cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19783833     EISSN : 24426725     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT ANDALAS (JKMA) menerbitkan artikel penelitian (research article), artikel telaah/studi literatur (review article/literature review), laporan kasus (case report) dan artikel konsep atau kebijakan (concept/policy article), di semua bidang ilmu kesehatan masyarakat yang meliputi: Epidemiologi Biostatistik Kesehatan Lingkungan Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Administrasi & Kebijakan Kesehatan Gizi Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Sistem Informasi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
LINGKAR BETIS, SATU PENGUKURAN ANTROPOMETRI SEDERHANA PENGGANTI BERAT LAHIR Kusharisupeni Kusharisupeni; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.152

Abstract

Penimbangan berat lahir terutama di perdesaan merupakan masalah, padahal penimbangan bayi yang akurat dibutuhkan untuk dapat menapis bayi berat lahir rendah dimana bayi-bayi ini memulai hidupnya deagan kelemahan yang menjurus kepada tingginya morbiditas dan mortalitas bayi. Ukuran lingkar betis sebagai pengganti berat lahir sudah banyak dilakukan di beberapa negara berkembang, namun tidak demikian di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengukuran antropometri lingkar betis cukup efektif sebagai pengganti berat lahir sehingga bayi berat lahir rendah dapat diidentifikasi. Penelitian ini dilakukan di kota Pontianak dan di kabupaten Kubu Taya (pengembangan dari kota Pontianak) dengan desain penelitian potong lintang dan dua ratus enam puluh satu (261) bayi baru lahir genap bulan , 1 D% diantaranya adalah BBLR sebagai sampel. Lingkar betis diukur dengan pita LILA DepKes dan berat lahir dengan timbangan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara lingkar betis dan berat lahir r= 0,53(p<0,01), titik potong (cut off point) 9,75 cm dengan sensitifitas 85% dan spcsifisitas 65%. Nilai prediksi positif93,03% dan nilai prediksi negative 42,3% . Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkar betis dapat digunakan sebagai pengganti berat lahir, namun masih memerlukan studi lebih lanjut untuk mengvalidasi hasil penelitian ini.Kata kunci: berat lahir. lingkar betis, cut off point
KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA PREMENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANTUN USILA TAHUN 2010 BERDASARKAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PENCEGAHAN Yenti Fitri; Masrul Masrul; Vitria Vitria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.153

Abstract

Resiko osteoporosis di Indonesia termasuk tinggi karena rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang cara penecgahan osteoporosis. Survei awal di Puskesmas Santun Usila Duraai Timur tanggal 29 April - 06 Mei 2010 pada 15 wanita premenopause, ditemukan 80% osteoporosis dan rata tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan tentang osteoporosisnya masih kurang, maka perlu di lakukan berbagai upaya untuk mencegah dan memperbaiki kejadian osteoporosis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan dengan kejadian osteoporosis pada wanita premenopause di Wilayah Kerja Puskesmas Santun Usila Dumai Timur tahun 2010. Penelitian dengan disain crosssectional ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2010 pada wanita premenopause di wilayah kerja Puskesmas Santun Usila Dumai Timur. Pengambilan sampel dilakukan sccara simple random sampling dengan jumlah sampel 79 orang. Pengumpulan data pengetahuan dan tindakan pencegahan osteoporosis dengan kuesioner, sedangkan hasil pemeriksaan status mineral tulang responden dengan menggunakan densitometry. Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, entry dan cleaning. Analisis univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi masing-masing variabel dan analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menemukan proporsi kejadian osteoporosis responden sebesar 49,4%, pengetahuan kurang scbesar 69,6% dan tindakan pencegahan kurang sebesar 22,8%. Tiaak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kejadian osteoporosis (p > 0,05), tetapi terdapat hubungan bermakna antara tindakan pencegahan dengan kejadian osteoporosis responden (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Dinas Kesehatan Dumai Timur menyusun program pencegahan osteoporosis dengan menyebarluaskan informasi kepada wanita premenopause tentang tindakan pencegahan osteoporosis dan secara berkala memeriksakan tulang dan kesehatan. Untuk peneliti lain melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor lain yang berhubungan dengan kejadian oostcoporosis pada wanita premenopause.Kata Kunci: Pengetahuan, tindakan pencegahan
PENGARUH ASUPAN ZAT GIZI DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEHATAN TULANG PADA WANITA USIA 40-65 TAHUN DI PUSKESMAS NANGGALO KOTA PADANG Syahrial Syahrial; Deni Elnovriza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.154

Abstract

Penelitian ini adalah tentang pengaruh Asupan Zat Gizi dan aktivitas Fisik terhadap Kesehatan Tulang di Kecamatan Nanggalo Kota Padang yang menggunakan desain cross sectional study, dilakukan pada bulan Maret sampai Desember 2010. Populasi penelitian ini adalah semua lansia pre dan post menopause yang berkunjung ke posyandu lansia di Kecamatan Nanggalo Kota Padang sebanyak 48 orang. Data diolah dan dianalisis dengan analisis univariat untuk mendeskripsikan masing-masing variabel guna memperoleh gambaran karakteristik sampel dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, pola konsumsi, asupan zat gizi dengan kesehatan tulang, menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (a < 0,05). Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata umur responden adalah 52,2 ± 7,24 tahun dan 50% diantaranva sudah menopouse. Hasil pemeriksaan tulang menunjukkan bahwa 81,2% responden sudah mengalami Osteoporosis. Dilihat dari konsumsi zat gizi, responden dengan asupan kalsium kurang 62,5%, asupan phosfor tinggi 95,8%, asupan vitamin D tinggi 93,8 %. Sebanyak 52,1% responden mempunyai aktivitas fisik harian dengan kategori berat. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara zat gizi phosfor, kalsium dan vitamin D dengan kesehatan tulang dan tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan kesehatan tulang. Disarankan untuk mengadakan penelitian eksperimen pada 2 kelompok yang berbeda dengan memberikan perlakuan terhadap kelompok yang sudah menopouse kemudian diperiksa status kesehatan tulangnya.Kata kunci : Osteoporiosis, gizi
PEMBANGUNAN TERESTEGRASI SEBAGAI PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN DI INDONESIA Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.155

Abstract

Pembangunan merupakan sebuah upaya multidimensi yang meliputi pertumbuhan ekonomi, kesinambungan ketersediaan kebuluhan pokok, lapangan pekerjaan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan kesetaraan gender. Berdasarkan sudut pandang ini, pembangunan di Indonesia mengalami peningkatan dalam dekade terakhir. Pertumbuhan ekonomi meningkat sejak tahun 1990 yang ditandai dengan peningkatan GNI perkapita. Rata-rata pencapaian pendidikan juga meningkat, baik pada laki-laki ataupun perempuan. Begitu juga dengan peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Dengan adanya perbaikan faktor-faktor pembangunan tersebut juga diiringi dengan semakin membaiknya kondisi kesehatan di Indonesia, misalnya peningkatan status kesehatan ibu dan anak dan penurunan berbagai penyakit infeksi. Akan tetapi, kondisi kesehatan di Indonesia masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang mempunyai infrastruktur, ekonomi dan tingkat pendidikan yang baik. Bahkan, perbaikan masalah kesehatan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan negara-negara tetangga, misalnya masih tingginya kasus tuberkulosis (TB) paru dan malnutrisi. Oleh karena itu, untuk mcngatasi permasalahan ini maka perlu dilakukan peningkatan pada semua faktor-faktor pembangunan terkait dengan melakukan pendekatan Pelayanan Kesehatan Primer yang komprehensif.Kaia Kunci: pembangunan, pola penyakit, dan masalah kesehatan
ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR IURAN TERHADAP PENCAPAIAN UHC JKN DI KOTA BENGKULU Yandrizal Yandrizal; Rifa'i Rifa'i; Selpa Putri Utami
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.156

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional  wajib bagi seluruh rakyat yang mampu maupun tidak mampu. Penduduk Kota Bengkulu 356.253 jiwa yang menjadi peserta tercatat sekitar 230.576 orang. Kunjungan di Puskesmas Basuki Rahmat tahun 2014 sebanyak 33.336 pasien, belum menggunakan JKN yaitu 21.245 pasien (63,73%). Tujuan penelitian adalah mengetahui  kemampuan dan kemauan masyarakat membayar iuran dalam upaya universal health coverage (UHC). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmat yang belum menjadi peserta Jaminan kesehatan nasional (JKN) dan Peserta mandiri. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dan rancangan metode analisis formatif. Responden belum menjadi peserta 87%, menjadi peserta 13%. Pendapatan 5%  responden sebagian besar 82% kurang dari iuran terendah Rp. 25.500,- atau tidak mampu. Respoden tidak mampu membayar 86,59% belum menjadi peserta. Responden yang mampu tetapi belum  peserta 88,89%. Responden yang merokok 81,2% tidak mampu, sedangkan belanja rokok lebih besar dari iuran. Upah minimum regional di Bengkulu  tahun 2015 sebesar Rp. 1.500.000,-. Pendapatan masyarakat dengan penghasilan UMR termasuk yang tidak mampu membayar.  Upaya UHC dapat tercapai bila pemerintah membayar iuran masyarakat tidak mampu dengan menambah peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS).Kata Kunci: Kemampuan dan kemauan membayar, Jaminan Kesehatan Nasional, Pencapaian UHC
ANALISIS POLA MAKAN DAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI KOTA BENGKULU Desri Suryani; Riska Hafiani; Rinsesti Junita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.157

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi  yang paling utama di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang kurang, kehilangan darah (menstruasi) dan pengetahuan yang dimiliki. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dan  kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross cectional. Populasi seluruh remaja putri SMP dan SMA di Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 1200 remaja putri. Pengumpulan data dengan kuesioner dan pemeriksaan kadar Hemoglobin dengan  menggunakan metode cyanmethemoglobin. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada remaja di Kota Bengkulu tahun 2013 sebesar 43% dan  pola makan  remaja tidak baik 79,2%,  Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia (p value > 0,05).  Diharapkan kepada  sekolah bersama puskesmas untuk memberikan pendidikan gizi/penyuluhan tentang gizi seimbang  pada remaja, kese hatan reproduksi, suplementasi gizi dan asam folat serta pengadaan kantin sekolah dalam pengembangan program pencegahan dan penanggulangan anemia sehingga remaja terhindar dari anemia.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Anemia, Pola Makan, Anemia remaja Putri
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH PARE (Momordica Charantia) DALAM MEMATIKAN JENTIK AEDES AEGYPTI Ilham Syam; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.158

Abstract

Demam dengue dan demam berdarah dengue adalah penyakit virus yang tersebar luas di seluruh dunia terutama di daerah tropis Sumber penularan utama adalah manusia dan primata, sedang penularnya adalah nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak buah pare (Momordica charantia) dalam mematikan jentik Aedes aegypti dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% dalam waktu 8 jam dengan pengamatan setiap 30 menit disetiap konsentrasinya. Metode Penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan penelitian rangkaian waktu (Time Series Design). Penelitian menunjukkan kematian jentik Aedes aegypti pada konsentrasi 5% dapat mematikan jentik sebesar 48% dari jumlah populasi jentik Aedes aegypti. Konsentrasi 10% dapat mematikan jentik dengan persentase kematian sebesar 66% dari jumlah populasi jentik Aedes aegypti. Sedangkan, kematian jentik dengan konsentrasi 15% mencapai persentase kematian sebesar 89% dari jumlah populasi jentik Aedes aegypti. Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh ekstrak buah pare dalam mematikan jentik Aedes aegypti pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%.Kata Kunci: Aedes aegypti, Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia)
KARAKTERISTIK PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU Agus Ramon; Afriyanto Afriyanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.159

Abstract

Pelaksanaan penelitian yang dilakukan adalah dengan pengamatan dan wawancara langsung  kepada  masyarakat  dan  pemerintah  setempat  (RT/Lurah)  di  wilayah  Kota  Bengkulu penanganan sampah rumah tangga. Dan melakukan penelitian terhadap program-program dan fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah kota Bengkulu untuk menunjang kegiatan penanganan sampah rumah tangga di Kota Bengkulu. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang sampah cukup baik, tetapi sikap dan tindakan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga ini masih  sangat  kurang.  Hal ini  karena  terkendala  dengan  kurangnya  koordinasi  antar masyarakat  dan pemerintah  serta  kurang tegasnya  sanksi  yang  diberikan  yang  hanya berupa  teguran atau  himbauan  kepada  masyarakat  yang melanggar.  Disamping  itu pemerintah daerah dalam menerapkan Undang –Undang No. 18 Tahun 2008 dan PERDA Kota Bengkulu No. 02 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah belum maksimal yang meliputi kegiatan program penyuluhan, pengembangan teknologi, fasilitas, koordinasi antara masyarakat dan pemerintah mengenai pengelolaan sampah, norma yang berlaku, sanksi dan hukuman atas pelanggaran dan pembiayaan pengelolaan sampah.Kata Kunci: Penanganan Sampah, Peraturan Gubernur, Kota Bengkulu
HUBUNGAN DISLIPIDEMIA, HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT Budiman Budiman; Rosmariana Sihombing; Paramita Pradina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.160

Abstract

Kasus kematian akibat penyakit tidak menular terbanyak disebabkan oleh penyakit jantung (American Heart Association, 2010). Menurut data rekam medik RSUD ’45 Kuningan pada tahun 2014 menunjukan bahwa kasus penyakit jantung dengan CFR tertinggi terjadi pada penyakit Infark miokardakut sebanyak 15 %,gagal jantung 13 % dan gangguan hantaran dan aritmia 11%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “hubungan dislipidemia, hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian infark miokard akut pada pasien rawat inap di RSUD 45 Kuningan”. Rancangan penelitian menggunakan case control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling diambil dari data rekam medik pasien rawat inap penyakit infark miokard akut dan penyakit dalam secara berpasangan dengan teknik purposive sampling pada kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah rekam medik status pasien di RSUD ’45 Kuningan dengan menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara dislipidemia (p value = 0.0001), hipertensi (p value = 0.003) dan diabetes melitus (p value = 0.0001) dengan kejadian infark miokard akut. Diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara–cara yang tepat untuk mengurangi penyebaran penyakit tidak menular khususnya penyakit jantung ini.Kata Kunci: Infark miokrad akut, dislipidemia, hipertensi, diabetes mellitus
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 Dien Gusta Anggraini Nursal; Pratiwi Tamela; Fitrayeni Fitrayeni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.161

Abstract

Preeklampsia merupakan penyakit yang disebabkan kehamilan dan penyebab kematian maternal. Angka kejadian preeklampsia di RSUP. DR. M. Djamil Padang Tahun 2014 adalah 20,14%. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel 34 kasus dan 34 kontrol, perbandingan 1:1. Pengambilan sampel menggunakan teknik systematic random sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan analisis Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (p=0,006), dan obesitas (p=0,031) berisiko secara bermakna, sedangkan status gravida, riwayat diabetes mellitus dan tingkat pendidikan tidak terdapat hubungan yang bermakna dan bukan faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor paling dominan terhadap kejadian preeklampsia adalah umur (p=0,001). Umur dan obesitas merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan promotif dan preventif dengan penyuluhan dan sosialisasi mengenai umur beresiko preeklampsia dan mengurangi berat badan.Kata Kunci: Preeklampsia, Ibu Hamil, Faktor Risiko, RSUP M Djamil Padang

Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 16 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 8 No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5, No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4 No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3, No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2, No 1 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas More Issue