tebu (ST) dalam pengencer  durasperm terhadap kualitas semen cair babi duroc. Semen berasal dari tiga ekor babi jantan Duroc berumur dewasa yaitu  2-3 tahun dan dikoleksi dengan menggunakan glove hand method dua kali seminggu. Semen dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis, semen yang berkualitas baik dibagi menjadi tiga bagian dan dikenakan perlakuan: durasperm (PO), durasperm + AbL (P1), durasperm + ST (P2), selanjutnya disimpan dalam kotak Styrofoam bersuhu 18o - 20 oC. Pengamatan dilakukan setiap delapan jam sekali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dengan menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase motilitas pada jam ke 64 menunjukan P1 40% lebih tinggi (P<0,05) daripada P2 (35.00±1.82) dan P0 (27.50±2.88). P1 memiliki persentase viabilitas spermatozoa 50.94±0.79 lebih tinggi (P<0,05) daripada P2 (45.50±1.94) dan P0 (37.75±3.48). P1 memiliki MPU 52.92±0.61 lebih tinggi dengan P2 (47.38±1.47) dan P0 (40.49±3.47). Abnormalitas dan pH tidak ada perbedaan nyata (P?0,05). Disimpulkan bahwa pengencer suplementasi air buah lontar (P1) efektif untuk mempertahankan motilitas, viabilitas, Abnormalitas, MPU dan menjaga pH tetap stabil.

Page 1 of 2 | Total Record : 16