cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
DISENTEGRASI MORAL MASYARAKAT DALAM PRESPEKTIF KETAHANAN NASIONAL T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 3 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11950

Abstract

Sejak tahun 1970-an kalangan intelektual dan akademisi sebenarnya telah memberi sinyalemen tentang adanya proses disentrigasi moral di kalangan masyarakat bangsa kita. Para pengamat memperhatikan adanya penipuan, korupsi , asintoni antara kata dan kerja, ketidakadilan, kekerasan, dan pelanggaranhak-hak manusia, yang menjalar kemana-mana serta memasuki segala bidang dan instansinya, sampai ke kehakiman, kejaksaan, kepolisian, pendidikan, dan agama, sehingga tidak ada lagi tempat berharap bagi kebanyakan orang.Nilai-nilai diganti oleh harga-harga; dengan uang sebagian besar penegak hukum, moral dan etika dapat dikooptasi. Tidak hanya "nilai-nilai P4" yang baru 50 tahun usianya tidak dihayati mulai dari lapisan atas, melainkan juga nilai -nilai agama yang sudah ada beratus, bahkan beribu tahun, tidak diindahkan dalam praktek. Batas buruk baik menjadi kabur, malahan bergeser ke arah buruk. Sanksi sejawat, sanksi administratif, dan saksi hukum terkikis sedikit demi sedikit , serta sanksi agama di dunia juga dapat dipesan dan diatur .Ketahananan nasional yang holistis hanya mengelembung dan mudah sekali dikempiskan, oleh karena lemahnya ketahanan agama, ketahanan hukum, ketahanan moral, ketahanan ekonomis, dan ketahanan kultural-edukasional.Ada anggapan yang tak diucapkan , bahwa ketahanan militer dan politis sudah cukup untuk menjaga ketahanan nasional. Hasilnya dapat kita lihat sekarang. Anyaman moral hampir seluruhnya koyak dan sangat memalukan bangsa.
Peran Pemuda dalam Upaya Pencegahan Korupsi dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah Mifdal Zusron Alfaqi; Muhammad Mujtaba Habibi; Desinta Dwi Rapita
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.27695

Abstract

ABSTRACTThis article discusses about the role of youth in preventing corruption and positive impac to the regional resilience. The research was conducted at Young Anti-Corruption Task Force Yogyakarta, Institution Hikmah and Public Policy, Regional Leadership of Muhammadiyah Yogyakarta. The aims of this research are (1) to know the role of youth in preventing corruption, (2) to know the youth’s role in strengtheningt regional resilience, especially in the City of Yogyakarta. The results show that the Young Anti-Corruption Task Force has playing important role in preventing corruption in the City of Yogyakarta. The role were performed through three activities, namely (1) the anti-corruption education, (2) dissemination of anti-corruption, (3) oversee  to government. However, this role was not easily done because there were several obstacles encountered, there were: (1) effort this members still could not be optimal, (2) the lack of understanding problem of corruption by members. Some efforts had been made to overcome the obstacles. The role of youth in corruption prevention efforts had positive impact for the regional resilience in the City of Yogyakarta with criteria included aspects of ideology, politic and law, economy, social and cultural, and security.ABSTRAKTulisan ini membahas tentang peran pemuda dalam upaya pencegahan korupsi dan dampak positifnya terhadap ketahanan wilayah. Secara spesifik permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah peran pemuda dalam upaya pencegahan korupsi dan dampak positif peran pemuda terhadap ketahanan wilayah Kota Yogyakarta. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada Satgas Muda Anti Korupsi Kota Yogyakarta, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Tujuan tulisan ini ini adalah untuk (1), mengetahui peran pemuda dalam pencegahan korupsi, (2), mengetahui implikasi peran pemuda terhadap ketahanan wilayah Kota Yogyakarta. Argumen yang dikembangkan dalam tulisan ini adalah bahwa Satgas Muda Anti Korupsi telah berperan cukup penting dalam upaya pencegahan korupsidi Kota Yogyakarta. Peran tersebut dilakukan melalui 3 (tiga) kegiatan yaitu (1) pendidikan anti korupsi, (2) sosialisasi anti korupsi, (3), pengawasan kepada pemerintah. Kendati demikian, dalam menjalankan peran tersebut terdapat beberapa kendala yaitu (1), usaha yang dilakukan oleh anggota masih belum optimal, (2) kurangnya pemahaman terhadap permasalahan korupsi oleh anggota. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan. Peran pemuda dalam upaya pencegahan korupsi ini berdampak positif terhadap ketahanan wilayah Kota Yogyakarta terutama jika dilihat dari aspek ideologi, aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial budaya, dan aspek pertahanan dan keamanan..
Menengok Kembali Gagasan Pemikiran Ekonomi "Small Is Beautiful" Armaidi Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22169

Abstract

Reformasi telah berjalan satu dasawarsa, namun ternyata perjalanan itu masih mengalami berbagai tantangan dan ancaman. Dewasa ini situasi dunia dalam ancaman krisis pangan, energi, bencana alam, pemanasan global, dan pencemaran serta kerusakan lingkungan hidup yang akan membahayakan kehidupan rakyat, terutama rakyat kecil. Tulisan ini merupakan suatu upaya refleksi untuk menengok kembali terhadap gagasan pemikiran dalam rangka menge-nang 100 tahun Schumacher, seorang ekonom yang lahir pada tahun 1908 di Bonn, Jerman. Gagasan pemikiran Schu-macher 'Small is Beautiful' ini mempunyai pengertian yang jauh lebih luas dan dalam serta pernah menjadi wacana yang populer di era tahun 80-an karena banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan akademisi dan cendekiawan, baik di Indonesia maupun di dunia internasional. Bahkan Alvin Toffler, seorang futurulog kelas dunia mengungkapkan pemikirannya bahwa pada masyarakat gelombang ketiga ini, dengan berbagai ciri yang ditampilkannya, dapatlah dikatakan merupakan aplikasi dari pemikiran Schumacher yaitu "Small is Beautiful". Hanya saja ruang lingkupnya diperbesar, sehingga Toffler melahirkan. ungkapan lain, yaitu "Small - Within - Big is Beautiful".
Optimalisasi Peran Kodim Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Kodim 0613/Ciamis Jawa Barat) Ito Hediarto; Armaidy Armawi; Edhi Martono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.15996

Abstract

ABSTRACTThe goal of this research was to understood the Optimization of the Role of the 0613 Military District Command (Kodim) Ciamis in Rapid Response of Natural Disasters and Its Implication to Regional Resilience.This research was a descriptive qualitative one. Data collection was conducted by in-depth interview technique to 10 personnel including the Commander, Staff and members of Kodim 0613/Ciamis, along with observation and reference studies to gathered data and then they were qualitatively analyzed. The result of the research provided the answer that Kodim 0613/Ciamis can offer its role in rapid response of natural disasters in Ciamis Regency, West Java. The activities conducted through rapid assessment and determining the status of damaged region and resources, rescue and evacuation of vulnerable groups, providing the basic needs and emergency recovery.A rapid assessment was conducted when a disaster information was received in Ciamis area, by quickly processing the information, rescue or evacuation conducted by Kodim 0613/Ciamis after the disaster occurred and in cooperation with BPBD Ciamis Regency, the provision of basic needs was conducted by Kodim 0613/Ciamis in order to carried out emergency response program, condition recovery conducted by cooperation between TNI, Polri, and local community and government. The success of Kodim 0613/Ciamis in emergency response resulted in positive impact to the social condition in Ciamis Regency, and bolster the resilience of Ciamis Regency that includes resilience in ideology, politics, economy, socio-culture and defense and security.To optimized the role of Kodim 0613/Ciamis in emergency response, therefore a mechanism should be formulated where Commander of Kodim (Dandim) was entrusted with greater role in decision making during emergency. The Regent (Bupati) may appoint Dandim as the Incident Commander (IC), so that Dandim was able to take swift actions in rescuing and evacuating the victims and restoring the damaged region. Kodim 0613/Ciamis could be regarded as the model of emergency response for other regions.         ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Optimalisasi Peran Komando Distrik Militer 0613/Ciamis Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah.Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, yang dilakukan terhadap 10 orang, yaitu Komandan, Staf dan anggota Kodim 0613/Ciamis, selain itu juga melalui observasi serta studi pustaka untuk diperoleh data lalu dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan jawaban bahwa Kodim 0613/Ciamis dapat berperan maksimal dalam menangani tanggap darurat bencana alam di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Kegiatan dilakukan melalui  pengkajian secara cepat dan penentuan status terhadap lokasi kerusakan dan sumber daya, penyelamatan atau evakuasi dan perlindungan kelompok rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan kondisi darurat.Kegiatan pengkajian cepat dilakukan bila ada informasi bencana di wilayah Ciamis, dengan segera informasi tersebut diolah, penyelamatan atau evakuasi dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis setelah terjadi bencana dan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Ciamis, pemenuhan kebutuhan dasar dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis dalam rangka melaksanakan program tanggap darurat bencana, pemulihan kondisi darurat dilakukan kerjasama antara aparat TNI, Polri, dan masyarakat serta pemerintah daerah. Keberhasilan Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat memberikan dampak yang positif terhadap situasi kondisi sosial di Kabupaten Ciamis, dan berimplikasi terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Ciamis yang meliputi ketahanan idiologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya dan ketahanan pertahanan keamanan.Untuk lebih mengoptimalkan  peran dari Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat, maka perlu diciptakan mekanisme yaitu Dandim diberikan peran yang lebih besar dalam mengambil tindakan saat tanggap darurat. Bupati dapat menunjuk Komandan Kodim sebagai komandan posko tanggap darurat Incident  Commander (IC), sehingga Dandim dapat mengambil tindakan cepat dalam menolong dan mengevakuasi korban serta mengembalikan kondisi lingkungan yang rusak akibat bencana. Kodim 0613/Ciamis dapat dijadikan sebagai model dalam penanganan bencana bagi wilayah lainnya.  
Eksistensi Negara M Safaat Habib
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2200.946 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22068

Abstract

Pengaruh globalisasi yang makin terasa di seluruh dunia dewasa ini mendorong sebagian orang mempertanyakan tentang eksistensi "negara". Masih relevankah keberadaan negara di tengah-tengah keperluan manusia yang serba mendunia, sehingga timbul teori tentang The end of the Nation State misalnya. Tetapi mengapa dalam kenyata-annya negara-negara masih berdiri dengan kokohnya di seluruh dunia, hal ini tentunya ada alasan yang melatar-belakangi masih bercokolnya negara-negara itu.
Pemanfaatan Neraca Penatagunaan Tanah Dalam Mendukung Penyusunan Sistem Informasi Ketahanan Pangan Pokok Wilayah (Studi Di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Samudra Ivan Supratikno; Armaidy Armawi; Djaka Marwasta
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.10653

Abstract

ABSTRACTThe development of food security towards food self-sufficiency was geared to sustained the strength of the domestic economy. Unfortunately, the development of residential necessity was not in line with the development of agricultural allocation that should be prepared as the availability of agricultural land to met the primary needs of population.The study aimed to analyzed the balance of agricultural land use and its impact on main food security. The study also aimed to determined the level of food insecurity in supporting food security analysis in the area of Sleman. The study was located in Sleman, Yogyakarta Province. The method used descriptive analytical quantitative and overlaying method to performed spatial analysis. The findings were textual and spatial data output to saw the food security condition in the study areas.Top of FormBottom of FormIn Sleman, food security condition with highly resistant level was in the district of Cangkringan, whereas in the districts of Sleman and Moyudan had experienced in a very vulnerable level.  Based on the calculated statistical indicators; the level of access to food, land use suitability, and the availability of land used as a valid and reliability aspects of food security assessment. The data used in the analysis of food security were agriculture and non-agriculture areas to determined the index value of agricultural land for determining insecurity food. According to analysis using determinant of food insecurity index, it showed  that the condition of 15 Districts in Sleman were in the category food secure areas and 2 sub-districts namely Sleman and Depok were classified into the category of potentially food-insecure areas.ABSTRAK Pembangunan ketahanan pangan menuju kemandirian pangan diarahkan untuk menopang kekuatan ekonomi domestik. Peningkatan kebutuhan permukiman sayangnya tidak sejalan dengan perkembangan terhadap alokasi kebutuhan lahan pertanian yang seharusnya juga disiapkan sebagai ketersediaan tanah pertanian untuk memenuhi kebutuhan primer penduduknya. Tujuan penelitian ini menganalisis perimbangan (neraca) penggunaan tanah pertanian dan dampaknya terhadap ketahanan pangan pokok dan mengetahui tingkat kerawanan pangan untuk mendukung analisis ketahanan pangan pokok wilayah di wilayah Kabupaten Sleman. Lokasi penelitian di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan analisis kuantiatif-deskriptif dan metode tumpang susun untuk melakukan analisis keruangannya. Penelitian ini menghasilkan output data tekstual dan spatial untuk melihat kondisi ketahanan pangan di wilayah penelitian.Kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Sleman dengan tingkatan sangat tahan pangan berada di Kecamatan Cangkringan dan yang berada dalam kategori sangat rawan pangan di Kecamatan Sleman dan Moyudan. Berdasarkan indikator yang dihitung secara statistik; tingkat akses terhadap pangan, kesesuaian penggunaan tanah dan ketersediaan tanah valid dan reliabilitas dijadikan aspek penilaian ketahanan pangan. Data neraca yang digunakan dalam analisis ketahanan pangan adalah data kawasan budidaya pertanian dan non-pertanian untuk menentukan nilai indeks luas lahan pertanian dalam penentuan kerentanan pangan.Berdasarkan analisis dengan menggunakan indeks penentu kerawanan pangan didapatkan bahwa kondisi 15 Kecamatan di Kabupaten Sleman masuk kedalam kategori tahan pangan dan 2 Kecamatan yaitu Depok dan Sleman masuk kedalam kategori daerah berpotensi rawan pangan. 
Studi Pertahanan Di Indonesia Wahyono SK
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22976

Abstract

Sejarah dunia menunjukkan bahwa hampir seluruh sejarah hidup manusia berisi peperangan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa dunia dalam 3421 tahun terakhir hanya 268 tahun yang bebas dari perang, sehingga keadaan damai hanya sebagian kecil saja dari masa panjang sejarah manusia (Will and Ariel Durant, The Lessons of History, 1968). Bahkan seorang penulis inengatakan: "it has been an inseparable part of the evolution of mankind" (Efraim Karsh, The Causes of War, dalam Lawrence Freedman, War, 1994).Oleh karena itu tidak berlebihan apabila kaidah pertama dari pelajaran Sun Tzu tentang perang berbunyi: " War is a matter of vital importance to the state, the province of life or death, the road to survival or ruin. It is manda­tory that it.be thoroughly studied" (Sun Tzu, The Art of War, terjemahan Samuel B. Griffith, 1963). Namun sayang, setelah Sun Tzu tidak banyak kajian dilakukan tentang ilmu perang. Perkembangan pemikiran tentang perang tidak secepat perkembangan teknologi persenjataan perang, sehingga yang tarnpak di permukaan adalah kedahsyatan perang yang terus meningkat. Pengetahuan tentang perang adalah titik tolak Studi Pertahanan.
Revitalisasi Pancasila Dalam Konteks Nation And Character Building Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 3 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22122

Abstract

Keadaan sehari-hari tampak semberawut, jauh dari rasa aman, ketertiban, keteraturan dan kedisiplinan. Masing-masing memanifestasikan ke-egoisannya dan tidak peduli satu sama lainnya. Ternyata mereka yang dikategorikan sebagai kaum terpelajar sama saja dengan masyarakat awam, tidak mau peduli, egois, serta jauh dari sikap yang berdisiplin. Kondisi ini juga merambah instansi-instansi pemerintah yang juga menunjukkan ketidakteraturan, ketidaktertiban, dan ketidakdisiplinan. Banyak di antara karyawan di waktu jam kerja yang ngobrol, baca koran, dan jalan-jalan, sementara warga masyarakat memerlukan penyelesaian perizinan bagi pengembangan usahanya. Masyarakat lebih memilih untuk mengabaikan peraturan-peraturan dan tidak memiliki nurani sedikitpun ten tang melanggar peraturan-peraturan. Ketidaktertiban, tidak adanya upaya penegakan hukum, dan seringnya menyele-saikan masalah dengan kekerasan sehingga sering bertindak represif, enggan menghargai orang lain serta tidak mau dan mampu berkoordinasi.
Rekronstruksi Daerah Bencana Tsunami Harus Didahului Rekonsiliasi Sofian Effendi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22160

Abstract

Menurut para ahli gempa tektonik dan Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 merupakan bencana alam terbesar pada abad ini. Selain menyebabkan hilang dan kematian ratusan ribu jiwa, juga meninggalkan puluhan ribu anak yatim dan janda serta kerusakan infrastuktur yang parah. Di NAD saja kematian mencapai 236.116 jiwa (Serambi Indonesia, 19 Pebruari 2005). Hampir lima ratus ribu penduduk terkena dampak dari 4 juta penduduk NAD. Sebanyak 17 dari 21 kabupaten/kota terkena dampak yang cukup parah (Nazamuddin, 2005). Kerusakan mencakup infrastruktur, sektor produktif, sektor sosial dan sektor kelembagaan. Bappenas memperhitungkan kerugian di NAD mencapai 4.452 milyar US dollar.
Peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Bpjs) Kesehatan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat (Studi Di Rsud Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu) Trisna Widada; Agus Pramusinto; Lutfan Lazuardi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.26388

