cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19783833     EISSN : 24426725     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT ANDALAS (JKMA) menerbitkan artikel penelitian (research article), artikel telaah/studi literatur (review article/literature review), laporan kasus (case report) dan artikel konsep atau kebijakan (concept/policy article), di semua bidang ilmu kesehatan masyarakat yang meliputi: Epidemiologi Biostatistik Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Administrasi & Kebijakan Kesehatan Gizi Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Sistem Informasi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
EFEKTIFITAS BIO SORBEN KELADI, ECENG GONDOK DAN BATANG PISANG PADA KANDUNGAN FOSFAT LIMBAH LAUNDRY Zainul Ikhwan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.162

Abstract

Limbah laundry mengandung fosfat tinggi yang berasal dari sodium tripoly fosfat yang merupakan bahan detergen berfungsi sebagai builder untuk menghilangkan kesadahan air sehingga detergen berfungsi optimal. Kelebihan fosfat mengakibatkan eutrofikasi. Salah satu alternatif menghilangkan pencemaran dengan menggunakan absobsi tanaman yang dapat berfungsi sebagai bioasorben. Tujuan penelitian diketahuinya Efektifitas Biosorben Batang Keladi, Eceng Gondok dan Batang Pisang terhadap Kandungan Fosfat Limbah Cair Laundry Tahun 2015. Jenis penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre posttest. Sub variabel air limbah laundry 100 ml dan biosorben batang keladi, eceng gondok, batang pisang sedangkan variabel adalah penurunan kadar fosfat limbah laundry. Analisis data mengunakan uji one way anova dan regresi multivariate. Hasil rata-rata kadar fosfat air limbah sebelum perlakuan 10,26 mg/L, sedangkan setelah perlakuan mengalami penurunan tertinggi pada bioasorben batang pisang dengan penambahan 15 gram terjadi penurunan kadar fospat sebesar 8,91 mg/L, bioabsorben batang keladi sebesar 5,43 mg/L ; dan ecenggondok 8,44 mg/L. Hasil ini masih melebihi baku mutu 0,2 mg/L (PP No. 82 tahun 2011). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan penurunan kadar fosfat limbah cair laundry dengan nilai p=0,046 dan biosorben batang pisang paling berpengaruh terhadap penurunan kadar fosfat limbah laundryKata Kunci: Biosorben, Fosfat, Limbah Cair Laundry
ANALISIS KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DALAM MANAJEMEN PENATALAKSANAAN PENYAKIT KRONIS LANSIA Reni Zulfitri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.163

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pelayanan kesehatan primer dalam manajemen penatalaksanaan penyakit kronis pada lansia di Indonesia. Metode yang digunakan adalah content analysis dengan melakukan penelusuran literature review secara terintegrasi dari berbagai sumber, baik dalam bentuk jurnal maupun buku teks dari tahun 2004 sampai 2013 tingkat nasional maupun internasional. Hasil literature review menguraikan bahwa fokus kebijakan pelayanan kesehatan primer harus bersifat holistik (mencakup aspek Bio, psikososial, dan spiritual) dan komprehensif (mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif), mulai di tingkat individu, keluarga, kelompok ataupun di tingkat masyarakat. Beberapa pendekatan yang harus dijalankan adalah menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat, seperti: Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) induk dan pembantu, Posbindu lansia, dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) lainnya dengan kegiatan yang bervariasi. Bentuk upaya yang dapat dilakukan adalah: pendidikan kesehatan, deteksi dini, memandirikan masyarakat khususnya keluarga melalui strategi empowerment, partnership, dan manajemen pembiayaan yang efektif. Kesimpulannya adalah kebijakan pelayanan kesehatan primer harus bersifat holistik dan komprehensif, terjangkau, dan dalam upaya meningkatkan kemandirian lansia dan keluarga.Kata Kunci: Kebijakan, Pelayanan kesehatan primer, Penatalaksanaan, Penyakit kronis, Lanjut usia
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI PERAWAT GAWAT DARURAT DI RSU HERNA MEDAN Gerry Silaban; Arfah Mardiana Lubis; Umi Salmah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.164

Abstract

Beberapa Rumah Sakit Umum (RSU) di Medan masih ada yang belum memenuhi standar Key Performance Indicator (KPI) IGD, salah satunya adalah RSU Herna Medan. Dibutuhkan sistem penilaian kinerja perawat gawat darurat yang disusun berdasarkan kompetensi, agar mampu memberikan kinerja yang baik. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan studi dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Bertujuan merancang sistem penilaian kinerja berbasis kompetensi perawat gawat darurat di RSU Herna Medan. 8 orang partisipan terpilih untuk mengikuti FGD tanggal 11 Mei 2015.  Analisis isi digunakan untuk data dokumen dan analisis tematik untuk data FGD. Hasil analisa data dokumen, tidak tercantum tujuan penilaian kinerja, penilaian kinerja disusun berdasarkan Task-focused Performance Dimension, cara penilaian dan hasilnya tidak diberitahukan pada perawat yang dinilai. Hasil analisa data FGD, kompetensi perawat gawat darurat di RSU Herna Medan adalah dampak dan pengaruh, mengembangkan orang lain, empati, percaya diri, pengendalian diri, komitmen terhadap organisasi, keahlian teknikal, berorientasi kepada pelanggan, kerja sama kelompok, berfikir analitis, berfikir konseptual, inisiatif, fleksibilitas, kemampuan mengarahkan perintah dan semangat untuk berprestasi. Disarankan pihak manajemen agar menggunakan lembar penilaian kinerja yang telah disusun minimal satu kali dalam 6 bulan.Kata Kunci: Penilaian Kinerja, Kompetensi, Perawat Gawat Darurat
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA DI INDONESIA Ayu Khoirotul Umaroh; Yuli Kusumawati; Heru Subaris Kasjono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.165

Abstract

Kegiatan seksual yang tidak bertanggung jawab menempatkan remaja pada tantangan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Berdasarkan data SDKI 2012, remaja (15-24 tahun belum menikah) yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah sebanyak 0,9% perempuan dan 8,7% laki-laki di daerah urban serta 1,0% perempuan dan 7,8% laki-laki di daerah rural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia berdasarkan data SDKI 2012. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif analitis dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 19.882. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia. Faktor internal yakni tingkat pendidikan (p=0,000), pengetahun (p=0,000), sikap (p=0,000) dan gaya hidup (p=0,017). Faktor eksternal yakni sumber informasi (p=0,000), kelengkapan informasi (p=0,005), peran (p=0,000) dan tempat tinggal (0,000). Demikian pula hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap memiliki nilai OR tertinggi sebesar 2,129 (95%CI : 1,963-2,309), artinya remaja dengan sikap tidak baik memiliki risiko 2,129 kali untuk melakukan perilaku seksual pranikah daripada remaja dengan sikap baikKata Kunci: Remaja, Perilaku Seksual, Faktor Internal dan Eksternal, SDKI 2012
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN IBU DAN PENGETAHUAN RESPONDEN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI Aditya Risky Dwinanda; Anisa Catur Wijayanti; Kusuma Estu Werdani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.166

Abstract

Pernikahan usia dini memiliki dampak pada kesehatan pasangan usia muda karena dapat berpengaruh pada tingginya angka kematian ibu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pendidikan ibu dan pengetahuan responden dengan pernikahan usia dini di Kec. Plaosan Kab. Magetan Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang sudah menikah di Kec. Plaosan Kab. Magetan Jawa Timur tahun 2014. Pemilihan sampel dengan perbandingan 1 : 1, dengan kasus sebanyak 76 responden dan kontrol 76 responden. Teknik uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu (p-value=0,000; OR= 9,821; 95% CI= 4,657-20,714) pengetahuan reponden (p-value=0,000;OR= 4,286; 95% CI= 2,082-8,825) dengan kejadian pernikahan usia dini di Kec. Plaosan Kab. Magetan Jawa Timur tahun 2015.Kata Kunci: Pendidikan Ibu, Pengetahuan Ibu, Pernikahan Usia Dini
EFEKTIFITAS VARIASI UMPAN DALAM PENGGUNAAN FLY TRAP DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR GANET KOTA TANJUNGPINANG Erpina Santi Meliana Nadeak; Tarro Rwanda; Iwan Iskandar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.167

Abstract

Dalam lingkungan masyarakat banyak jenis serangga yang perlu dikendalikan walaupun tidak dapat diberantas secara tuntas contohnya adalah jenis serangga lalat. Lalat merupakan serangga penular atau vektor beberapa jenis penyakit bagi manusia. Untuk meminimalkan pemakaian insektisida dalam pengendalian serangga lalat maka perlu dilakukan pengendalian lalat secara alami dan sesuai dengan kepadatannya. Tujuan penelitian adalah  untuk mengetahui efektifitas perangkap lalat ( fly trap ) yang dibuat oleh peneliti dengan menggunakan variasi umpan untuk memerangkap lalat. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain postest only design (one shot case study). Hasil dari penelitian ini dengan memasang 3 fly trap dengan 3 jenis umpan berbeda yaitu umpan udang, umpan fermentasi cabai, dan umpan tomat busuk, diperoleh jumlah lalat terperangkap yaitu umpan udang sebanyak 1374 ekor  lalat (86%), umpan fermentasi cabai  sebanyak 123 ekor lalat (8%), dan umpan  tomat busuk sebanyak  104 ekor lalat (6%). Hasil penelitian ini diuji dengan uji statistik one way anova menunjukan bahwa nilai p = 0,000 < 0,05 dapat diartikan bahwa secara statistik Ho ditolak. Maka disimpulkan bahwa dari 3 variasi umpan yang digunakan pada penelitian ini, umpan udang lebih efektif dibandingkan umpan cabai dan umpan tomat busuk yang kemudian diikuti oleh umpan fermentasi cabai dan umpan tomat busuk.Kata Kunci: Lalat, Fly Trap, Variasi Umpan
ANALISIS BIAYA JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) (STUDI KASUS PADA SALAH SATU BIDAN PRAKTEK SWASTA KOTA PADANG) Syafrawati Syafrawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.168

Abstract

Tahun 2011 Kementerian Kesehatan RI membuat suatu kebijakan dengan meluncurkan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) sebagai bentuk intervensi dalam penurunan AKI dan AKB. Pelaksanaan program Jampersal ini masih menemukan kendala di lapangan. Salah satunya adalah masih minimnya Bidan Praktek Swasta yang mau menerima pasien Jampersal. Tujuan penelitian adalah dilakukannya analisa biaya untuk satu kali persalinan normal pada salah satu bidan praktek swasta di Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data kuantitatif. Metode analisis biaya yang digunakan adalah metode activity based costing yaitu metode penghitungan biaya berdasarkan aktifitas-aktifitas yang dilakukan bidan pada persalinan normal, mulai dari pasien datang ke rumah bidan sampai pasien pulang. Berdasarkan analisa biaya yang ditimbulkan pada pelayanan persalinan normal adalah Rp. 574.452,-. Hal ini menunjukkan bahwa pengantian biaya persalinan normal oleh pemerintah kepada bidan praktek swasta masih kurang sekitar Rp. 74.452,- dari anggaran  pemerintah sebesar Rp 500.000,-. Disarankan kepada pemerintah untuk menambah alokasi dana persalinan normal agar bidan yang ingin melaksanakan pelayanan jampersal mendapatkan pembayaran sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan.Kata Kunci: Jampersal, Bidan, Activity Based Costing
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BIDAN DENGAN MUTU PELAYANAN ANTENATAL CARE BERDASARKAN STANDAR OPERASIONAL Aliah Dwi Kurnia Haji Abu; Yuli Kusumawati; Kusuma Estu Werdani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.169

