cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Efektivitas Penambahan Tepung Temulawak dalam Ransum sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Ayam Kampung Super A. D. Anggraini; W. Widodo; I. D. Rahayu; A. Sutanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.222-227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan temulawak dalam pakan terhadap produktivitas ayam kampung super. Penelitian dilaksanakan selama 56 hari menggunakan 100 ekor ayam kampung super. Perlakuan yang diberikan berupa: pakan basal (P1); P1 + temulawak 0,33% (P2); P1 + temulawak 0,67% (P3); P1 + lempuyang 1% (P4). Data yang diperoleh dianalisis variasi Rancangan Acak Lengkap pola searah. Perbedaan antar perlakuan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung temulawak tidak mempengaruhi nilai konsumsi pakan, FCR dan efisiensi pakan, namun mempengaruhi nilai pertambahan bobot badan harian, bobot panen ayam kampung super dan nilai income over feed cost (IOFC). Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa tepung temulawak dapat diberikan pada pakan ayam kampung super sebanyak 0,33%.Kata kunci: Ayam kampung super, temulawak, produktivitas, IOFC
Kualitas Fisik dan Nutrisi Jerami Padi Fermentasi pada Berbagai Penambahan Starter N. Suningsih; W. Ibrahim; O. Liandris; R. Yulianti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.191-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan nutrisi jerami padi fermentasi pada berbagai penambahan starter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri : P0 = Fermentasi Jerami padi tanpa starter, P1 = Fermentasi Jerami padi + Starbio Probiotik, P2 = Fermentasi Jerami padi + Probiotik FM, P3 = Fermentasi Jerami padi + MOL Bonggol pisang, P4 = Fermentasi Jerami padi + Mikrostar LA2. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas fisik yang meliputi Warna, Aroma, dan Tekstur serta kualitas nutrisi yang terdiri Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar, Serat Kasar, dan Lemak Kasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan starter yang berbeda dalam proses fermentasi jerami padi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Bahan Organik dan Serat Kasar Jerami Padi fermentasi dan tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik, Bahan Kering, Protein Kasar dan Lemak Kasar. Penambahan berbagai starter dalam proses fermentasi jerami padi dapat merubah kualitas fisik jerami padi dari karakteristik fisik khas jerami padi. Penambahan starter dengan menggunakan MOL Bonggol pisang (P3) signifikan menurunkan kadar Bahan Organik (70,59%) dan Serat Kasar (18,87%) serta cenderung meningkatkan kadar Protein Kasar (8,46%). Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan berbagai starter dalam proses fermentasi jerami padi menunjukkan kualitas fisik yang sama dan mampu memperbaiki kualitas nutrisi jerami padi.Kata kunci : kualitas fisik, nutrisi, jerami padi, starter, fermentasi
Nilai Kecernaan Nutrien Broiler akibat Penambahan Lactobacillus sp. dalam Ransum yang Mengandung Mikropartikel Tepung Cangkang Telur R. Afriyanti; I. Mangisah; V. D. Yunianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.215-221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ransum yang mengandung mikropartikel tepung cangkang telur dengan penambahan probiotik Lactobacillus sp. terhadap kecernaan  serat kasar dan energi metabolis pada ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017 sampai Januari 2018. Materi yang digunakan adalah 160 ekor DOC (Day Old Chick) broiler strain MB 202 New Lohman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. T0: Ransum PK 21%, T1: Ransum PK 18%, T2: Ransum mikropartikel tepung cangkang telur PK 18%, T3: Ransum PK 18% + Lactobacillus sp.1,2 ml dan T4: Ransum mikropartikel tepung cangkang telur PK 18% + Lactobacillus sp.1,2 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikropartikel tepung cangkang telur pada ransum PK 18 % dengan penambahan Lactobacillus sp. 1,2 ml berbeda nyata atau signifikan pada taraf 5% (P<0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan energi metabolis pada ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian mikropartikel tepung cangkang telur pada ransum PK 18 % dengan penambahan Lactobacillus sp. 1,2 ml mampu meningkatkan kecernaan serat kasar dan energi metabolis .Kata kunci:  Lactobacillus sp., mikropartikel, tepung cangkang telur, kecernaan serat kasar, energi metabolis
Performans Ayam Ketarras Pada Umur 12 Minggu Sampai Dewasa Kelamin Berdasarkan Pola Warna Bulu H. T. Murdiono; D. Kaharuddin; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.182-190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans ayam Ketarras pada umur 12 minggu sampai dewasa kelamin berdasarkan pola warna bulu. Penelitian dilaksanakan di kandang Comercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan 20 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pola warna bulu dengan P1= Pola warna bulu gelap, P2 = pola warna bulu putih blurik dan P3 = pola warna bulu putih. Setiap ulangan menggunakan 1 ekor ayam, sehingga masing-masing pola warna bulu dibutuhkan 20 ekor ayam yang  ditempatkan secara acak pada kandang batteray individu. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, berat badan awal, berat badan mingguan, pertambahan berat badan mingguan, konversi ransum, umur dewasa kelamin, berat telur pertama dan berat dewasa kelamin. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan pola warna bulu berpengaruh tidak nyata (P>0,05)  terhadap variabel yang diamati. Konsumsi ransum kumulatif selama umur 12-18 minggu P1 (2581,45 g/ekor), P2 (2581,20 g/ekor) dan P3 (2622,80 g/ekor). Capaian berat badan umur 18 minggu pada P1 (940,85 g/ekor), P2 (908,95 g/ekor) dan P3 (901,95) dengan pertambahan berat badan P1 (296,75 g/ekor), P2 (305,30 g/ekor) dan P3 (315,70 g/ekor). Konversi ransum kumulatif  P1 (8,70), P2 (8,45) dan P3(9,31). Umur dewasa kelamin P1 (145 hari), P2 (142 hari) dan P3 (148 hari). Berat dewasa kelamin P1 (1035 g/ekor), P2 (992 g/ekor) dan P3 (1015 g/ekor). Berat telur bertama P1 (32 g/butir), P2 (31 g/butir) dan P3 (31 g/butir). Penelitian ini disimpulkan bahwa perbedaan sifat kualitatif (pola warna bulu) tidak mempengaruhi performans Ayam Ketarras umur 12 minggu sampai dewasa kelamin.Kata kunci: Performans, Pertumbuhan, ayam Ketarras
Jejaring Sosial dan Diseminasi Teknologi Tepat Guna pada Peternakan Sapi Perah di Daerah Istimewa Yogyakarta S. N. W. Mulatmi; A. D. Anggraini; A. Prima
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.802 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.137-144

Abstract

Teknologi yang tepat guna (TTG) harus diterapkan pada usaha peternakan sapi perah untuk mendukung kemajuan usaha sehingga mampu meningkatkan produksi secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur jejaring sosial dan diseminasi TTG pada peternak sapi perah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Materi penelitian adalah 90 peternak sapi perah di DIY. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Jejaring sosial dan diseminasi peternakan sapi perah rakyat dianalisis dengan Social Network Analysis (SNA) dengan menggunakan perangkat analisis yaitu Gephi 0.92. Sumber informasi mengenai TTG berasal dari berbagai pihak diantaranya keluarga, teman, sesama peternak, dokter atau mantri hewan, petugas koperasi, penyuluh dari dinas peternakan, pegawai perusahaan pengolahan susu, dan media cetak atau online. Pada peternak sapi perah di DIY diketahui bahwa sumber informasi mengenai TTG yang paling utama adalah berasal dari petugas koperasi. Petugas koperasi adalah sumber yang paling dipercaya oleh peternak dan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan melakukan adopsi TTG.Kata kunci: Teknologi Tepat Guna, jejaring social, diseminasi, peternakan sapi perah
Pengaruh Pemberian Suplementasi Sakura Blok Plus terhadap Kualitas Susu Kambing Anglo Nubian E. Soetrisno; Jarmuji Jarmuji; A.N.N. Andana; A.H.K. Amrullah; A.S. Harahap
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.208-214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian suplementasi sakura blok plus terhadap kualitas susu kambing Nubian. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari (16 Juli sampai 24 Agustus 2018) di LPPB (Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis), Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan perlakuan (P0 sakura blok, P1 sakura blok + 2% tepung kunyit + 2% Tepung daun katuk, P2 sakura blok + 4% tepung kunyit, P3 sakura blok + 4% tepung daun katuk). Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan,4 ulangan, 4 periode, dimana dalam satu periode selama 10 hari, 7 hari masa adaptasi dan 3 hari masa pengambilan sampel susu. Kambing perah yang digunakan pada penelitian ini adalah bangsa kambing perah Nubian. Variabel yang diamati yaitu kadar lemak dan kadar protein susu. Berdasarkan hasil penelitian rataan kadar lemak yang didapat yaitu P0 sebesar 3.63 %, P1 sebesar 3.54 %, P2 sebesar 3.62 % dan P3 sebesar 3.33 %. Kadar protein yaitu P0 sebesar 3.37 %, P1 sebesar 3.27 %, P2 sebesar 3.12 % daan P3 sebesar 3.15 %.Hasil analisi varian (anova) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak susu dan protein susu pada kambing Nubian. Suplementasi sakura dengan penambahan daun katuk dan kunyit tidak mempengaruhi kualitas susu kambing Nubian.Kata kunci: Sakura blok, kualitas susu, Nubian.
Formulasi Susu Pengganti dan Evaluasi Pengaruhnya terhadap Performa Anak Domba Kembar Asep Sudarman; Harun Fatmiati; Lilis Khotijah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.282 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.228-236

Abstract

The purpose of this experiment was to formulate and evaluate milk replacer on the production performance of twin lambs from before weaning to one month after weaning. Three pairs of twin lambs aged two weeks with a body weight of 3.83 ± 0.4 kg were divided into two groups, each consisting of three lambs. The treatments applied were PSI = lamb given mother's milk and PMR = lamb given milk replacer. Pre-weaning dry matter consumption data were analyzed descriptively and other data were analyzed using the T-test. The results showed that the dry matter consumption lambs that were given milk replacers in pre-weaning was 164.18 ± 31.25 g/head/day with the largest proportion coming from milk replacers (61.4%). PSI group lambs had dry matter and energy consumption after weaning, daily gain before and after weaning, and body weight when weaned were significantly higher (P <0.05) than the PMR group lambs. However, the ratio of feed conversion and body weight at 90 days in the two groups of lamb were not significantly different. All lambs were healthy and no one died. It is concluded that formulated milk replacer provides production performance in lambs that are equivalent to lambs fed with mother's milk.
Pengaruh Penambahan Isi Rumen dalam Ransum terhadap Konsumsi Nutrien pada Domba Pasca Sapih Dini Nuri Yasmina Amalia; Surono Surono; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.037 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.265-271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan isi rumen dalam ransum terhadap konsumsi bahan organik (BO), lemak kasar (LK) dan total digestible nutrients (TDN) domba pasca sapih dini. Materi yang digunakan berupa 15 ekor domba umur 2 - 3 minggu dengan bobot rata-rata 4,37±1,11 kg.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 = pakan starter tanpa penambahan isi rumen + hijauan 100 g, T1 = pakan starter + 5%isi rumen sapi+ hijauan 100 g, T2 = pakan starter + 5%isi rumen kerbau+ hijauan 100 g,T3 = pakan starter + 5%isi rumen kambing+ hijauan 100 g dan T4 = pakan starter + 5%isi rumen domba+ hijauan 100 g. Parameter yang diamati yaitu konsumsi BO, LK dan TDN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isi rumen berbagai ternak ruminansia tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi BO, LK dan TDN. Simpulan dari penelitian ini yaitu penambahan isi rumen berbagai ternak ruminansia dalam ransum ternak domba pasca sapih dini tidak meningkatkan konsumsi BO, LK dan TDN.
Pengaruh Frekuensi dan Periode Pemberian Pakan terhadap Bobot Relatif Organ Limfoid Ayam Buras Super Ahmat Ikhsan Arfanda; Edjeng Suprijatna; Isroli Isroli
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.967 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.306-311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu-waktu dimana ayam membutuhkan pakan melalui perbaikan manajemen pakan dengan frekuensi (F) dan periode (P) pemberian pakan. Penelitian ini menggunakan 252 ekor ayam buras super umur 1 hari dengan bobot awal rata – rata 37,88 ± 1,89 gram. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil. Penelitian menggunakan rancangan split plot, dimana main plot berupa frekunsi pemberian pakan (1 kali/hari, 2 kali/hari dan 3 kali/hari) dan sub plot berupa periode pemberian pakan (14jam, 16jam dan 18jam) sehingga seluruhnya terdapat 36 kombinasi perlakuan. Parameter yang diukur meliputi bobot relatif organ limfoid (timus, limpa, bursa fabricius dan hati). Data yang diperoleh diamati keragamannya pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada pengaruh frekuensi dan periode pemberian pakan terhadap bobot relatif limpa, timus dan bursa fabrisius. Kesimpulan penelitian ini bahwa frekuensi dan periode pemberian pakan tidak meningkatkan bobot relatif organ limfoid.
Performans Itik Tegal Betina dengan Sistem Pemeliharaan Intensif dan Semi Intensif di KTT Bulusari Kabupaten Pemalang Agam Pradipta Adi; Dwi Sunarti; Rina Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.518 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.237-245

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sistem pemeliharaan intensif dan semi intensif pada performans itik Tegal berupa komposisi dan konsumsi nutrien, konversi pakan dan produksi telur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018 di peternakan rakyat Desa Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 2265 ekor itik Tegal betina dari 13 peternak itik di KTT Bulusari yang terdiri dari 6 peternak dengan sistem pemeliharaan semi intensif dan 7 peternak dengan sistem pemeliharaan intensif. Itik Tegal dipelihara selama 40 hari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang menginterprestasikan suatu data dari sampel penelitian yang dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi pakan dan HDP itik Tegal betina yang dipelihara  secara intensif sebesar 7,09 dan 57,57%, sedangkan  itik yang dipelihara secara semi intensif adalah sebesar 1,43 dan 58,84%.  Sistem pemeliharaan semi intensif lebih menguntungkan karena lebih sedikit pakan dapat memproduksi secara optimal.