cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19783833     EISSN : 24426725     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT ANDALAS (JKMA) menerbitkan artikel penelitian (research article), artikel telaah/studi literatur (review article/literature review), laporan kasus (case report) dan artikel konsep atau kebijakan (concept/policy article), di semua bidang ilmu kesehatan masyarakat yang meliputi: Epidemiologi Biostatistik Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Administrasi & Kebijakan Kesehatan Gizi Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Sistem Informasi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
PERESEPAN OBAT GENERIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PEMERINTAH DI PROPINSi SUMATERA BARAT Sukapti Sukapti; Defriani Dwiyanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i1.142

Abstract

Pelaksanaan penggunaan obat generik dari waktu ke waktu terus ditingkatkan oleh pemerintah dan dirasa semakin relevan mengingat harga obat generik lebih murah dibandingkan obat paten. Target Sumbar sehat 2010 dalam penggunaan obat generik berlogo dalam persediaan obat adalah 85%. Sedangkan menurut data 2004 jumlah tersebut sudah dapat dipenuhi keseluruhan pelayanan kesehatan yang ada di propinsi Sumatera Barat baik puskesmas maupun Rumah Sakit pemerintah khusus pelayanan rumah sakit 2007 penggunaan obat generik sebesar 82,1% sesuai dengan target yang ditetapkan dalam renstra pembangunan kesehatan Propinsi Sumatera Barat. Tapi kalau dilihat penggunaan obat generik masing-masing Rumah Sakit Pemerintah yang tersebar di Kabupaten / Kota di Propinsi Sumatera Barat menunjukkan tidak ada pemerataan. Penelitian obat generik telah dilakukan dengan tujuan mengetahui peresepan obat generik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Pemerintah di Propinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan rancangan observational. Pengumpulan dengan melakukan pengamatan resep sebanyak 7314 dan mewawancarai dokter yang bertugas di Instalasi rawat jalan. Data dianalisis secara univariat dengan wawancara dan format isian dan diolah serta dianalisis dengan uji Anova. Penelitian menunjukkan rata-rata jumlah item obat perlembar resep rumah sakit pemerintah propinsi Sumatera Barat adalah 3-4 item obat. Rata-rata jumlah obat generik masing-masing resep pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Pemerintah adalah 2-3 item obat generik. Persentase penggunaan obat generik pelayanan rawat jalan rumah sakit pemerintah Propinsi Sumatera Barat adalah 72,4%. Umumnya tinggi pemahaman dan kepercayaan pemberi resep obat generik. Masih rendahnya, pengaruh pasien dan detailer dalam meresepkan obat generik oleh dokter. Perlu adanya insentif dan sanksi yang tegas bagi dokter menuliskan resep generik pada pasien. Perlu sosialisasi dan dipasang poster di tempat strategis. Rumah sakit mengingatkan pasien agar selalu meminta resep obat generik.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN HARAPAN PASEN TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT DAERAH PROVINSI DIY Sunarto Sunarto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i1.143

Abstract

Kepuasan merupakan perasaan seseorang mengenai kesenangan atau kekecewaan sebagai hasil membandingkan antara kinerja dan harapan. Jumlah kunjungan Puskesmas tahun 2007 sebesar 3.094.027 pasien yang terdiri dari 3.076442 rawat jalan dan 17.585 rawat inap. Penelitian untuk mengentahui gambaran tingkat kepuasan dan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan dan harapan pasien yang mendapatkan pelayanan Puskemas dan rumah sakit menurut wilayah Kabupatet / Kota di Propinsi DIY Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cros sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner dengan 35 item pernyataan yang diambil dari atribut-atribut SERVQUAL dalam 5 dimensi. Total sampel untuk lima Kabupaten Kota sebanyak 1000, masing-masing Kabupaten Kota 200. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien yang menerima pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah di Kabupaten-Kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Penilaian tingkat kepuasan pasien ketika mereka berobat ke Puskesmas dan Rumah Sakit di Propinsi DIY, dengan menggunakan skala O sampai 4. Hasilnya adalah dimensi tangibles, rata-rata kepuasan pasien (2,96) cukup dan harapan pasien (3,38) pada dimensi reliability, rata-rata kepuasan pasien (3,01) bagus dan harapan pasien (3,40). Pada dimensi responsiveness, rata-rata kepuasan pa-sien (3,07) bagus dan harapan pasien (3,42). Dimensi assurance, rata-rata kepuasan pasien (3, 1 0) bagus dan harapan pasien (3 ,42). pada dimensi emphaty, rata-rata kepuasan pasien (3,02) bagus dan harapan pasien (3,35). Hasil uji statistik didapatkan nilai p > 0.05, berarti pada alpha 5%, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan diantara kelima wilayah kabupaten/kota di DIY. Penilaian tingkat kepuasan pasien, ketika mereka berkunjung ke Puskesmas dan Rumah Sakit di DIY secara rata-rata bagus dan tidak ada perbedaan tingkat kepuasan menurut wilayah Kabupaten-Kota di Propinsi DIY. Kata Kunci : Kepuasan, harapan, pelayanan kesehatan
UPAYA PENUNDAAN PROSES PENUAAN (DEGENERATIF) MENGGUNAKAN ANTIOKSIDAN DAN TERAPI SULIH HORMON Mery Ramadani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i1.144

Abstract

Proses penuaan adalah proses alami setiap manusia. Proses ini tidak dapat dicegah, hanya saja dapat ditunda kehadirannya dengan penggunaan antioksidan dan terapi sulih hormon. Antioksidan bekerja menetralkan radikal bebas di dalam tubuh. Sedangkan dengan terapi sulih hormon bisa membuat seseorang terlihat lebih muda, tetap bersemangat dan mampu bergerak serta berpikir aktif. Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah-buahan, sayuran dan biji-bijian adalah sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan proses penuaan dini. Kata kunci : Anti penuaan, antioksidan, terapi sulih hormon
PENYAKIT MENULAR CHIKUNGUNYA Masrizal Masrizal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i1.145

Abstract

Chikungunya adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Chikungunya yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti, bersifat self limiting diseases (dapat sembuh sendiri), tidak menyebabkan kematian, diikuti dengan adanya imunitas di dalam tubuh penderita. Dengan istirahat yang cukup, obat demam, kompers, serta antisipasi terhadap kejang demam. Penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari. Pengobatan yang diberikan hanyalah terapi simtomatis, seperti obat penghilang rasa sakit atau demam seperti golongan parasetamol. Pencegahan sepenuhnya tergantung pada pengambilan langkah untuk menghindari gigitan nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aegypti, seperti untuk menghindari gigitan nyamuk : Menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk menutupi tubuh, Menggunakan kelambu atau obat nyamuk jika tidur pada siang hari, Efektifitas kelambu tersebut dapat ditingkatkan dengan memakai permetrin (phyrethroid insektisida), Memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, jangan membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar, Perkembangbiakan ini dapat dihilangkan melalui kegiatan 3 M Plus yaitu : Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/WC, drum dan lain-lain seminggu sekali, Menutup tempat penyimpanan air seperti ember, gentong air dan tempayan, Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas/sampah yang dapat menampung air hujan, Menaburkan larvasida (abate, altosid, dan sumilarv) di tempat-tempat yang sulit dikuras, Mengganti air vas bunga dan minuman burung seminggu sekali, memelihara ikan pemakan jentik. Kata kunci : Chikungunya, Aedes Aegypti
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM KESEHATAN MASYARAKAT BERBASIS ARCVIEW DAN HEALTHMAPPER Masrizal Masrizal
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.146

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu teknik berbasis komputer yang dapat menyimpulkan, menampilkan, mengelola dan menyiman data spasial dari fenomena geografis untuk dianalisis guna keperluan pengambilan keputusan. Perangkat lunak ArcView merupakan salah satu sistem yang dapat melakukan pengelolaan data-data spasial dan merupakan sistem yang handal, terbukti dengan banyak dipakainya oleh instansi pemerintah dan swasta yang berkepentingan terhadap data-data spasial. HealthMapper adalah sebuah aplikasi pemetaan Open Source yang dikembangkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bersama Environmental Systems Research Institute (ESRI). SIG pada bidang kesehatan adalah analisis hubungan antara lingkungan hidup manusia dengan penyakit, gizi dan sistem pelayanan kesehatan untuk menjelaskan hubungan timbal-baliknya dalam ruang. SIG pada bidang kesehatan juga bagian dari geografi manusia yang berhubungan dengan aspek-aspek geografi dari  (status) kesehatan dan (sistem) pelayanan kesehatan. Dengan memanfaatkan ArcView dan HealthMapper,  data-data terkait kesehatan dapat disimpan dan dikelola dengan lebih mudah, lebih teratur  dan lebih efektif.
KECELAKAAN KERJA PADA PERAJIN ROTAN DI PITAMEH DAN TANAH SIRAH KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG Widya Handayani; Yuniar Lestari; Ice Yolanda Puri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.147

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja dapat memakan banyak korban, baik pekrja sektor formal maupun sektor informal. Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi mencapai 96.314 kasus pada tahun 2009, namun data ini belum mencakup kecelakaan kerja di sektor informal. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tindakan, penerangan, faktor psikologis, dan masa kerja dengan kecelakaan kerja pada perajin rotan di kawasan Pitameh dan Tanah Sirah Kecamatan Lubuk Begalung. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 54 orang. Data tingkat pengetahuan, tindakan, faktor fisik, psikologis, dan masa kerja dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran intensitas penerangan menggunakan lux meter. Hasil penelitian ini 77,8% responden pernah mengalami kecelakaan kerja, 61,1% memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang kecelakaan kerja. 57,4% memiliki tindakan yang baik dalam pencegahan kecelakaan kerja, 63,0% bekerja pada penerangan baik. 75,9% memiliki faktor psikologis positif, dan 59,3% memiliki masa kerja di atas 1 tahun. Berdasarkan analisis bivariat terdapat 2 faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja yaitu tingkat pengetahuan dengan OR 24,000 (95% CI 2,741 -210,177) dan tindakan pencegahan kecelakaan kerja dengan OR 12,100 (95% CI 1,431-102,310) .Disarankan kepada puskesmas untuk melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja (UKK), pembentukan Pos UKK, penyuluhan dan pelatihan tentang K3 kepada pengusaha dan perajin sehingga dapat menerapkan K3 di tempat kerja. Kepada para pekerja sebaiknya menggunakan APD saat bekerja demi keselamatan dan kenyamanan dalam bekerja. Kata Kunci: Perajin rotan, faktor-faktor yang berhubungan, kecelakaan kerja
KADAR IMUNOGLOBULINE TOTAL DAN RIWAYAT ALERGI PADA PENYAKIT KECACINGAN Selfi Renita Rusidi; Nora Harminarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.148

Abstract

Penyakit kecacingan masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Selain menimbulkan gangguan gizi, kecacingan juga menimbulkan perubahan keseimbangan respon imun Thelper 1/Thelper2 (Thl/Th2) ke arah Th2. Polarisasi Th2 ditandai dengan peningkatan kadar imunoglobulin E (IgE) dan penekanan terhadap reaksi alergi. Efek proteksi terhadap alergi ini terjadi melalui mekanisme saturasi sel mast, penghambatan oleh lgG4 dan respon modified Tn2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyakit kecacingan terhadap kadar IgE total dan riwayat alergi. Lokasi penelitian dilakukan di Batang Anai Padang Pariaman dengan menggunakan rancangan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah murid kelas 2 dan kelas 3 SDN 08 dan SDN 22. Status kecacingan didapatkan dari pemeriksaan feses metoda Kato-Katz. Kadar IgE total serum didapatkan dari pemeriksaan serum metode ELISA. Riwayat alergi didapat dari kuesioner. Pengolahan dan analisa data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Chi-square. Hasil penelitian pada kelompok kecacingan didapatkan rata kadar IgE total adalah 1902 ± 2194 IU/ml dan pada kelompok tidak kecacingan 2036 ± 2320 IU/ml. Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar IgE total antara kelompok kecacingan dengan kelompok kontrol (p> 0,05). Tidak terdapat perbedaan riwayat alergi pada kelompok kecacingan dengan kelompok control (p> 0,05). Hasil penelitian mendapatkan bahwa penyakit kecacingan tidak mempengaruhi kadar IgE total serum dan riwayat alergi. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kadar IgE in vitro dan manifestasi alergi dengan menggunakan skin prict lest atau patch test.Kata kunci: kecacingan, imunoglobulin E total (IgE total), alergi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN VASEKTOMI SEBAGAI METODE KB PRIA DIKECAMATAN LUHAK NAN DUO KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2010 Ratno Widoyo; Yessi Markolinda
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.149

Abstract

Vasektomi atau sterilisasi pria atau Medis Operasi Pria (MOP) adalah tindakan penutupan (pemotongan. pengikacan, penyumbatan) kedua saluran mani pria/suami sebelah kanan dan kiri, pada waktu senggama sel mani tidak dapat keluar membuahi sel telur, sehingga tidak terjadi kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan vasektomi sebagai metode KB pria. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain case control study dari bulan Januari sampai Juni 2010. Penelitian dilakukan pada 49 orang peserta vasektomi sebagai kasus dan 49 orang yang tidak vascktomi sebagai kontrol dengan menggunakan matching usia dan tempat dengan jumlah perbandingan 1:1. Dari hasil penelitian didapatkan usia termuda peserta vasektomi adalah 29 tahun dan tertua 52 tahun. Hasil statistik menyatakan variabel tingkat pengetahuan, status ekonomi, peran petugas KB. dan dukungan istri berpengaruh terhadap pemilihan vasektomi sebagai metode KB pria. Sedangkan tingkat pendidikan tidak berpengaruh. Untuk meningkatkan keikutsertaan pria agar mau menjadi aseptor metoda vasektomi sebagai metode KB pria diperlukan adanya perhatian pemerintah daerah dan dinas kesehatan Pasaman Barat agar melaksanakan penyuluhan masal, sehingga vasektomi dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.Kata Kunci: metode KB pria, vasektomi, Luhak Nan Duo
STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Idral Purnakarya; Febri Zulliadi; Deni Elnovriza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.150

Abstract

Mahasiswa merupakan sumberdaya manusia yang produklif bagi bangsa ini. Kondisi kurang gizi dapat menurunkan kemampuan belajar,  meningkatkan angka kesakitan, dan menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mcngetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi mahasiswa. Desain penelitian yaitu cross-sectional, dengan waktu penelitian dari bulan Juni - Juli 2009. Populasi adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, dengan sampel sebesar 106 responden yang diambil secara Stratified Proportional Random Sampling. Status gizi dihitung dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini menunjukkan bahwa 16,0% responden mengalami status gizi kurang. Rata-rata asupan zat gizi makro dan mikro kurang dari AKG. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan status gizi mahasiswa (p-vaiue < 0,05). Untuk penelitian selanjutnya diharapkan penggunaan sampel yang lebih besar dengan rancangan yang sama atau dengan disain studi lainnya untuk melihat pengaruh zat-zat gizi dan faktor lainnya yang berkaitan dengan status gizi.Kata Kunci: status gizi, mahasiswa, asupan zat-zat gizi
PERAN ASAM LEMAK DAN POLA ASUH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 2-5 TAHUN DIKECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG Fivi Melva Diana; Rizanda Mahmud`; Delmi Sulastri; Azrimaidaliza Azrimaidaliza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.151

Abstract

Anak usia 0-4 tahun yang mengalami gizi kurang dan buruk cukup banyak ditemukan di Indonesia terutama Propinsi Gorontalo (46,11%), termasuk Sumatera Barat (30,4%). Di Kota Padang, persentase Balita dengan gizi buruk dan kurang hampir sama dengan rata-rata angka national, yaitu sebesar 16,2 %. Khusus Kecamatan Nanggalo, persentase Balita dengan status gizi normal paling tinggi (95.8%) dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran konsunisi asam lemak dan pola asuh terhadap perkembangan anak usia 2-5 tahun di Kota Padang. Disain penelitian cross sectional study dengan populasi penelitian adalah ibu-ibu yang mempunyai anak balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Nanggalo dengan jumlah sampel 210 orang. Instrumen penelitian yang digunakan KPSP dan form food record. Hasil penelitian didapatkan persentase anak dengan perkembangan sesuai sebesar 54,8%, tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi asam lemak dengan perkembangan anak usia 2-5 tahun dan faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan anak usia 2-5 tahun adalah pola asuh. Disarankan orang tua harus lebih memperhatikan pola makan dan pola asuh kesehatan (imunisasi dan penimbangan balita) sesuai usianya mengingat pola asuh, yaitu pemberian makan anak, pelayanan kesehatan, penimbangan dan psikososial berpengaruh pada perkembangan anak.Kata kunci: perkembangan anak. asam lemak, pola asuh ibu

Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas More Issue