cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2008)" : 9 Documents clear
Kualitas Eksmecat dari Beberapa Spesies Cacing Tanah pada Tingkat Penyiraman dan Pengapuran yang Berbeda Bieng Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.43-48

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor selama sepuluh bulan mulai Januari 2000 hingga Mei 2001. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh taraf penyiraman air dan pengapuran terhadap kualitas eksmecat dari tiga spesies cacing tanah; Pheretima sp, E. foetida, dan L. rubellus. Data dari kualitas kasting tiga spesies cacing tanah; Pheretima sp, E. foetida, dan L. rubellus terhadap dua level pengapuran (0.2% dan 0.4%) dan dua tingkat penyiraman (10% dan 30%) berat media disajikan dalam bentuk analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kasting cacing tanah yang dipelihara selama 90 hari rata – rata adalah N 2.00%- 2.80%, P 0.54%-0.72%, K 1.13-1.65%,C 36.78%-41.36%,Ca 2.46%-3.71%,Mg 0.65%-0.78%,S 0.43%-0.56% dan rasio C/N 13.36-20.16Kata kunci: cacing tanah, kapur, penyiraman, eksmecat
Tepung Daun Indigofera sebagai Suplementasi Pakan Terhadap Produksi dan Warna Yolk Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Tris Akbarillah; Kususiyah Kususiyah; Desia Kaharuddin; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.20-23

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk mengetahui potensi tepung daun Indigofera sebagai campuran pakan puyuh dan pengaruhnya terhadap produksi dan kualitas/warna kuning telur (The Roche Yolk Colur Fan Score) pada Coturnix coturnix japonica. Dua ratus puyuh betina umur 5 minggu dikandangkan menjadi 40 petak masing masing petak 5 ekor, dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing masing perlakuan ada 8 ulangan. Susunan ransum untuk puyuh (sudah produksi) mengandung protein kasar 20% dan energi 2900 kkal/g (NRC, 1994).Perlakuannya adalah penggunan 0%;2,5%;5%;7,5% dan 10% tepung daun Indigofera . Variabel yang diamati ialah berat awal, konsumsi pakan,konversi pakan, bertelur pertama (dewasa kelamin), produksi telur, berat telur dan skor warna Yolk Data dianalisis dengan anova berdasarkan RAL (CRD). Bila ada perbedaan dilakukan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi pakan, bertelur pertama (dewasa kelamin), produksi telur dan berat telur,akan tetapi ada perbedaan pada skor warna Yolk (P<0,01). Penggunaan tepung daun Indigofera memperbaiki/menaikkan skor warna Yolk.Kata Kunci: indigofera, puyuh, produksi telur, warna yolk
Performans Pertumbuhan Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Putih dan Coklat Desia Kaharuddin; Kususiyah Kususiyah; Deva Deva
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.1-4

Abstract

ABSTRAKBeberapa peternak berasumsi bahwa puyuh putih tidak menguntungkan dan pemunculannya terbatas, sehingga untuk mendapatkan bibitnya agak sulit padahal apabila dipelihara dengan baik mungkin saja pertumbuhannya sama dengan yang coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans pertumbuhan puyuh putih dibandingkan dengan puyuh coklat. Penelitian ini menggunakan uji t untuk melihat performans puyuh putih dan coklat masing-masing 30 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan warna tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap performans pertumbuhan (konsumsi, berat badan, pertambahan berat badan dan konversi ransum). Disimpulkan bahwa performans pertumbuhan puyuh putih sama dengan puyuh coklat.Kata Kunci: Puyuh putih, puyuh coklat, performans, dan pertumbuhan
Performans Pertumbuhan Itik Talang Benih Jantan dan Betina yang Dipelihara secara Intensif Kususiyah Kususiah; Desia Kaharuddin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.5-9

Abstract

ABSTRAKItik Talang Benih sebagai salah satu plasma nutfah Provinsi Bengkulu perlu terus diteliti. Informasi mengenai ciri-ciri fisik Itik Talang Benih sudah cukup banyak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi performans pertumbuhan Itik Talang Benih jantan dan betina yang dipelihara secara intensif. Penelitian ini menggunakan anak itik umur sehari (DOD) Talang Benih sebanyak 50 ekor jantan dan 50 ekor betina yang dipelihara dalam . 5 petak kandang (10 ekor per kandang). Variabel yang diukur adalah berat DOD, berat badan, pertambahan berat badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat DOD dan konsumsi ransum itik Talang Benih jantan dan betina tidak berbeda nyata (T<t0.025), dengan rataan berat DOD 40,77 g. Konsumsi ransum Itik Talang Benih jantan umur 0-20 minggu sebesar 8641,55 g ekor-1; dan betinanya sebesar 8573,40 g ekor-1. Berat badan Itik Talang Benih jantan pada umur 20 minggu sebesar 1532,58 g; adalah nyata (T>t0,025) lebih tinggi dibanding berat betinanya yaitu 1377,64 g. Konversi ransum Itik Talang Benih jantan sebesar 5,91, nyata (T>t 0,025) lebih baik dibanding betinanya yaitu 6,41.Kata kunci: Itik Talang Benih, Performans Pertumbuhan
Pengaruh Beberapa Level Daging Itik Manila dan Tepung Sagu terhadap Komposisi Kimia dan Sifat Organoleptik Bakso Olfa Mega; Desia Kaharuddin; Kususiyah Kususiyah; Yosi Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.30-34

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa level daging itik Manila dan tepung sagu terhadap komposisi kimia dan sifat organoleptik bakso. Rancangan yang digunakan ádalah rancangan acak lengkap terdiri dari 5 perlakuan dan 22 ulangan. Perlakuannya ádalah P0 = 60 % daging sapi dan 40% tepung sagu (kontrol), P1 = 85% daging itik 15% tepung sagu, P2 = 75% daging itik 25% tepung sagu, P3 = 65% daging itik 35% tepung sagu dan P4 = 55% daging itik 45% tepung sagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan kadar protein bakso tetapi nyata (P<0.05) mempengaruhi kadar lemak bakso. Nilai rataan dari kadar air dan protein adalah 60,34% dan 10,19%. Kadar lemak P1 nyata lebih tinggi (2,83%) dibanding P2 (1,23%), P3 (1,19%) dan P4 (1,17%). Kadar lemak bakso kontrol (P0) yang menggunakan daging sapi 60% nyata lebih rendah dibanding bakso yang menggunakan daging itik Manila pada semua level. Tidak ada perbedaan sifat organoleptik (keempukan, bau, warna dan rasa) bakso daging itik manila dengan beberapa kombinasi level daging dan tepung sagu.Kata Kunci: Daging itik, tepung sagu, komposisi kimia, organoleptik, bakso
Scrotal circumference dan Hubungannya dengan Ukuran Tubuh Kambing Kacang pada Sistem Pemeliharaan yang Berbeda Dwatmadji Dwatmadji; Tatik Suteky; Edwar Efrianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.10-14

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ukuran lingkar skrotum pada Kambing Kacang umur 8, 12 dan 15 bulan serta hubungannya dengan ukuran tubuh. 114 ekor kambing Kacang jantan dibagi manjadi 3 kelompok, kelompok pertama terdiri dari 40 ekor , kelompok ke dua 37 ekor dan kelompok ke tiga 37 ekor. Masing-masing kelompok dibagi menjadi dua berdasarkan sistem pemeliharaannya (dikandangkan dan tidak dikandangkan). Variabel yang diamati adalah, lingkar skrotum, dan ukuran tubuh (berat badan, lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba). Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis dengan Anova dan diuji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkar skrotum kambing Kacang yang tidak dikandangkan nyata lebih besar (P<0,05) dibanding yang dikandangkan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada korelasi yang cukup tinggi antara lingkar skrotum dengan berat badan (r=0,76) , lingkar dada (r=0,77) dan panjang badan (0,56). Analisis regresi menunjukkan bahwa pada kambing Kacang umur 8 bulan, terdapat hubungan yang sangat nyata (P<0,001) antara berat badan dan lingkar skrotum, dengan persamaan y= 10,27 + 60 x (R = 0,57), hubungan tersebut menjadi melemah pada kambing Kacang umur 12 dan 15 bulanKata-kata kunci : lingkar skrotum, kambing kacang
Oligosaccharides, an Alternative to Antibiotics Growth Promotant: A Review Nurmeiliasari Nurmeiliasari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.15-19

Abstract

Meningkatnya permintaan masyarakat akan produk ternak unggas menyebabkan pesatnya pertumbuhan industri perunggasan. Dalam kurun waktu yang cukup panjang, penggunaan antibiotic sebagai zat “pemacu pertumbuhan”, telah umum dimanfaatkan oleh peternak dengan tujuan untuk memaksimalkan produksi dan menekan resiko penyakit pada unggas, serta untuk menekan biaya produksi. Adanya isu bakteri resistan yang terkandung dalam produk unggas menyebabkan konsumen menolakproduk unggas tersebut. Sebagai gantinya, kemudian digunakan prebiotik yang juga merupakan zat pemacu pertumbuhan. Namun prebiotik memiliki beberapa kelemahan yaitu antara lain ketersediaan,stabilitas dan dapat menyebabkan gangguan pada mikroflora saluran pencernaan. Beberapa hasil penelitian kemudian merekomendasikan pengunaan prebiotik oligosakarida, seperti fructooligosakarida,galactooligosakarida, mannan oligosakarida laktosukrosa, and xylooligosakarida, yang merupakan zat pemacu pertumbuhan yang aman digunakan dalam industri perunggasan. Kelompok oligosakarida inimerupakan zat pemacu pertumbuhan alternatif yang tepat digunakan untuk menggantikan antibiotic tanpa mengubah performans produksi unggas.Kata kunci: promotant pertumbuhan, antibiotik, oligosakarida, produk unggas yang aman.
Program Pencahayaan untuk Ayam Pedaging Johan Setianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.24-29

Abstract

ABSTRAKSeleksi genetik untuk kecepatan pertumbuhan ayam pedaging modern menghasilkan ayam pedaging dengan pertambahan berat badan yang sangat cepat. Pertumbuhan yang demikian pesat sering menimbulkan berbagai persoalan seperti perkembangan rangka, jantung, respirasi, respon imun, kemampuan hidup, efisiensi pakan, deposisi lemak, problem kaki, penyakit metabolik seperti sindrom mati mendadak dan ascites. Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting dalam kehidupan ayam. Cahaya mengontrol banyak proses fisiologi dan tingkah laku ayam. Cahaya menstimulasi sekresi beberapa hormon yang mengontrol pertumbuhan, kematangan dan reproduksi. Manajemen pencahayaan merupakan komponen penting dalam keberhasilan produksi ayam pedaging. Saat ini banyak perusahaan ayam pedaging yang menggunakan program pencahayaan sebagai bagian dari program produksi mereka. Intensitas dan lama pencahayaan merupakan faktor penting dalam produksi ayam pedaging. Program pencahayaan pada ayam pedaging sangat bervariasi, oleh karena itu produser ayam pedaging mesti mempertimbangkan beberapa faktor penting dalam membuat desain program pencahayaan.Kata kunci : Program pencahayaan, intensitas cahaya, lama cahaya, ayam pedaging
Evaluasi Penerapan Aspek Teknis Peternakan pada Usaha Peternakan Sapi Perah Sistem Individu dan Kelompok di Rejang Lebong Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.35-42

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan aspek teknis peternakan (reproduksi, makanan, dan pemeliharaan sehari-hari) pada usaha peternakan sapi perah sistim individu dan kelompok di kabupaten Rejang Lebong, propinsi Bengkulu. Metode yang digunakan adalah metode survai, jumlah responden usaha peternakan sapi perah sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 18 responden peternak sapi perah sistim pemeliharaan individu dan 12 responden peternak sapi perah sistim kelompok. Pengambilan responden secara purposive random sampling. Data hasil penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi susu pada usaha peternakan sapi perah untuk pemeliharaan sistim individu tidak berbeda dengan pemeliharaan sistim kelompok (6,75 vs. 6,80 kg). Tingkat penerapan aspek teknis pada usaha peternakan sapi perah sistim pemeliharaan individu lebih tinggi daripada usaha peternakan sapi perah sistim kelompok.Kata kunci : Sistem pemeliharaan individu, sistem kelompok, aspek teknis

Page 1 of 1 | Total Record : 9