cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Interdependensi Faktor Faktor Pembangunan Peternakan Dalam Rangka Ketahanan Pangan Mulawarman Mulawarman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22308

Abstract

Dalam tulisan ini berusaha untuk mengkaji dan mem­bahas tentang kebijakan pembangunan peternakan yang dikatakan dengan konsepsi ketahanan pangan. Hal ini patut dipikirkan bersama mengingat Indonesia oleh banyak kalangan dapat dikatakan belum siap untuk menghadapi maupun mengimplementasikan Asean-China FTA (ACFTA). Dalam pembahasan ini dilakukan analisis isi terhadap konsepsi Ketahanan Nasional. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pendekatan Ketahanan Nasional (national resilience) diperlukan dalam mengkaji faktor-faktor dalam pembangunan peternakan untuk memperoleh langkah­langkah strategis yang meliputi interdependensi antar faktor-faktor dalam pembangunan peternakan dengan lingkungan di luarnya
Optimalisasi Kinerja Kon Tra Intelijen Dalam Peng Amanan Rahasia Negara Wisnu Utomo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22342

Abstract

Pertahanan negara adalah upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Dengan konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, maka globalisasi yang merambah berbagai aspek kehi­dupan telah menjadikan ancaman pertahanan dalam men­jaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa berkembang menjadi multidimensional. Oleh karena itu upaya penanganannya tidak hanya bertumpu pada kemampuan pertahanan berdimensi militer namun juga pertahanan berdimensi nirmiliter (Kirbiantoro, 2007).
Krisis Adaptasi Dan Polemologi T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 3 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22064

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang krisis adaptasi yang dihadapi manusia sekarang dan akibat-akibat polemologis yang mungkin terjadi. Hal ini sangat erat kaitannya dengan nasib umat manusia menjelang akhir abad XX dan peranan apa yang dapat dimainkan oleh Pancasila dalam ketidakpas-tian dan ketidakteramalan awal abad XXI.
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Ber Masyarakat Berbangsa Dan Bernegara Soeprapto Soeprapto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22960

Abstract

Enam puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno yang kemudian menjadi presiden pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpidato di depan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdeka­an Indonesia (BPUPKI) tentang philosophische grondslag atau landasan filsafati bagi negara yang segera akan didirikan. Landasan filsafati ini diberi nama Pancasila, yang kemudian dijadikan dasar negara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ternyata Pancasila sebagai dasar negara, sejak tahun 1945 tidak mengalami perubahan statusnya sebagai dasar negara sampai dewasa ini, meskipun terjadi perubah­an perumusan pada UUD yang satu dengan yang lain.Namun sejak bergulirnya reformasi, orang enggan berbicara tentang Pancasila, karena dipandang bahwa Pancasila belum atau tidak mampu untuk mengantar bangsa Indonesia menuju kemajuan bangsa. Bahkan ada yang berkesimpulan bahwa Pancasila inilah yang mengantar ke kemerosotan dan krisis multidimensional. Benarkah hal tersebut? Ternyata setelah sekitar enam tahun reformasi bergulir dengan meninggalkan Pancasila dan mencoba untuk menerapkan prinsip atau asas lain, kehidupan perpolitikan, ekonomi dan kemasyarakatan bukan bertambah baik, tetapi bertambah semrawut. Oleh karena itu orang mulai bertanya­tanya, benarkah keterpurukan bangsa itu karena Pancasila? Atau mungkin karena manusianya yang tidak konsisten menerapkan:yprinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila?dalam permusyawaratan/per­wakilan, yang diterapkan mela­lui lembaga-lembaga negara yang disepakati oleh para found­ing fathers.
Membangun Masyarakat Adil Dan Sejahtera Soeprapto .
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22113

