cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Penggunaan Solid Substrate Pleurotus ostreatus Berbasis Kulit Buah Kopi terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ternak Kambing Kacang yang Menderita Kecacingan Gastrointestinal F. M. Aritonang; I. Badarina; E. Sulistyowati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.049 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.2.108-117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik ransum yang disuplementasi kulit buah kopi yang telah difermentasi oleh jamur Pleurotus ostreatus pada ternak kambing yang menderita kecacingan gastrointestinal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan; P0 =Ternak mendapat ransum basal tanpa suplemen kulit buah kopi yang telah difermentasi P.ostreatus dan tidak disuntik obat cacing sintesis, P1=Ternak mendapat ransum basal dan disuntik obat cacing sintetis, P2= Ternak mendapat ransum basal dan kulit buah kopi yang telah difermentasi tanpa disuntik obat cacing. Hasil penelitian Berdasarkan analisis keragaman bahwa perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05%) terhadap konsumsi bahan kering. Semua data yang diperoleh dari penelitian dianalisis keragamannya dengan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05%) terhadap konsumsi ransum yaitu dengan P0 0,53 (kg/ekor/hari), P1 0,56 (kg/ekor/hari) dan P3 0,54 (kg/ekor/hari), pada kecernaan bahan kering. ransum yaitu dengan P0 80,88%, P1 82,35%  dan P2 80,33%, pada konsumsi bahan organik yaitu P0 0,33 (kg/ekor/hari), P1 0,36 (kg/ekor/hari) dan 0,33 (kg/ekor/hari) dan terhadap kecernaan bahan organik ransum yaitu dengan P0 85,67%, P1 85,35% dan P2 85,98%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa solid subtrate pleurotus ostreatus berbasis kulit buah kopi memberikan pengaruh tidak nyata terhadap konsumsi  BK , konsumsi BO, Kecernaan BK dan bahan BO pada ternak kambing kacang yang mengalami kecacingan gastrointestinal. Kata Kunci: Pleurotus ostreatus, Kulit buah kopi, Kambing Kacang, Kecacingan, Gastrointestinal.
Pengaruh Sanitasi dengan Metode Pengelapan pada Penetasan Telur Itik Menggunakan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Daya Tetas dan Mortalitas Embrio D. Septiani; H. Prakoso; Warnoto Warnoto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.958 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.31-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pengelapan menggunakan ekstrak daun sirih sebagai bahan sanitasi telur itik terhadap persentase daya tetas. Penelitian dilakukan di kediaman Bapak Wawan Junaidi, Desa Watas Marga Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong, pada tanggal 10 September – 9 Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) lima perlakuan dengan empat ulangan.perlakuan tersebut adalah P0 (alkohol), P1 (daun sirih 100 gram + 900 gram air), P2 (daun sirih 200 gram + 800 gram air), P3 (daun sirih 300 gram + 700 gram air), dan P4 (daun sirih 400 gram + 600 gram air). Variabel dianalisis dengan menggunakan sidik ragam ANOVA, bila sidik ragam menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Variabel yang diukur adalah daya tetas dan mortalitas embrio. Berdasarkan hasil analisis statistik yang diperoleh bahwa tingkat dosis penggunaan ekstrak daun sirih sampai dengan 400 gram berpengaruh nyata terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Persentase daya tetas tertinggi (97,22%) sampai dengan persentase mortalitas terendah (2,78%) dihasilkan dari perlakuan P1. Ekstrak daun sirih dapat digunakan sebagai bahan sanitasi kerabang telur dengan metode pengelapan dengan dosis 100 gram karena dapat menaikan daya tetas sebesar 16,46%. Kata Kunci : daya tetas, ekstrak daun sirih, mortalitas embrio, pengelapan
Pengaruh Pemberian Tepung Buah Mengkudu terhadap Kadar Kolesterol Telur U. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.528 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.2.75-81

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung mengkudu terhadap kadar kolesterol telur pada ayam petelur strain RIR. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini. Ayam petelur umur 72 minggu strain RIR dikelompokkan ke dalam 5 perlakuan sebagai berikut. 1) Ayam petelur diberi pakan mengandung  0% tepung buah mengkudu (P0); 2)  Ayam petelur diberi pakan mengandung 0.75% tepung buah mengkudu (P1);  3) Ayam petelur diberi pakan mengandung 1.5%  tepung buah mengkudu (P2); 4) Ayam petelur diberi pakan mengandung  2.25% tepung buah mengkudu (P3); dan 5)  Ayam petelur  diberi pakan mengandung  3% tepung buah mengkudu (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung mengkudu berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap kadar telur kolesterol. Dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung mengkudu sebanyak 1,5-3% menurunkan kadar kolesterol telur. Kata kunci: Buah mengkudu, kolesterol, telur, ayam petelur strain RIR
Identifikasi Sifat Fungsional dari Daun Jati, Kelor dan Kayu Manis dan Potensinya sebagai Sumber Antioksidan pada Edible Film A.A Oka; K.A. Wiyana; I.M. Sugitha; I.N.S. Miwada
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.913 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.1-8

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sifat fungsional pada daun local jenis jati, kelor dan kayu manis dan mengevaluasi kemampuannya sebagai sumber antioksidan pada edible film berbasis gelatin dari kulit kaki ayam broiler. Metode penelitian dilakukan secara deskripsi dan pengujian kualitas edible dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor pertama yakni konsentrasi ekstrak daun lokal (0; 5; 10; 15 dan 20%) dan jenis daun lokal (Jati/J; Kelor/K dan Kayumanis/T). Hasil uji GC-MS (Gas Chromatography – Mass Spectrometry) menunjukkan bahwa kromatogram fraksi heksana terdeteksi 8 puncak pada daun jati dengan waktu retensi 3,057 menit sampai dengan 19,122 menit. Sementara pada kromatogram fraksi heksana pada daun kelor juga terdeteksi 8 puncak dengan waktu retensi antara 3,063 menit - 19,123 menit. Hasil kromatogram daun kayu manis dihasilkan 6 puncak dengan waktu retensi 11,011 menit – 19,353 menit. Secara keseluruhan jenis senyawa aktif dominan yang ditemukan pada ketiga jenis daun lokal tersebut adalah jenis fenol. Penambahan konsentrasi ekstrak daun local pada pembuatan edible film berbasis gelatin kulit kaki ayam broiler menunjukkan bahwa pH edible film pada konsentrasi 15-20 % paling tinggi dibandingkan dengan 5-10% namun lebih rendah dari pada kontrol. Kandungan protein edible berkisar antara 85,12-85,45% dan penambahan bahan antioksidan dari jenis daun lokal (jati, kayu manis dan kelor) meningkat pada penambahan 5% namun kemudian cenderung menurun jika prosentasenya ditingkatkan. Peningkatan konsentrasi ekstrak daun local cenderung meningkatkan kandungan fenol edible yang dihasilkan. Kesimpulan penelitian ini bahwa simplisia daun lokal memiliki sifat antioksidan dengan karakteristik berbeda baik pada  daun jati, kelor dan kayu manis. Kandungan sifat antioksidan tertinggi ditemukan pada daun kayu manis, diikuti daun kelor dan terendah  pada daun jati. Hasil uji GC-MS dibuktikan kandungan antioksidnnya dominan jenis fenol. Tahap formulasi ekstrak daun lokal ini dengan gelatin dari kulit ceker ayam broiler dihasilkan edible film dengan karakteristik berbeda, dan penambahan 15% ekstrak daun local dan diinteraksikan dengan gelatin dari kulit kaki ayam broiler menghasilkan edible film terbaik. Kata Kunci : edible film, kulit kaki broiler, antioksidan
Tingkat Kesukaan dan Analisis Ekonomi Produk Olahan Susu Spesifik Lokasi E. Sulistyowati; s. Mujiharjo; B.S. Priyono; E. Haryanti; Sistanto Sistanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.09 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.2.118-125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesukaan dan analisis ekonomi produk susu olahan yang spesifik lokasi.  Berdasarkan skoring warna, rasa dan tekstur pada yogurt susu sapi perah- stroberi 2% adalah yang paling disukai.  Yogurt susu kambing dengan penambahan  15% Durio zibethinus yang lebih disukai.  Adapun penilaian dengan skor relatif tinggi terdapat pada es krim susu sapi perah dengan penambahan tepung biji durian sebanyak 0,9%. Biaya produksi yogurt susu sapi perah denga buah stroberi per bungkus 100 ml adalah Rp. 2470, harga jual per bungkus Rp 3000, margin per l susu adalah Rp. 5300. Biaya produksi yogurt susu kambing perah perah dengan durian per bungkus 100 ml adalah Rp. 2870, harga jual per bungkus Rp 3500, margin per l susu adalah Rp. 6300. Kata kunci: Durian, susu, stroberi, yogurt, es krim
Pemberian Kecambah Kacang Hijau (Tauge) terhadap Kualitas Fisik dan Uji Organoleptik Bakso Ayam O. Hairunnisa; E. Sulistyowati; D. Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.113 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.39-47

Abstract

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan taraf pemberian tauge 0 (P0), 2,5% (P1), 5 % (P2), 7,5 % (P3) dari berat daging. Data yang diamati adalah susut masak, daya mengikat air (DMA), pH, dan sifat organoleptik bakso daging ayam. Data dianalisis dengan  sidik ragam (ANOVA) perbedaan yang terjadi dilakukan uji lanjut dengan Ortoghonal polynomial. Hasil analisis ragam menunjukkan penambahan tauge berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak bakso daging ayam. Rataan susut masak terendah pada P3 sebesar 2,53 ini menunjukkan bahwa penambahan tauge sebesar 7,5% dari bahan daging memiliki nilai susut masak paling bagus. Nilai daya mengkikat air (DMA) P1 berbeda dengan P0, P2 dan P3, daya mengikat air (DMA) tertinggi pada P1 1,48 sedangkan yang terendah pada P0 dengan nilai 1,08. Kisaran rataan nilai pH bakso  yaitu 5,15-5,70. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tauge berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bau, rasa, warna, tekstur dan penilaian umun bakso daging ayam. Kesimpulan adalah penambahan tauge antara 5-7,5% dapat memperbaiki kualitas fisik, daya mengikat air (DMA), susut masak, dan pH bakso daging ayam. Kata kunci : Bakso, Tauge, Susut masak, daya mengikat air (DMA), pH, Organoleptik
Pengaruh Lama Penyimpanan Ampas Kelapa yang Diberi Ekstrak Daun Kersen (Muntingiaca labura L.) dalam Kemasan Karung Blacu terhadap Kualitas Fisik Organoleptik R. A. Pertiwi; R. I. Pujaningsih; S. Mukodiningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.368-379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji pengaruh lama penyimpanan tarhadap kualitas fisik organoleptik ampas kelapa yang diberi ekstrak daun kersen. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Ampas kelapa diberi perlakuan yaitu A0 (tanpa pemberian ekstrak daun kersen), A1 (dengan pemberian ekstrak daun kersen) pemberian ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w) dan diberi perlakuan lama penyimpanan yang berbeda, masing-masing T0 (lama penyimpanan minggu ke -0), T1 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 × 3 dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati yaitu uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan pemberian ekstrak daun kersen pada ampas kelapa berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada ampas kelapa  mampu menekan terjadinya penurunan kualitas organoleptik yang meliputi tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur selama penyimpanan.
PENGGUNAAN LIMBAH CAIR PEMINDANGAN IKAN DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS KIMIAWI DAGING ITIK MOJOSARI-PEKING A. Fahrizal; L. D. Mahfudz; E. Suprijatna
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.424-430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji pengaruh lama penyimpanan tarhadap kualitas fisik organoleptik ampas kelapa yang diberi ekstrak daun kersen. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Ampas kelapa diberi perlakuan yaitu A0 (tanpa pemberian ekstrak daun kersen), A1 (dengan pemberian ekstrak daun kersen) pemberian ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w) dan diberi perlakuan lama penyimpanan yang berbeda, masing-masing T0 (lama penyimpanan minggu ke -0), T1 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 × 3 dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati yaitu uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan pemberian ekstrak daun kersen pada ampas kelapa berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap uji organoleptik yang terdiri dari tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada ampas kelapa  mampu menekan terjadinya penurunan kualitas organoleptik yang meliputi tekstur, warna, aroma dan ada tidaknya jamur selama penyimpanan.
Analisis Usaha Pemberian Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Pedaging terhadap Persentase Berat Karkas R. F. Syam; K. Soepranianondo; W. P. Lokapirnasari; Soeharsono Soeharsono; S. Hidanah; Ardianto Ardianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.338-344

Abstract

Peternakan merupakan subsektor pertanian yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani yang semakin meningkat. Bakteri, virus, parasit, jamur, lingkungan dan kekurangan nutrisi merupakan penyebab rentannya peternakan ayam pedaging terserang penyakit. Penggunaan antibiotik merupakan salah satu cara pengobatan dan pencegahan penyakit, namun pemberian antibiotik yang tidak tepat dosis dapat menimbulkan residu antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis usaha ayam pedaging yang diberi bakteri asam laktat terhadap peningkatan persentase berat karkas. Terdiri dari 300 ekor DOC yang diacak kedalam tiga kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 100 ekor. Perlakuan terdiri dari P0 (Pakan komersial dan air minum), P1 (Pakan komersial dan air minum + BAL 106 CFU/ml), dan P3 (pakan komersial dan air minum + BAL 108 CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAL pada air minum belum mampu meningkatkan persentase berat karkas dan menurunkan persentase lemak abdominal, namun layak untuk dilakukan karena masih memberikan keuntungan. 
Identifikasi Peternakan Kambing Lokal Ditinjau dari Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan R. Pakpahan; D. Pane
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.332-337

Abstract

Peternakan kambing rakyat sedang dikembangkan dalam kawasan melalui seleksi natural atau alami. Penelitian bertujuan meningkatkan produktivitas berbasis peternakan rakyat, untuk mengidentifikasi peternakan kambing lokal ditinjau dari village breeding center (VBC). Penelitian di Kecamatan Sayurmatinggi kabupaten Tapanuli Selatan bulan Mei sampai Juli 2019. Metode penelitian menggunakan survei dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria peternak memiliki 2-3 ekor. Terdapat di desa Silaiya, Tolang jae, Bange, Silaiya Tanjung Leuk dan Bulu Gading. Analisa data secara statistik deskriptif dengan pengelompokan, serta penyajian data tabel distribusi frekuensi dan skala likert. Analisis statistik menggunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan keeratan hubungan antara karakteristik melalui pendidikan dan pengalaman adalah lemah, sedangkan peningkatan kualitas bibit melalui pakan, kelompok (kerjasama peternak), konstruksi kandang dan inovasi adalah lemah, karena nilai rs kurang dari 0,20. Perlunya peningkatan sumberdaya manusia melalui bimbingan dan penyuluhan, upaya pemerintah melindungi peternakan kambing lokal.