cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016)" : 29 Documents clear
PENINGKATAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE DAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PELAKSANAAN LESSON STUDY KADEK DWI HENDRATMA GUNAWAN .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) kualitas pelaksanaan lesson study, 2) peningkatan pengetahuan pedagogical content knowledge guru IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study, dan 3) peningkatan kualitas pembelajaran IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian yang digunakan dalah deskriptisi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru IPA SMP Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 3 orang. Objek Penelitian ini adalah kualitas lesson study, pengetahuan PCK guru, dan kualitas pembelajaran IPA. Data dikumpulkan dengan observasi, tes, dan wawancara. Triangulasi dilakukan untuk keabsahan dan keajegan data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kualitas lesson study berada pada kualifikasi sangat baik; 2) terjadi peningkatan pengetahuan PCK guru IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study; 3) terjadi peningkatan kualitas pembelajaran guru IPA antara sebelum dan sesudah pelaksanaan lesson study.Kata Kunci : kualitas pembelajaran, lesson study, pedagogical content knowledge (PCK). This study aimed to describing: 1) quality of lesson study, 2) improvement of science teachers’ pedagogical content knowledge (PCK) before and after the implementation of lesson study, and 3) improvement of science teachers’ quality of learning before and after the implementation of lesson study. The kind of this study used case study approach. Method of this study was descriptive qualitative. Subject of this study is science teacher at SMPN 1 Singaraja that consist by three teachers. Object of this study are quality of lesson study, teachers’ PCK knowledge, and quality of learning. The data collected by observation, test, and interview. The results of this study show that: 1) quality of lesson study is in very good categorized; 2) an increase of science teachers’ PCK knowledge before and after the implementation of lesson study; 3) an increase of science teachers’ quality of learning before and after the implementation of lesson study.keyword : quality of learnng, lesson study, pedagogical content knowledge (PCK)
Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Model Pembelajaran Inkuiri Bebas Terhadap Literasi Sains dan Kondep Diri Siswa. I KOMANG AGUS EKA PUTRA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; DR. A.A.ISTRI RAI SUDIATMIKA,MPd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan literasi sains dan konsep diri siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran inkuiri bebas, dan model pembelajaran langsung, (2) menganalisis perbedaan literasi sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran inkuiri bebas, dan model pembelajaran langsung,dan (3) menganalisis perbedaan konsep diri siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran inkuiri bebas, dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Kintamani Tahun pelajaran 2015/2016 (n = 280), dengan sampel sebanyak 105 siswa yang terbagi kedalam tiga kelas. Pemilihan sampel berdasarkan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan literasi sains dan konsep diri siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas, dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F=7,169; p
Pengembangan Perangkat Penilaian Portofolio Untuk Mengukur Keterampilan Proses IPA Siswa SMP BINAR AYU DEWANTI .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .; DR. A.A.ISTRI RAI SUDIATMIKA,MPd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat penilaian portofolio yang layak dan efektif dalam mengukur keterampilan proses IPA siswa SMP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D yang dirancang dengan model pengembangan 4D. Dalam menguji efektifitas perangkat yang dikembangkan, penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat penilaian portofolio keterampilan proses IPA memenuhi kategori valid (dengan nilai rata-rata kevalidan 2,88 berdasarkan uji validasi ahli) dan seluruh butir pada tiap instrumen valid karena memiliki nilai r hitung>r tabel (berdasarkan uji validasi konstruk), (2) perangkat penilaian portofolio keterampilan proses IPA memenuhi kategori praktis (dengan nilai rata-rata kepraktisan 2,88) yang artinya perangkat penilaian tersebut mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran, (3) terdapat perbedaan nilai keterampilan proses IPA siswa saat sebelum dan sesudah diukur menggunakan perangkat penilaian portofolio (nilai Sig (2-tailed) 0,00 < 0,05). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat penilaian portofolio yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses IPA siswa SMP telah layak dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran IPA.Kata Kunci : penilaian, portofolio, keterampilan proses IPA This study aimed at producing a portfolio assessment that is proper and effective in measuring junior high school student’s science process skills. This research is a study of R & D that is designed by development model of 4D. In testing the effectiveness of the assessment, this study employed one group pre-test post-test design. The results showed that: (1) the portfolio assessment meet the category of valid (with score of validity is 2,88 and based on test validation expert) and whole grains in each instrument is valid because it has a value of r count>r table (based on validation construct test), (2) the portfolio assessment meet the category of practical (with score of practicality is 2,88), where it means assessment are easy to use in learning activities, (3) there were differences in the value of student’s students skills process before and after was measured using a portfolio assessment (value Sig (2-tailed) 0 ,00 < 0.05). Based on these findings it can be concluded that the portfolio assessment that is used to measure the junior high school student’s science process skills decent and effectively used in science learning activities.keyword : assessment, portfolios, science process skills
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) Terhadap Literasi Sains Dalam Pembelajaran Fisika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa GEDE YOHANES ARYGUNARTHA .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI), 2) Menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran STM dengan gaya kognitif terhadap literasi sains siswa, 3) Menganalisis perbedaan perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) yang memiliki gaya kognitif field dependen (FD), dan 4) Menganalisis perbedaan perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) yang memiliki gaya kognitif field independen (FI). Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Kristen Harapan Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan ANOVA dua jalur. Hasil analisis menyatakan sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan skor hasil literasi sains fisika, antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran DI (F = 79,32; p < 0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran STM dengan model pembelajaran Direct Instruction (DI) terhadap literasi sains siswa (F = 76,23 ; p < 0,05), (3) terdapat perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI), (F = 20,75; p < 0,05), (4) terdapat perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (FD), (F = 15,60; p < 0,05). Kata Kunci : Gaya kognitif, Literasi Sains, Model pembelajaran STM, The purpose of this study is 1) to analyze differences in scientific literacy of students between groups of students who study learning model STM and learning model of Direct Instruction (DI), 2) to analyze the effect of the interaction between the learning model STM with cognitive style on scientific literacy of students, 3) Analyzing the difference differences in scientific literacy of students between groups of students who study learning model STM and learning model of Direct Instruction (DI) which have a cognitive style field dependent (FD), and 4) to analyze the differences differences scientific literacy of students between groups of students who study learning model STM and learning model of Direct Instruction (DI) which have a cognitive style field independent (FI). This study is a quasi-experimental design with posttest only control group design. The study population was all students of class XI MIA Denpasar Hope Christian High School in the academic year 2015/2016. Decision-class research group based random sampling technique. Data were analyzed with descriptive statistics and ANOVA two lanes. The results of the analysis states the following. (1) there are differences in the results of scientific literacy scores physics, among students who study learning model Science Technology Society (STM) with students learning with learning model DI (F = 79,32; p
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL REACT I KADEK SUKARSA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika bermuatan pendidikan karakter dengan setting model pembelajaran kontekstual REACT yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan karakter dan keterampilan berpikir kritis siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan tes, angket, lembar observasi, dianalisis secara statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukan (1) bahan ajar dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,84, (2) bahan ajar dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) bahan ajar dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan thitung sebesar 14,07 (thitung > ttabel), (4) bahan ajar dinyatakan efektif untuk meningkatkan karakter siswa dengan nilai perkembangan karakter siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar fisika bermuatan pendidikan karakter dengan setting model pembelajara kontekstual REACT telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan karakter dan keterampilan berpikir kritis.Kata Kunci : bahan ajar, pendidikan karakter, kontekstual REACT This research aims to produce a physics learning material charged character education with setting of contextual REACT learning model to improve the character and critical thinking skills. Development of the learning device refers to the 4-D model of development as define, design, develop, and dissemination. Step of development is only done to the develop stage. The data is collected by test, queistionnaire, observation shett and to analysed with descriptive statistic. The results were obtained (1) expressed very valid teaching material with an average score of 3,84, (2) expressed very practical teaching material with an average score of 3,71, (3) was declared effective learning device to improve critical thinking skills, got tcount = 14,07 (tcount > ttab)and (4) was declared effective teaching material to improve students character with the value of the character development of students initial. Based on the results for of this research concluded that the physics teaching material by models of contextual REACT learning setting have a valid criteria, practical, and effective way to improve the character and critical thinking skills.keyword : learning material, education character, contextual REACT
PENGEMBANGAN LKS IPA TERINTEGRASI SISWA SMP KELAS VII DENGAN TEMA PANAS BUMI DAN LINGKUNGANKU KADEK AYU SRI WAHYUNI .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP) merujuk pada pedoman kurikulum tahun 2013 terdapat beberapa perubahan diantara adalah konsep pembelajarannya dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science atau “IPA Terpadu” bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Tetapi faktanya memperlihatkan proses pembelajaran IPA di SMP Negeri 12 Denpasar dilaksanakan belum terpadu, dengan alasan bahan ajar IPA Terpadu belum ada. Selama ini bahan ajar yang digunakan belum mampu mengintegrasikan antara konsep dan materinya pada siswa sehingga karena alasan tersebut diduga masih banyak ditemukan hasil belajar siswa yang masih kurang dari KKM yaitu 75. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan niali validitas, kepraktisan, dan keefektivan dari LKS IPA terintegrasi yang teah dikembangkan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D yang telah dimodifikasi menjadi 3D, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (development). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar validitas, angket repon guru dan siswa, serta lembar tes pemahaman konsep. Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis validitas, analisis kepraktisan, dan analisis keefektivan. Hasil uji validitas, kepraktisan, dan efektivitas LKS dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai validitas LKS IPA terintegrasi adalah 3,59 dengan kategori sangat valid, (2) kepraktisan IPA terintegrasi dapat dilihat dari nilai rata-rata respon guru terhadap LKS IPA terintegrasi adalah 3,67 dengan kategori sangat praktis, serta nilai rata-rata respon siswa terhadap LKS IPA terintegrasi sebesar 3,32 dengan kategori praktis, dan (3) keefektivan IPA terintegrasi dapat dilihat dari nilai pemahaman konsep siswa berada dalam kategori sangat baik dengan persentase 89,47% siswa mampu menguasai materi dengan sangat baik. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa LKS IPA terintegrasi memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sehingga dapat diimplemantasikan di sekolah. Kata Kunci : LKS, IPA terintegrasi, panas bumi dan lingkunganku Science learning in Junior High School according to the curriculum guidelines in 2013 has been changes as an Integrated Science which is not as educational disciplines anymore. But the fact showed that the process of learning science in SMP Negeri 12 Denpasar was not conducted integrated and was not implemented optimally as well, because the materials were not ready. Yet, the use of instructional learning has not been able to integrate all of the concepts especially in science subject. That is the reason why there were still many students not able to pass the standard grade-level. One solution that can be done is creating an integrated science worksheet. This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of integrated science worksheets with the theme of geothermal and my environment. The type of research was Research and Development (R & D). The model used in this research was modified from 4D to 3D which are: define, design, and develop. There were four instruments to collect data, those were validation sheet, practicality sheet, learning outcome test sheet, and questioner sheet for teachers and students. Techniques of data analysis used were analysis of the validity, analysis of the practicality, and analysis of the effectiveness of product. The results showed that: (1) the average validity of integrated science worksheet was 3.59 categorized as very valid, (2) the average practicality from the teacher’s respond were 3.67 categorized as very practical and from the students’ respond are 3.32 categorized as practical, and (3) the effectiveness of integrated science worksheet can be seen from the post test results. It showed completeness criteria reached 89.47%. It can be concluded that integrated science worksheets with the theme of geothermal and my environment was valid, practice, and effective to be used and apply in learning science.keyword : worksheet, integrated science, geothermal and my environment
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses dan Pemahaman Konsep IPA Siswa NI KADEK PUJIASTUTI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan lembar kerja siswa berbasis learning cycle 5E dilakukan sebagai upaya mengatasi permasalahan khususnya media pembelajaran sebagai salah satu alat pembelajaran di sekolah. Media pembelajaran yang digunakan belum mengimplementasikan model pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran sehingga berdampak kurang optimalnya pada ketrampilan proses siswa dan pemahaman konsep IPA siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja siswa sebagai media pembelajaran berupa LKS siswa dan LKS pegangan guru pada materi getaran dan gelombang bunyi yang memenuhi criteria valid, praktis, dan efektif. Dengan menggunakan lembar kerja siswa berbasis learning cycle 5E maka ketrampilan proses dan pemahaman konsep IPA siswa mengalami peningkatan menjadi lebih baik. Pengembangan lembar kerja siswa ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap utama yaitu: define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan lembar kerja siswa hanya dilakukan pada tahap develop. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dengan menggunakan parameter validitas LKS, kepraktisan LKS, dan analisis uji-t untuk aspek keefektifan LKS. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa: 1) validitas LKS 3,70 termasuk katagori valid. 2) nilai kepraktisan: keterlaksanaan LKS 3,53, respon guru 3,70, respon siswa 3,72 dengan katagori sangat praktis, 3) kefektifan LKS dengan nilai ketrampilan proses dari kelima aspek yang diteliti diperoleh skor 84,8 dengan katagori baik dan nilai pemahaman konsep IPA siswa diperoleh skor rata-rata 81,50, simpangan baku 4,68 dan nilai uji-t adalah 12,84 dengan katagori paham. Berdasarkan temuan hasil penelitian dapat disimpulkan lembar kerja siswa memenuhi criteria valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan ketrampilan proses dan pemahaman konsep IPA siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup yang lebih luas. Kata Kunci : Lembar Kerja Siswa (LKS), model pembelajaran learning cycle 5E, ketrampilan proses, pemahaman konsep IPA This research is the development of student worksheets based 5E learning cycle which done in an attempt to overcome problems, particularly instructional media as a learning tool in the school. Instructional media used has not implemented an innovative learning model in the learning process, so that the impact on the process of students’ skills and understanding science concept is less than optimal. This research aims to produce worksheet for student as a learning media in the form of student worksheet and teachers worksheet, on the material of vibrations and sound waves which is cunclude the valid, practical, and effective criteria. By using the student worksheet 5E based learning cycle, the students skills process and understanding of science concept has increased. The development of this student worksheet using the model of the 4-D, consists of four main stages, namely define, design, develop, and disseminate. Development of student worksheet only done in the develop stage. The research method used is the descriptive analysis and using the parameters of worksheet validity, worksheet practicality, and t- test analysis for the worksheet aspect of effectiveness. Results of this research was obtained: 1) worksheet validity is 3,70 which include as a valid category, 2) the value of practicality: worksheet accomplishment is 3,53, teacher response is 3,70, student response is 3,72, which include as very practical category, 3) The effectiveness of LKS in process of skill from five aspect which is researched getting 84,8 in good category and in understanding the concept, students get mean 81,50, standard deviation 4,68 and t test is 12,84 in understanding category. Based on the research findings, we can conclude that student worksheet is valid, practical, and effective to improve the skills and science concept understanding of the student. So it can be used in a wider scope. keyword : student worksheet, 5E learning cycle learning model, process skills, science concept understanding
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA (Aspek Biologi) dengan Setting Problem Based Learning Bermedia Audio-visual untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif SMP I WAYAN ADNYANA .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan modul pembelajaran IPA dengan setting Problem Based Learning media audio-visual yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMP. Perangkat pembelajaran dikembangkan dengan menggunakan model 4-D. Unsur-unsur pengembangan model 4-D meliputi: 1) define; 2) design; 3) develope; and 4) disseminate. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu define, design, develope, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan rancangan penelitian pengembangan 4-D dan untuk menguji efektivitas menggunakan Pre-experimental dengan One-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah dosen, guru dan siswa yang terlibat dalam pengembangan modul. Objek penelitiannya adalah modul pembelajaran IPA. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi modul, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon guru terhadap modul, angket respon siswa terhadap modul, tes keterampilan berpikir kritis, dan tes hasil belajar. Data dianalisis untuk validitas dan kepraktisan modul pembelajaran IPA secara deskriptif kuantitatif dan efektifitas keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian adalah: 1) modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata 4,16 dengan kategori valid; 2) keterlaksanaan modul pembelajaran memenuhi kriteria praktis dengan memperoleh skor rata-rata 3,99, skor rata-rata respon guru memperoleh skor 4,30 dengan kategori sangat praktis dan respon siswa memperoleh skor 4,13 dengan kategori praktis, 3) modul pembelajaran memenuhi kriteria efektifitas berdasarkan hasil uji coba, yang dapat ditunjukkan dengan rata-rata nilai tes hasil belajar siswa sebesar 80,45 dan berdasarkan uji t diperoleh nilai t hitung (11,80) > t tabel (2,02). Sementara itu untuk nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 79,60 dan berdasarkan uji t di peroleh nilai t hitung (12,89) > t tabel (2,02). Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA (aspek biologi) yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : modul pembelajaran IPA, Problem Based Learning, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar The purpose of this study to produce biology learning modules with setting Problem Based Learning audio-visual media that qualify for valid, practical and effective criteria to improve the knowledge and critical thinking skills of junior high school students. This study was designed to pre-experimental that use one-group pretest-posttest design. Learning tools developed using 4-D models. Elements 4-D model development include: 1) define; 2) design; 3) develope; and 4) disseminate. This research was conducted in three phases, namely define, design, develope, while stage disseminate are not done. This type of research is development research with 4-D design development research and to test the effectiveness of this research using the Pre-experimental with One-group pretest-posttest design. Subjects in this study are professors, teachers and students involved in the development of the module. The object of research is science learning modules. Data was collected using a validation module sheets, observation sheets enforceability of learning, the teacher's response to the questionnaire module, the student questionnaire responses of the module, the test of critical thinking skills, and achievement test. Data were analyzed for validity and practicality of science learning modules using descriptive quantitative and effectiveness of critical thinking skills and student learning outcomes were analyzed using Paired Sample T-Test. The results of the research are: 1) learning modules developed obtained an average score of 4.16 with a valid category; 2) Excercising of learning modules qualify practical criteria that obtain an average score of 3.99, the average score of the response of teachers obtain a score of 4.30 with a very practical and response categories, then the students obtained a score of 4.13 with practical categories, 3) learning modules qualify effectiveness criteria based on the test results, which can be shown by the average scores of 80.45 students' knowledge and based on t test obtained by value t (11.80)> t table (2.02). Meanwhile to the average value of students' critical thinking skills at 79.60 and by the t test obtained t value (12.89) > t table (2.02). Based on the findings of this study can be concluded that the science learning module (biology aspects) developed qualify to valid, practical and effective criteria to improve the knowledge and critical thinking skills of students.keyword : science learning modules, Problem Based Learning, critical thinking skills, learning outcomes
KOMPARASI PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E DAN MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP DIAN DWIPA JAYANTHI .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengomparasi perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E, (2) mengomparasi perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E, (3) mengomparasi perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E. Jenis penelitian ini termasuk eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 10 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple random sampling. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas VIIA ¬sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa kelas VIIB sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep IPA dan kuesioner sikap ilmiah. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E (F = 4,297; p
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) DALAM PENULISAN RPP DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 KUTA NI WAYAN EMI SULANDARI .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan ilmiah dalam penulisan RPP dan pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Kuta. Data dikumpulkan melalui teknik angket, observasi, checklist, wawancara dan dokumentasi serta dianalisis secara interpretatif. Penelitian ini melibatkan satu orang guru Biologi sebagai informan dan tiga buah RPP tersebut untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan ilmiah dalam penulisan RPP dan pembelajaran Biologi belum diterapkan secara optimal. Hal ini ditunjukkan dari adanya beberapa deskripsi kegiatan belajar pada Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 yang tidak direncanakan dalam RPP. Selama proses pembelajaran terdapat aktivitas yang tidak sesuai dengan perencanaannya dalam RPP. Hal ini memberikan gambaran bahwa guru kurang memperhatikan langkah-langkah pembelajaran yang telah direncanakan. Kendala yang dialami guru dalam mengimplementasikan pendekatan ilmiah adalah a) kurangnya pemahaman guru mengenai konsep kurikulum 2013; (b) kesalahan konsep guru dalam pembelajaran, (c) jumlah siswa yang banyak dalam satu rombongan belajar, (d) pembagian alokasi waktu yang kurang tepat, (e) rendahnya antusiasme siswa dalam belajar, dan (f) kurangnya pemanfaatan sumber belajar dan media pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut dianjurkan saran perlu diadakannya pelatihan rutin dan evaluasi bagi guru tentang implementasi kurikulum 2013 baik dalam penulisan RPP maupun dalam pelaksanaan pembelajaran. Kata Kunci : pendekatan ilmiah, RPP, proses pembelajaran, kurikulum 2013 This study is aimed to describe the implementation of scientific approach in lesson plan and Biology learning process which was conducted in SMA Negeri 1 Kuta by using descriptive qualitative method. Data was collected by using questionnaire, observation, checklist, interview, and documentation then was analized interpretatively. A biology teacher was involved as the informant and there were three lesson plans from that teacher being analyzed in this study. The result of the study showed that scientific apporach in lesson plan and biology learning process was not implemented optimally. It was shown by the variety of activities that mentioned in Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 were not planned by the teacher in lesson plan. During the learning process there were unsuitable activities appeared. It showed the lack of the attention by teacher in implementing the steps of the learning activity planned. The obstacles faced by the teacher namely (a) the less of teacher’s understanding regarding the concept of curriculum 2013, (b) teachers’ misconception in teaching, (c) the big number of students in a class, (d) the allocation of time in learning process, (e) the less enthusiasm of students, (f) lack of learning sources and media used. Based on the finding of this study, it was highly suggested to do a routine trainning and evaluation for teacher regarding the implementation of curriculum 2013 both in lesson plan and learning process.keyword : scientific approach, lesson plan, learning process, curriculum 2013

Page 2 of 3 | Total Record : 29