cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM -, Busahwi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam belum mampu menghasilkan out put yangkompetitif dan produktif. Orientasi sistem pembelajaran masihdiarahkan pada pencapaian target kurikulum, dan penjejalan konseppada pemahaman. belum diarahkan pada membangun kepribadiandan kedewasaan anak didik. Untuk itu, diperlukan guru yang kreatifyang dapat membuat pelajaran menjadi lebih menarik dan disukaioleh peserta didik, sehingga siswa bisa memahami materi pelajaranyang ditentukan. Salah satu model yang dapat dikembangkan dalampendidikan Islam adalah pembelajaran kooperatif yang merujuk padaberbagai macam metode pengajaran di mana para siswa bekerjadalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu samalain dalam mempelajari materi pelajaran. Penerapan pembelajarankooperatif dalam pendidikan Islam ini dikarenakan adanya kesamaanmetode.
SISTEM PEMBELAJARAN PONDOK CILIK MAKTAB NUBDZATUL BAYAN MAMBAUL ULUM BATA-BATA PAMEKASAN -, Sarkawi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini menjelaskan tentang sistempembelajaran di Pondok cilik Nubdzatul Bayan. Pesantren ini dapatdikategorikan sebagai lembaga yang bercorak salaf, institusi keagamaanyang concern pada materi keislaman dengan sistem pembelajaranyang umumnya reading text. Pembelajaran fiqh di pondok cilik, yangmayoritas santrinya adalah anak kecil usia sekitar 6 sampai 15 tahun,dikombinasikan dengan pembelajaran yang menyenangkan (learningby fun). Pondok ini memiliki penekanan khusus pembelajaran padapenguasaan ilmu alat seperti Nahwu dan Sharraf. Ketika santridianggap telah cakap dalam ilmu dasar tersebut maka selanjutnyasantri akan dibekali dengan ilmu fiqh. Materi yang berkaitan denganNahw, Sharraf, I‘lâl, dan I‘râb digabung dalam satu kitab yang namanyadisamakan dengan nama pondok, yaitu Nubdzat al-Bayân.
PERAN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK PADA KELUARGA PEGAWAI Abadi, Ghafiqi Faroek
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini berupaya mengelaborasi peranpendidikan keluarga di alangan pegawai Kantor Kementerian AgamaSumenep dalam proses pembentukan akhlak anak, metode pendidikankeluarga yang diterapkan, dan faktor pendukung atau penghambatpendidikan keluarga yang dihadapinya. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa keluarga memegang peranan penting dalamproses pembentukan akhlak anak, karena keluarga merupakaninstitusi yang mula-mula sekali berinteraksi dengannya. Metodependidikan keluarga yang dilakukan adalah metode komunikasi,metode pemberian reward (hadiah), dan metode keteladanan. Faktorpendukungnya adalah lingkungan rumah dan masyarakat yangreligius, kecerdasan orang tua dalam memahami karakter dasar anak,serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan faktorpenghambatnya meliputi faktor tingkat pendidikan orang tua, faktorekonomi, faktor sosial dan faktor agama.
PENDEKATAN SEJARAH SOSIAL DALAM KAJIAN POLITIK PENDIDIKAN ISLAM Wathoni, Kharisul
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lintasan sejarah pendidikan Islam, aspek politiksenantiasa mewarnai dan terkadang mendominasi, sehingga terdapathubungan yang erat dan dinamis antara politik dengan pendidikan.Penyelenggaraan pendidikan merupakan pengejawantahan darisebuah kebijakan dan keputusan politik, sementara di sisi lain nyaristidak mudah untuk ”mensterilkan” pendidikan dari muatan politisyang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, dalammencermatinya, perlu pendekatan sejarah sosial sebagai pisau analisisterhadap dimensi yang “tak terkatakan” dalam panggung politikpendidikan Islam. Asumsinya bahwa pemikiran selalu merupakanhasil pergumulan pemikir dengan realitas sosial yang dihadapinya,karena setiap pemikiran selalu merupakan refleksi atas problem sosialyang berkembang pada masanya.
POLITIK PENDIDIKAN ISLAM (Potret Sejarah Periode Klasik Sampai Abad Pertengahan) Thoha, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik dan pendidikan senantiasa berjalan bersama.Keduanya tidak bisa dipisahkan, meskipun keduanya telah nyatamemiliki nilai dan semangat yang berbeda. Politik senantiasaberkepentingan untuk melanggengkan kekuasaan, sementarapendidikan berkepentingan melestarikan nilai-nilai suci peradabandan budaya umat manusia. Perjalanan sejarah telah memotretberkelindannya pergumulan politik dan pendidikan dalammembangun masa-masa keemasan peradaban Islam. Berangkat darinuansa kontestasi politik dengan dunia Barat, para praktisipendidikan Islam telah berhasil membendung upaya Barat untuksenantiasa mendiskreditkan Islam dalam pentas peradaban dunia.Tulisan ini mencoba memotret relasi kekuasaan (politik) denganperjalanan dunia pendidikan pada masa-masa awal kejayaan Islam(klasik) hingga menjelang abad pertengahan.
STUDI KOMPARASI PENGELOLAAN SD ISLAM UNGGULAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Kosim, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud membandingkan pengelolaan tigaSD Islam unggulan di Pamekasan (SDI Al-Munawarah, SDIT Al-Irsyad, dan SDP Nurul Hikmah) dalam hal penerimaan,pengelompokan, dan pembinaan siswa. Untuk melakukan perbandingan,dilakukan penelitian komparatif dengan pendekatankualitatif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwainput siswa di ketiga SD tersebut bukan yang terbaik secaraakademik, karena hampir tidak ada seleksi ketat secara akademik.Pengelompokan siswa di tiga SD bervariasi, ada yang berdasarkualitas, ada yang berdasar jenis kelamin, dan ada yangmerupakan gabungan keduanya. Sedangkan pembinaan siswa ditiga SD dilakukan cukup optimal, baik dalam jam-jam belajarsekolah maupun di luar jam terjadwal.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DAN SOLUSI ALTERNATIFNYA (Perspektif Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis) Wardi, Moh.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas beberapa problem pendidikan Islamdalam perspektif ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ontologimerupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan hakikathidup. Masalah pendidikan Islam yang menjadi perhatian ontologidalam penyelenggaraan pendidikan Islam diperlukan pendirian,pegangan hidup dan pola pandang berfikir manusia. Epistemologipendidikan Islam lebih diarahkan pada metode atau pendekatanyang dapat dipakai untuk membangun ilmu pengetahuan Islam,baik secara konseptual maupun aplikatif. Aksiologi ialah ilmupengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai (value), seperti etikadan estetika. Etika bersangkutan dengan masalah kebaikan,sedangkan estetika dengan masalah keindahan.
KONSTRUKSI PENDIDIKAN KIRI ISLAM (Membumikan Pemikiran Hassan Hanafi) Reyadi, Achmad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berusaha menganalisis pemikiran Kiri IslamHassan Hanafi dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Dalampandangannya, pendidikan adalah dialektika tradisi-fenomenologissosialistik;kebudayaan-peradaban-kebudayaan, yang melibatkan sifatkonservatif-progresif-perenialistik-esensialistik dalam lingkarandialektika dekonstruksi-rekonstruksi-pencerahan, yang menghasilkanmanusia unggul yang tahu, mau, dan mampu bebas, merdeka, mendobrak,mengkonstruk, dan mencerahkan. Pendidikan dalamdialektika tersebut melibatkan metode edukatif, emansipatoris, daninventif dengan pola nomotetik, ideografik, dan transaksional.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI RELIGIUS -, Siswanto
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan pendidikan yang terlalu berlebihan dalam memberipenekanan pada dimensi kognitif dan mengabaikan dimensi-dimensi lainternyata telah melahirkan manusia dengan kepribadian pecah (splitpersonality). Lulusan pada saat ini cenderung bersikap sekuler,materialistik, rasionalistik, hedonistik, dan kurang terbina mentalspiritualnya dan kurang memiliki kecerdasan emosional. Berdasarkan haltersebut, pendidikan karakter sangat tepat dicanangkan pada semua linidan jenjang pendidikan. Pendidikan karakter diproyeksikan sebagai core(inti) dari pendidikan nasional, yakni membentuk manusia yang beriman,bertakwa, dan berakhlak mulia. Untuk itu, pendidikan karakter dapatdilaksanakan melalui empat strategi, yaitu: pertama, strategi inklusif dapatdilakukan oleh guru mata pelajaran apapun ke dalam penyusunan silabusdan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); kedua, strategi budayasekolah; ketiga, strategi eksplorasi diri (self explorer); dan keempat, strategipenilaian teman sejawat (peer group evaluation).
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL BERBASIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Zain, Hefni
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena meningkatnya dekadensi moral dan perilaku takterpuji seperti kekerasan, tawuran, eksklusivisme dan lemahnyatoleransi serta penghargaan terhadap orang lain dalam segalabentuknya merupakan indikator belum efektifnya fungsi pendidikanIslam yang dijalankan. Dari berbagai fenomena tersebut, banyakpihak memandang perlu dikembangkannya model pendidikan Islammultikultural yang terfokus pada pentingnya penghormatan terhadapkeragaman dan pengakuan kesederajatan paedagogis terhadap semuaorang (equal for all) yang memiliki hak yang sama untuk memperolehlayanan pendidikan dan penghapusan berbagai bentuk diskriminasisehingga terwujud suasana toleran, demokratis, humanis, inklusif,dan sinergis tanpa melihat latar belakang kehidupannya.