cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
DIALOG DAN PENDIDIKAN SEBAGAI MEDIA GERAKAN (Studi Fethullah Gulen Movement di Turki) Romli, Mursyid
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fethullah Gulen Movement merupakan gerakan yang bertolakdari kegelisahan problema kemanusiaan dengan tindakan radikalisme,anarkisme, dan terorisme, yang melibatkan sekelompok umatIslam di berbagai belahan dunia. Gulen ingin menghadirkan Islamyang ramah dan cinta damai, sebagai pembuktian terhadap Islamsebagai agama rahmah li al-‘âlamîn. Agama cinta yang menjadi essensidari esoterik agama dipadukan dengan ajaran toleransi yang menjadipilar perjuangannya dalam menghadirkan perdamaian dunia. Gulendan para pengikutnya menyebarkan roh agama, cinta dan toleransi,melalui berbagai aktivitas sosial terutama dialog dan pendidikansebagai media utamanya.
MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN MU’ADALAH DIROSATUL MUALLIMIN ISLAMIYAH PONDOK PESANTREN AL-HAMIDY BANYUANYAR PALENGAAN PAMEKASAN Anam, Saiful
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang manajemen kurikulumPesantren Mu’adalah Dirosatul Muallimin Islamiyah Al-HamidyBanyuanyar. Pertama, karakteristik kurikulum lebih menitikberatkankepada disiplin ilmu-ilmu keagamaan; Kedua, manajemen kurikulummeliputi perencanaan yang dilakukan dengan membentuk timpenyusun kurikulum, strategi penyampaian kurikulum menggunakanmetode diskusi dan tanya jawab, pengorganisasian kurikulumdimulai dari elemen pelaksananya berdasarkan tugasnya masingmasingyang dilanjutkan dengan pengorganisasian materi agama danumum yang dikemas secara rapi dalam satu skema pembelajaran.Sedangkan evaluasi kurikulum melalui ikhtibâr al-daury dan tamrîn.Ketiga, kendala implementasi kurikulum adalah kurangnya motivasidan kegairahan belajar siswa serta kurangnya inovasi pembelajaran.
PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF SYEIKH MUSTHAFA AL-GHALAYAINI DALAM KITAB ‘IZHAH AL-NÂSYI’ÎN Solichin, Mohammad Muchlis; Mahfudzah, Siti Athiyatul
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sebagai makhluk yang berakal, dituntut untukmemiliki akhlak yang baik. Untuk itu manusia harus mengupayakanpembentukan dan pembinaan akhlak agar dapat menghiasi dirinyadan menaikkan derajatnya. Dalam penanaman dan pembinaanakhlak, para ulama memberikan ajaran yang sangat berharga, yangitu didasarkan pada ajaran al-Qur’an dan al- Hadith, yang secaragaris besar menginginkan terbinanya akhlak yang mulia bagi setiapmuslim. Syeikh Musthafa al Ghalayaini melalui kitab ‘Izhah al-Nâsyiînmemberikan penekanan pada pembinaan akhlak dengan terbentuknyaakhlak yang mulia seperti kemajuan, keikhlasan, kesabaran,harapan, keberanian, dapat dipercaya, kesederhanaan, kedermawanan,dan kemauan. Di samping itu juga ditekankan pentingnyaseseorang menghindar diri dari akhlak tercela, seperti kemunafikan,putus asa, tertipu dengan perasaan sendiri , kemewahan, ambisi danlain-lain.
PEMIKIRAN SYEIKH MUHAMMAD SYAKIR TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB WASHÁYÁ AL-ÁBÁ’ LI AL-ABNÁ’ Hadie, Nur
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab Washâyâ al-Ãb⒠li al-Abn⒠merupakan salah satukarya penting Syeikh Muhammad Syakir al-Iskandari. Berisi tentangpendidikan akhlak bagi para pelajar tingkat dasar, yang meliputi;akhlak terhadap Allah dan Rasul-Nya, akhlak terhadap orang tua,akhlak terhadap guru, saudara dan teman-temannya, akhlak dalammenuntut ilmu, tentang sifat-sifat terpuji yang harus dilakukan, dantentang sifat-sifat tercela yang harus dijauhi. Agar mudah dipahami,kitab ini menggunakan beragam metode dalam penyampaian, yaitumetode nasehat, metode pembiasaan, metode kisah, metode dialog,metode perumpamaan, dan metode muhâsabah, metode targhîb dantarhîb.
PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM AÂ’la, Ach. Syaiful
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengeksplorasi tentang pengertian pendidik,kedudukan pendidik, dan sifat-sifat yang harus dimiliki olehseorang pendidik khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Kajiantentang pendidik sangat penting untuk terus didiskusikan, karenapendidik menempati posisi strategis dalam proses pembelajaran.Keterbatasan fasilitas belajar bisa diatasi jika pendidik memainkantanggungjawab dan peranannya dengan baik. Sebaliknya, kelengkapanfasilitas belajar akan menjadi percuma jika pendidik tidak mampumemerankan dirinya secara optimal. Pentingnya kedudukan pendidik,menuntut siapa pun yang menekuni pekerjaan mulia ini untukbekerja secara professional dengan cara melengkapi kompetensi yangdibutuhkan seorang pendidik.
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN -, Ismail
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Khaldun memandang bahwa perkembangan dankemajuan pendidikan tidak dapat lepas dari kemajuan peradaban.Tujuan pendidikan Islam menurutnya adalah meningkatkan kualitashidup, kualitas iman dan ketaatan, kualitas nalar, kualitas moral dankualitas kerja. Konsep Ibnu Khaldun tentang kurikulum dapat dilihatdari apresiasinya terhadap ragam ilmu yang menjadi saranapemenuhan kebutuhan hidup manusia. Dari konsep epistemologinya,ia membagi menjadi ilmu-ilmu yang berdasarkan otoritas syari’at (al-‘ulûm al-shar’iyyah al-naqliyyah) dan ilmu pengetahuan filosofis yangbersifat alami dan diperoleh manusia dengan kemampuan pikirnya(al-‘ulûm al-‘aqliyyah). Kurikulum yang dipandang baik untukmencapai tujuan pendidikan Islam adalah yang bersifat integratif dankomprehensif antara ilmu-ilmu yang bersifat naqliyyah dan ‘aqliyyahdengan memperhatikan landasan normativitas, historisitas, filosofis,dan sosiologisnya.
PROFIL GURU IDEAL DALAM PANDANGAN MUHAMMAD ‘ATHIYAH AL-ABRASYI SaÂ’diyah, Halimatus
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya insanparipurna yang mampu mengabdi kepada Allah dan menjadikhalifah-Nya. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, peran gurusangat penting. Karena itu, al-Abrasyi menyarankan agar seorangguru di samping menguasai pengetahuan yang akan diajarkankepada siswa, juga harus memiliki sifat-sifat ideal, sehingga bisadidengar dan dipatuhi, serta tingkah lakunya dapat ditiru danditeladani dengan baik. Di antara sifat tersebut adalah zuhud,memiliki jiwa yang bersih dari sifat dan akhlak yang tercela, ikhlasdalam melaksanakan tugasnya, bersifat pemaaf dan sabar, mencintaisiswanya seperti mencintai anaknya sendiri, mengenali bakat, tabi’atdan karakter siswanya.
PERUBAHAN-PERUBAHAN PENDIDIKAN DI PESANTREN TRADISIONAL (SALAFI) Hana, Rudy Al
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada dua persoalan yang dihadapi pesantren. Pertama,primer, yaitu persoalan bagaimana menyuguhkan kembali isi pesanmoral yang diembannya kepada masyarakat masa kini sehingga tetaprelevan dan mempunyai daya tarik. Kedua, sekunder, bagaimanamenguasai sesuatu yang kini dikuasai orang lain. Akan menjadipreseden buruk jika pesantren hanya memilih peran moral saja, tanpadisertai dengan mutu penyuguhannya, sehingga yang akan terjadiadalah semakin melemahnya hak hidup pesantren di tengahkehidupan abad ini. Dalam perkembangannya, pesantren tradisional(salafi) menyadari kenyataan ini, dengan melakukan aktualisasipemaknaan tradisional (salafi). Pesantren ini telah memberikan perannyata dan mengembangkan pesantrennya sebagai upaya mengantisipasiperkembangan zaman, sehingga keberadaan pesantren salafitetap eksis di era global, tentunya diharapkan tidak meninggalkannilai-nilai kesalafiyahannya yang masih relevan.
BUDAYA MADRASAH: STRATEGI PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN -, Siswanto
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan madrasah mengalami kompleksitasmasalah dan kurang berdaya menghadapi tuntutan dan tantanganperubahan, baik tantangan internal maupun eksternal. Maka dari itu,pengembangan madrasah yang bermutu membutuhkan perubahan,terutama budaya madrasah. Budaya madrasah yang kondusif ditandaidengan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dantertib, sehingga pembelajaran dapat berlangsung efektif. Budayamadrasah yang kondusif mendorong semua warga madrasah untukbertindak dan melakukan sesuatu yang terbaik yang mengarah padaprestasi siswa yang tinggi serta dapat meningkatkan kinerja gurusehingga produktivitas madrasah lebih baik dan lebih tinggi.
KANDUNGAN AGAMA ISLAM DALAM MATA PELAJARAN IPA DI MADRASAH Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini berupaya mendeskripsikankandungan agama Islam dalam bahan ajar IPA (Fisika, Kimia, danBiologi ) di madrasah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatifdan analisis dokumen terhadap bahan ajar IPA di Madrasah Aliyah,diperoleh kesimpulan bahwa kandungan agama Islam dalam bahanajar IPA di madrasah jumlahnya sangat terbatas dan tidaksignifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dari aspek bahan ajar,semangat Kementerian Agama untuk melakukan integrasi ilmumelalui islamisasi sains di madrasah belum terbukti. Karena itu,menjadi sangat penting untuk menyusun ulang bahan ajar IPA dimadrasah berbasis Islam. Dan tak kalah pentingnya jugamenyiapkan tenaga pengajar IPA di madrasah yang mampumenyampaikan pelajaran IPA bernuansa islami.