Abstract

ABSTRACTThis thesis analyzes the role of the national system of social assurance on health services, which is less than maximum because of several obstacles in the fieid. This causes impact to the social community. The purpose of this study is to find out the role of the Social Security Agency (BPJS) on health services in Hasanuddin Damrah Manna Hospital and to find out what abstacles are faces by Hasanuddin Damrah Manna Hospital in applying BPJS. The methodology used in this study in descriptive qualitative method. The study itself was conducted at Hasanuddin Damrah Manna Hospital in Bengkulu Selatan. The descriptive analysis on the data was based on Miles and Huberman.Based on analysis on the role of BPJS system to the citizen in health issue, they aim for four improvements. The first one to facilitate people with financial issue to get equal health services, BPJS mechanism would provide easy access to health facilities. Second, the improvement of physical facilities and infrastructure showed a positive influence. Third, the role of  BPJS in improving social immunity in heath issue thruogh the improvement of the professionalism of health service is shown by periodically. Fourth, the role of BPJS in improving the public health shuold be conducted by improving promotive and preventive programs, another finding shows that BPJS that had not been entirely effective because there are a few deficiency such as the lack of laboratory equipment and the unused of hemodialysis equipment.Identified factors that are internally significant are: (1) mechanism factors on releasing the claim of BPJS; (2) hospital’s financials; (3) infrastructure factors; (4) human resources. Identified factors that inluence externally are: (1) people are not aware of mechanism of BPJS and the perception that iit is difficult to manage, which unfortunately still stick with them; (2) communication among insitution; (3) factor of the surruondings where the informant state that regional government consider this program as an important program and shoule be well managed so it needs full support to go well; (4) regulation factor where the implementation of JKN program is supported by the rules applied and has gone well.ABSTRAKTesis ini menganalisis tentang peran Sistim Jaminan Sosial Nasional dalam pelayanan kesehatan, namun peran tersebut kurang maksimal karena adanya beberapa kendala di lapangan sehingga peran tersebut berimpliksai pada ketahanan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran BPJS dalam pelayanan kesehatan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dan untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi RSUD Hasanuddin Damrah Manna dalam menerapkan BPJS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun lokasi penelitian dilakukan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pendapat Miles dan Huberman. Berdasarkan analisis pada peran sistem BPJS terhadap ketahanan kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan dijalankan berdasarkan empat upaya. Diantaranya adalah :  Pertama,  dalam upaya kemudahan bagi masyarakat dengan kesulitan ekonomi untuk mendapatkan fasilitas kesehatan maka  mekanisme BPJS memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan. Kedua, dalam upaya meningkatkan fasilitas fisik dan sarana prasarana menunjukkan adanya pengaruh positif.  Ketiga dalam peran BPJS meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan yang dilakukan melalui upaya peningkatan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan ditunjukkan melalui peningkatan pendidikan bagi pegawai  yang ditempatkan di RSUD Hasanuddin secara berkala. Keempat, peran BPJS dalam meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat bidang kesehatan dilakukan melalui upaya meningkatkan program promotive dan  preventive, hasil temuan lain menunjukkkan bahwa  BPJS tidak sepenuhnya berjalan efektif karena terdapat beberapa kekurangan seperti peralatan labotarium dan tidak digunakannya alat hemodialisis (cuci darah). Identifikasi faktor yang berpengaruh secara internal adalah: (1) faktor mekanisme pencairan klaim BPJS (2) keuangan rumah sakit (3) faktor sarana prasarana (4) faktor sumber daya manusia. Identifikasi faktor yang berpengaruh secara eksternal adalah: Pertama, bahwa  terdapat kekurangan sadaran masyarakat akan bagaimana cara mengurus disertai dengan persepsi bahwa pengurusan kartu BPJS menyusahkan. Kedua, faktor komunikasi antar lembaga Ketiga, Faktor Lingkungan dimana informan menyatakan pemerintah daerah juga menganggap program ini merupakan program yang penting dan harus terselenggara baik sehingga memberikan dukungan penuh. Keempat, Faktor Regulasi dimana penyelenggaraan program JKN sudah di dukung peraturan yang berlaku dan sudah berjalan dengan baik 

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue