cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA Ni Wayan Erna Purna Dewi; I Gede Margunayasa; Ni Nyoman Kusmariyatni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.397 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Sukasada Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Sukasada Tahun Pelajaran 2017/2018 yang menggunakan kurikulum KTSP. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 4 Kayuputih Melaka yang berjumlah 18 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas IV SD Negeri 2 Kayuputih Melaka yang berjumlah 18 orang sebagai kelas kontrol, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu dengan analisis statistik desktriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji-t. Rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah 23,61 sedangkan rata-rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional adalah 15,61. Pengujian Hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > ttabel (thitung = 5,65 > ttabel = 2,03). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata-kata kunci: hasil belajar, IPA, two stay two stray.Abstract This study aimed to find out the significant difference in science learning between groups of students  who were studied with a cooperative learning model Two Stay Two Stray and the students who were learning with a conventional learning at IV grade of elemetary school at Gugus VIII Sukasada district on 2017/2018. This research was quasi experiment research using the non equivalen post test only control group design. The population in this research students class IV SD in Gugus VIII Sukasada district on 2017/2018 who uses curriculum KTSP. The samples were 18 students of SD Negeri 4 Kayuputih Melaka and 18 students of SD Negeri 2 Kayuputih Melaka which taken by random sampling technique. The data of learning result of science were by test method. The data was analyzed by a descriptive statistic and an inferential statistics through t-test. The mean scores of students who learning with the cooperative learning model of Two Stay Two Stray was 23,61 while the mean score of students who science learning by conventional learning was 15,61. The hypothesis testing using t-test shows t > ttabel (t hitung= 5,65 > t table= 2,03). This means that there was a significant difference in science learning among the students who learning with the cooperative learning model Two Stay Two Stray and studens who learning woth a conventional learning. Based on the results of the experiments it can be concluted that the cooperative learning model Two Stay Two Stray gave effect to the science learning outcomes.Keywords: the learning outcomes, science, two stay two stray.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Putu Widiarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.014 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK, (2)pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadapketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa, (3) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (5) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok MPBM dan MPK, (6) perbedaanpemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK.Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest onlynon-control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang.Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tesKBK dan PK fisika. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item denganreliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item denganreliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manovadua jalur.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan keterampilan KBKdan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruhinteraksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PKsiswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBMdan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4)terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswayang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBKantara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebihlanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPKdalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisikasiswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah (MPBM), keterampilanberpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK), dan motivasi belajar
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) Terhadap Literasi Sains Dalam Pembelajaran Fisika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa GEDE YOHANES ARYGUNARTHA .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI), 2) Menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran STM dengan gaya kognitif terhadap literasi sains siswa, 3) Menganalisis perbedaan perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) yang memiliki gaya kognitif field dependen (FD), dan 4) Menganalisis perbedaan perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) yang memiliki gaya kognitif field independen (FI). Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Kristen Harapan Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan ANOVA dua jalur. Hasil analisis menyatakan sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan skor hasil literasi sains fisika, antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran DI (F = 79,32; p < 0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran STM dengan model pembelajaran Direct Instruction (DI) terhadap literasi sains siswa (F = 76,23 ; p < 0,05), (3) terdapat perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI), (F = 20,75; p < 0,05), (4) terdapat perbedaan literasi sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan model pembelajaran Direct Instruction (DI) siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (FD), (F = 15,60; p < 0,05). Kata Kunci : Gaya kognitif, Literasi Sains, Model pembelajaran STM, The purpose of this study is 1) to analyze differences in scientific literacy of students between groups of students who study learning model STM and learning model of Direct Instruction (DI), 2) to analyze the effect of the interaction between the learning model STM with cognitive style on scientific literacy