cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2021)" : 25 Documents clear
HUBUNGAN PARAMETER LINGKUNGAN DENGAN PREVALENSI Infectious Myonecrosis Virus DI TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) KABUPATEN KAUR Aan Fibro Widodo; Yar Johan; Bieng Brata; Dadang Suherman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17285

Abstract

Kabupaten Kaur merupakan wilayah terdekat dengan Provinsi Lampung memiliki kondisi perairannya masih sangat potensial untuk dilakukan pengembangan ekonomi khususnya untuk usaha budidaya tambak udang vaname. Kualitas lingkungan yang baik menjadikan Kabupaten Kaur primadona baru sentra budidaya udang vaname di Sumatera. Tercatat 37 perusahaan tambak udang semi-intensif dan intensif telah beroperasi di Kabupaten Kaur. Masalah yang dihadapi dalam budidaya udang vaname secara intensif adalah kerentanan udang tersebut terhadap penyakit seperti Infectious Myonecrosis Virus (IMNV). Mortalitas infeksi IMNV mencapai 70% dan saat ini menjadi salah satu penyakit penting yang telah memengaruhi industri budidaya udang vaname di dunia. Sampai saat ini data terkait data prevalensi serangan penyakit IMNV pada udang vaname di Propinsi Bengkulu masih sangat minim. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian terkait prevalensi IMNV dan korelasi parameter kualitas air terhadap resiko serangan penyakit IMNV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan parameter lingkungan yang berkorelasi terhadap prevalensi IMNV pada tambak udang vannmei di Kabupaten Kaur. Penelitian ini dilakukan di tambak udang intensif PT. ABC yang berlokasi di Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan studi observasi dengan rancangan studi purpossive sampling menggunakan teknik sampling terhadap sampel udang untuk deteksi dan identifikasi penyakit IMNV. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air tambak udang vannamei selama penelitian berada dalam kisaran toleransi untuk kelangsungan hidup udang vannamei dengan tingkat prevalensi IMNV sebesar 31,94%. Parameter lingkungan tambak berkorelasi kuat dengan prevalensi serangan IMNV
KERAGAMAN DAN KOMPOSISI JENIS SAYUR DI PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET DI YOGYAKARTA Steffanie Nurliana; Wiryono Wiryono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17286

Abstract

Sayur merupakan sumberdaya hayati yang penting bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Dengan keragaman hayati yang tinggi, Indonesia diharapkan memiliki keragaman jenis tanaman sayur asli yang tinggi pula. Penelitian  bertujuan untuk menghitung keragaman jenis dan komposisi jenis tanaman sayur segar yang terdapat di enam pasar tradisional dan tiga supermarket di Provinsi Yogyakarta.  Data dikumpulkan dengan mencatat jenis sayur yang ada di enam pasar tersebut, kemudian diolah untuk menghitung jumlah jenisnya, menghitung indeks kemiripan jenis antara keenam pasar, dan membandingkan jumlah jenis asli dan introduksi. Dari ke enam pasar dan tiga supermarket diperoleh jenis sayur sebanyak 57, yang terdiri dari 13 suku. Jenis tanaman introduksi berjumlah 38 sedangkan jenis tanaman asli hanya 19. Indeks kemiripan jenis antar pasar maupun supermarket berkisar dari 0,42 sampai dengan 0,9. 
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM REHABILITASI HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN MEMPAWAH HILIR, KABUPATEN MEMPAWAH Siti Puji Lestariningsih; Tri Widiyastuti; Jagad Aditya Dewantara
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.16244

Abstract

Kecamatan Mempawah Hilir memiliki potensi hutan mangrove seluas 371,33 Ha. Sebagian hutan mangrove menjadi obyek wisata di Desa Pasir dan sebagian lagi menjadi sasaran rehabilitasi di Kelurahan Tanjung. Penebangan dan pembukaan hutan yang berlebihan serta alih fungsi mangrove menjadi areal penggunaan lain memicu hilangnya hutan mangrove. Kerusakan hutan mangrove perlu mendapatkan perhatian serius baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat. Kelestarian hutan mangrove yang tidak terjaga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan wilayah pesisir yang menimbulkan kerugian bagi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi mangrove dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Sebelumnya penelitian belum pernah dilakukan di Kecamatan Mempawah Hilir dan memiliki kontribusi memberikan contoh bagi wilayah lain dalam memulihkan lahan hutan mangrove yang rusak melalui bentuk partisipasi masyarakat. Oleh sebab itu, wawancara terstruktur dengan kuesioner dan wawancara mendalam menjadi sumber data. Selain itu, analisis yang berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat diolah secara kuantitatif dengan regresi linear berganda. Tingkat partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi hutan mangrove cukup baik dengan kelas tinggi yaitu 23,1 % pada tingkat tinggi, 55,8 % tingkat sedang, dan 21,1 % rendah. Tingginya partisipasi masyarakat terlihat dalam proses perencanaan kegiatan rehabilitasi dengan memberikan sumbangan ide pemikiran dan keaktifan dalam kegiatan penanaman mangrove. Faktor yang berbanding lurus dengan tingkat partisipasi masyarakat yaitu lama tinggal, pendidikan, keaktifan organisasi, dan persepsi masyarakat terhadap hutan mangrove. Faktor umur, jarak rumah dengan hutan mangrove, dan pendapatan berbanding terbalik dengan tingkat pastisipasi masyarakat dalam rehabilitasi mangrove.
ANALISIS KARAKTERISTIK HABITAT KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI EKOSISTEM MANGROVE KELURAHAN KANDANG KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Zamdial Zamdial; Dede Hartono; Ari Rhamadhon; Nurlaila Ervina Herliany
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17931

Abstract

The goals of this study was to identify the characteristics of mangrove crab habitat in Kandang Village, Kampung Melayu District, Bengkulu City. This research was conducted in September 2020, using a survey method. Primary data were collected by direct observation and measurement methods at the research location.The station for sampling and data measurement was determined by the purposive method. All samples were analyzed in the Fishery Laboratory, Faculty of Agriculture, Bengkulu University.The analysis of the bottom substrate type was carried out using the Shepard Triangle method. Macrozoobenthos data analysis was conducted to determine the conditions of structural community which consisted of diversity index (H '), uniformity index (E) and dominance index (C). The study results showed the waters parameter values of the mangrove crab habitat were temperature (290 C), pH (7), and salinity (10ppt). Based on sediment analysis showed that the sediment was dominated by the dust fraction, which was 74.54%, then followed by 11% clay and 10% sand. The substrate of the waters is a dusty clay type, with a composition of dust (74.54%), clay (11%), and sand (10%). There are 4 types of macrozoobenthos that found from substrate samples, namely Thiaridae, Corbiludae, Bulimidae, and Gobiidae. The value of the diversity index (H ') macrozoobenthos was 0.83 and the dominance index value (C) was 0.74. The uniformity index (E) was based on the calculation of the data obtained by the value of 0.60, this showed that the level of uniformity was high, also justified by the presence of one dominating individual. The parameter values and the type of water substrate in Kandang Village, Kampung Melayu District, Bengkulu City still support the growth and survival of mangrove crabs.
EVALUASI TERHADAP JALUR HIJAU JALAN KOTA LUBUKLINGGAU KECAMATAN LUBUKLINGGAU TIMUR II PROVINSI SUMATERA SELATAN Ardea Gattein; Wiryono Wiryono; Guswarni Anwar
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17861

Abstract

Bentuk hutan kota yang cukup efektif dalam mengurangi emisi karbon adalah jalur hijau di sekitar jalan lalu lintas dalam kota. Kota Lubuklinggau memiliki posisi geostrategis dengan menjadi kota perlintasan jalur lalu lintas tengah Sumatera. Lubuklinggau Timur II merupakan sebuah kecamatan sebagai pusat di kota Lubuklinggau yang memiliki area perbelanjaan. Banyaknya pembangunan untuk perdagangan maupun perhotelan, mengakibatkan jalur hijau di pusat kota semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan dan mengevaluasi jalan yang memiliki jalur hijau, mengidentifikasi dan mengevaluasi jenis pohon, mengevaluasi kesehatan pohon serta menghitung dugaan cadangan karbon pada jalur hijau di jalan Pusat Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Oktober 2019 pada jalur hijau di jalan Pusat Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Pengambilan data ini dilakukan pada semua jalan yang memiliki jalur hijau di lokasi penelitian. Pengamatan tanaman dilakukan pada tanaman yang termasuk pohon dengan tinggi minimal 1 m dan metode pengamatan pohon dilakukan dengan metode sensus pohon. Pendugaan cadangan biomassa dilakukan dengan menggunakan metode Non Destructive, menggunakan rumus allometrik dari beberapa peneliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan jumlah jalan yang memiliki jalur hijau jalan di Pusat Kota Lubuklinggau Kecamatan Lubuklinggau Timur II adalah 15 jalan atau 34,1% dari 44 jalan. Jumlah jenis pohon yang ditemukan adalah 28 jenis yang tergolong dalam 18 Famili dengan total tanaman sebanyak 482 pohon. Sebanyak 89,3% jenis tanaman tergolong jenis eksotis. Sebagian besar pohon tergolong sehat. Total biomassa adalah 3.337,87 Ton dan cadangan karbon tersimpan sebesar 1.668,93 Ton.
IDENTIFIKASI JENIS SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) PANTAI LENTERA MERAH KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU Yar Johan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17932

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan bahan padat yang sangaja atau tidak sengaja di tinggalkan dalam laut yang memiliki dampak mengancam kelangsungan dan keberlanjutan hidup biota laut. Penelitian mengenai sampah laut dilakukan pada daerah pesisir Pantai Lentera Merah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sampah laut berdasarkan jenis dan ukuran, selain itu massa sampah laut juga diukur. Pengumpulan sampah laut dilakukan dalam sebuah transek yang dibentangkan mengikuti garis pantai pada saat surut terendah lalu dibagi menjadi 3 plot dengan ukuran 5 × 2 meter dengan pembagian 5 meter kearah laut 5 meter ke arah darat. Sampah dikumpulkan pada periode sebagai data pendukung dalam faktor penyebaran sampah laut. Pengamatan vegetasi dilakukan guna melihat implikasi sampah laut terhadap tumbuhan pantai. Dari hasil penelitian menunjukkan Pantai Lentera Merah merupakan daerah yang paling banyak sampah dengan total item 956,666 gr. Jenis plastik juga merupakan sampah yang paling dominan didapatkan dari lokasi penelitian yang. Berdasarkan jenis ukuran sampah yang paling banyak ditemukan pada 2 stasiun berdasarkan ukuran adalah macro-debris (2.5 cm – 1 m).
KAJIAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PABRIK KARET PT KIRANA WINDU TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI RAWAS KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Bella Pertiwi Arbi; Agus Martono HP; Budiyanto Budiyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17862

Abstract

Pembuangan Air Limbah yang merupakan hasil sisa dari proses produksi dimana apabila limbah ini terlalu banyak di lingkungan maka akan berdampak pada pencemaran khususnya Air Sungai. Sungai Rawas diperkirakan telah mengalami penurunan kualitas Air Sungai karena adanya aktivitas Pabrik Karet di sekitarnya yang membuang Air Limbah hasil produksi ke Sungai Rawas, oleh karena itu diperlukan Sistem Pengelolaan Air Limbah yang baik untuk menghindari adanya Pencemaran Air Sungai.Pengambilan Sampel dilakukan pada Inlet dan Outlet IPAL serta Sungai Rawas Hulu Pabrik dan Sungai Rawas Hilir Pabrik. Waktu Penelitian dilaksanakan selama lebih 5 bulan, dimulai dari bulan Agustus sampai Desember 2019. Hasil penelitian dan perhitungan Efisiensi IPAL serta Perhitungan Status Mutu Air Sungai Rawas yang telah dilakukan di 4 (Empat) Titik Pengambilan Sampel untuk 6 (Enam) Parameter yaitu pH, BOD,COD,TSS,Amoniak Total dan Nitrogen Total, dapat disimpulkan bahwa; Beban Pencemaran pada Air Limbah Pada PT. Kirana Windu didapat Efisiensi IPAL Agustus – Desember 2019 pH 72,59 – 82,76 %, BOD 88,12 – 94,46 %, COD 81,23 – 97,10 %, TSS 91,34 – 99,65 %, Amoniak Total 91,60 - 97,84% dan Nitrogen Total 92,70 – 97,60 % . Sehingga IPAL layak digunakan dan Kondisi Sungai Rawas memenuhi baku mutu sehingga Sungai Rawas tidak tercemar.
POTENSI SUMBER EKONOMI UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN SELUMA Hari Yanto; M Mustopa Romdhon; Agus Susatya; Bagus Dimas Setiawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17921

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa jenis sektor ekonomi unggulan daerah Kabupaten Seluma dan melakukan pemetaan sumber ekonomi unggulan pertanian daerah Kabupaten Seluma. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Analisis data dengan menggunakan metode Location Quetient (LQ), Metode Rasio Pertumbuhan (MRP), Tipologi Klassen dan Overlay. Hasil  penelitian menunjukan bahwa dalam Metode Overlay (Analis LQ, MRP, analisis Tipologi Klassen), sektor ekonomi Kabupaten Seluma adalah sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Sektor Industri Pengolahan, dan sektor Administrasi Pemerintahan, pertahanan dan Jaminan Sosial. Berdasarkan analisis metode LQ didapatkan hasil dari komoditi unggulan masing-masing Kecamatan di Kabupaten Seluma yaitu : Komoditi Pangan adalah Padi Ladang, Kedelai dan Padi Sawah. Untuk Komoditi Peternakan adalah Sapi pedaging dan Kerbau. Kesimpulan dari penelitian ini sektor ekonomi unggulan atau dominan di Kabupaten Seluma adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, sektor Industri Pengolahan, dan sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial.Kata Kunci: Sumber Ekonomi Unggulan, Pertanian, LQ, Rasio Pertumbuhan, Tipologi Klassen, Overlay
STRUKTUR KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PERAIRAN DESA MALAKONI PULAU ENGGANO Mukti Dono Wilopo; Maya Anggraini Fajar Utami; Hari Santoso; Fenomena Harefa; Ebiem Ekick Permanda; Zaid Abdur Rahman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17336

Abstract

Ekosistem terumbu karang hampir tersebar di sepanjang pantai Desa Malakoni dimana kondisinya cukup baik sehingga ikan karang dan megabenthos yang ada di sana cukup berlimpah dan beragam. Masyarakat yang ada di desa ini memanfaatkan potensi sumberdaya yang berasosiasi dengan terumbu karang seperti ikan karang, teripang dan kerang-kerangan sebagai salah satu sumber pangan utama.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas terumbu karang di perairan Malakoni Enggano.Penelitian ini dilakukan dengan metode surveidi bulan Agustus 2020 pada kedalaman 3 m dan 7 m di Manuhe, Humo, Dusun Kandang dan Trans Malakoni.Metode pengamatan yang digunakan untuk mengetahui struktur komunitas terumbu karang yaitu metode Transek Garis Menyinggung atau Line Intercept Transect (panjang 55 m). Terdapat 49 jenis (spesies) scleractinia yang termasuk kedalam 27 marga dan 14 famili serta 1 jenis (spesies) non scleractinia. Tutupan karang di perairan Malakoni termasuk dalam kategori sedang hingga baik (41,56%-52,2%) dengan rata-rata 46,93%.Kata kunci : tutupan terumbu karang, perairan Desa Malakoni, Line Intercept Transect
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS PROKSIMAT TERIPANG THELENOTA ANANAS ASAL PULAU KABUNG Nona Shalgie One; Nora Idiawati; Dwi Imam Prayitno; Sukal Minsas; Muhammad Fajri
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.14787

Abstract

Teripang merupakan salah satu sumber daya laut yang mengandung nilai gizi yang lengkap, ini menjadi dasar bahwa teripang merupakan salah satu biota laut yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu produk. Menurut penelitian yang telah dilakukan, beberapa jenis teripang mengandung tinggi protein dan rendah lemak. Sampel T. ananas yang diperoleh dari Pulau Kabung, Kalimantan Barat dicuci bersih dengan air untuk kemudian diidentifikasi jenisnya dengan panduan dari beberapa literatur. Analisis proksimat dilakukan dengan metode SNI 1-2345-03-2006. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sampel teripang yang diidentifikasi merupakan teripang T. ananas yang mengandung sebesar 93,55% kadar air, 1,22% kadar abu, 0,36% kadar lemak, 4% kadar protein dan 0,87% kadar karbohidrat.

Page 1 of 3 | Total Record : 25