cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
WIDYATAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
Kajian Dosis Pupuk NPK dan Macam Media Tanam Terhadap Hasil dan Analisis Usaha Tani Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness) Sudarmi, Sudarmi
WIDYATAMA Vol 20, No 2 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Dosis Pupuk NPKdan Macam Media Tanam Terhadap Hasil dan Analisis Usaha Tani Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness) Sudarmi Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjen S. Humardani No.1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521Telp. (0271) 593 156, Fax. (0271) 591065 Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji : (1) Pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil sambiloto. (2)  Pengaruh macam media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil sambiloto. (3) Interaksi pengaruh macam dosis pupuk NPK dan macam media terhadap pertumbuhan dan hasil sambiloto. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai September 2011 di kebun dan di Laboratorium Universitas Veteran Bangun Nusantara. Metode penelitian adalah eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK, terdiri empat taraf yaitu : tanpa pupuk NPK (A1), dipupuk NPK 100 kg/ha (A2), dipupuk NPK 150 kg/ha (A3), dipupuk NPK 200 kg/ha ( A4). Faktor kedua adalah macam media, terdiri tiga taraf  yaitu : media tanah tanpa pupuk kandang (M1), tanah : pupuk kandang = 1 : 1 (M2) , tanah : pupuk kandang = 2 :  1 (M3). Data dianalisis dengan Uji F dan Kruskal Wallis, dan diuji lanjut dengan DMRT 5 %,  Uji Mood  Median 5 %. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk NPK 200 kg/ha (A4) berbengaruh sangat nyata terhadap hasil/produksi sambiloto dengan  nilai  tertinggi  “ indikator hasil “ meliputi : berat  berat kering 2,1897 dan berat simplisia 2,0295 gram. Macam media tanam perbandingan tanah : pupuk kandang = 1 : 1 ( M2 ) berpengaruh sangat nyata terhadap  berat kering : 2,3133gram dan  berat simplisia : 2,1374 gram. Hasil analisis usahatani bahwa perlakuan A4M2 ( perlakuan dosis NPK 200 kg/ha dan macam media tanam , tanah : pupuk kandang = 1:1 ) memberikan keuntungan tertinggi yaitu sebesar Rp 800.696,00; / musim dan RC-ratio  1,4054 ( >1)yang berarti  usahatani sambilotomenguntungkan dan mampu berdaya saing. Kata-kata kunci : Dosis NPK , macam media, sambiloto.  
Pembagian Peran Suami dan Isteri dalam Keluarga Perempuan Pelaku Usaha Rahayu, Nuryani Tri
WIDYATAMA Vol 19, No 2 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembagian Peran Suami dan Isteri dalam Keluarga Perempuan Pelaku Usaha Nuryani Tri Rahayu Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Bantara SukoharjoJl. S. Humardani No. 1 Sukoharjo 57521 Telp. (0271) 593156 Fax. 0271 591065e-mail nuryani_tr@yahoo.com Abstrak Penelitian ini pertujuan mendeskripkan pola pembagian peran domestik, publik, dan sosial kemasyarakatan antara suami dan isteri dalam keluarga perempuan anggota Jarpuk “Kartini” di Kabupaten Sukoharjo, reperesentasi sensitifitas dan bias gender dalam pembagian peran tersebut, serta persepsi dan sikap suami dan isteri terhadap pembagian peran dalam keluarga. Lokasi penelitian di Kabupaten Sukoharjo Provisnsi Jawa Tengah. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus terpancang berperspektif gender. Sumber data terdiri dari informan, tempat, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan  dokumentasi. Teknik Sampling mengutamakan teknik purposive sampling. Pengembangan Validitas dicapai dengan teknik triangulasi sumber dan  triangulasi metode.  Data dianalisis dengan teknik analisis gender model kerangka analisis Harvard. Hasil analisis menyimpulkan bahwa : Pola pembagian peran dalam keluarga cenderung bias gender. Cara pembagian peran yang dilakukan mayoritas keluarga merupakan cara pembagian peran tradisional dimana isteri berperan domestik dan suami berperan public dengan alasan utama agar semua tugas selesai dan menghindari konflik rumah tangga. Representasi sensitifitas gender rendah. Bias gender dalam pembagian peran terjadi pada keluarga dengan karakteristik ekonomi dan pendidikan tinggi, sedang, ataupun rendah. Persepsi dan sikap suami dan isteri terhadap hal tersebut tidak sensitif gender.  Kata-kata kunci : Pembagian peran, Keluarga, Sensitifitas gender, Persepsi, Sikap.  
Kaidah Imperatif Bahasa Indonesia dalam Buku Imperatif dalam Bahasa Indonesia Karya Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum. Kusumaningsih, Dewi
WIDYATAMA Vol 22, No 2 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaidahkan imperatif biasa, imperatif permintaan, imperatif pemberian izin, imperatif ajakan, imperatif suruhan, imperatif aktif tidak transitif, imperatif aktif transitif, dan imperatif pasif. Kaidah-kaidah dari imperatif yang muncul adalah sebagai berikut: (1) imperatif biasa: KB + KK (KD)!; KK (KD) + KAB + itu!; KB + KK (KD)!; KK (KU) + partikel, KD!, (2) imperatif permintaan: coba + negasi + KK (KD); kalau boleh, KKet(waktu) + KB + KK (KD) + KKet (tujuan)!; Diharapkan + KB + (+/-) + KK + KKet (tempat); sudi(lah) + KB + berkenan + KK + KB + KKet; dapat(kah) + KB + KK(kan) + KB + K tunjuk (ini, itu); (di)mohon + dengan hormat + KB + (berkenan)  + KK + ke + KKet(tempat), (3) imperatif pemberian izin : KB + silahkan + KK + KB!; KK (lah), jika mau/akan + KK(me/me-i) + KB; biar(lah) + KB + KK(kan) + KB + KTunjuk!; KB + diizinkan + KK (me-i) + KB; ambil(lah) + KB + Ktunjuk!, (4) imperatif ajakan : ayo + KK + KB + kata ganti milik!; biar + KB + KK + di +KB!; coba + KB + KK + KB  + Ktunjuk!; mari + KB + KK(kan) + KB + KKet!; harap + KK (di-kan) + KB + Ktunjuk!, (5) imperatif suruhan : ayo + KK + Ksapaan!; biar + KB + KK + KB + KKet!; coba + KK(kan) + KB + Ktunjuk!; harap + KB + KK + ke + KB!; hendaknya + KB + Ktunjuk + KKpasif!; hendaklah + KB + KK + KB!; silahkan + KKpasif + KB + Ktunjuk!; tolong + KKpasif + KB(nya)!, (6) imperatif aktif tidak transitif :  (interjeksi) + KB + kalau + KK(lah)!; KK(ber-,-lah) + di + KB + Ktunjuk!; KK(ber-,-lah) + kalau + KS!; KK(ber-,-lah) + ke + KKet tempat!, (7) imperatif aktif transitif : ambil (lah) + KB + Ktunjuk +Ket.waktu!; KS + -i (partikel –lah) + KB + Ktunjuk + KKwaktu!; per + KS(-lah) + KB + Ktunjuk!; KK (ber-kan) (-lah) + KB + Ktunjuk!, (8) imperatif pasif : KB + itu + KKpasif + Kcara; KKpasif + saja + KB + Ktunjuk!; sebaiknya + KKpasif + saja + KB + Ktunjuk!; KK + -lah + KB + itu!; ambil(-kan) + KB + Kwaktu; KK(-lah) + KB + PP + Ket.waktu!; Hampiri (lah) + KB + di + Ket.tempat!; tukar(kan) + dengan + KB + saja(lah) + KB. Kata-kata  Kunci: Imperatif, kaidah, struktural.
OptimalIsasi Prestasi Peserta Didik Melalui Sistem Pendidikan yang Humanis: Suatu Perbandingan Dengan Negara Maju Kasihadi, Kasihadi
WIDYATAMA Vol 20, No 2 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OptimalIsasi Prestasi Peserta Didik Melalui Sistem Pendidikan yang Humanis: Suatu Perbandingan Dengan Negara Maju RB Kasihadi Program Studi Teknologi Pendidikan dan PGSD FKIP Univet Bantara SukoharjoJl. Letjen S. Humardani No.1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521Telp. (0271) 593 156, Fax. (0271) 591065 Abstrak Artikel ini memberikan gambaran kepada para pemerhati dan pendamba pendidikan yang berkualitas. Tanpa pendidikan yang baik dan bermutu, kehidupan dalam berbangsa dan bernegara akan menemui berbagai permasalahan hidup, karena pendidikan adalah untuk, oleh dan dari manusia itu sendiri. Pendidikan yang humanis, yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia. Pendidikan yang memperlakukan dan menghargai keberadaan manusia sebagaimana adanya. Pendidikan bagaimanapun juga harus dapat membantu seseorang untuk dapat menemukan jatidiri yang sebenarnya(learning to be), dan pendidikan adalah membantu mengembangkan potensi phisik dan psikologis setiap siswa semaksimal mungkin. Negara dalam artikel ini adalah contoh pendidikan yang humanis yang mampu mengantarkan para peserta didiknya mengembangkan potensi semaksimal mungkin dan mampu mengantarkan negaranya menjadi negara yang terbaik pendidikannya didunia. Kata-kata kunci: Pendidikan perbandingan, kualitas,  humanis.    
Hubungan Sosial Ekonomi Petani dan Kualifikasi Penyuluh Terhadap Adopsi Teknologi Pengelolaan Tanaman dan Harinta, Yos Wahyu
WIDYATAMA Vol 19, No 2 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Sosial Ekonomi Petani dan Kualifikasi Penyuluh Terhadap Adopsi Teknologi Pengelolaan Tanaman danSumber Daya Terpadu Budidaya Padi (Oryza sativa)(Studi Kasus di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo) Yos Wahyu Harinta Fakultas Pertanian, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Jl.Letjen Sujono Humardani No.1,  Sukoharjo 57521.Tel. +62-0271-593156, fak +62-0271-591065 Abstrak Penelitian bertujuan  untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi petani terhadap adopsi teknologi pengelolaan tanaman dan sumber daya terpadu (PTT) budidaya padi (Oryza sativa) di kalangan petani dan untuk mengetahui hubungan kualifikasi penyuluh terhadap adopsi teknologi pengelolaan tanaman dan sumber daya terpadu (PTT) budidaya padi (Oryza sativa) di kalangan petani di kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo.Penelitian ini merupakan penelitian survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.  Unit analisanya adalah individu. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah: Metode purposive sampling. Karateristik responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah Petani yang menjadi Pengurus dan anggota Kelompok Tani di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo, terdiri dari 14 Desa , terdapat 31 Kelompok Tani dengan kelas Kelompok tani Madya dan Lanjut.  Diambil 9 Kelompok Tani Lanjut dari 8 Desa yang ada di kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo, dimana tiap Kelompok Tani diambil 10 Petani   ( 3 Pengurus dan 7 Anggota ) sehingga terdapat 90 Responden. Dari data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan:  teknik korelasi pearson (Pearsont Correlation) dengan program SPSS 16.0 for windows. Analisis korelasi Pearson dari setiap variable yang ada dilakukan dengan menggunakan: Program SPSS versi 16, dengan derajat kepercayaan 95 % didapatkan hasil sebagai berikut : (1) Variabel Status Sosial Ekonomi Petani (X1) dengan Variabel Adopsi Teknologi PTT (Y) menghasilkan p = 0,000 < α = 0,05 sehingga Variabel Status Sosial Ekonomi Petani (X1) memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Adopsi Teknologi PTT (Y). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi status sosial ekonomi petani maka akan semakin cepat mengadopsi inovasi pertanian. (2) Variabel Kualifikasi PPL (X2) dengan Variabel Adopsi Teknologi PTT (Y) menghasilkan p = 0,000 < α = 0,05 sehingga Variabel Kualifikasi PPL(X2) memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Adopsi Teknologi PTT (Y). Kata-kata kunci: Sosek petani , Kualifikasi PLL, Adopsi Teknologi PTT.
Pengaruh Posisi Lintasan pada Kompetisi Renang terhadap Prestasi Atlet Sodikin, Sodikin; Suprapto, Suprapto; Widiyanto, M Yusuf; Warsita, Warsita
WIDYATAMA Vol 20, No 1 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Posisi Lintasan pada Kompetisi Renangterhadap Prestasi Atlet Sodikin, Suprapto, M. Yusuf Widiyanto, Warsita Fakultas Teknik, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Jl. Letjend Sujono Humardhani No. 1, Jombor, Sukoharjosodikinusman@yahoo.com Abstrak Untuk menjamin kompetisi yang adil dalam suatu kompetisi olahraga, maka selain aturan yang menunjang terciptanya fairplay juga dukungan sarana prasarana yang ada harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para atlet untuk memaksimalkan potensi dirinya untuk meraih prestasi setinggi-tingginya tanpa dipengaruhi faktor eksternal semacam sarana prasarana lomba. Dari hasil penelitian terhadap 27 kompetisi babak penyisihan pada kejuaran renang tingkat regional dan tingkat internasional, jumlah perenang yang keluar sebagai juara pertama berasal dari lintasan 1 dan 8sebesar 4%, dari lintasan 2 dan 7 sebesar 7%, dari lintasan 3 dan 6 sebesar 11%, sedangkan dari lintasan 4 dan 5 sebesar 78%.Perbedaan yang cukup mencolok antara prestasi atlet dari lintasan tepi dibandingkan lintasan tengah dikarenakan perenang yang berada di lintasan tepi memperoleh pengaruh atau gangguan gelombang yang diakibatkan oleh gelombang pantul (reflection waves) dari dinding kolam lebih dekat dan lebih besar (pengaruh langsung) dibandingkan perenang yang di berada lintasan tengah. Kata kunci: lintasan tepi, lintasan tengah, gelombang pantul 
Perancangan Meja Laboratorium Analisis Perancangan Kerja (APK) yang Ergonomis di Program Studi Teknik Industri Univet Bantara Sukoharjo Suprapto, Suprapto
WIDYATAMA Vol 19, No 1 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Meja Laboratorium  Analisis Perancangan Kerja (APK) yang Ergonomis di Program Studi Teknik Industri Univet Bantara Sukoharjo Suprapto Prodi Teknik Industri  Fakultas Teknik  Univet Bantara Sukoharjo. Jl. Letjen S. Humardani No.1 Jombor Sukoharjo 57521 Telp (0271) 953156 Fax (0271) 591065 e-mail: supraptodd@yahoo.co.id  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk merancang suatu meja laboratorium APK yang ergonomis di Program Studi Teknik Industri yang sesuai dengan ukuran tubuh  (antropometri) mahasiswa (praktikan) sehingga dapat memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Teknik Industri Univet Banatara Sukoharjo dan sebagai sampel diambil 30 mahasiswa. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri mahasiswa dan antropometri meja laboratorium APK Program Studi Teknik Industri Univet Bantara Sukoharjo metode pengukuran langsung  menggunakan meteran. Data yang diperoleh dilakukan uji keseragaman dan kecukupan data dan selanjutnya dilakukan perancangan meja laboratorium APK yang ergonomis. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari  perbandingan  ukuran, meja laboratorium APK yang ada saat  ini dari segi ukuran dan fungsinya belum ergonomis karena hanya sebatas meja kerja biasa dan belum bisa memenuhi untuk kebutuhan praktikum APK. Dalam perancangan meja laboratorium APK yang ergonomis dan dapat disesuaikan, hal yang paling utama untuk diperhatikan adalah penggunaan data antropometri, ukuran ketinggian dan kemiringan permukaan meja. Dari hasil pengolahan data diperoleh rancangan meja laboratorium APK yang dapat disesuaikan ketinggiannya maupun kemiringannya. Penyesuaian ini diperlukan untuk mengimplementasikan materi praktikum APK.  Rancangan meja laboratorium APK yang ergonomis diharapkan dapat memberikan  kemudahan, keamanan dan kenyamanan bagi mahasiswa dalam melaksanakan praktikum APK. Kemampuan penyesuaian (adjustabilty) suatu produk merupakan suatu prasyarat yang amat penting dalam proses perancangan. Kata-kata kunci :  Meja laboratorium APK, Ergonomis
Pelaksanaan Fungsi Transmission of Values oleh Radio Siaran Swasta (Studi Kasus pada Radio Suara Slenk Sukoharjo) Rahayu, Nuryani Tri
WIDYATAMA Vol 22, No 1 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Radio Suara Slenk dalam menjalankan fungsi transmission of values (penyebaran nilai-nilai, menawarkan etika atau system  nilai tertentu) yaitu nilai-nilai yang berakar pada kebudayaan Jawa.  Hal ini karena banyak radio siaran yang dalam siarannya lebih memilih untuk memanfaatkan selera massa dengan mengeksploitasi selera rendah khalayak dan memanfaatkan budaya pop padahal radio memiliki kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai fungsi sosialnya. Penelitian ini menggunakan strategi deskriptif kualitatif. Objek atau sasaran terarah pada satu karakteristik atau subjek yaitu strategi Radio Suara Slenk dalam menjalankan fungsi transmission of values (penyebaran nilai, menawarkan etika atau system  nilai tertentu). Lokasi penelitian di lembaga Radio Suara Slenk Sukoharjo. Teknik cuplikan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, content analysis, dan  observasi dengan menggunakan instrument interview guide, coding sheets, dan panduan observasi. Data atau informasi utama digali dari pengelola Radio Suara Slenk, Pendengar radio suara slenk, dan Budayawan Jawa di Surakarta. Keabsahan informasi ditentukan dengan metode triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Radio Suara Slenk memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan fungsi transmission of values dengan menetapkan diri sebagai radio budaya dan mewujudkannya melalui penetapan kebijakan program siaran sebesar 70% bernuansa budaya Jawa, mengadakan berbagai perlombaan kebudayaan Jawa, membentuk paguyuban pendengar dengan kegiatan bernuansa budaya Jawa, menyelenggarakan siaran wayang kulit secara rutin, menyusun menu program siaran berkaitan dengan budaya Jawa, menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar pada siarannya, melakukan seleksi terhadap lagu-lagu yang akan diputar, dan menggali umpan balik melalui siaran interaktif dan atau kegiatan kemasyarakatan secara off air. Radio Suara Slenk menjalankan fungsi tersebut secara konsisten sejak berdiri hingga sekarang. Kata kunci : Radio Siaran, Fungsi Sosial Media, Nilai-Nilai, Budaya Jawa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Model Pembelajaran Matematika Realistik Di Sekolah Menengah Pertama Murwaningsih, Utami .; Rahayu, Nuryani Tri
WIDYATAMA Vol 21, No 2 (2012): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Model Pembelajaran Matematika Realistik Di Sekolah Menengah Pertama Utami Murwaningsih1Nuryani Tri Rahayu2 1Program Studi Pendidikan Matematika FKIP2Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPUniversitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoE-mail: ut_fatim@yahoo.co.id Abstrak Salah satu model pembelajaran yang selaras dengan proses pembelajaran yang dituntut Kurikulum 2006 adalah Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Melalui PMR, akan lebih mengakrabkan matematika dengan lingkungan siswa. Melalui pengaitan konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika dengan pengalaman siswa sehari-hari, dapat menyebabkan siswa tidak mudah lupa terhadap konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika yang ia pelajari.Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Tujuan jangka panjang: mengembangkan bahan ajar matematika dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik yang meliputi: (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (2) Buku Siswa, (3) Lembar Kerja Siswa, (4) Buku Petunjuk Guru dan (5) Perangkat Tes Hasil Belajar  Siswa, pada materi Aljabar di kelas VII SMP sehingga kompetensi matematika siswa kelas VII SMP meningkat. Tujuan khusus tahun pertama: (1) Menetapkan dan mendefinisikan segala sesuatu yang diperlukan dalam pembelajaran, dengan menganalisis tujuan dan batasan materi pelajaran, (2) Merancang perangkat pembelajaran sehingga diperoleh prototipe (perangkat pembelajaran contoh yang meliputi (a) penyusunan tes beracuan patokan, (b) pemilihan media, (c) pemilihan format dan (d) perancangan awal). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (developmental research) Model 4-D (Four D Model) pada tahap pendefinisian dan perancangan. Pengumpulan data dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukoharjo. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) hasil pengembangan perangkat pembelajaran matematika realistik pada materi Aljabar di kelas VII SMP ini, berupa: (a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (b) Buku Siswa, (c) Lembar Kerja Siswa (LKS), (d) Buku Petunjuk Guru (BPG) dan (e) Perangkat Tes Hasil Belajar Siswa, dan (2) hasil pengembangan instrumen penelitian pembelajaran matematika realistik pada materi Aljabar di kelas VII SMP ini berupa: (a) Lembar Penilaian Validator terhadap Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian, (b) Lembar Angket Respon Guru terhadap Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran, (c) Lembar Angket Respon Siswa terhadap Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran, (d) Lembar Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran dan (e) Lembar Observasi Aktivitas Siswa Selama Mengikuti Proses Pembelajaran.Kata kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan pembelajaran matematika realistik.
Analisis Network Proyek Rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri Combongan 1 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Darsini, Darsini
WIDYATAMA Vol 20, No 1 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Network Proyek Rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri Combongan 1 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Darsini Dosen Program Studi Teknik Industri ~ Fakultas Teknik Universitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoEmail : dearsiny@yahoo.com  Abstrak  Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menentukan urutan pekerjaan atau elemen pekerjaan agar diperoleh waktu penyelesaian proyek secara efektif, dan (2) untuk menentukan kegiatan-kegiatan kritis dengan metode analisis jaringan kerja (network) guna mengetahui waktu menyelesaikan kegiatan proyek. Penelitian dilaksanakan di SD Negri 1 Combongan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Metode yang yang digunakan dalam pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan tanya jawab langsung kepada pekerja proyek yang menjadi obyek penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan membuat jaringan kerja untuk menentukan perkiraan atau estimasi waktu kegiatan  dan penentuan jalur kritis.Hasil yang diperoleh bahwa dalam melaksanakan rehabilitasi pembangunan Sekolah Dasar Negri Combongan 1 Sukoharjo selama 46 hari, berdasarkan analisis menggunakan jalur kritis dari 22 kegiatan yang dilaksanakan diselesaikan selama 39 hari dengan kegiatan kritisnya pada kegiatan A-C-D-E-F-G-H-J-L-O-T-V.  Jadi selain kegiatan kritis tersebut mempunyai kelonggaran waktu untuk kegiatan yang lain. Kegiatan kritis adalah kegiatan yang paling menentukan proyek tersebut selesai.  Kata-kata kunci : Jaringan kerja (network), kegiatan kritis.

Page 4 of 10 | Total Record : 91