Abstract

Cakupan kunjungan K1 dan K4 di Puskesmas Mantingan masih rendah, salah satu penyebabnya adalah bidan dalam pelayanan antenatal care tidak sesuai standar operasional prosedur.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik bidan dengan mutu pelayanan antenatal care berdasarkan standar operasional prosedur di wilayah kerja Puskesmas Mantingan Kabupaten Ngawi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh bidan sebanyak 30 orang. Pemilihan sampel dengan total sampling sebanyak 30 orang. Uji statistik menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan mutu pelayanan antenatal care yaitu umur (r=0,445) p value (0,014), masa kerja (r=0,401) p value (0,028) dan pengetahuan (r=0,437) p value (0,016) sedangkan yang tidak berhubungan yaitu status pegawai (F=0,768) p value (0,474). Diharapkan pemerintah akan meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap proses pelayanan antenatal-care oleh bidan di puskesmas.Kata Kunci: Karakteristik, Standar Operasional Prosedur, Antenatal care
PENYEBAB RENDAHNYA KELENGKAPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGAMBIRAN Fitrayeni Fitrayeni; Suryati Suryati; Rizki Mela Faranti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.170

Abstract

Antenatal Care (ANC) yang berkualitas sesuai standar yang telah ditentukan oleh Pemerintah yaitu 1 kali dalam trimester I, 1 kali trimester II dan 2 kali trimester III untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Kota Padang menetapkan pelayanan ANC tersebut dengan 10 T. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penyebab rendahnya kelengkapan kunjungan ANC ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pegambiran tahun 2013. Penelitian ini dilakukan bulan Januari - Oktober 2013 dengan desain cross sectional study. Jumlah populasi 87 orang, besar sampel 46 orang, metode pengambilan sampel proporsional sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji  chi square. Hasil penelitian ini didapatkan 63% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, 67,4% memiliki sikap negatif, 43,5% responden mengatakan peran bidan kurang baik saat kunjungan, 58,7% responden menyatakan keluarga tidak mendukung. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan peran bidan, meningkatkan peran dan dukungan suami agar ibu hamil dapat melaksanakan kunjungan ANC dengan lengkap. Kata Kunci: Antenatal Care, Pengetahuan, Sikap, Peran Bidan, Dukungan Keluarga
ANALISIS KEPADATAN NYAMUK DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN TEKNIK SERANGGA MANDUL Dwi Sutiningsih; Ali Rahayu; Devi Puspita sari; Ludfi Santoso; Sri Yuliwati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.171

Abstract

Kota Semarang merupakan kota dengan kasus DBD tertinggi di Jawa Tengah dengan Kecamatan Ngaliyan sebagai daerah endemis tertinggi. Upaya pengendalian DBD sampai saat ini belum memberikan hasil memadai, sehingga diperlukan cara lain untuk membantu program pemberantasan vektor DBD, antara lain dengan Teknik Jantan Mandul atau yang lebih dikenal Teknik Serangga Mandul (TSM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan populasi nyamuk dan pendapat/persepsi masyarakat di Kelurahan Ngaliyan terhadap penggunaan TSM dalam pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain study cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan observasi nyamuk Aedes aegypti dan wawancara mengenai pendapat masyarakat. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan wilcoxon sign test. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan TSM di kelurahan Ngaliyan dapat menurunkan tingkat kepadatan populasi nyamuk Aedes aegypti serta ada perbedaan pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan setelah penggunaan TSM (p= 0.000 < 0.05) Kata Kunci: teknik serangga mandul, kepadatan populasi nyamuk,persepsi masyarakat, Aedes aegypti

Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas More Issue