of students, 3) Analyzing the difference differences in scientific literacy of students between groups of students who study learning model STM and learning model of Direct Instruction (DI) which have a cognitive style field dependent (FD), and 4) to analyze the differences differences scientific literacy of students between groups of students who study learning model STM and learning model of Direct Instruction (DI) which have a cognitive style field independent (FI). This study is a quasi-experimental design with posttest only control group design. The study population was all students of class XI MIA Denpasar Hope Christian High School in the academic year 2015/2016. Decision-class research group based random sampling technique. Data were analyzed with descriptive statistics and ANOVA two lanes. The results of the analysis states the following. (1) there are differences in the results of scientific literacy scores physics, among students who study learning model Science Technology Society (STM) with students learning with learning model DI (F = 79,32; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA DAN SIKAP ILMIAH SISWA I DEWA GEDE ANOM .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Group Investigation terhadap hasil belajar kimia dan sikap ilmiah siswa. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 112 siswa yang langsung dijadikan sampel penelitian. Rancangan penelitian ini adalah post test only kontrol group design. Data hasil belajar kimia siswa dikumpulkan dengan tes hasil objektif dan data sikap ilmiah siswa dikumpulkan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) secara simultan, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif group investigation dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, 3) terdapat perbedaan yang signifikan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Group investigation, hasil belajar, sikap ilmiah This study aims to determine the effect of the cooperative group investigation learning model to the chemistry learning outcomes and scientific attitude of students. The population of this research were 112 students and directly into the research samples. This research is a post test only control group design. The data of chemistry learning outcomes collected by objective tests and while scientific attitude was collected by questionnaire. The data were analyzed using MANOVA. The results showed that: 1) simultaneously, the are a significant differences chemistry learning outcomes and scientific attitude of students between following the group investigation cooperative learning model with conventional model, 2) there are a significant differences chemistry learning outcomes betwen students’ following group investigation cooperative learning models with conventional model, 3) there are a significant differences scientific attitude of students betwen students’ following group investigation cooperative learning models with conventional model. keyword : group investigation, chemistry learning outcomes, scientific attitude
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMK DENGAN SETTING PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENGEMBANGKAN SOFT SKILL SISWA Ni Made Sruti Rahayu; I Wayan Sadia; Ni Made Pujani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.613 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran fisika SMK dengan setting project based learning (PjBL) yang valid, praktis dan efektif dalam mengembangkan soft skill siswa. Metode yang digunakan adalah Ressearch and Development (R&D) mengacu pada model 4-D yang disarankan Thiagarajan dengan tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X kelompok teknologi SMK Negeri 1 Susut pada tahun pelajaran 2014/2015 (N= 51). Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X bidang keahlian Teknologi dan Rekayasa (n = 33) yang diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi perangkat, lembar observasi keterlaksanaan, angket respon guru dan angket respon siswa. Data tentang validitas dan kepraktisan perangkat yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif, sedangkan data keefektifan dalam mengembangkan soft skill dianalisis menggunakan uji- t pihak kanan dengan α sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dengan rata-rata 3,56, 2) kepraktisan perangkat pembelajaran berada pada kategori sangat praktis dengan rata-rata 3,7, dan 3) Keefektifan perangkat pembelajaran berada pada kategori sedang (efektif) dalam meningkatkan soft skill siswa. Soft skill siswa setelah pembelajaran lebih baik setelah diterapkannya perangkat pembelajaran daripada sebelum diterapkannya perangkat pembelajaran fisika SMK dengan setting project based learning. Kata kunci: Perangkat pembelajaran fisika SMK, Project Based Learning, soft skill. AbstractThis research is aimed at generating vocational physics learning device with project based learning settings (PjBL) is valid, practical and effective in developing students' soft skills. The method used is Ressearch and Development (R & D) with reference to the 4-D model suggested Thiagarajan . The population in this study first class technology group SMK Negeri 1 Susut  in the school year 2014/2015 (N = 51). Samples were students of first class of expertise Technology and Engineering (n = 33) were taken by random sampling technique. Data were collected using the validation sheet, observation sheet, teacher questionnaire responses and student questionnaire responses. Data of validity and practically were analyzed using descriptive and effectiveness with right t-test α of 0.05. The results showed that 1) the developed learning device that are in the category of very valid with an average of 3.56, 2) the practicaly of learning tools that are in the category of very practical with an average of 3.7, and 3) the effectiveness of the learning device in the medium category (effective) to developing the students' soft skills. Student soft skills of students after implementation better than before the implementation of vocational physics learning device with setting Project Based Learning. Key words: Vocational physics learning device, Project Based Learning, soft skills.
STUDI KOMPARATIF MODEL PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAJUAN MASALAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA SMA IDA AYU PUTU WIDIARTINI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.129 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan pengajuan masalah, (2) perbedaan motivasi belajar dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajuan masalah, (3) perbedaan pemahaman konsep dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan  kelompok siswa yang belajar dengan pengajuan masalah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “posttest only control design”. Populasi penelitian berjumlah 150 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 99 orang.Dua instrumen pokok penelitian yaitu motivasi belajar dan pemahaman konsep siswa.Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistic inferensial.Untuk menguji hipotesis digunakan analisis multivariate dengan varians (MANOVA) satu jalur.Hasil penelitian adalah sebagai berikut.Pertama, terdapat perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dan siswa yang belajar dengan model pemecahan masalah.Ini didasarkan pada hasil uji multivariat masing-masing dengan F = 129,5 dengan signifikansi = 0,000. Kedua, terdapat perbedaan motivasi belajarantara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah.Ini didasarkan pada nilai Fhitung =  211,392. Ketigaterdapat perbedaan pemahaman konsep kimiaantara siswayang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dansiswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah. Rata-rata pemahaman konsep kimia siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah sebesar 85,182 lebih besar dari rata-rata pemahaman konsep kimiakelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah sebesar 77,842.Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran pengajuan masalah dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep kimia siswa.   Kata-kata kunci: model pembelajaran pemecahan masalah, model pembelajaran pengajuan masalah, motivasi belajar, pemahaman konsep. ABSTRACT The purpose of this study is analyze: (1) the differences of learning motivation and concept understanding in chemistry at the topic of acid-based solution between group of student who study with problem posing and solving learning model, (2) the differences of learning motivation in chemistry at the topic of acid-based between group of student who study with problem posing and solving learning model, (3) the differences of concept understanding in chemistry at the topic of acid-based between group of student who study with problem solving learning model and group of student who study with posing learning model. This study was queasy experiment by using posttest only control design. The population of this study was 150 students and sample of this study who participated was 99 students. Two main instruments were students’ learning motivation and concept understanding. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and inferential statistics analysis. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with MANOVA one way was used. The result of study was stated below. First, there were the differences between learning motivation and chemistry concept understanding significantly between group of student who study with problem posing and solving learning model (F = 129.5 dan p<0.05). Second, there werelearning motivation diffrences  between group of student who study with problem leading and solving learning model Fhitung = 211.392 dan p<0.05), Third, there was the chemistry concept understanding differences between group of student who study with problem posing and solving learning model Fhitung = 36.015 dan p<0.05). Based on the result of study, it can be recommended that learning model of problem posing can be applied as an alternative learning model in order to improve the students’ learning motivation and chemistry concept understanding.   Keywords: problem solving model, problem posing model, learning motivation, concept understanding.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL REACT I KADEK SUKARSA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika bermuatan pendidikan karakter dengan setting model pembelajaran kontekstual REACT yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan karakter dan keterampilan berpikir kritis siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan tes, angket, lembar observasi, dianalisis secara statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukan (1) bahan ajar dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,84, (2) bahan ajar dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) bahan ajar dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan thitung sebesar 14,07 (thitung > ttabel), (4) bahan ajar dinyatakan efektif untuk meningkatkan karakter siswa dengan nilai perkembangan karakter siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar fisika bermuatan pendidikan karakter dengan setting model pembelajara kontekstual REACT telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan karakter dan keterampilan berpikir kritis.Kata Kunci : bahan ajar, pendidikan karakter, kontekstual REACT This research aims to produce a physics learning material charged character education with setting of contextual REACT learning model to improve the character and critical thinking skills. Development of the learning device refers to the 4-D model of development as define, design, develop, and dissemination. Step of development is only done to the develop stage. The data is collected by test, queistionnaire, observation shett and to analysed with descriptive statistic. The results were obtained (1) expressed very valid teaching material with an average score of 3,84, (2) expressed very practical teaching material with an average score of 3,71, (3) was declared effective learning device to improve critical thinking skills, got tcount = 14,07 (tcount > ttab)and (4) was declared effective teaching material to improve students character with the value of the character development of students initial. Based on the results for of this research concluded that the physics teaching material by models of contextual REACT learning setting have a valid criteria, practical, and effective way to improve the character and critical thinking skills.keyword : learning material, education character, contextual REACT
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation terhadap Pemahaman Konsep Kimia ditinjau dari Motivasi Berprestasi I MADE KARTAMA .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional; (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa terhadap pemahaman konsep kimia; (3) perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa dengan motivasi berprestasi tinggi; (4) perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa dengan motivasi berprestasi rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional F=90,524;(p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DAN SELF EFFICACY SISWA SMP N. W. B. Rahayu Rahayu; Ketut Suma; I. B. P. Arnyana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.695 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPA dan self efficacy siswa kelas VII SMP yang menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw berbantuan mind map dan model pembelajaran langsung, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP yang menggunakan model belajar kooperatif jigsaw berbantuan mind map dan model pembelajaran langsung, serta (3) mendeskripsikan perbedaan self efficacy siswa kelas VII SMP yang menggunakan model belajar kooperatif jigsaw berbantuan mind map dan model pembelajaran langsung. Variabel dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif jigsaw berbantuan mind map dan model pembelajaran langsung sebagai variabel bebas, serta variabel terikat yang terdiri dari hasil belajar IPA dan self efficacy siswa. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan pretest postet control non equivalent group design. Data dalam penelitian ini berupa skor hasil belajar IPA siswa dan skor self efficacy yang dianalisis meggunakan uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA dan self efficacy siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw berbantuan mind map dan model pembelajaran langsung (F = 8,65) (p < 0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model kooperatif jigsaw berbantuan mind map dan model pembelajaran langsung (F= 11,22) (p = 0,00), (3) terdapat perbedaan self efficacy siswa yang belajar dengan model kooperatif jigsaw berbantuan mind map dan model pembelajaran langsung (F = 4,93) (p = 0,03).Kata kunci : model pembelajaran kooperatif jigsaw berbantuan mind map, hasil belajar IPA, dan self efficacy  AbstractThis research aimed at (1) describe the differences of  science learning outcomes and self-efficacy of seventh grade students of SMP by applying jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map and direct method, (2) describe the differences in science learning outcomes of students of seventh grade students of SMP by applying jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map and direct method, and (3) describe the differences of student’s self-efficacy of seventh grade students of SMP by applying jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map and direct method. The variables in this research were jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map and direct method as independent variables and the dependent variable is composed of science learning outcomes and student’s self-efficacy. This research was quasi-experimental design with pre-test post-test non-equivalent control group design. The data of this research were science learning outcomes scores and self-efficacy scores were analyzed with Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) test. The result of this research discovered that (1) there was differences on science learning outcomes and self-efficacy of students were applying jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map and direct method (F = 8.65) (p <0.05), (2) there was differences on science learning outcomes between students who  applying jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map and direct method (F = 11.22) (p = 0.00), (3) there was differences on self-efficacy between students applying jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map and direct method ( F = 4.93) (p = 0.03).Key words: Jigsaw cooperative learning that was assisted by mind map, science learning outcomes, self-efficacy
KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN 5E DENGAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMA Ni Made Ayu Suryaningsih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.219 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran 5E dengan Model pengajaran langsung terhadap (1) hasil belajar biologi dan kinerja ilmiah siswa, (2) hasil belajar biologi, dan (3) kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kuta Utara pada siswa kelas XI IPA semester II tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan non equivalent pretest-posttest  control group design.  Pengambilan sampel (n=134) pada populasi (N=271) dilakukan dengan metode group random sampling. Data berupa gain skor ternormalisasi hasil belajar dan kinerja ilmiah yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,845 dengan taraf signifikansi 0,001, P<0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,819 dengan taraf signifikansi 0,010, p<0,05), dan (3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=9,001 dengan taraf signifikansi 0,003, p<0,05). Kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran 5E menunjukan hasil hasil belajar (LSD=0,04< µij=0,054) dan kinerja ilmiah (LSD=0,063< µij=0,097) yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan model pengajaran langsung. Kata Kunci: model pembelajaran 5E, model pengajaran langsung, hasil belajar biologi, dan kinerja ilmiah