cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2017)" : 9 Documents clear
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E TERHADAP KREATIVITAS SAINTIFIK DAN LITERASI SAINS SISWA SMP I PUTU IVAN KARYA WIGUNA .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Siklus 5E terhadap kreativitas saintifik dan literasi sains siswa. Populasi dalam penelitian ini semua siswa SMP N 2 Sukawati dan sampel sebanyak 128 orang siswa, yang dibagi mendjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen terdiri dari 64 prang siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E. Sedangkan pada kelompok kontrol terdiri dari 62 orang siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data kreativitas saintifik dan literasi sains dikumpulkan menggunakan tes essay. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mancova. Hasil Penelitian yang telah didapatkan antara lain: 1) terdapat perbedaan kreativitas saintifik dan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (Direct Intruction), 2) terdapat perbedaan kreativitas saintifik siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pengajaran langsung (Direct Intruction) terdapat perbedaan kreativitas saintifik siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pengajaran langsung (Direct Intruction), 3) terdapat perbedaan kemampuan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (Direct Intruction)Kata Kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E, Kreativitas Saintifik, Literasi Sains This research was aimed at investigating the effect of 5E learning-cycle model towards the students’ scientific creativity and science literacy. The population of the research were all of the students in SMP N 2 Sukawati. There were 128 students who were selected as the sample of the research. Those were divided into two groups, the experimental and the control group. There were 64 students in the experimental group who were taught by means of 5E learning-cycle model. Meanwhile, there were 62 students in the control group who were taught by means of direct instruction model. The data of scientific creativity and science literacy were gathered by means of essay test. The data are analyzed by means of Mancova. The result of the reseacrh are: 1) there are different ability of scientific creativity and science literacy of the students who are taught by means of 5E learning-cycle model compared with those who are taught by means of direct instruction model, 2) there are different ability of the students scientific creativity who are taught by means of 5E learning-cycle model compared with those who are taught by means of direct instruction model, 3) there are different ability of the students science literacy who are taught by means of 5E learning-cycle model compared with those who are taught by means of direct instruction model. keyword : 5E Learning Cycle Model, Scientific Creativity, Science Literacy
Pengaruh Bimbingan Pada Model Pembelajaran Penemuan Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA NI PUTU MERRY YUNITHASARI .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh bimbingan pada model pembelajaran penemuan terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Seririt. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2016/2017. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Berdasarkan teknik tersebut, kelas XI MIA 2 dan kelas XI MIA 3 dipilih sebagai sampel penelitian yang masing-masing terdiri atas 32 siswa dan 33 siswa. Data hasil belajar di kumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Skor rata-rata postes hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran penemuan bebas dan model pembelajaran penemuan terbimbing berturut-turut adalah 74,48 dan 83,13. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa adanya bimbingan berpengaruh positif pada model pembelajaran penemuan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Pembelajaran penemuan bebas, pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar The study was aimed at determine the influence of guided on discovery learning model to students learning outcomes SMA Negeri 1 Seririt. The type of the study was quasi-experiment with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of the study was the all eleventh grade students of math and natural science in SMAN 1 Seririt on academic year of 2016/2017. Samples were selected by cluster random sampling technique. Samples of the study were the eleventh grade students of math and natural science of 2 and 3, consisting 32 students and 33 students, respectively. The data of learning outcomes collected by using learning outcomes test. The collected data were analyzed using descriptive and inferential methods. The average score post-test of student learning outcomes that were taught by the free discovery learning model and the guided discovery learning model were 74.48 and 83.13, respectively. Based on the research that has been done, the results obtained that the guided has a positive effect on the discovery learning model of increased students learning outcomeskeyword : Free discovery learning model, guided discovery learning model, learning outcomes.
STUDI KOMPARASI MODEL PROBLEM SOLVING DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR DITUNJAU DARI SELF EFFICACY PADA SISWA AGUNG MADHI PRAYOGA .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbandingan antara model pembelajaran problem solving dan model problem based learning terhadap hasil belajar ditinjau dari self efficacy siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 274 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik cluster random sampling yang terdiri atas 2 kelas eksperimen I dan 2 kelas eksperimen II. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan desain faktorial 2 x 2. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat perbedaan hasil belajar kimia siswa yang signifikan antara kelas eksperimen I dan eksperimen II pada materi reaksi redoks dengan nilai sig. 0,001, (2) pada siswa yang memiliki self efficacy tinggi, nilai sig. 0,033, dan (3) pada siswa yang memiliki self efficacy rendah, nilai sig. 0,041. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar model pembelajaran problem solving lebih baik dibandingkan model problem based learning dilihat dari self efficacyKata Kunci : model problem solving, model problem based learning, self efficacy, hasil belajar This study aimed to describe and explain the comparison between the two models of learning toward learning achievement viewed from students self efficacy. The population of the study were all students of grade X which the total amount of 274 students. A sample was established using the cluster sampling technique consisting of 2 experimental classes I and 2 experimental classes II. This research was a quasi-experimental research with 2 x 2 factorial design. The data were collected through multiple choice test. Data were analyzed by using two-way ANAVA test. The results showed; (1) there is a significant difference of learning result between experiment classes I and experiment classes II on redox reaction material with significant score is 0,001, (2) in student having high self efficacy, a significant score is 0,033, and (3) in student having low self efficacy, a significant score is 0,041. Based on the results of data analysis, it can be concluded that learning achievement of problem solving model is better than problem based learning model viewed from self efficacy.keyword : problem solving model, problem based learning model, self efficacy, learning achievement
PENGEMBANGAN LKS SAINS DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN EFIKASI DIRI SISWA SMP I GUSTI LANANG AGUNG ADI PRANA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS sains yang memenuhi syarat validitas, kepraktisan dan efektivitas dengan setting model pembelajaran PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keyakinan diri siswa SMP. Pengembangan LKS ini mengacu pada model pengembangan 4-D yang disarankan oleh Thiagarajan et al. (1974) yaitu define, design, develop dan disseminate. Validasi instrumen dan produk dilakukan oleh dua orang tenaga ahli dan sebelas orang praktisi. Kepraktisan dinilai oleh guru dan siswa, dan data keefektifan didapatkan dari 38 orang siswa. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan LKS. Efektivitas LKS dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas LKS dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) LKS dinyatakan valid dengan skor rata-rata validitas 3,40, (2) LKS dinyatakan praktis dengan skor rata-rata kepraktisan 3,30, (3) LKS dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan thitung > ttabel (13,407 > 1,684) dan (4) LKS dinyatakan efektif untuk meningkatkan efikasi diri siswa dengan thitung > ttabel (16,838 > 1,687). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS sains telah memenuhi syarat validitas, kepraktisan, dan efektivitas dengan setting model pembelajaran PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan efikasi diri siswa SMP.Kata Kunci : Lembar Kerja Siswa, Problem Based Learning, Keterampilan berpikir kritis, Efikasi diri The purpose of this research was to produce a science student worksheet (LKS) that fulfills validity, practicality, and effectiveness requirements based on problem based learning model setting to improve junior high school students’ critical thinking skill and self-efficacy. The development of this student worksheet (LKS) was based on 4D development model suggested by Thiagarajan et al. (1974) they are define, design, develop and disseminate. The tests in this student worksheet were validated by two experts and eleven practitioners. The practicality was scored by the three teachers and the students, and the effectiveness data was acquired from 38 students. The data analysis method was done by using descriptive quantitative analysis toward the validity and the effectiveness of the student worksheet (LKS). The student worksheet effectiveness was done by using one group pretest posttest design. The student worksheet effectiveness was analyzed by using right side t-test. The result of the research shows that (1) the student worksheet (LKS) is valid with average score of the validity is 3.40, (2) the student worksheet (LKS) is practical with average score of the practicality is 3.30, (3) the student worksheet (LKS) is effective to improve students’ critical thinking skill with tcount > ttabel (13,407 > 1,684) and (4) the student worksheet (LKS) is effective to improve students’ self-efficacy with tcount > ttabel (16,838 > 1,687). Based on the result of this research, it can be concluded that science student worksheet (LKS) has fulfilled validity, practicality, and effectiveness based on problem based learning model setting requirements to improve students’ critical thinking skill and students’ self-efficacy.keyword : Student Worksheet, Problem Based Learning, Critical Thinking Skills, Self-efficacy
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MEDIA YANG BERBEDA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMA NI LUH PUTU CARIASTINI .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan: (1) perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang dibelajarkan menggunakan media gambar, torso dan video; (2) perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik; dan (3) interaksi antara penggunaan jenis media yang berbeda dengan gaya belajar terhadap pemahaman konsep biologi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain one group pre-test post-test design. Pengambilan sampel menggunakan random assignment pada kelas XI MIPA SMAN 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (Anava). Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang dibelajarkan menggunakan media gambar, media torso dan media video (F=4,588; p
PENGARUH PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA SMP IDA BAGUS PUTU INDRA WIKANTARA .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang belajar dengan pembelajaran experiential dan siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung, (2) perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan pembelajaran experiential dan siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung, (3) perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang belajar dengan pembelajaran experiential dan siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan Pretest Posttest Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Blahbatuh tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari VIII A sampai VIII I, berjumlah 349 siswa, dengan sampel penelitian yang digunakan adalah 76 siswa, yang terdistribusi ke dalam dua kelas.Berdasarkan hasil random sampling terpilih kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan VII D sebagai kelas control. Data keterampilan proses sains dikumpul dengan tes keterampilan proses saina dan pemahaman konsep dengan tes pemahamn konsep. Data yang terkumpul kemudian dianalisi dengan analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan uji MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran experiential dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung pada mata pelajaran IPA; (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran experiential dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung pada mata pelajaran IPA; (3) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran experiential dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung pada mata pelajaran IPA.Kata Kunci : Experiential, Pemahaman Konsep, Keterampilan Proses Sains This study aims to analyze: (1) differences in understanding the concept and skills of the science process between students learning with experiential learning and students learning by direct learning, (2) differences in concept understanding between students learning with experiential learning and students learning by learning (3) differences in the science process skills between students learning with experiential learning and students learning by direct learning. This research is a quasi-experimental study with the Pretest Posttest Non Equivalent Control Group Design design. The population in this study were students of class VIII SMP N 1 Blahbatuh academic year 2016/2017 consisting of VIII A to VIII I, amounted to 349 students, with sample research used is 76 students, which is distributed into two classes. Based on random sampling Elected class VIII C as experimental class and VII D as control class. The data of science process skills is collected by the process skill test of science and concept comprehension with conceptual comprehension test. The collected data was then analyzed by descriptive analysis and hypothesis test with MANOVA test. The results of this study indicate that: (1) there is a difference in understanding the concept and skills of the science process between groups of students who are learning with experiential learning and group of students learning by direct learning in science subjects; (2) there is a difference of conceptual understanding between groups of students who are learning with experiential learning and group of students who learn by direct learning on science subjects; (3) There is a difference in the science process skill between groups of learners with experiential learning and group of students learning by direct learning on science subjectskeyword : Learning, Conceptual Understanding, Science Process Skills
STUDI KOMPARASI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN BERPIKIR KREATIF SISWA NI WAYAN SUPARMI .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dua model pembelajaran inkuiri terhadap pemahaman konsep dan berpikir kreatif. Rancangan dalam Penelitian ini adalah pretes post-test control group design. Subjek penelitian adalah semua siswa kelas X SMK N 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random selection. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan 25 item tes pemahaman konsep, sedangkan data berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan 24 item tes berpikir kreatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data, bahwa (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep dan berpikir kreatif antara siswa yang diberikan model pembelajaran Inkuiri bebas dan inkuiri terbimbing (F = 16,694; p
RAGAM MISKONSEPSI SISWA KELAS X SMAN 2 BANJAR TENTANG LISTRIK DINAMIS NI MADE SURIYASMINI .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam miskonsepsi siswa kelas X SMAN 2 Banjar tentang materi listrik dinamis. Penelitian deskriptif ini melibatkan sampel sejumlah 142 siswa dari jumlah populasi 280 siswa. Data tentang ragam miskonsepsi siswa dikumpulkan dengan tes listrik dinamis pilihan ganda diperluas yang disertai dengan tingkat keyakinan responden terhadap jawabannya dengan indek reliabilitas r=0,651, yang dihitung dengan formula r11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam miskonsepsi-miskonsepsi fisika bersifat umum (common misconception) dapat terjadi pada siswa darimanapun asalnya, tes listrik dinamis yang disertai dengan tingkat keyakinan responden terhadap jawabannya dapat mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa.Kata Kunci : miskonsepsi, listrik dinamis The purpose of this study is to describe the misconceptions of students of class X SMAN 2 Banjar about dynamic electrical materials. This descriptive research involves the sample. 142 students from a population of 280 students. Data on the variety of student misconception with higher choice accompanied by the respondent's belief on the answer with the reliability index r = 0.651, calculated by the formula r11. The results showed that misconceptions - common misconception of general physics (the common misconception) can occur in students from wherever they come from, dynamic electrical tests accompanied by the level of confidence of respondents to the answer can prevent errors.keyword : misconceptions, dynamic electrical
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN SETTING MODEL SIKLUS BELAJAR 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP NI LUH PUTU WIDYA DHARMAYANTHI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pengembangan dilakukan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Tahapan yang dilaksanakan sampai pada tahap develop. Rancangan awal disebut draft I divalidasi oleh ahli dan praktisi, kemudian dianalisis dan direvisi sehingga dihasilkan draft II, selanjutnya dilakukan uji kelas di SMP Negeri 3 Tegallalang kelas VIIB yang berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan dengan lembar validasi modul pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon guru dan siswa terhadap modul pembelajaran serta tes pemahaman konsep. Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji one sample t-test untuk menyatakan efektivitas modul pembelajaran. Hasil penelitian: (1) validitas modul pembelajaran 4,4 dengan kategori sangat valid. (2) Keterlaksanaan modul pembelajaran 4,34 dengan kategori sangat praktis. (3) Keefektifan modul pembelajaran dengan nilai rata-rata pemahaman konsep 76,48 kategori tuntas karena melampaui KKM dengan persentase 87,5%. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil t-hitung (5,129) lebih besar dari nilai t-tabel (2,042) menunjukkan bahwa modul pembelajaran efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup yang lebih luas.Kata Kunci : Modul Pembelajaran, Siklus Belajar 7E, Pemahaman Konsep The purpose of this research was to produce a valid, practical, and effective biology learning module to improve students' conceptual understanding. Development is done using 4-D model which consists of: define, design, develop, and disseminate. Stages are implemented until the develop stage. The initial draft was called draft I validated by experts and practitioners, then analyzed and revised so that the result of draft II, then conducted the class test in SMP Negeri 3 Tegallalang class VIIB which amounted to 32 students. Data were collected with validation sheet of learning module, observation sheet of learning implementation, response questionnaire of teacher and student to learning module, and concept comprehension test. Then proceed with the analysis using descriptive statistics, and one sample t-test to express the effectiveness of the learning module. Result of research: (1) validity of learning module 4,4 with very valid category. (2) The implementation of learning module 4,34 with very practical category. (3) The effectiveness of the device with an average score of concept understanding is 76,48 with the finished category because it exceeds the minimum mastery criteria with the percentage 87,5%. The result of calculation using t-test gives t-count result (5,129) bigger than t-table value (2,042) shows that the learning module is effective in improving students' conceptual understanding. Based on the findings of the study, it is concluded that the learning module meets the valid, practical, and effective criteria to improve students' concept understanding, so that it can be used in a wider scope.keyword : Learning Module, 7E Learning Cycle, Concept Understanding

Page 1 of 1 | Total Record : 9