Abstract

Perkenankan kami pada kesempatan ini mengutip penda-pat Fritz Adler, yang disampaikan oleh Bung Karno dalam kursus Pancasila pada bulan Juli 1958, sekitar lima puluh tahun yang lalu, yang maknanya bahwa yang utama dibu-tuhkan rakyat pada umumnya, adalah tercukupinya makan, sandang dan papan untuk menunjang hidup mereka. Ma-salah peraturan perundang-undangan adalah nomor dua. Tepat sekali ungkapan para founding fathers yang tertera dalam Penjelasan Undang-Lindang Dasar 1945, sebagaiberiku t:Yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidupnya negara ialah semangat, semangat para penye-lenggara negara, semangat para pemimpin pemerintahan. Meskipun dibikin Undang-Undang Dasar yang menurut kata-katanya bersifat kekeluargaan, apabila semangat para penyelenggara negara, para pemimpin pemerintahan itu bersifat perseorangan, Undang-Undang Dasar tadi tentu tidak ada artinya dalam praktek. Sebaliknya, meskipun Undang-Undang Dasar itu tidak sempurna, akan tetapi jikalau semangat para penyelenggara itu baik, Undang-Undang Dasar itu tentu tidak merintangi jalan-nya negara. Jadi yang paling penting adalah semangat. Maka semangat itu hidup, atau dengan lain perkataan dinamis.
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA BAGI TERCIPTANYA PERDAMAIAN DAN KEAMANAN DUNIA MELALUI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA NUGROHO - WISNUMURTI
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11672

Abstract

Srjak didirikan pada tahun 1945, hingga kini PBB tetap merupakan satu-satunya organisasi multirateral dunia yang menangani masalah-masalah politk, sosial, eonomi, dan budaya yang berdimensi global. Para pendiri PBB telah menetapkan tujuan organisasi dunia ini untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, membina hubungan persahabatan dengan sesama negara, dan mengembangkan langkah-langkah untuk memperkuat perdamaian abadi.Selain itu, tujuan PBB adalah untuk mencapai kerjasama international dalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya dan kemanusiaan, serta mempromosikan penghormatan atas hak asasi manusia dan keseimbangan perekonomian dunia.  
Partisipasi Pemuda Purna Paskibraka Indonesia Dalam Kegiatan Bela Negara Dan Pengaruhnya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Tentang Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah) Erdi Wikan Febrihananto; Irwan Abdullah; Ahmad Zubaidi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22413

Abstract

ABSTRACTThis research discussed about the participation of youth in defending the country and its influence to the regional resilience at the Klaten Regency. This research used qualitative research method, object the research was the youth’s participation to defending the country and its implications to the regional resilience. The method of collecting data were interview, observation, literature study, documentation study, and online page search. Data analysis techniques in this study using data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that Former Flag Raisers of Indonesia, Klaten Regency had of participate in activity to defending the country in the Klaten Regency. The participation performed by four models activities, namely model of ideological activity, model of social interaction activity, competition between Paskibra, and model of acting activity. It’s participation gave the comprehension about defending the country, awareness about defending the country, and commitment about defending the country. The participation of Youth to defending the country had influences for the regional resilience at the Klaten Regency with criteria that included aspects of ideology, politic, social and cultural, and defense and security. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang partisipasi pemuda dalam kegiatan bela negara dan pengaruhnya terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Klaten. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini memfokuskan kajiannya pada partisipasi pemuda dalam kegiatan bela negara dan pengaruhnya terhadap ketahanan wilayah didaerah Klaten, Jawa Tengah. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, studipustaka, studi dokumentasi, dan penelusuran laman online. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Purna Paskibraka Indonesia telah berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan bela negara di Kabupaten Klaten. Partisipasi tersebut dilakukan melalui 4 (empat) model kegiatan yaitu kegiatan yang bersifat ideologis, kegiatan yang bersifat interaksi sosial, kegiatan kejuaraan antar Paskibra, dan kegiatan bersifat aksi. Partisipasi tersebut memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai berbangsa dan bernegara yang kemudian memberikan kesadaran terhadap kewajiban bela negara, dan menyatakan komitmennya terhadap bela negara. Partisipasi pemuda dalam kegiatan bela negara ini berpengaruh terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Klaten terutama dalam konteks penguatan ideologi, katahanan politik, sosial dan budaya budaya serta memperkokoh aspek pertahanan dan keamanan. 
Peran Kelompok Batik Tulis Giriloyo Dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) Arif Nursaid; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan produktivitas kelompok batik tulis Sekar Arum di Dusun Giriloyo, peran kelompok batik tulis  Sekar Arum dalam memberikan kontribusi pada ketahanan ekonomi keluarga di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kendala-kendala dan upaya yang ada di lapangan.Penelitian ini bersifat Mixed Methods Research. Mixed Methods Research pada tahap pertama menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara secara terstruktur, observasi dan studi pustaka yang selanjutnya diproses menggunakan uji kuantitatif. Uji kuantitatif pada penelitian ini menggunakan uji koefisien determinasi, uji t, dan uji analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan yaitu data primer. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan menyebar kuesioner. Penelitian ini menggunakan beberapa indikator dalam mengukur ketahanan ekonomi keluarga. Indikator yang digunakan yaitu berasal dari Badan Pusat Statistik, Bank Dunia, Standar UMK, Peraturan Bupati No 21 A Tahun 2007 tentang Indikator Kemiskinan Kabupaten Bantul.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga kelompok Sekar Arum tidak terklasifikasi dalam keluarga miskin. Keluarga anggota kelompok Sekar Arum memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh. Kendala yang dihadapi berupa sistem marketing produk batik tulis yang belum optimal, sistem laporan keuangan yang kurang profesional, aksesibilitas yang kurang mendukung, ketersediaan jaringan komunikasi yang sangat minim, dan kurangnya kesadaran dan ketertarikan generasi muda untuk membatik. Rekomendasi berupa pengoptimalan marketing berbagai produk batik tulis Giriloyo, pendampingan pembuatan sistem laporan keuangan, menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk perbaikan aksesibilitas, menjalin komunikasi intens dengan provider dan pemerintah kabupaten, dan bekerjasama dengan pemerintah untuk pendidikan dan proses regenerasi.
Strategi Penguatan Kebijakan Pemberantasan Illegal Logging Dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Nasional I Made Subadia
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22188

Abstract

Ketahanan nasional mengandung dua dimensi, yaitu (1) kesejahteraan dan (2) stabilitas negara dalam ran gka mem- berikan jaminan keamanan. Kesejahteraan dan keamanan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, ibarat mata uang dengan dua sisi, kedua-duanya sama penting dan sating mempengaruhi. Salah satu sumberdaya kesejahteraan rakyat adalah Hutan. Dewasa ini, ketahanan nasional negara sedang menghadapi berbagai bentuk ancaman, seperti ancaman tradisional berupa kekua tan militer mau pun ancaman yang berhubungan den gan economic security environmental security, dan human security. Berbagai ancaman tersebut dalam praktiknya dapat saling memper- lcuat, seperti misalnya ancaman lingkungan yang sangat erat hubungannya den gan hutan dapat mendorong menguatnya ancaman ekonomi. Muladi (2008, men yatakan illegal logg- ing adalah salah satu ancaman non tradisional yang sangat potensial men gancam ketahanan Indonesia.
Negara Dan Integrasi Etnis Cina Di Indonesia Andreas A Susanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.191 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19194

Abstract

ndonesia adalah negara yang mempunyai keragaman etnis yang cukup berwarna-warni, tentu bukan tanpa alasan apabila semboyan nasionalnya menyerukan Bhinneka Tunggal Ika. Namun demikian etnis Cina yang diperkirakan sekitar 4 persen dari total penduduk Indonesia, tetaplah tinggal sebagai kelompok etnis tersendiri. Lepas dari sejarah panjang keberadaan mereka sejak sebelum abad ke-15 lalu, dan fakta bahwa hampir semua sekarang telah menjadi warganegara Indonesia, orang Cina masih tetap dirasakan sebagai outsider oleh sebagian besar warga yang menyebutdirinya pribumi.Keberhasilan dan dominasi ekonomi etnis Cina telah melahirkan kecemburuan, kebencian, dan permusuhan. Sementara orang Cina sendiri merasa mereka hanya dijadikan kambing hitam dari berbagai kekecewaan politik. Paralel dengan pengalaman orang Yahudi di Eropa dahulu, orang Cina di Indonesia juga dikenal sebagai pedagang yang pintar dan sukses, kurang sosial atau kurang bermasyarakat, danrentan secara politis.Tulisan ini akan membahas keterpisahan etnis Cina di Indonesia yang terus berlanjut sejak jaman Belanda sampai sekarang. Sudah barang tentu ada banyak penjelasan yang bisa diajukan, namun argumentasi yang akan dipakai dalam tulisan kali ini yaitu negara sebagai salah satu variabel penting yang memberi kontribusi dalam keterpisahan etnis Cina tersebut. Sejak jaman kolonial, keterpisahan itu telah dipelihara dan dimanipulasi untuk melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue