cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
ACEH DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Teuku Haji Ibrahim Alfian
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 2 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11417

Abstract

Proses perkembangan Daerah Aceh serta jati diri penduduknya rasanya perlulah dikemukakan terlebih dahulu sebagai titik tolak dalam memahami topik yang sedang kita bahas ini. Sejarawan terkemuka Amerika Serikat, Allan Nevins, mengemukakan bahwa Sejarah adalah sesungguhnya jembatan yang menghubungkan masa lampau dengan masa kini dan menunjukkan masa lampau dengan masa kini dan menunjukkan jalan ke masa depan. Bila kita melihat ke sejarah Aceh akan tampak kepada kita betapa agama amat berpengaruh dalam kehidupan orang-orang Aceh.
Lampau Dan Datang Mohammad Hatta
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 3 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23155

Abstract

Izinkanlah penulis terlebih dahulu mengucapkan terima kasih banyak-banyak kepada Senat LIniversitas Gadjah Mada atas kehormatan yang dilimpahkan kepada penulis pada hari ini, dengan mengangkat penulis menjadi doctor honoris causa. Sungguh, penghargaan ini penulis hargai setinggi-tingginya.Putusan Senat Universitas Gadjah Mada itu, mau tak mau, membayangkan, di muka penulis masa yang lampau yang jauh silam, yang penuh dengan cita-cita, - cita-cita yang dijadikan paduan bagi masa datang. Bukankah di dalam masa penjajahan, di dalam suasana Hindia Belanda, lahir ide, ciptaan yang murni dan muluk tentang bangun Indone­sia Merdeka di kemudian hari?
Implementasi Pancasila Dalam Menumbuhkembangkan Wawasan Kebangsaan Haryo S Martodirjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22127

Abstract

Pembahasan tentang Wawasan Kebangsaan merupakan suatu hal yang penting dan mutlak harus selalu dilakukan secara terus menerus sejalan dengan dinamika proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan kebangsaan dapat dianggap sebagai ruh atau jiwa atau semangat dari kehidupan berbangsa yang tentu saja akan mewarnai dan bahkan ikut menentukan eksistensi dan maju mundurnya suatu negara. Negara yang antara lain ditandai oleh kesatuan teritori boleh susut atau hancur tetapi dengan jiwa dan semangat kebangsaan yang tetap berkobar dengan daya juang tinggi maka eksistensi suatu bangsa tetap dapat dipertahankan dan diakui oleh bangsa-bangsa lain. Sebaliknya jika jiwa dan semangat kebangsaan dari suatu bangsa telah luntur atau apalagi telah hilang, maka pada hakikatnya eksistensi dari bangsa dan negara yang bersangkutan telah tidak ada lagi, walaupun barangkali secara fisik administratif bangsa dan negara tersebut masih berdiri.Pancasila sebagai dasar Negara dan sekaligus juga sebagai falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia pada dasarnya dapat merupakan instrument utama dalam menumbuhkembangkan zvawasan kebangsaan Indonesia. Sebagai instrumen Pancasila akan selalu melekat sepanjang masa sejalan dengan keberadaan dan gerak pasang naik dan pasang turunnya kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Peristiwa-Peristiwa Penting Dalam Tahun 1999 Dan Lanjutanyya Ke Masa Depan T. Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 3 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11713

Abstract

Dalam tahun-tahun terakhir abad XX banyak kejadian penting bagi rakyat dan bangsa indonesia. Sebabnyayang terpenting adalah rakyat sudah jemu dengan pemerintah autoriter militer-pengusaha-teknokrat yang nyata-nyata memakai slogan iman dan takwa serta pancasila GBHN untuk melindungi praktek-praktek korup, tidak menghiraukan perikemanusiaan, serta hanya menguntungkan diri, kelompok dan keluarga sendiri secara tidak tanggung-tanggung. Ketidakpuasan meletus pada tahun 1998, didahului oleh oleh krisis ekologis dan moneter. Pemerintah sementara menggantikan Orde Baru secara parsial dan berakhir pada akhir tahun 1999. Pemerintah baru yang menggantikan tampaknya masih tradisional, tetapi sudah banyak meninggalkan ciri-ciri serta anasir-anasir Orde Baru, dan kalau berhasil, akan lebih memudahkan pemerintah yang akan datang.
Indeks Subjeks dan Indeks Penulis Indeks Subjeks Dan Indeks Penulis
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.27708

Abstract

Indeks SubjeksBBencana Banjir Rob i, 1, 6, 13, 14, 18BPJS i, ii, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 83, 84, 85, 86,87, 88, 89, 90, 91, 92DData Citra Resolusi Tinggi 115FFestival Film Dokumenter i, ii, 34, 35, 36, 39, 40,41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49IIndeks KAMI 21, 22, 24, 26, 27, 28, 29JJelajah Warisan Kebudayaan 115KKetahanan Energi i, 93, 94, 104, 113Ketahanan Masyarakat 76Ketahanan Pribadi i, 51, 52, 58, 63, 66, 68, 73Ketahanan Sosial i, 34, 35, 37, 42, 44, 46, 135Ketahanan Wilayah i, 1, 15, 18, 19, 73Kotagede i, ii, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120,121, 122, 123, 124, 125, 126, 127, 128, 129,130, 131, 132, 133, 134, 135LLiterasi Kewarganegaraan 52MMasyarakat Pesisir i, 1, 5PPanas Bumi i, 93, 94, 96, 100, 105, 113Pariwisata 115, 135Pemuda i, ii, 34, 35, 51, 52, 55, 58, 59, 60, 66, 71,73, 74, 135, 136Peran i, 12, 19, 46, 47, 48, 51, 52, 58, 59, 63, 72, 73,74, 75, 76, 77, 80, 86, 104, 135, 136Peran Pemuda i, 51, 52, 59, 136RRSUD i, ii, 75, 76, 77, 78, 79, 81, 82, 83, 84, 85, 86,87, 88, 91SSIAK ii, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32Strategi Adaptasi i, 1, 9, 11, 14TTingkat Kelengkapan dan kematangan 22WWarga Negara yang Baik 52indeks penulisAAgus Pramusinto 75Akhmad Asrofi 1Aris Tundung Himawan 21Armaidy Armawi 21, 51, 137BBudi Irawanto 34DDanang Sri Hadmoko 1Daniel Sutopo Pamungkas 114Djoko Soerjo 51HHartono 114, 125, 135LLutfan Lazuardi 75Mohtar Mas’oed 34Muhammad Zainuddin Lubis 114NNurul Hidayah 34, 44RRaharjo 51Regina Tetty Mary 93SSu Ritohardoyo 1TTri Kuntoro Priyambodo 21Trisna Widada 75WWenang Anurogo 114
Menegakkan Dasar Negara Pancasila (Menjamin Kemerdekaan, Kedaulatan dan Integritas Nasional) Mohammad Noor Syam
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22165

Abstract

Bangsa Indonesia mewarisi berbagai keunggulan, baik natural, sosio kultural; kuantitas - kualitas SDM, filosofis-ideologis dan konstitusional —sebagai terpancar dalam UUD Proklamasi—. Bagaimana rakyat warganegara menegakkan kemerdekaan, kedaulatan dan integritas nasional akan menjamin terwujudnya cita-cita nasional: bangsa dan negara jaya, adil dan makmur. Kelembagaan negara yang diamanat-kan konstitusi Prokiamasi menjamin otoritas kepemimpinan nasional yang efektif sekaligus terkendali.Keunggulan konstitusional terutama NKRI sebagai negara berkedaulatan rakyat (demokrasi), dan negara hukum (Rechtstaat) terjabar pula dalam kelembagaan negara (MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK dan MA) yang kemudian dalam amandemen mengalami perubahan yang cukup kontroversial. Bagaimana kepemimpinan nasional menjamin pengelolaan fungsi kelembagaan negara untuk mewujudkan cita nasional, semen tara kontroversial amandemen cukup melahirkan konflik kelembagaan tinggi negara (misal: MA vs KY; dan DPR vs DPD; sementara MPR mengalami degradasi otoritasnya). Tegasnya, kondisi era reformasi yang dilandasi dan dipandu oleh UUD 45 amandemen akan mengalami berbagai kontroversial normatzf dan institusional; di samping makin menggunung-nya krisis multi dimensional.
Peran Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Dalam Mewujudkan Ketahanan Energi Wilayah (Studi di Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) Bahar Buasan; Armaidy Armawi; Edhi Martono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16351

Abstract

 ABSTRACT This research had three main goals. Firstly, to knew the condition of the biogas power plant (BPP) in Dendang district. Secondly,to knew the obstacles faced in the operating of the BPP, Thirdly, to knew the optimalization strategy in maximizing the BPPThe existence of the BPP in Dendang District, East Belitung Regency had three main benefits. First, it could power up to 2.500-3.000 households. Second, reduced greenhouse gas emissions and waste. Third, created technology transfer. Based on those, an optimalization was needed to created regional energy resilience. The method used was qualitative description, through direct observation and interviews with stakeholders in November 2015 until May 2016.  According to research results, there were three main obstacles faced by the BPP.  First, the difficulty raw materials which were mostly imported. Second, the price differences because power purchase agreement The BPP-PT. AANE was considered to be established before the new law was issued. Third, the lack of goverment support. Based on those three obstacles, the optimalization strategy that could be done were: First, easing import regulations to eased raw materials supply. Second, the government must regulated and fixed the price differences issue. Third, the central and local government must actively supported the building of BPP and the field of new and renewable energy. ABSTRAKPenelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama,   untuk mengetahui kondisi pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Kecamatan Dendang. Kedua, untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam operasional PLTBg. Ketiga, untuk mengetahui strategi optimalisasi dalam melakukan optimalisasi PLTBg.Keberadaan PLTBg di Kecamatan Dendang memiliki tiga manfaat. Pertama, dapat mengaliri listrik hingga 2500-3000 rumah tangga. Kedua, membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan limbah, Ketiga, alih teknologi. Berdasarkan ketiga keuntungan tersebut, maka optimalisasi PLTBg perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan ketahanan energy wilayah. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif, melalui obervasi langsung ke Kecamatan Dendang dan wawancara pihak-pihak terkait pada bulan November 2015 hingga Mei 2016.Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga kendala yang dihadapi oleh PLTBg di Kecamatan Dendang. Pertama, sulitnya bahan baku karena sebagian besar impor, Kedua, adanya perbedaan harga karena power purchase agreement PLTBg - PT AANE dihitung berdiri sebelum undang-undang baru keluar. Ketiga, kurangnya dukungan pemerintah. Berdasarkan ketiga kendala tersebut, maka strategi optimaliasi yang dilakukan adalah; Pertama, memudahkan regulasi untuk kemudahan bahan baku. Kedua, pemerintah mengatur dan meluruskan regulasi terkait perbedaan harga. Ketiga, pemerintah pusat dan daerah harus aktif memberikan dukungan terhadap pembangunan PLTBg dengan memperbesar pelatihan, pendidikan serta pengembangan kemampuan untuk pembuatan kebijakan dan analisis di bidang energi baru dan terbarukan. 
Implementasi Kebijakan Pengadaan Alutsista Untuk Mendukung Iebutuhan Operasional Te?-1tara Nasional Indonesia (Studi Tentang Pengadaan Alutsista Renstra 2005-2009) Agus sudarmanto H ASudibyakto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22355

