cover
Contact Name
Yusep Ahmadi F
Contact Email
yusep-ahmadi-f@ikipsiliwangi.ac.id
Phone
+62226658680
Journal Mail Official
Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi 40526
Editorial Address
Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi 40526
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 22524657     EISSN : 25496506     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus Semantik journal is a medium for disseminating the result of research about language, literature, and language and literature education in Indonesia. Scope Semantik journal publishes the research article in language, literature, language and literature education in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
PENERAPAN MODEL INDUKTIF DENGAN MEDIA GAMBAR SILLUET DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA PENDEK Nikke Permata Indah
Jurnal Semantik Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1, February 2017
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.284 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v6i1.p25-36

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerpen siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pembelajaran sastra selalu dianggap membosankan karena cara pengajarannya yang monoton sehingga siswa merasa bosan. Menulis Cerpen merupakan salah satu pembelajaran sastra yang harus dikuasai oleh siswa. Namun, seringkali siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen karena berbagai faktor. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penilitian dengan menggunakan metode eksperimen kuasi yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XI SMKN 1 Cimahi tahun ajaran 2014/2015, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah kelas KP B sebagai kelas eksperimen dan kelas Eind B sebagai kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes yaitu berupa tes awal dan tes akhir.Berdasarkan perhitungan uji t hipotesis, diperoleh hasil ttabel ≤ thitung ≥ ttabel , yaitu 1,939 ≤ 9,01 ≥  1,939. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis teks cerita pendek siswa di kelas eksperimen sebelum dan sesudah menggunakan model induktif dengan menggunakan media gambar siluet terbukti efektif.
ANALISIS EVALUATIF SOAL UJIAN SEKOLAH BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA TINGKAT UNGGUL SEKOLAH MENENGAH Siti Hamidah
Jurnal Semantik Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1, February 2015
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.845 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v4i1.p89 - 104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis evaluatif butirsoal yang digunakan pada Ujian Sekolah Bidang Studi Bahasa Indonesia TingkatUnggul Sekolah Menengah Kejuruan Kota Bandung Tahun Pelajaran 2011/2012.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan teknik dokumentasi. Datapenelitian berupa instrumen soal dan lembar jawaban siswa, analisis data dilakukandengan menelaah butir soal secara kuantitatif berdasarkan tingkat validitas,reliabilitas, serta tingkat kesukaran soal, daya pembeda soal, dan tingkat pengecohsoal berdasarkan kekhususan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan soal belummemenuhi aspek validitas atau memiliki tingkat validitas rendah, tetapi tingkatkoefisien reliabilitas tinggi, tingkat kesukaran soal menunjukkan dominasi soal berkategori mudah pada sekolah teknik dan nonteknik, akan tetapi tingkat kesukaran sangat dipengaruhi oleh pengelompokkan sekolah berdasarkan rumpun teknik dan nonteknik, banyak soal berkategori mudah ini mengakibatkan tingkat daya pembeda soal rendah dan tingkat butir pengecoh kurang efektif. Dengan demikian penyusun soal US baiknya menyusun soal ujian sekolah dengan tingkat kesulitan soal lebih tinggi dengan mempertimbangkan kesesuaian rumpun sekolah.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DALAM MENULIS CERPEN MELALUI METODE PEMETAAN PIKIRAN (MIND MAPPING) Sary Sukawati
Jurnal Semantik Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2, September 2016
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.959 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v5i2.p68 - 86

Abstract

Tulisan ini berupaya untuk memberikan solusi alternatif bagipermasalahan pembelajaran Bahasa Indonesia terutama pada pembelajaransastra. Pembelajaran sastra saat ini merupakan bagian dari pembelajaranbahasa Indonesia yang mendapatkan porsi lebih kecil dibandingkan dengankebahasaan. Hanya sedikit materi kesastraan diajarkan di kelasdibandingkan dengan materi kebahasaan. Kenyataan lain, bahwa denganporsi yang hanya sedikit tersebut, faktanya pembelajaran sastra masihmemiliki problematikanya sendiri. Permasalahan mengenai metodepembelajaran sastra yang dianggap monoton kerap dirasakan oleh siswa.Banyak faktor dan akibat yang ditimbulkan dari pembelajaran yang monotontersebut. Salah satunya adalah kebekuan ide. Pada penelitian ini, metodealternatif yang diterapkan dalam pembelajaran menulis cerpen adalahmetode mind mapping. Melalui tahapan-tahapan dalam metode mindmapping siswa dapat mengembangkan ide dan pikirannya sebelum menulissebuah cerpen, sehingga cerpen yang dihasilkan lebih kaya dan kreatif. Hasilpenelitian telah menunjukkan bahwa penerapan metode mind mapping efektifuntuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran menulis cerpen.Peningkatan yang dihasilkan mencapai 3,5% sampai 43,5%.Kata Kunci: metode mind mapping, kreativitas, dan menulis cerpen.
SIKAP PROFESIONAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI PENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Ika Mustika
Jurnal Semantik Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2, September 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.481 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i2.p47-54

Abstract

Almost all countries put education as a priority in the context of nation building. Similarly, the nation and state of Indonesia placed education as a strategic value to the advancement of the nation. The passing of the curriculum changes to the curriculum in 2013 SBC 2006 is a real effort on the part of the government to improve the quality of education in Indonesia. Indeed the 2013 curriculum is structured to prepare students to face the challenges of an increasingly complex future. Support of various stakeholders, especially educators is necessary for successfully implementing the curriculum in 2013 in accordance with the plans that have been well established. Therefore, educators as a front line that are directly related to the implementation of the educational program are required to have the readiness and willingness to work in a professional manner. Of course the demands of professional educators should be addressed by improving the qualifications and competence of educators. Moreover, in this era of globalization, the challenges and responsibilities of educators increasingly complex. This paper presents a simple thought about the professional attitude that must be owned by Indonesian educators, especially educators so that they can print learners adaptive to the changing times in accordance with the demands of the curriculum in 2013.Keywords: AttitudesProfessionals, EducatorsIndonesian, Curriculum2013 
PENERAPAN MODEL MAPPING ACTIVITY (MA) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Yeni Rostikawati
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.33 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p178 - 189

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pembelajaran membaca pemahaman dengan menerapkan model Mapping Acivity (MA)? 2)Bagaimanakah hasil pembelajaran membaca pemahaman setelah menggunakan modelMapping Acivity (MA)? 3) Apakah model Mapping Acivity (MA) efektif dalam meningkatkankemampuan membaca pemahaman? Penganalisisan data dilakukan dengan menggunakanrumus Chi-kuadrat untuk menguji normalitas data, rumus varian untuk menguji homogenitasdata, dan rumus uji t untuk membuktikan hipotesis. Adapun hasil pengujian hipotesismenunjukkan bahwa hipotesis kerja (Ha) diterima. Oleh karena itu, model Mapping Activity(MA) efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XAdministrasi Perkantoran 3 SMK Negeri 3 Bandung. Penelitian tentang penggunaan modelMapping Activity dalam pembelajaran membaca pemahaman menambah variasi caramengajar yang dilakukan oleh guru. Guru dapat lebih kreatif dalam menerapkan pembelajaranmembaca yang sering dianggap membosankan oleh siswa. Selain itu, kegiatan mapping dapatmelatih kemampuan otak kanan siswa sehingga ingatan akan lebih panjang.Kata kunci: pembelajaran, mapping activity, peningkatan, membaca pemahaman
PENGEMBANGAN MEDIA POP CULTURE UP RUMAH ADAT JAWA UNTUK PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS DESKRIPSI PADA PESERTA DIDIK SMP KELAS VII Dewi Woro Ambarsari; Bambang Hartono
Jurnal Semantik Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2, September 2017
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.288 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v6i2.p1-10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi karakteristik kebutuhan media pop culture up rumah adat Jawa untuk pembelajaran menyusun teks deskripsi pada peserta didik SMP kelas VII, mengembangkan media, dan mendeskripsikan penilaian ahli terhadap media pop culture up rumah adat Jawa untuk pembelajaran menyusun teks deskripsi pada peserta didik SMP kelas VII. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Sumber data penelitian ini adalah siswa, guru, dan dosen ahli. Teknik pengumpulan data kebutuhan penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah didapatkannya karakteristik kebutuhan media pop culture up rumah adat Jawa untuk pembelajaran menyusun teks deskripsi: (1) aspek penyajian isi/materi adalah penyajian gambar pop up beserta keterangan bagian-bagianya dan cara menyusun teks deskripsi; (2) aspek bahasa dan keterbacaan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik; (3) aspek tampilan 2D, perpaduan warna, serta jenis huruf disesuaikan. Penilaian terhadap media pop culture up rumah adat Jawa: (1) aspek grafika mendapat nilai 79,1 dengan kategori baik, (2) aspek penyajian isi/materi mendapat nilai 75,2 dengan kategori baik, dan  (3) aspek bahasa dan keterbacaan mendapat nilai 81,6 dengan kategori sangat baik.
PEMBELAJARAN APRESIASI CERPEN MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS NILAI- NILAI KARAKTER Iin Indriyani
Jurnal Semantik Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2, September 2015
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.163 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v4i2.p168 - 195

Abstract

Pembelajaran apresiasi cerpen pada hakikatnya merupakan kegiatan untukdapat menggauli sebuah karya sastra. Penelitian ini dilakukan untuk dapatmenemukan tiga hal: (1) profil pembelajaran apresiasi cerpen yang selama iniberlangsung di kelas XI SMAN 16 Garut; (2) proses pelaksanaan pembelajaranapresiasi cerpen yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learningberbasis nilai-nilai karakter di kelas XI SMA N 16 Garut; (3) efektivitas pembelajaranapresiasi teks cerpen dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learningberbasis nilai-nilai karakter di kelas XI SMAN 16 Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuasi eksperimen. Adapunpopulasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 16 Garut tahun ajaran 2014-2015. Dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak dua kelas dengan cara diundi yaitukelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 4. Teknik pengambilan sampel dilakukandengan cara memilih dua kelas untuk djadikan sampel penelitian . Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data diperoleh kesimpulan bahwa:(1) profil pembelajaran apresiasi cerpen siswa SMAN 16 Garut kelas XI tahun ajaran2014-2015 kurang mengaktifkan siswa dalam belajar, karena masih menggunkanmodel pembelajaran ekspositori; (2) proses pelaksanaan pembelajaran apresiasicerpen yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning berbasis nilainilaikarakter di kelas XI SMA N 16 Garut tahun ajaran 2014-2015 dilaksanakan dengan tiga kali perlakuan mengikuti tahapan-tahapan sesuai dengan konsep yang tertera dalam model pembelajaran Discovery Learning yaitu: Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan), Problem Statement (pernyataan/identifikasi masalah), Data Collections (pengumpulan data), Data Processing (pengolahan data), Verification (pembuktian), dan Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi); (3) model pembelajaran Discovery Learning berbasis nilai-nilai karakter efektif diterapkan dalam pembelajaran apresiasi cerpen pada siswa SMAN 16 Garut kelas XI tahun ajaran 2014-2015 karena hasil uji signifikansi dengan uji t, diperoleh hasil t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 0,000<0,05.Kata kunci: Pembelajaran apresiasi cerpen
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DI KELAS V SD NEGERI 2 KALITINGGAR PURBALINGGA Arifin Muslim
Jurnal Semantik Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2, September 2016
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.463 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v5i2.p47-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa melalui pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Kalitinggar dengan jumlah siswa 30. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, yaitu 1 pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. Prosedur pelaksanaan setiap siklus meliputiperencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh dari lembar kemampuan guru dalam merancang rencana pembelajaran, lembar kinerja guru, dan hasil kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas. Berdasarkan penelitian kemampuan siswa dalam menulis puisi diperoleh nilai rata-rata siklus I sebesar 68,2 (53,33%), dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 81,66 (90%). Dengan demikian disimpulkan bahwa Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi kelas V SD Negeri 2 Kalitinggar Purbalingga.Kata kunci : Menulis, puisi, (CTL), Bahasa Indonesia.
PENULISAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PRAKTIS Siti Maryam; Daud Pamungkas; Aprilla Adawiyah; Iis Rohmawati; Latifah Latifah
Jurnal Semantik Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1, February 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.959 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v7i1.p%p

Abstract

PENGKAJIAN PUISI MELALUI PEMAHAMAN NILAI-NILAI ESTETIKA DANETIKA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER SISWA Yusida Gloriani
Jurnal Semantik Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2, September 2014
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.332 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v3i2.p97 - 113

Abstract

Melalui eksplorasi bahasa yang khas dalam puisi, pengarang akan menampilkan aspek keindahan yangoptimal. Nilai estetik adalah nilai yang berdasar pada keindahan. Selain nilai-nilai estetika, di dalampuisi pun terdapat pula pemikiran, ide/gagasan, emosi, bentuk, kesan, dan pesan yang ingindisampaikan pengarang. Dengan demikian, dapat kita temukan nilai-nilai etika yang ingindisampaikan pengarang melalui keindahan bahasa pada puisinya. Nilai-nilai etika berkaitan denganaturan-aturan yang harus dijalani manusia dalam kehidupannya. Manusia harus memiliki perilakusesuai norma-norma, baik norma agama maupun norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Disekolah, guru bahasa dan sastra Indonesia dapat memanfaatkan karya sastra, diantaranya puisi.Dengan mengajak siswa untuk sering membaca dan mengkaji nilai-nilai estetika dan nilai-nilai etikapada puisi, maka perasaan halusnya akan tersentuh dengan keindahan atau nilai estetika. Pesan-pesanmoral atau nilai-nilai etik pada puisi akan berdampak pada pikiran kritis siswa dalam menjalanikehidupan dengan baik, lurus, dan benar.Kata-kata kunci : nilai-nilai estetika, nilai-nilai etika, puisi, pendidikan karakter.

Page 4 of 21 | Total Record : 207


Filter by Year

2012 2025