cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Perbedaan Aras Starter dan Lama Pemeramanterhadap Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik secara In Vitro Fermentasi Kelobot Jagung (Zea mays) Teramoniasi R. Septianto; B.I.M. Tampoebolon; B.W.H.E. Prasetiono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.411-417

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan perbedaan aras starter dan lama pemeraman fermentasi terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik klobot jagung teramoniasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial, dengan perlakuan aras starter Aspergillus niger (0; 2,5; dan 5 %) dan lama pemeraman (0, 1, dan 2 minggu). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance/ ANOVA, apabila terdapat pengaruh perlakuan,maka dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan aras starter dan lama pemeraman berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik kelobot jagung teramoniasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi perlakuan pemberian aras starter sebanyak 5% dengan lama waktu pemeraman 2 minggu dapat meningkatkan kualitas kelobot jagung teramoniasi terbaik yang ditinjau dari peningkatan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. 
Pengaruh Panjang Elektroda Terhadap Pemisahan dan Kualitas Sperma X dan Y pada Domba Y. S. Ondho; Sutiyono Sutiyono; E. Kurnianto; A. Suryawijaya; D. A. Lestari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.324-331

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil pemisahan sperma X dan Y pada semen domba dari berbagai panjang elektroda. Materi yang digunakan yaitu 6 ekor domba jantan yang mempunyai semen dengan minimal volume 0,4 ml dan motilitas 70%. Penelitian menggunakan rancangan percobaan bujur sangkar latin dengan perlakuan panjang elektroda 1,0; 3,5 dan 7,0 cm. Penampungan semen dilakukan menggunakan vagina buatan setiap minggu sekali dan sebanyak 3 kali per ekor selama penelitian. Setiap semen hasil penampungan diencerkan, kemudian dilakukan pemisahan antara sperma X dan Y. Parameter yang diamati adalah motilitas, daya hidup, abnormalitas, morfometri sperma. Data dianalisis menggunakan statistik diskriptif, uji t’student, regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sperma yang terbaik dan terburuk masing-masing dihasilkan panjang elektroda 1 cm dan 7 cm, kualitas sperma mempunyai hubungan yang nyata (P<0,05) dan keeratan hubungan yang nyata (P<0,05) terhadap panjang elektroda. Sedangkan hasil pemisahan sperma X dan Y tidak berbeda nyata pada ketiga perlakuan, dan panjang elektroda tidak menunjukkan ada hubungan yang nyata dengan hasil pemisahan sperma. Kesimpulan, panjang elektroda tidak berpengaruh terhadap persentase sperma X dan Y dari hasil pemisahan.
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM PENGENCER SEMEN SAPI LIMOUSIN YANG DIBEKUKAN TERHADAP KUALITAS POST THAWING M. A. Yahaq; Y. S. Ondho; B. Sutiyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.380-386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C dalam pengencer skim kuning telur terhadap kualitas sperma post thawing. Materi yang digunakan adalah semen dari 3 ekor pejantan sapi Limousin. Setiap semen hasil penampungan dibagi menjadi 3 bagian kemudian masing-masing diencerkan dengan pengencer skim kuning telur yang ditambah vitamin C 0 mg (T0), vitamin C 250 mg/ 100 ml  (T1) dan vitamin C 750 mg/ 100 ml (T2). Parameter yang diamati adalah motilitas semen, mortalitas (persentase kematian) sperma dan abnormalitas sperma.  Analisis yang digunakan adalah analisis ragam dan uji rata-rata Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan vitamin C dalam pengencer semen memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap motilitas post thawing, namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap mortalitas dan abnormalitas. Kualitas semen terbaik ditunjukkan pada penambahan vitamin C sebanyak 250 mg dalam pengencer skim kuning telur. Penambahan vitamin sampai C 750 mg/100ml pengencer skim kuning telur belum dapat mempertahankan kualitas semen post thawing.
Alternative Organic Liquid Fertilizer from Meatball Water Decoction with Banana Humps Activator S. D. Cahyani; N. R. Amalia; A. H. Achmad; M. Hilmi; D. Triasih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.345-350