Abstract

Pertahanan, bukanlah hal yang menyangkut masalah kelengkapan pasukan, senjata, pertempuran dan perang semata, namun pertahanan nasional dipandang dan harus dimiliki sebuah negara yang berdaulat untuk menciptakan dan menjaga perdamian. Perdamaian sendiri bukan sesuatu yang given atau anugrah yang jatuh dari langit, melainkan sesuatu yang harus diciptakan, ditegakkan, serta dijaga, antara lain dengan membangun kekuatan militer yang kuat. Seperti yang dinyatakan Steyn, "Kekuatan militer merupa­kan salah satu elemen utama dari kekuatan nasional yang eksistensinya mutlak diperlukan untuk melindungi kepen­tingan nasional dalam rangka menjamin kelangsungan hidup suatu negara", khususnya bagi negara yang memiliki konstelasi geografis dan kondisi sosio-demografi seperti In­donesia (Harsono, 2009 : 1-2).Walaupun secara umum kondisi hubungan negara-negara di kawasan ini tidak terjadi masalah, "sekilas tampak hu­bungan Indonesia dengan ASEAN adalah mudah karena sama-sama orang Asia Tenggara, padahal tidak demikian faktanya. Pasalnya, Asia Tenggara yang mempunyai potensi geografi dan sumber daya alam yang tinggi sejak dahulu kala selalu menjadi sasaran bangsa-bangsa lain yang umurn­nya kuat untuk memperoleh posisi yang terbaik di Asia Tenggara, maka persaingan itu mau tidak mau sangat mem­pengaruhi kehidupan bangsa-bangsa di Asia Tenggara" (Suryohadiprojo, 2007: 368).
Penyelesaian Masalah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Dengan "Konsepsi Prinsipiil Dan Bijaksana" Teuku Haji Ibrahim Alfrian
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22059

Abstract

Gagasan ten tang "Konsepsi Prinsipiil dan Bijakasana" berasal dari Kolonel Syamaun Gaharu dalam upayanya untuk menyelesaikan masalah Aceh yang disebabkan oleh Gerakan Darul Islam Aceh (GDIA). Istilah prinsipiil dan bijaksana tergantung dari sudut mana kita memandang, seperti kata budayawan dan tokoh Partai Nasional Indone-sia di Medan, Surapati, "berlainan tempat tegak berlainan pula benda yang tampak".
Penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Manajemen Asi Bagi Ibu Bekerja Guna Menjaga Ketahanan Keluarga (Studi Anggota Grup Facebook Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Valentina Siwi Saridewi; Armaidy Armawi; Djoko Soerjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.9848

Abstract

ABSTRACTThe research objective was to described the use of information communication technology (ICT) in the breastmilk management that conducted by a working mother who actively feeding to met the needs of breastfeeding for 6 months in order to maintained the family resilience.   Research used qualitative method in order to gathered main data and the result of simple quantitative method as supporting data. The results showed that the use of ICT in the breastmilk management as a tool to obtained supporting information that required by informants in implementing the breastmilk management. There was description of the relationship between ICT in maintain the family resilience. Informations and motivations that necessary for informant obtained through the use of ICT. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam manajemen Air Susu Ibu (ASI) yang dilakukan oleh ibu bekerja yang aktif menyusui untuk memenuhi kebutuhan ASI selama 6 bulan guna menjaga ketahanan keluarga. Penelitian menggunakan metode kualitatif guna mendapatkan data pokok penelitian dan metode kuantitatif sederhana sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penggunaan TIK dalam manajemen ASI digunakan sebagai alat bantu untuk memperoleh informasi pendukung yang diperlukan oleh informan dalam menerapkan manajemen ASI. Terdapat gambaran hubungan antara TIK dalam menjaga ketahanan keluarga melalui penerapan manajemen ASI yaitu informasi dan motivasi bagi informan diperoleh melalui penggunaan TIK

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue