cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Asesmen Cepat Potensi Komoditas Unggulan Peternakan Dataran Tinggi Pegunungan Arfak, Papua Barat D. A. Iyai; A. I. Sumule; M. Sagrim; M. Baransano
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.147 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.2.82-88

Abstract

Penyebaran ternak di Papua Barat khususnya dataran tinggi Pegunungan Arfak telah dilaksanakan sejak dahulu. Komoditi yang telah lama disebarkan adalah ayam kampung, dan babi. Namun saat ini beragam komodoti telah dikembangkan seiring dengan tuntutan ekonomi. Sejauhmana komoditi peternakan ini bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi wilayah, perlu ada kajian lanjut. Penelitian tentang potret potensi unggulan komoditas pertanian telah dilaksanakan pada Tahun 2015 pada bulan November sampai dengan Desember. Interview dilakukan kepada beberapa petani untuk memperoleh data dan informasi kaitan dengan usahataninya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga pelaku peternakan bervariasi dari 7-85%. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kerja masih relatif ada. Jumlah komoditi ternak yang diusahakan adalah sebanyak 6 komoditi yaitu sapi potong, kambing, babi, ayam lokal, itik dan itik manila. Nilai LQ>1 terbanyak didominasi oleh ayam kampung dan babi diikuti oleh sapi potong dan kambing. Lahan yang tersedia juga bervariasi dan dipengaruhi oleh topografi.  Kata kunci: potensi unggulan, location quotient, komoditi peternakan, dataran tinggi, Pegunungan Arfak.
Improved Nutrient Contents of Durio zibethinus Murr Peel Fermented with Pleurotus ostreatus and Its Addition in PUFA- Concentrate E. Sulistyowati; I. Badarina; H. Sucianti; R. Hartono; S. Mujiharjo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.857 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.9-16

Abstract

The objective of this research was to evaluate nutrient contents of Durio zibethinus Murr peel powder fermented with  Pleurotus ostreatus and its addition in PUFA- concentrate.  There were two experiments have been conducted.  First,  fermentation process with experimental design of completely randomized treatments, F2: 2 week fermentation, F4: 4 week fermentation, F6: 6 week fermentation, and F8: 8 week fermentation with 4 replications.  Second, incorporate the F8 Durio into PUFA- concentrate.  Variables evaluated were in first experiment were in vitro VFA, GE, NDF and ADF.  In second experiment were nutrient contents and fatty acid profile.  Results showed that Fermentation of Durio zibethinus Murr peel powder fermented with  Pleurotus ostreatus for  4-6 weeks seems to improve NDF, ADF, and GE ; while, fermentation for 8 weeks and incorporated into PUFA-concentrate could improve crude protein, ether extract and NDF, and lower ADF.  However, it decreased fatty acid profile of SCFA, MedCFA, LongCFA, MUFA, PUFA, unsaturated, saturated, P/S, and U/S. Key words: Durio zibethinus Murr peel powder, P. ostreatus, nutrients, fatty acid
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan dan Awal Pemberian Pakan terhadap Performa Ayam Buras Super E. Rahmawati; E. Suprijatna; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.916 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.152-164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi frekuensi pemberian pakan dengan awal pemberian pakan terhadap performa ayam buras super. Materi yang digunakan adalah 252 ekor anak ayam buras super unsex umur 1 hari dengan rata-rata bobot badan awal 37,88 ± 1,89 g (CV = 5,02%). Pakan yang digunakan adalah pakan komersial. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Split Plot Design dengan main plot yaitu 3 taraf frekuensi pemberian pakan (F1 = frekuensi pemberian pakan 1 kali, F2 = frekuensi pemberian pakan 2 kali, F3 = frekuensi pemberian pakan 3 kali) dan sub plot yaitu 3 taraf awal pemberian pakan (A1 = awal pemberian pakan pukul 04:00 WIB, A2 = awal pemberian pakan pukul 06:00 WIB, A3 = awal pemberian pakan pukul 08:00 WIB) dalam 4 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan, tiap unit percobaan terdiri dari 7 ekor ayam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji F pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi antara frekuensi pemberian pakan dengan awal pemberian pakan tidak nyata (p>0,05), demikin pula masing-masing perlakuan tidak menimbulkan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap performa ayam buras super, tetapi  jika dilihat dari keuntungan ekonomis berdasarkan selisih antara total penjualan dan biaya pakan, kombinasi perlakuan F3A1 (frekuensi pemberian pakan 3 kali dengan awal pemberian pakan pukul 04:00 WIB) menunjukkan hasil terbaik. Kata kunci : ayam buras super, performa, pemberian pakan, frekuensi, awal
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus) sebagai Feed Additive terhadap Persentase Karkas dan Giblet Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) R. Novita; B. Herlina; Marwanto Marwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.041 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.2.126-133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk dalam ransum terhadap berat karkas dan giblet burung puyuh. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah sebagai berikut : T0 (pakan kontrol), T1 (pakan komersil 99%+tepung daun kapuk 1%), T2 (pakan komersil 98%+tepung daun katuk 2%), T3 (pakan komersil 97%+tepung daun katuk 3%), T4 (pakan komersil 96%+tepung daun katuk 4%), T5 (pakan komersil 95%+tepung daun katuk 5%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penambahan tepung daun katuk berpengaruh tidak nyata terhadap persentase karkas dan giblet burung puyuh. Perlakuan T3 memiliki nilai yang tertinggi untuk semua perlakuan, sedangkan T1 memiliki nilai yang terendah untuk perlakuan berat kiblet serta T2 memiliki nilai yang terendah pada perlakuan berat karkas.Kata kunci: daun katuk, burung puyuh (Coturnix coturnix Japanica), berat karkas, giblet
Pengaruh Penggunaan Tepung Ampas Kecap pada Pakan Ayam Petelur Tua terhadap Kualitas Interior Telur dan Income Over Feed Cost (IOFC) D.U. Kusumaningrum; L. D. Mahfudz; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.551 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.13.1.36-42

Abstract

Ampas kecap merupakan limbah dari proses pembuatan kecap berbahan dasar kedelai yang mengalami proses fermentasi dan dapat digunakan sebagai pakan alternatif untuk ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung ampas kecap dengan level 10%, 12,5% dan 15% pada pakan terhadap kualitas interior telur. Materi yang digunakan adalah ayam petelur strain Lohman Brown sebanyak 200 ekor umur 80 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dan diulang 5 kali dan setiap ulangan berisi 10 ekor. Perlakuan adalah 4 level tepung ampas kecap yaitu T0 (pakan kontrol tanpa tepung ampas kecap), T1 (pakan dengan 10% tepung ampas kecap), T2 (pakan dengan 12,5% tepung ampas kecap) dan T3 (pakan dengan 15% tepung ampas kecap). Parameter yang diamati adalah Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung ampas kecap tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna kuning telur, indeks kuning telur dan bobot kuning telur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tepung ampas kecap pada taraf 15% belum mampu memperbaiki kualitas telur secara interior.Kata kunci : ampas kecap, kualitas interior telur, ayam petelur tua
Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Ayam Merawang (Gallus Gallus) terhadap Daya Tetas B. Herlina; T. Karyono; R. Novita; P. Novantoro
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.425 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.48-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur ayam merawang (Gallus gallus) terhadap daya tetas, yang meliputi ferlitilias, daya tetas, waktu tetas, berat tetas dan kematian emrio. Hasil pengamatan menggunakan analisis rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Keenam perlakuan dibedakan atas watu penyimpanan yaitu: P1: Lama Penyimpanan 1 hari, P2: Lama Penyimpanan 3 hari,  P3: Lama Penyimpanan 5 hari, P 4: Lama Penyimpanan 7 hari, P 5:  Lama Penyimpanan 9 hari, P6: Lama Penyimpanan 11 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan telur berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap fertilitas, daya tetas dan waktu tetas namun berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap berat tetas DOC.  Fertilitas tertinggi pada perlakuan P 5 (79,17%) dan terendah pada P 4 (62,50%). Persentase daya tetas tertinggi pada perlakuan P 5 (95,00) dan terendah pada P 6 (79,17). Waktu tetas tertinggi pada P 6 (20,30) dan terendah pada P 1 (19,95). Berat tetas tertinggi pada P 1 (37,50) dan terendah pada P 6 (27,63) dan persentase kematian embrio tertinggi pada P 6 ( 20,83) dan terendah pada P 4 dan P5 sebesar (5,00).  Disimpulkan bahwa pengaruh lama penyimpanan telur ayam merawang (Gallus gallus) terhadap daya tetas berpengaruh tidak nyata terhadap fertilitas, daya tetas dan waktu tatas dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat tetas DOC.Kata kunci: Lama penyimpanan, Telur ayam Merawang, Daya tetas.
Peningkatan Pendapatan Peternak Melalui Teknologi Integrasi Sapi-Sawit-Cacing Tanah Studi Kasus Di Desa Wonoharjo, Kecamatan Girimulya, Kabupaten Bengkulu Utara U. Santoso; Jarmuji Jarmuji; B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.185 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.12.3.335-340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendapatan petani pada usaha konvensional dan usaha integrasi sawit-sapi di Desa Wonoharjo Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu. Dua model usaha dibandingkan. Satu kelompok petani usaha konvensional dengan tidak mendapatkan tambahan teknologi (P1), dan satu kelompok petani mendapatkan tambahan teknologi berupa usaha integrasi sapi-sawit, dimana pelepah sawit digunakan 50% sebagai pengganti rumput, dedak ditambah sakura block dan pemanfaatan kotoran sapi sebagai media cacing tanah (P2).  Total biaya untuk P1 adalah Rp 4/610.000,- dan P2 Rp 8.344.750,- per tahun. Pendapatan untuk P1 adalah Rp 7/840.000,- dan untuk P2 adalah Rp 35.600.000,- per tahun. Pendapatan bersih untuk P1 adalah Rp 269.166,67,- per bulan dan untuk P2 adalah Rp 2.271.271,- per bulan. Dapat disimpulkan bahwa usaha terintegrasi meningkatkan pendapatan petani sebesar 2.002.104,33/bulan jika dibandingkan dengan usaha konvensional..Kata kunci: Integrasi sawit sapi, cacing tanah, vermikompos
Pengaruh Suplementasi Karbohidrat Mudah Larut yang Berbeda dalam Pakan Berbasis Jerami Padi Amoniasi terhadap Degradabilitas Ruminal In Vitro I. P. Sari; L. K. Nuswantara; J. Achmadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.032 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.161-170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji degradabilitas ruminal secara in vitro pada pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi (ARBS) dengan suplementasi kabrohidrat mudah larut yang berbeda. Dua pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi yang ditambahkan dengan tepung bonggol pisang (BTRB) atau molases (SGM) sebagai sumber readily available carbohydrate (RAC). Pakan disusun dengan isoprotein (12% PK) dan isoenergi (60% TDN). Degradabilitas ruminal secara in vitro dilakukan dengan menggunakan cairan rumen kambing. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu produksi protein mikrobia, degradabilitas bahan kering dan bahan organik, dan pH rumen. Pakan berbasis jerami padi amoniasi (ARBS) memiliki produksi protein mikrobia yang sama ketika ditambahkan dengan tepung bonggol pisang (BTRB) atau molases (SGM). Degradabilitas Bahan kering dan bahan organik secara in vitro pada pakan komplit berbasis jerami padi amoniasi tidak terpengaruh oleh suplementasi RAC yang berbeda. Suplementasi RAC yang berbeda tidak mengubah pH rumen. Dapat disimpulkan bahwa tepung bonggol pisang dan molases memiliki kesamaan sebagai sumber RAC pada pakan komplit, sehingga tepung bonggol pisang dapat menggantikan molasses pada pakan komplit.Kata kunci: Jerami padi, molases, tepung bonggol pisang, pakan, in vitro.
Pemanfaatan Senyawa Metabolit Sekunder Tanaman (Tanin dan Saponin) dalam Mengurangi Emisi Metan Ternak Ruminansia N. Hidayah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.687 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.2.89-98

Abstract

Peternakan ruminansia merupakan sektor yang sangat penting dalam menyediakan sumber protein hewani. Namun seiring perkembangannya mendapat beberapa kendala terkait dengan produksi metan dari ternak ruminansia yang berdampak negatifbagi penurunan produktivitas ternak dan lingkungan (akumulasi gas rumah kaca yang berdampak pada pemanasan global). Salah satu upaya dalam menurunkan produksi metan ternakruminansia yaitu dengan menggunakan senyawa metabolis sekunder dari tanaman berupa tanin dan saponin. Banyak penelitian yang sudah dilakukan dengan memanfaatkan senyawa metabolit ini. Sehingga tulisan ini bertujuan untuk mereview tentang hasil berbagai penelitian terkait pemanfaatan senyawa bioaktif tanaman (tanin dan saponin) terhadap produksi metan ternak ruminansia. Dari hasil review beberapa jurnal penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa bioaktif tanin dan saponin dapat dimanfaatkan dalam rangka menurunkan emisi metan, meningkatkan efisiensi pakan serta aman bagi ternak dan lingkungan. Penambahan tanin dan saponin secara in vitro dan in vivo memberikan respon yang berbeda-beda terhadap produksi metan. Hal ini terkait dengan kandungan, level serta bentuk tanin dan saponin yang diberikan. Penambahan tanin dan saponin pada dosis yang optimal mampu menurunkan produksi metan, populasi metanogan dan populasi protozoa, serta meningkatkan produksi VFA total dan parsial (terutama propionat), populasi bakteri rumen dan tidak mengganggu kecernaan bahan pakan. Kata kunci : metan, ruminansia, saponin, tanin
Pengaruh Pembatasan Pakan terhadap Performa dan Lemak Abdominal pada Ayam Broiler Jantan U. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.692 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.17-22

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pembatasan pakan di awal pertumbuhan terhadap performa ayam broiler jantan. Pada umur 5 hari, 280 ekor broiler jantan dibagi ke dalam 7 kelompok dimana untuk setiap kelompok perlakuan berisi 40 ekor broiler jantan. Satu kelompok broiler diberi pakan bebas (kontrol) dan 6 kelompok perlakuan lainnya diberi pakan 75% ad libitum selama 5, 10 dan 15 hari, atau 50% ad libitum selama 5, 10 atau 15 hari. Setelah periode pembatasan pakan berakhir broiler  diberi pakan ad libitum sampai umur 56 hari. Pada umur 42 dan 49 hari, broiler yang dibatasi pakannya mempunyai berat badan yang sangat nyata lebih rendah pada broiler yang diberi pakan 50% selama 10 atau 15 hari jika dibandingkan dengan kontrol. Pada umur 56 hari, semua broiler yang dibatasi pakannya mempunyai berat badan yang sebanding dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat lemak abdominal pada umur 27 dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pakan cenderung menurunkan konsumsi pakan dari umur 5-27 hari, tetapi cenderung meningkatkan konsumsi pakan dari umur 28-56 hari. Pembatasan pakan cenderung menurunkan konversi pakan pada umur 56 hari. Dapat disimpulkan bahwa pembatasan pakan di awal pertumbuhan menunjukkan compensatory growth dengan efiensi pakan yang lebih baik tanpa menurunkan deposisi lemak abdomen.Kata kunci: pembatasan pakan, compensatory growth, lemak abdomen, broiler jantan.