Abstract

This study aimed to determine the effect of the use of EM4 and Local Microorganism (LM) activators from banana hump (Kepok banana, Raja banana, and Ambon banana) on the manufacture of organic liquid fertilizer derived from waste meatball water stew. The research method used in this study was Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and three replications, namely: P1 EM4, P2 (Local Microorganism from Kepok banana hump ), P2 (Local Microorganism from Ambon banana hump), P3 (Local Microorganism from Raja banana hump). In this study testing the levels of Nitrogen, Phosphorus, Potassium, Carbon, and pH levels in organic liquid fertilizer from boiled meatball water. The data obtained from this study were analyzed using Complete Randomized Design and Duncan's advanced test. The results of the addition of EM4 activator and banana hump MOL on the manufacture of organic liquid fertilizer from meatball decoction water showed no significant effect (P> 0.05) on N, K, and pH levels on fertilizers. The results showed a significant effect (P <0.05) on the P content of fertilizer. The highest C content was found in P2, while the highest C / N ratio was found in P0.
Pengaruh Pemeliharaan pada Kepadatan Kandang yang Berbeda Terhadap Performa Ayam Broiler I. D. Woro; U. Atmomarsono; R. Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.418-423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemeliharaan pada kepadatan kandang yang berbeda terhadap performa ayam broiler. Materi yang digunakan dalam  penelitian ini adalah ayam broiler unsexed sejumlah 280 ekor berumur 2 minggu dengan bobot badan 298,37±23,33 gram (CV = 7,81%) yang dipelihara selama 42 hari. Rancangan  percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kepadatan kandang dengan T1 = kepadatan kandang 8 ekor/m2, T2  = kepadatan kandang 12 ekor/m2, T3  = kepadatan kandang 16 ekor/m2 dan T4  = kepadatan kandang 20 ekor/m2. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji F pada taraf 5% kemudian dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kandang berpengaruh nyata pada konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum dimana T1 dan T2 dengan kepadatan kandang 8 ekor/m2 dan 12 ekor/m2 lebih tinggi daripada yang lainnya, tetapi jika di hitung dengan satuan luas T4 lebih efisien. Simpulan dari penelitian ini dilihat dari bobot badan per ekor semakin padat semakin rendah tetapi di tinjau dari satuan luas penggunaan kandang per m2 T4 lebih efisien.
Pengaruh Step down Protein dan Penambahan Acidifier pada Pakan terhadap Performans Ayam Broiler S. Huda; L. D. Mahfudz; S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.404-410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level step down dengan pemberian acidifier pada berbagai protein pakan terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Penelitian ini menggunakan 210 Day Old Chicken (DOC) Unsexed dengan rata-rata bobot badan 44,34 ± 0,14 g dan pakan dengan level protein yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan, sehingga ada 21 unit percobaan dengan jumlah 10 ekor ayam tiap unit. Perlakuan yang diterapkan yaitu step down protein dengan level 22%, 18% dan 16% dengan pemberian acidifier 1,2%/100 gram pakan. Parameter yang diamati penelitian ini adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar protein pakan (stepdown protein) 4 – 6% dengan penambahan acidifier 1,2%/100g berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan konsumsi pakan serta pertambahan bobot badan, dan berpengaruh nyata meningkatkan konversi pakan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu stepdown protein 4% dan 6% dengan penambahan acidifier 1,2%/100 gram pakan belum mampu untuk menghasilkan performa terbaik untuk ayam broiler.
Kualitas Semen Sapi Brahman pada Persentase Tris Kuning Telur yang Berbeda R. Novita; T. Karyono; Rasminah Rasminah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.351-358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas semen sapi Brahman pada persentase tris kuning telur yang berbeda.  Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Inseminasi Buatan (BIB) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel dan dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2017. Penelitian Kualitas Semen Sapi Brahman pada Presentasi Tris Kuning Telur yang Berbeda menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial 6 perlakuan dan 4 kali ulangan.  Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah K1 : 5% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K2 : 10% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 mi, K3 : 15% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K4 : 20% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K5 : 25% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K6 :  30% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml.  Data yang diperoleh hasil dari pengaruh perlakuan diolah dengan metode analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ.  Hasil penelitian kualitas semen sapi Brahman pada persentase tris kuning telur yang berbeda menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Persentase Viabilitas Spermatozoa, Motilitas Individu, Konsentrasi Spermatozoa dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05)  terhadap Persentase Abnormalitas Spermatozoa.  Persentase tris kuning telur yang berbeda memberikan hasil terbaik pada perlakuan K4 (20%) tris kuning telur pada parameter viabilitas spermatozoa, motilitas individu dan konsentrasi spermatozoa.
Tiga Pilar Usaha Ternak : Breeding, Feeding, and Management Amam Amam; P. A. Harsita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.431-439

Abstract

Usaha ternak tidak bias terlepas dari konsep “segi tiga emas” yaitu breeding, feeding, and management. Penelitian ini bertujuan untuk menguji asumsi klasik terhadap konsep “segi tiga emas” usaha ternak melalui pendekatan expost facto research, sehingga dapat memperbarui tinjauan literatur. Penelitian dilakukan pada usaha ternak sapi perah di Kawasan Peternakan Sapi Perah Nasional (KPSPN) Kabupaten Malang, JawaTimur. Responden adalah semua peternak sapi perah yang tergabung di dalam kelembagaan peternak KUB (Kelompok Usaha Bersama) Tirtasari Kresna Gemilang yang beranggotakan 174 orang. Data dianalisis menggunakan metode PLS (Partial Least Square) dengan Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak sapi perah dipengaruhi oleh breeding, feeding, and management sebagai pilar utama sebesar 86%, sedangkan sisanya sebesar 14% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat di dalam model. Kesimpulan dari penelitian yaitu terdapat tiga pilar utama usaha ternak sapi perah, yaitu breeding, feeding, and management.
Bobot Relatif dan Panjang Usus Halus Ayam Broiler yang Diberi Ransum Menggunakan Cangkang Telur Mikropartikel dengan Suplementasi Probiotik Lactobacillus sp. S. Satimah; V.D. Yunianto; F. Wahyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.396-403

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum menggunakan cangkang telur mikropartikel dan probiotik Lactobacillus sp. pada ayam broiler terhadap bobot relatif dan panjang usus halus serta bobot karkas ayam broiler. Ternak yang digunakan ayam broiler strain New Lohmann MB 202 umur 14 hari sebanyak 160 ekor dengan rata-rata bobot badan 407,65 ± 16,51 g. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan (masing-masing 8 ekor). Perlakuan yang diberikan yaitu T0 = ransum dengan protein 21%, T1 = ransum dengan protein 18%, T2 = T1 + tepung cangkang telur mikropartikel, T3 = T1+ Lactobacillus sp. 1,2 ml dan T4 = T2+ Lactobacillus sp. 1,2 ml. Parameter yang diukur meliputi bobot relatif usus halus, panjang usus halus dan bobot karkas. Data dianalisis ragam dan dilakukan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ransum dengan protein 18% menggunakan cangkang telur mikropartikel ditambah Lactobacillus sp. berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot relatif duodenum, panjang duodenum dan bobot karkas. Kesimpulan yang diperoleh yaitu pemberian ransum dengan protein 18% menggunakan tepung cangkang telur mikropartikel ditambah Lactobacillus sp. 1,2 ml (T4) dapat meningkatkan bobot relatif dan panjang duodenum serta bobot karkas ayam broiler.
Total Bakteri dan Fungi serta Kandungan Nutrisi dari Ampas Kelapa yang Diberi Ekstrak Daun Kersen dengan Lama Penyimpanan Berbeda A. E. Karina; R. I. Pujaningsih; T. Yudiarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.359-367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh dari pemberian ekstrak daun kersen pada ampas kelapa terhadap total bakteri, total fungi serta kandungan nutrisi pada lama penyimpanan yang berbeda. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Ampas kelapadiberi 2 perlakuan yaitu T0 tidak ditambah ekstrak daun kersen dan T1ditambah ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w) serta diberi perlakuan lama penyimpanan masing-masing M0 (lama penyimpanan minggu ke -0), M2 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan M4 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah total bakteri, total fungi dan kandungan  nutrisi.  Perlakuan pemberian ekstrak daun kersen berbeda nyata (P < 0,05) terhadap total fungi, total bakteri, kadar lemak kasar, dan kadar protein kasar. Sedangkan lama penyimpanan berbeda nyata (P<0,05) terhadap  kadar air,  kadar abu dan serat kasar ampas kelapa. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada ampas kelapa mampu mengurangi pertumbuhan fungi, namun tidak dapat mengurangi pertumbuhan bakteri serta tidak dapat mempertahankan kandungan nutrisi ampas kelapa selama penyimpanan.