cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA I GEDE KARIAWAN .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; DRA. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.475 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika dengan setting model pembelajaran inkuiri yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Berpikir Kritis siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,80, (2) perangkat pembelajaran dinyayakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan (4) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan setting model pembelajara inkuiri telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis.Kata Kunci : Inkuiri, Pemecahan Masalah, Berpikir Kritis This research aims to produce a physics learning device by a valid, practical, and effective setting of inquiry learning model to improve the students Problem Solving ability and Critical Thinking ability. Development of the learning device refers to the 4-D model of development as define, design, develop, and dissemination. Step of development is only done to the develop stage. Data was collected using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The method of data analysis has been done using quantitative descriptive analysis of the validity and practicality of learning tools. Effectiveness of the learning is done by one group pretest posttest design. The effectiveness of the learning device was analyzed by t test right parties. The results were obtained (1) expressed very valid learning device with an average score of 3,80, (2) expressed very practical learning device with an average score of 3,71, (3) was declared effective learning device to improve problem solving ability, got tcount = 17,45 (tcount > ttable), gain score 0,61 and (4) was declared effective learning device to improve critical thinking ability, got tcount = 16,75 (tcount > ttable), gain score 0,35. Based on the results of this research concluded that the physics learning device by models of inquiry learning setting have a valid criteria, practical, and effective way to improve the ability of problem solving and critical thinking skills.keyword : Inquiry, Problem Solving, Critical Thinking
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA I MADE HARDIYASA .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.885 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran siklus belajar 5E terhadap keterampilan berpikir kreatif dan motivasi berprestasi siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta Selatan pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 159 siswa yang terdiri dari 82 siswa kelas eksperimen dan 77 siswa kelas kontrol. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini dirancang dalam bentuk pretest-posttest control group design. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kreatif dan kuesioner motivasi berprestasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kreatif dan motivasi berprestasi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar 5E dengan siswa yang belajar model pembelajaran ekspositori (F=95,49;P
Pengembangan LKS Sains Pokok Bahasan Gaya dan Hukum Newton dengan Setting Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains GEDE SUADNYANA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa LKS sains pokok bahasan Gaya dan Hukum Newton dengan setting inkuiri terbimbing yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan menggunakan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (Thiagarajan et al, 1974) yang dimodifikasi menjadi 3-D yaitu Define, Design, Development. Validasi LKS dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) oleh dua orang ahli media dan satu orang praktisi yang selanjutnya LKS divalidasi oleh sepuluh orang praktisi. Kepraktisan dinilai oleh dua orang guru dan siswa dan keefektifan LKS diuji melalui rancangan one group pre-test post-test design yang melibatkan 36 orang siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif tentang validitas dan kepraktisan. Efektivitas LKS dilakukan dengan one group pre-test post-test design dan dianalisis dengan uji t pihak kanan. Dari hasil penelitian dan pengembangan diperoleh : 1) validitas LKS berada pada kategori sangat valid dengan skor rata-rata validitas 3,56, 2) kepraktisan LKS berada pada kategori sangat praktis dengan skor rata-rata keterlaksanaan LKS dalam pembelajaran 3,61, rata-rata nilai penilaian guru 3,77 dan skor rata-rata penilaian siswa 3,75, 3) keefektifan LKS dapat dilihat dari skor perubahan sebelum dan sesudah menggunakan LKS inkuiri terbimbing. Hasil uji gain skor keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan sebesar 0.65 yang berada pada kategori sedang. Hasil uji t menunjukan keterampilan proses sains memiliki thitung 18,167 dengan p < 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti LKS sains dengan setting Inkuiri Terbimbing efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci : inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains This research is research development. The purpose of research is to produce instructional devices as science student worksheet on subject of Force and Newton Law with guided inquiry setting that is valid, practical and effective. The development model is the 4-D by Thiagarajan (Thiagarajan et al, 1974) that is modified into 3-D those are Define, Design, And Development. The worksheet validation was done through Focus Group Discussion (FGD) by two media experts and one practitioner, which was then validated by ten practitioners. Practicality was assessed by two teachers and students and the effectiveness of student worksheet was tested through a one group pre-test post-test design involving 36 students.. Data analysis was done by quantitative descriptive analysis of validity and practicality. The effectiveness of student worksheet is done by one group pretest posttest design and analyzed by right side t test. The results of research and development obtained: 1) the validity of worksheet is in the category of very valid with the average score of validity 3.56, 2) worksheet practicality is in the category very practical with average score of worksheet implementation in learning 3.61, the average score of teacher assessment 3, 77 and the average student assessment 3.75, 3) the effectiveness of worksheet can be seen from the score changes before and after using guided inquiry worksheet. The result of gain test of student science skill score has increased by 0.65 in the medium category. The result of t test shows the of science process skill have t count 18,167 with p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA I Ketut Reta
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.38 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini pada hakekatnya bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaranberbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, (2)perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitiffield independent dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, dan (3)pengaruh interaksi antara gaya kognitif dan model pembelajaran terhadap keterampilanberpikir kritis.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas X SMAN 1 Gianyartahun pelajaran 2011/2012. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahnon equivalent pretest-posttest control group design. Data penelitian ini dianalisis dengananalisis statistik ANAVA faktorial 2 x 2. Uji lanjut dari ANAVA faktorial 2 x 2 dilakukandengan Uji t- Scheffe.Berdasarkan hasil analisis data dan hasil pembahasan dapat dibuat kesimpulan sebagaiberikut: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompoksiswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok siswa yangbelajar dengan model pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan yang signifikanketerampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif fieldindependent dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, 3) terdapatpengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap keterampilanberpikir kritis, 4) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yangbelajar melalui model PBLdengan kelompok siswa yang belajar dengan model PK padakelompok gaya kognitif field independent, 5) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritisantara kelompok siswa yang belajar melalui model PBLdengan kelompok siswa yang belajardengan model PK pada kelompok gaya kognitif field dependent.Berdasarkan temuan dalam penelitian ini dapat diajukan saran hendaknya para gurumenggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model alternatif untukmeningkatkan keterampilan berpikir kritis. Dan, dalam pembelajaran guru hendaknyamemperhatikan gaya kognitif yang dimiliki siswa.
Komparasi Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Model Pembelajaran Inkuiri Bebas Terhadap Literasi Sains dan Kondep Diri Siswa. I KOMANG AGUS EKA PUTRA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; DR. A.A.ISTRI RAI SUDIATMIKA,MPd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan literasi sains dan konsep diri siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran inkuiri bebas, dan model pembelajaran langsung, (2) menganalisis perbedaan literasi sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran inkuiri bebas, dan model pembelajaran langsung,dan (3) menganalisis perbedaan konsep diri siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, model pembelajaran inkuiri bebas, dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Kintamani Tahun pelajaran 2015/2016 (n = 280), dengan sampel sebanyak 105 siswa yang terbagi kedalam tiga kelas. Pemilihan sampel berdasarkan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan literasi sains dan konsep diri siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas, dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F=7,169; p
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONSTEKTUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MADE AYU SRI ARIANI .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.056 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis 1) perbedaan Pemahaman Konsep (PK) IPA dan Ketrampilan Berpikir Kritis (KBK) antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kontekstual (MPK) dengan siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Langsung (MPL) 2) perbedaan PK antara siswa yang belajar MPK dengan MPL, 3) perbedaan KBK antara siswa yang mengikuti MPK dan MPL. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Kuta Utara tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data dikumpulkan dengan tes. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan hasil penelitian bahwa (1) Terdapat perbedaan Pemahaman Konsep dan Ketrampilan Berpikir Kritis antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kontekstual dengan Model Pembelajaran Langsung,signifikasi< 0,05 (2) Terdapat perbedaan Pemahaman Konsep antara Model Pembelajaran Kontekstual dengan Model Pembelajaran Langsung (F= 277,337;p
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA MATERI ASAM,BASA, DAN GARAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP PUTU PREMA SWARI .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis budaya lokal yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D menurut Tiagarajan dkk meliputi : 1) define; 2) design; 3) develop; dan 4) disseminate. Penelitian ini hanya dilakukan 3 tahapan yaitu define, design, dan develop. Untuk menguji efektivitas perangkat pembelajaran digunakan desain penelitian One Shoot Case Study yang dimodifikasi. Siswa kelas VII D SMPN 2 Tejakula sebanyak 32 orang menjadi subjek dalam penelitian ini. Data untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan perangkat pembelajaran diperoleh dari kajian pustaka dan angket yang disebarkan ke validator ahli dan praktisi. Data dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Validitas perangkat pembelajaran ini mendapat skor rata-rata sebesar 4,23 dengan kategori sangat valid. Kepraktisan perangkat pembelajaran ini dilihat dari keterlaksanaan modul sebesar 3,94 dengan kategori praktis. Aspek efektivitas perangkat pembelajaran ini terpenuhi karena tercapainya tujuan pembelajaran yaitu mampu meningkatkan pemahaman aplikasi pengetahuan yang berbasis budaya dengan retensi 98,5 % kategori sangat baik dan presentase klasikal sebesar 53 % dengan kategori cukup efektif.Kata Kunci : perangkat pembelajaran, budaya lokal, IPA, dan hasil belajar The aim of this study was to produce science lesson plan based a local culture which fullfilled the criteria of validity, practicality, and effectivity to improve the learning outcomes of junior high school students in VII grade. The type of this study was Research and Development (R&D) especially lesson plan development using 4-D model according to Tiagarajan et al, include: 1) define; 2) design; 3) develop; and 4) disseminate. In this research only done 3 stages that were define, design, and develop. Pre-experimental design was used to test the effectivity by using one shoot case study modification. 32 students in class VII D SMPN 2 Tejakula were became subjects in this study. The data for knowing the validity and practicality of the lesson plan were obtained from literature review and questionnaires distributed to expert and practitioner validators. Data were analyzed and presented descriptively. Validity of this lesson plan has average score are 4.23 in valid category. The practicality of this lesson plan has fulfilled in category practice with the average score of the module implementation are 3.94. Effectivity aspects of this lesson plan are fulfilled because the achievement of learning objectives is able to improve the understanding and application of knowledge based on local culture with the average learning outcomes (posttest) of 68.16 and the retention are 98.5% in very good category and classical percentage are 53% with quite effective category.keyword : lesson plan, local culture, science, and learning outcomes
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF QUESTIONS STUDENT HAVE DAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA I Made Subawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.133 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis perbedaan pemahamankonsep kimia dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yangmengikuti model pembelajaran Questions Student Have dan kelompok siswa yangbelajar mengikuti model pembelajaran Think Pair Share, (2) untuk menganalisisperbedaan pemahaman konsep kimia antara kelompok siswa yang mengikutimodel pembelajaran Questions Student Have dan kelompok siswa yang belajarmengikuti Think Pair Share, dan (3) untuk menganalisis perbedaan keterampilanberpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaranQuestions Student Haved dan kelompok siswa yang belajar mengikuti modelpembelajaran Think Pair Share.Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent pre-test post-testcontrol group design. Populasi adalah semua kelas X SMA Negeri 4 Denpasar,dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan cara simple random samplingdengan jumlah sampel 156 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalahmodel pembelajaran Questions Student Have yang dikenakan pada kelompokeksperimdan dan Think Pair Share yang dikenakan pada kelompok kontrol.Pemahaman konsep kimia dan keterampilan berpikir kritis dalam penelitian iniberperan sebagai variabel terikat. Cara pengumpulan data menggunakan tespemahaman konsep dan tes keterampilan berpikir kritis. Data yang dikumpulkandianalisis dengan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar denganmenggunakan model Questions Student Have dan kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran Think Pair Share (Fhitung = 14,643 dan p < 0,05), (2)terdapat perbedaan pemahaman konsep kimia yang signifikan antara kelompoksiswa yang mengikuti model pembelajaran Questions Student Have dan kelompoksiswa belajar mengikuti model pembelajaran Think Pair Share (Fhitung = 2,082 danp < 0,05), dan (3) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis yang signifikanantara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Questions StudentHave dan kelompok siswa belajar mengikuti model pembelajaran Think PairShare (Fhitung = 5,323 dan p < 0,05).Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwamodel pembelajaran Questions Student Have memberikan peningkatanpemahaman konsep kimia dan keterampilan berpikir kritis siswa yang lebihsignifikan dibandingkan dengan model pembelajaran Think Pair Share.Kata-kata kunci: model pembelajaran kooperatif Questions Student Have, ThinkPair Share, pemahaman konsep kimia, dan ketrampilan berpikirkritis
Pengembangan Perangkat Penilaian Portofolio Untuk Mengukur Keterampilan Proses IPA Siswa SMP BINAR AYU DEWANTI .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .; DR. A.A.ISTRI RAI SUDIATMIKA,MPd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat penilaian portofolio yang layak dan efektif dalam mengukur keterampilan proses IPA siswa SMP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D yang dirancang dengan model pengembangan 4D. Dalam menguji efektifitas perangkat yang dikembangkan, penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat penilaian portofolio keterampilan proses IPA memenuhi kategori valid (dengan nilai rata-rata kevalidan 2,88 berdasarkan uji validasi ahli) dan seluruh butir pada tiap instrumen valid karena memiliki nilai r hitung>r tabel (berdasarkan uji validasi konstruk), (2) perangkat penilaian portofolio keterampilan proses IPA memenuhi kategori praktis (dengan nilai rata-rata kepraktisan 2,88) yang artinya perangkat penilaian tersebut mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran, (3) terdapat perbedaan nilai keterampilan proses IPA siswa saat sebelum dan sesudah diukur menggunakan perangkat penilaian portofolio (nilai Sig (2-tailed) 0,00 < 0,05). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat penilaian portofolio yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses IPA siswa SMP telah layak dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran IPA.Kata Kunci : penilaian, portofolio, keterampilan proses IPA This study aimed at producing a portfolio assessment that is proper and effective in measuring junior high school student’s science process skills. This research is a study of R & D that is designed by development model of 4D. In testing the effectiveness of the assessment, this study employed one group pre-test post-test design. The results showed that: (1) the portfolio assessment meet the category of valid (with score of validity is 2,88 and based on test validation expert) and whole grains in each instrument is valid because it has a value of r count>r table (based on validation construct test), (2) the portfolio assessment meet the category of practical (with score of practicality is 2,88), where it means assessment are easy to use in learning activities, (3) there were differences in the value of student’s students skills process before and after was measured using a portfolio assessment (value Sig (2-tailed) 0 ,00 < 0.05). Based on these findings it can be concluded that the portfolio assessment that is used to measure the junior high school student’s science process skills decent and effectively used in science learning activities.keyword : assessment, portfolios, science process skills
Permasalahan-Permasalahan Yang Dihadapi Siswa SMA Di Kota Singaraja Dalam Mempelajari Fisika GEDE BANDEM SAMUDRA .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.849 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa di SMA di Kota Singaraja dalam mempelajari fisika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif desain grounded theory. Informan penelitian adalah siswa dan guru fisika siswa SMA-SMA di kota Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode survey, observasi, dan wawancara. Survey yang dilakukan menggunakan instrumen kuisioner. Observasi yang dilakukan adalah observasi partisipatif jenis partisipasi pasif. Teknik wawancara yang digunakan berjenis wawancara semiterstruktur. Analisis data sebelum di lapangan dilakukan terhadap data-data pendahuluan yang diperoleh. Analisis data di lapangan mencakup tiga kegiatan yang bersamaan yaitu: (1) reduksi data (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa SMA di Singaraja dalam belajar fisika ada dua yaitu sulitnya memahami pelajaran fisika dan tidak sukanya siswa terhadap pelajaran fisika. Kesulitan siswa dalam mempelajari fisika disebabkan oleh dua hal yaitu materi fisika yang padat, menghapal, dan menghitung, serta pembelajaran fisika di kelas yang tidak kontekstual. Tidak sukanya siswa terhadap pelajaran fisika disebabkan karena pada pembelajaran fisika di kelas guru tidak memperhatikan siswa.Kata Kunci : permasalahan belajar, siswa SMA, fisika The study was aimed at disclosing the problems faced by the students at senior high schools (SHS) in Singaraja town in learning physics. The reseach was a qualitative study which used a grounded theory design. The informants of the study were students and physics teachers at SHSs in Singaraja town. The data were collected by using survey, observation, and interview methods. The survey was conducted through questionnaire administration, and the observation carried out was passive participative observation. For the interview, semistructured interview technique was employed. The data analysis, first, included the data obtained prior to the field work in the form of preliminary data. The analysis of the field work data included three simultaneous activities: (1) data reduction, (2) data display, and (3) conclusion drawing (verification). The data analyses reveal that there are two major problems faced by the students of SHSs at Singaraja town in learning physics, i.e. their difficulty in understanding the physics subject and their dislike toward the physics subject. Their difficulty in learning physics is due to two things: the dense, root learning oriented, and calculation oriented learning materials of physics, and the uncontextual learning process. The students’ dislike toward physics occurs because the teacher does not attend to his/her individual students during the physics teaching and learning in the class. keyword : learning problems, senior high school students, physics