cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK MENENTUKAN DAERAH POTENSI RAWAN PANGAN GUNA MENDUKUNG iINFORMASI KETAHANAN PANGAN ( Studi di Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur A K A Agustinus dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12662

Abstract

Mengembangkan sistem informasi ketahanan pangan daerah dengan berpedoman pada hasil analisis secara spasial (kekurangan), merupakan salah satu wujud pemanffaatan kemajuan teknologi informasi dalam upaya menjaga stabilitas ketahanan nasional. Secara  sederhana kondisi ketahanan pangan daerah sangat ditentukan oleh keadaan jumlah produksi, konsumsi dan distribusi pangan yang selanjutnya disebut sebagai aspek kerawanan pangan daerah (Dewan Ketahanan Pangan, 2005). Aspek kerawanan pangan terbagi menjadi 4 (empat) kelompok yaitu aspek ketersediaan pangan , aspek akses pangan dan pendapatan, aspek kesehatan dan gizi serta aspek kerentanan pangan yang disebabkan oleh keadaaan lingkungan dan kejadian bencana alam. Sehubungan dengan metode analisis dan evaluasi aspek kerawanan pangan secara spasial (keruangan), maka kebutuhan data dan paramater pengukuran di tiap-tiap daerah bersumber dari keadaan geografi, demografi,, potensi sumber daya dan kejadian bencana alam . Selanjutnya unsur tri gatra dan bencana alam tersebut dijadikan indikator yang menentukan tingkat potensi rawan pangan di daearah.
Nasib Petani Dan Ketahanan Pangan Wilayah (Studi Tentang Kebijakan Pemerintah Dan Respons Masyarakat Desa Mulyodadi, Bantul Ketika Harga Komoditas Pertanian Naik) Pajar Hatma Indra Jaya
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.32923

Abstract

ABSTRACT The background of this research was the continuously increasing phenomenon of the land use and job conversions from agricultural to nonagricultural sector. The data showed the reduce of people enthusiasm for being a farmer. Hence, it could threat the regional  food resilience. This research aimed to observed the government policys when the prices of agricultural commodity increased and how the farmers response. To answered the objective of this research, the researcher looked at phenomenon of increasing price of chilli at the beginning of 2017 and the increasing price of rice in the beginning of 2018. Meanwhile, the response of the farmers was sought by making an interview with 33 farmers living in Mulyodadi Village, Bantul Regency. This research found that though the government had a vision to improved the prosperity of the farmer, it seemed that the government tended to reduced the price of agricultural commodity as soon as possible. As a result, it triggered the perception among farmers that the policy on the price of agricultural commodity in Indonesia did not give any hope to obtained the economic prosperity. They also viewed that their life would not be better as long asa the work in agricultural sector. As a consequence, the enthusiasm to be a farmer continously declined and weakened the regional/national  food resilience. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena alih fungsi lahan dan konversi pekerjaan dari pertanian ke non-pertanian yang setiap tahun angkanya selalu meningkat. Data tersebut menunjukan gairah masyarakat untuk bertani semakin hari semakin kecil sehingga dapat membahayakan ketahanan pangan wilayah. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat kebijakan apa yang diambil pemerintah ketika harga-harga komoditas pertanian naik, serta bagaimana respons petani terhadap kebijakan tersebut. Untuk menjawab tujuan penelitian itu, peneliti melakukan kajian terhadap kebijakan yang diambil pemerintah ketika terjadi kenaikan harga cabai pada awal tahun 2017 dan kenaikan beras pada awal 2018. Sedangkan respons petani dicari dengan melakukan wawancara terhadap petani yang tinggal di Desa Mulyodadi Kabupaten Bantul. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun pemerintah mempunyai visi berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani, namun berdasarkan kebijakan-kebijakan yang diambil ketika harga komoditas pertanian naik menunjukkan bahwa pemerintah cenderung tidak suka dan berusaha menurunkan harga komoditas pertanian secara cepat. Akibatnya muncul pengetahuan di kalangan petani bahwa kebijakan harga komoditas pertanian di Indonesia tidak memberi mereka harapan untuk mendapatkan kesejahteraan ekonomi. Muncul pengetahuan bahwa nasib mereka tidak akan baik ketika tetap bekerja di sektor pertanian. Akibatnya gairan bertani terus menerus mengalami penurunan yang dapat melemahkan ketahanan pangan wilayah. 
Memahami Perubahan Keamanan Nasional Indonesia Dani Purwanegara
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22184

Abstract

Tulisan ini akan menjelaskan secara umum men genai konsep keamanan nasional (national security). Bagaimana definisi keamanan nasional berikut determinan utamanya. Bagaimana konsep keamanan nasional yang dikembangkan oleh kebanyakan negara maju. Namun, itu saja tidak cukup karena konsep yang dikembangkan berdasarkan keadaan yang terjadi di Barat (western concept) belum tentu sesuai bila diterapkan di Indonesia. Di samping itu, tulisan ini juga akan men gkaji perubahan keamanan nasional Indonesia mulai perjuangan kemerdekaan sampai den gan saat ini yang nota bene belum menemukan zvujudnya yang cocok.
Indonesia Dalam Konteks Perkembangan Keamanan Dan Perdamaian Global Menjelang Abad Ke-21 Syarwan Hamid
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19165

Abstract

Keamanan dan perdamaian dunia yang abadi adalah dambaan setiap bangsa. Namun kita sadari bahwa keadaan itu sulit diupayakan. Konflik antar bangsa yang disebabkan oleh berbagai faktor perbedaan kepenting­an, senantiasa muncul di berbagai belahan dunia.Berdasarkan pelajaran yang kita dapatkan dari sejarah, mungkin ada benarnya ungkapan kuno cie peace pacem para bellum, bahwa di masa damai bersiap-siaplah untuk berperang, dan inter bellum et pacum nihil medium, yakni antara perang dan damai itu tidak terdapat masa antara. Ungkapan ini akan menjadi lebih bermakna bila dikaitkan dengan perkiraan bahwa perang yang akan datang memiliki konotasi yang luas. Bukan saja perang dalam anti militer, tetapi juga politik, ekonomi, budaya, psikologi dan lain-lain, sehingga siklus perdamaian dan perang senantiasa berulang. Pada satu saat, keadaan damai relatif terjadi, namun bila dimunculkan faktor pemicu akan lahir perang yang bare, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menghadapi abad perkembangan serta perubahan cepat yang terjadi perlu diamati untuk melihat kemungkinan hakekat ancaman terhadap perdamaian global sesuai dengan Icemajuan zaman.
Kajian Dampak Bencana Lahar Dingin Pasca Letusan Gl-Nl-Ngapi Merapi Terhadap Ketahanan Sosial Ekonomi (Studi Kasus Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah) Dtah Arifikal Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22671

Abstract

learass paia dasarnya adalah hasil dari proses femora. aim seperti angin dan hujan. Ketika kualitas ittfowibatiLr 61a.k mampu men ghadapi atau merespon deg= bitkiisi a/am ini, maka kejadian yang meliputi Muslim boar den men yebabkan kekacauan inilah yang kamer gfrsefi,...tt dengan bencana. Bencana selalu datangzio-: sat datang selalu lebih ban yak orang yang task dan juga selalu mengakibatkan banyai keka.mayL Oleh karena itu seringkali asosiasi bencar.z ;L+.771 deikat dengan malapetaka. Bencana juga lebth serums inendatangi dan men gambil ban yak kortun dari Wimpyi orang miskin, kelompok-kelompok pinggiran den terrnariinal. Disebabkan oleh hal itu, kort.L4 irti gnenuntut lebdz ban yak pendekatan ilmu sosial yang madam lath den gan persoalan sosial, ekonomi, politzl. din &Jaya_ yang dapat melengkapi persoalan manusid hiigiincyir dan tebzologi. Ben cana menjadi begitu dekat densitYn pensvLaman masyarakat, dan bencana selalu datang dengsn Erntuk *mg berbeda, direspon den gan cara yang !..trristia density! alasan yang berbeda pula oleh setiap masyarakgrt yang tertintpa (Irzvan Abdullah: 2006).
Refleksi Mengenai Hukum Dan Keadilan, Aktualisasinya Di Indonesia H R Soejadi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22082

Abstract

Masalah Hukum dan Keadilan. Ada motto dalam bahasa Latin, berbunyi: Fiat justisia et pereat mundus (ruat Co-elum); yang artinya: Hukum Keadilan harus dilaksanakan sekalipun dunia harus kiamat (sekalipun langit harus runtuh karenanya). Motto tersebut menyiratkan suatu komitmen yang sangat tinggi untuk mewujudkan keadilan di dalam kehidupan bersama. Mengambil tema refleksi mengenai keadilan mengesankan akan adanya suatu uraian kefilsafatan yang sedemikian abstrak, padahal saya bermaksud di sini menyajikan sesuatu yang lebih bersifat sumir dan ilmiah popular. Memang perkataan refleksi dapat berarti (a) Reflectie (Bahasa Belanda), yang berarti pan tulan (Kamus Bahasa Belanda, disusun oleh Kramer Sr., ALN, 1966: 214 dan (b) Reflex (Bahasa Inggris), yang berarti: an automatic response to a stimulus. (International Dictionary, 1971).
Penciptaan Dan Pemeliharaan Keamanan Dan Perdamaian Dalam Menghadapi Era Globalisasi• Diiviensiekonomi Aburizal Bakrie
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19172

Abstract

Salah satu sumber gangguan keamanan dan perdamaian dalam hubungan internasional maupun interaksi sosial antarmanusia, ialah kesenjangan. Suatu organisasi tidak akan bisa berjalan efektif bila para pengurusnya mengalami kesenjangan wawasan, kesenjangan intelektual. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dianggap belum stabil, bila basis partisipasi aktifnya timpang secara struktural, sektoral dan spasial. Dalam aspek lcehidupan ekonomi dan sosial-ekonomi, kesenjangan ini amat mudah memicu kecemburuan. Selanjutnya kecemburuan (sosial), apapun bentuknya, tidak akan pernah mendukung upaya penciptaan dan pemeliharaan keamanan dan perdamaian.Bisa saja tatanan Icehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat di atas permukaan terkesan cukup stabil, aman, dan damai. Tetapi bisa dipastikan terjadi benturan-benturan dan bahkan situasi kontradiktoris di bawah permukaan, jika kesenjangan sosial cukup lebar. Perencanaan dan kebijakan di tingkat pusat boleh jadi diambil lewat mekanisme koordinasi yang padu dan harmonic. Tetapi implementasi lapangannya di daerah bisa sangat lain ceritanya, bila etos profesionalisme pelayanan publik cukup senjang antara pusat dan daerah.
Masa Depan Indonesia SeBagai Negara Kesatuan: Ditinjau Dari Segi Hukum Laut Dan Kelautan Hasyim Jalal
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 1 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23253

Abstract

Tulisan ini mengandung paling tidak empat pokok pikiran, yaitu (1) apakah Indonesia itu?, (2) bagaimanakah kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?, (3) bagaimanakah ketentuan hukum taut internasional yang Baru tentang Indonesia?, dan (4) bagaimanakah masa depan Indonesia itu?
Keberhasilan Dan Kegagalan Kepemimpinan Dua Presiden RI Yang Pertama Sayidiman Sayidiman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22147

Abstract

Ketahanan Nasional amat dipengaruhi oleh kepemim-pinan yang berjalan di satu negara. Kepemimpinan yang bermutu di semua tingkat dan bidang kehidupan berdampak positif terhadap Ketahanan Nasional. Sebaliknya kepe-mimpinan yang kurang bermutu berakibat negatif Hal itu juga berlaku untuk Indonesia.
PENDIDIKAN TINGGI DAN NATION AND CHARACTER BUILDING Suprodjo - Pusposutardjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 3 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11954

Abstract

Perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara beberapa bulan terakhir yang penuh diwarnai dengan kekerasan dan menuju ke arah disentegrasi sangat gayut untuk di telaah sebagai sebstansi studi Ketahanan Nasional. Demikian pula bila permasalahan tersebut dipertanyakan kepada dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi sebagai lembaga yang secara formal diberi mandat untuk menyiapkan intelektual bangsa pelaku utama terwujudnya , maupun berlangsung proses nation and character building.Berkaitan dengan nation and character building, perlu dikemukakan bahwa peran perguruan tingggi (melalui peran intelektual hasil didiknya san proses pendidikanya) hanya merupakan bagian dari proses mewujudkan nation and character building yang sangat luas cakupanya dan sangat komplek prosesnya. Uraian ini akan memaparkan bagaimana upaya yang ditempuh oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi selaku penanggungjawab pengarahan dan pembinaan penyelenggaraan pendidikan tinggi, dengan kewenangan mandat dan kemampuan yang sangat terbatas, berupaya untuk memenuhi tuntutan dan berlangsungnya nation  and character building. 

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue