cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Penambahan Tepung Daun Salam dalam Ransum terhadap Konsumsi Ransum, Bobot Potong, Bobot Karkas dan Organ Dalam Ayam Kampung Super Betty Herlina; W. Ibrahim
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.074 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.259-264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penambahan Tepung Daun Salam Dalam Ransum Terhadap Konsumsi Ransum, Bobot Potong Dan Bobot Karkas Ayam Kampung Super. Penelitian ini menggunakan DOC ayam kampung super . Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. (R0)  Pakan komersil BR1 tanpa tepung daun salam (R1) Pakan komersil BR1 + 1% tepung daun salam, (R2) Pakan komersil BR1 + 3% tepung daun salam, (R3)  Pakan komersil BR1 + 6% tepung daun salam, (R4)  Pakan komersil BR1 + 9% tepung daun salam, (R5) Pakan komersil BR1 + 12% tepung daun salam. Pengamatan meliputi konsumsi ransum, bobot potong, bobot karkas dan organ dalam ayam kampung super. apabila terjadi  Pengaruh yang nyata pada peubah yang diamati maka di lanjutkan dengan uji Duncan. Data yang didapatkan dari setiap pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) menggunaka software SPSS 16.0. Disimpulkan bahwa penambahan tepung daun salam ransum dalam ransum dapat digunakan sampai taraf 12% tidak  mempengaruhi konsumsi ransum, bobot potong, bobot karkas dan organ dalam ayam kampung super.
Pengaruh Pemberian Tempe Dedak Terhadap Performa Ayam Broiler Isa Nur Fitriyani; Urip Santoso; Tris Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.133 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.246-251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tempe dedak terhadap performa ayam broiler. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kelompok perlakuan yang terdiri 4 ulangan pada setiap perlakuan. Setiap ulanganberisi 4 ekor ayam broiler. Adapun ke 5 perlakuan itu adalah sebagai berikut: 1) Broiler diberi pakan yang mengandung dedak sebagai kontrol (P0); 2)  broiler diberi pakan mengandung 5% tempe dedak (P1); 3) broiler diberi pakan mengandung 8% tempe dedak (P2); 4) broiler diberi pakan mengandung 11% tempe dedak (P3) dan; 4) broiler diberi pakan mengandung 14% tempe dedak (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tempe dedak berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konversi pakan pada ayam broiler. Dapat disimpulkan bahwa tempe dedak dapat diberikan pada pakan broiler sampai dengan 14%.
Status Mikrobiologi Tepung Ikan Rucah yang Diberi Ekstrak Daun Kersen sebagai Antibakteri pada Berbagai Lama Penyimpanan Tito Maulana Akbar; Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon; Retno Iswarin Pujaningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.493 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.312-318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kualitas tepung ikan rucah yang diberi ekstrak daun kersen secara mikrobiologi pada berbagai lama penyimpanan. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Tepung ikan rucah ditambahkan ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w),  diberi perlakuan lama penyimpanan masing-masing T0 (lama penyimpanan minggu ke -0), T1 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan.  Parameter yang diamati adalah total bakteri, bakteri Gram +/- dan identifikasi Escherichia coli dan Salmonella sp. secara kualitatif.  Perlakuan lama penyimpanan berbeda nyata (P < 0,05) terhadap total bakteri, namun tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap bakteri Gram +/-.  Secara kualitatif, tidak ditemukan bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada sampel yang digunakan. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada tepung ikan rucah  mampu mengurangi jumlah total bakteri, menekan bakteri Gram negatif, Escherichia coli dan Salmonella sp. selama penyimpanan.
Pengaruh Perbedaan Metode Pengolahan dan Level Pemberian Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Kualitas Organoleptik Tepung Ikan Rucah Ade Novia Anggriani; Retno Iswarin Pujaningsih; Sri Sumarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.372 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.282-291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara perbedaan metode pengolahan dan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap kualitas organoleptik tepung ikan rucah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x2 dengan 4 ulangan. Parameter yang diukur yaitu uji organoleptik meliputi tekstur, warna, aroma dan jamur. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi antara perbedaan metode pengolahan dan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap tekstur, warna, aroma dan keberadaan jamur pada tepung ikan rucah. Perbedaan metode pengolahan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan rataan skor tekstur tepung ikan rucah, tetapi tidak berpengaruh nyata pada warna, aroma dan keberadaan jamur pada tepung ikan rucah. Perbedaan level pemberian ekstrak daun kersen berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan rataan skor warna dan aroma tepung ikan rucah. Disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi kombinasi perlakuan antara perbedaan metode pengolahan dengan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap kualitas organoleptik tepung ikan rucah. Perlakuan pengukusan meningkatkan skor tekstur tepung ikan rucah dan pemberian ekstrak daun kersen menurunkan skor warna dan aroma tepung ikan rucah. Perlakuan terbaik yaitu metode pengukusan pada pembuatan tepung ikan rucah menghasilkan kualitas organoleptik dengan tekstur tidak menggumpal, cukup kering, halus, berwarna cokelat cerah, memiliki aroma spesifik tepung ikan, dan tidak terdapat jamur.
Pengaruh Penambahan Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifiolia) Dalam Air Minum Terhadap Tampilan Karkas Ayam Broiler Aditya Rakhmansyah; Warsono Sarengat; Teysar Adi Sarjana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.747 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.292-297

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh penambah air perasan jeruk nipis terhadap tampilan karkas ayam broiler. Materi yang digunakan yaitu 90 ekor day old chick (DOC) broiler dengan bobot rata-rata sebesar 38±0,1g. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dengan 6 ulangan. Perlakuan mulai diterapkan pada umur 21 hari. air minum ayam broiler terdiri dari T0 (air minum tanpa tambahan perasan jeruk nipis), T1 (air minum yang ditambah 0,5% perasan jeruk nipis), dan T2 (air minum yang ditambah 1% perasan jeruk nipis). Parameter yang diukur bobot potong, persentase karkas, potongan komersial dan lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perasan jeruk nipis sampai 1% dalam air minum tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tampilan karkas meliputi bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas namun mampu menurukan persentase lemak abdominal secara signifikan pada penambahan 1%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan air perasan jeruk nipis pada level 1% mampu menurunkan lemak abdominal tanpa mempengaruhi tampilan karkasnya.Kata kunci: jeruk nipis, broiler, tampilan karkas, lemak abdominal
Beternak Sapi: Sumber Pendapatan Alternatif pada Saat Kelapa Sawit Replanting Latifa Siswati; Rini Nizar; Enny Insusanty
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.371 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.319-323

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menemukan Sumber pendapatan petani saat  kelapa sawit replanting dengan memelihara ternak sapi   agar rumahtangga petani  masih memperoleh sumber pendapatan selama masa kelapa sawit replanting. Metode penelitian menggunakan metode survey,pengambilan sampel secara purposive sampling yang dijadikan sampel adalah petani yang memelihara ternak sapi saat kelapa sawit replanting. Data yang diperlukan dengan  mengunakan dataprimer dan sekunder untuk memperoleh pandapatan  usaha ternak sapi. Data primer diperoleh langsung dari petani dan data sekunder diperoleh dari instansi dan dinas terkait dengan penelitian ini. Analisa data dilakukan dengan menghitung pendapatan dan BCR. Hasil peneitian diperoleh pendapatan dari ternak sapi sebesar Rp. 4.122.245,-/bulan dengan BCR sebesar 1,3. Dari hasil penelitian ini usaha ternak sapi saat kelapa sawit replanting layak untuk dilakukan karena BCR yang diperoleh lebih besar dari satu.
Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Kambing Peranakan Etawa Jantan yang diberi Pakan Fermentasi Ampas Tahu dan Bungkil Inti Sawit dengan Imbangan yang Berbeda Ghina Yulianti; Dwatmadji Dwatmadji; Tatik Suteky
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.642 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.272-281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan protein kasar dan serat kasar kambing Peranakan Etawa jantan yang diberi pakan fermentasi ampas tahu dan bungkil inti sawit dengan imbangan yang berbeda. Penelitian ini dilaksankanpada bulan Oktober-November 2018 di Kelurahan Babatan, Sukaraja, Seluma, Provinsi Bengkulu. Rancangan penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 : Ampas Tahu 45% + Bungkil Inti Sawit 0%, P1 : Ampas Tahu 40% + Bungkil Inti Sawit 5%, P2 : Ampas Tahu 35% + Bungkil Inti Sawit 10%, P3 : Ampas Tahu 30% + Bungkil Inti Sawit 15%. Variabel yang diamati : konsumsi dan kecernaan protein kasar, konsumsi dan kecernaan serat kasar, konsumsi air minum dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi ampas tahu dan bungkil inti sawit berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein kasar dengan P0 (70,1%), P1 (70,5%), P2 (72,0%) dan P3 (69,8%). Perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan serat kasar dengan P0 (49,3%), P1 (49,6%), P2 (52,3%) dan P3 (30,1%). Kesimpulan bahwa perlakuan meningkatkan kecernaan serat kasar dan tidak meningkatkan kecernaan protein kasar. Namun memberikan kecernaan protein kasar yang lebih baik dengan level pemberian ampas tahu 35% dan bungkil inti sawit sebesar 10%.
Kajian Fenotip dan Genetik Performa Pertumbuhan dari Persilangan Ayam Lokal dengan Ayam Ras Petelur Isa Brown Yunindah Lestari Lapihu; Franky M.S. Telupere; Heru Sutedjo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.862 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.298-305

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang selama 3 (tiga) bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan dan besarnya nilai heritabilitas dari kelompok ayam hasil persilangan, antara ayam pejantan lokal dan ayam betina ras petelur jenis Isa Brown. Metode percobaan eksperimental merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan yang berupa tiga jenis ayam jantan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah Saras = Sabu >< Isa Brown, Bakoras = Bangkok >< Isa Brown, Leguras = Leher Gundul >< Isa Brown. Variabel yang diukur antara bobot tetas, bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum, bobot karkas, persentase lemak abdominal dan nilai heritabilitas dari parameter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ayam hasil persilangan menunjukkan performa pertumbuhan yang sangat baik dan ada indikasi terjadinya efek heterosis. Nilai heritabilitas tertinggi terdapat pada parameter bobot karkas dan bobot tetas. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa performa pertumbuhan terbaik terdapat pada kelompok persilangan dengan pejantan Bangkok. 
Pemanfaatan Protein pada Ayam Broiler yang Diberi Ransum Menggunakan Kalsium Mikropartikel Cangkang Telur dengan Suplementasi Asam Sitrat Hudhaya Eka Santia; Nyoman Suthama; Bambang Sukamto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.105 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.252-258

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan kalsium organik mikropartikel dari cangkang telur dalam ransum dengan tambahan asam sitrat sebagai acidifier terhadap kecernaan protein, massa kalsium dan massa protein daging pada ayam broiler. Ternak yang digunakan adalah ayam broiler strain Cobb umur 15 hari sebanyak 160 ekor dengan bobot badan 413.10±11.85g. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan setiap perlakuan masing-masing 8 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (ransum kontrol), T1 (ransum dengan protein 18%), T2 (ransum dengan protein 18% menggunakan Ca mikropartikel), T3 (ransum dengan protein 18% + asam sitrat 1,2%), dan T4 (ransum dengan protein 18% menggunakan Ca mikropartikel + asam sitrat 1,2%). Parameter yang diamati adalah kecernaan protein, massa kalsium (Ca) daging, dan massa protein daging. Data diolah statistik dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ransum 18% protein dengan penggunaan kalsium organik mikropartikel dan tambahan asam sitrat (T4) nyata (P<0,05) meningkatkan kecernaan protein dan massa protein daging dengan nilai tertinggi masing-masing 89.43% dan 46.37g, tetapi massa Ca daging paling tinggi pada perlakuan ransum kontrol (T0) (9.76g). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan protein ransum dapat dikategorikan efektif  pada broiler yang diberi 18% protein ransum menggunakan kalsium organik mikropartikel dengan suplementasi asam sitrat sebagai acidifier.
Pengaruh Pemberian Fermentasi Tepung Kulit Pisang Jantan dengan Menggunakan Neurospora crassa terhadap Deposisi Lemak Ayam Broiler M. Dorisandi; L. Saputro; S. H. Jatmiko; Y. Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.652 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.12.3.325-334

Abstract

Penelitian ini menggunakan ayam broiler sebanyak 80 ekor. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan kandang, pembuatan fermentasi tepung kulit pisang jantan, pemeliharaan ayam selama 36 hari, dan pemotongan. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang setiap ulangan terdapat 4 ekor ayam broiler. Perlakuan tersebut yaitu, PO: kontrol, P1: 2,5%, fermentasi tepung kulit pisang, P2: 5% fermentasi tepung kulit pisang, P3= 7,5% fermentasi tepung kulit pisang, P4: 10% fermentasi tepung kulit pisang. Paramater yang akan diukur pada penelitian ini adalah konsumsi ransum, berat badan, persentase berat karkas, perlemakan (persentase lemak abdomen, persentase lemak gizzard, persentase lemak penggantung usus, persentase lemak leher, persentase lemak paha, dan persentase organ dalam). Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian tepung kulit pisang fermentasi (KPF) dengan menggunakan Neurospora crassa tidak menurunkan berat badan tetapi mengurangi lemak abdomen, lemak gizzard, lemak leher, lemak penggantung usus, lemak paha hingga level 10 %. Kata kunci: Kulit pisang, deposisi lemak, ayam broiler, Neurospora crassa