cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi Kalangan Perempuan Urban di Jakarta Ditha Prasanti; Dinda Fitriani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.28184

Abstract

ABSTRACT This article is the result of research conducted by the author with the title "Building National Information Security in Health Communication for Urban Women in Jakarta". This study originated from health problems that become primary needs in daily life, so there was a process of health communication to meet those needs. Not only for individuals, health is also a factor supporting the successful development of national resilience of a country. Reflecting from the saying "in a healthy body, there is a strong soul", the authors see an effort to build the resilience of national information in health communication for urban women in Jakarta. In this digital era, the process of health communication performed by urban women is very interesting to be studied.This research uses qualitative approach with case study method. Data collection techniques used were observation, in-depth interviews, and documentation studies.The result of the research shows that there is an effort to build National Information Security in Health Communication for urban women in Jakarta: (1) Ensuring the existence of credible sources and experts in the health sector; (2) Cognitive filtering of received health messages to avoid hoaxes; (3) Selecting credible media as relevant health communication channels in the health sector; (4) Be active in cross-checking the effects or outcomes of health information messages; (5) Join community movements that care about accurate health information.ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan penulis dengan judul “Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi Kalangan Perempuan Urban di Jakarta”. Penelitian ini berawal dari masalah kesehatan yang menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terjadilah proses komunikasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak hanya bagi individu, kesehatan pun menjadi faktor penunjang keberhasilan pembangunan ketahanan nasional suatu negara. Bercermin dari pepatah “dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”, penulis melihat adanya upaya membangun ketahanan informasi nasional dalam komunikasi kesehatan bagi kalangan perempuan urban di Jakarta. Di era digital ini, proses komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh perempuan urban sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya upaya Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi kalangan perempuan urban di Jakarta ini yaitu: (1) Memastikan adanya sumber yang kredibel dan ahli di bidang kesehatan; (2) Melakukan filterisasi kognitif pada pesan kesehatan yang diterima agar terhindar dari hoax; (3) Memilih media yang kredibel sebagai saluran komunikasi kesehatan yang relevan di bidang kesehatan; (4) Bersikap aktif dalam melakukan cross check efek atau hasil dari pesan informasi kesehatan; (5) Bergabung dengan gerakan komunitas yang peduli kepada informasi kesehatan yang akurat.
Kemiskinan: Tantangan Struktural Dan Peluang Kultural Irwan Abdullah
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22170

Abstract

Pembangunan itu problematis karena is melahirkan ketimpangan dan ketergantungan. Ketimpangan terjadi dalam berbagai bentuk pada saat proses pembangunan tidak mampu mengendalikan konsentrasi pembangunan di Jawa atau di wilayah barat atau di pusat-pusat pertumbuhan. Ketimpangan juga menjadi gejala pada saat proses pem-bangunan tidak berhasil menjamin keseimbangan hubungan antaretnis, antarkelompok, atau menjamin distribusi "kue pembangunan" kepada kelompok yang paling membutuhkan. Ketergantungan terjadi pada saat yang kecil tidak memiliki hak suara, sebaliknya menerima keputusan-keputusan yang dibuat oleh kepentingan pusat, penguasa, kelompok dominan, atau elite. Istilah pembangunan itu sendiri menjadi persoalan yang belum selesai yang tidak dapat diterinza begitzz saja sebagai sebuah konsep yang bersifat directive dalam keseluruhan tingkah laku perubahan yang dilakukan, karena istilah pembangunan masih bersifat sepihak.
Studi Kelayakan PT PAL INDONESIA (PERSERO)Dalam Pembangunan Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) Guna Mendukung Ketahanan Alutsista TNI AL Prasetya Nugraha; Armaidy Armawi; Edhi Martono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16354

Abstract

ABSTRACTThis research was to investigated PT PAL Indonesia (Persero) readiness, obstacles and strategy to built the PKR, the Indonesian Navy War Ship (KRI) for enhancing the resilience of its main weapon system.  The research was a descriptive-qualitative research and utilising observation and face-to-face in-depth interviews methods for data collection of primary data.  The results indicated that PT PAL Indonesia (Persero) had acquired conditional capability dan capacity readiness to undertaken the navy vessels building projects independently (as production doer).  Accordingly, this research formulated some recommendations which included (i) education and training in required field; (ii) enhancing credit portfolio; (iii) extensify budgeting resource alternatives; (iv) ensuring government budgeting commitment; (v) nourishing discipline and productive work culture, and (vi) fostering integrity, discipline, honesty and efectif cooperation as the corporate culture. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan, kendala dan strategi PT PAL Indonesia (Persero) dalam membangun Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis PKR dalam rangka mendukung ketahanan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam (face-to-face in-depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT PAL Indonesia (Persero) memiliki kesiapan terbatas (sebagai pelaksana produksi proyek) untuk membangun kapal PKR secara mandiri. Penelitian ini merumuskan beberapa rekomendasi yaitu: (i) melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang yang belum dikuasai, (ii) meningkatkan portofolio kredit, (iii) mengembangkan alternatif sumber pendanaan, (iv) memastikan dukungan anggaran pemerintah, (v) mengembangkan budaya kerja yang disiplin dan produktif, dan (vi) menumbuhkan budaya kerja integritas, disiplin, jujur dan proses hubungan kerja yang efektif.
Multikulturalisme Parsudi Suparlan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22069

Abstract

Dalam tulisan ini penulis ingin mengajukan konsep multikulturalisme sebagai sebuah kerangka acuan bagi alternatif pengganti ideologi keanekaragaman sukubangsa yang menjadi ciri dari masyarakat Indonesia yang bercorak masyarakat majemuk (plural society). Dalam masyarakat majemuk yang penekanannya adalah pada perbedaan-perbedaan sukubangsa dan kesukubangsaan, warganya dilahirkan, dididik, dan dibesarkan dalam suasana yang sakriptif dan primordial. Warga masyarakat tersebut juga mengembangkan dan memantapkan chauvinisme dan etnosentrisme, dan memahami serta memperlakukan warga serta kelompok sukubangsa lain secara stereotip dan penuh dengan prasangka. Sehingga, masyarakat majemuk adalah sebuah masyarakat yang rawan konflik, terutama konflik antarsukubangsa yang saling menghancurkan. Berdasarkan kerangka acuan multikulturalisme tersebut di atas masyararkat Indonesia yang majemuk (plural society) diharapkan akan secara bertahap dapat diubah menjadi sebuah masyarakat yang bercorak multikultural.
Optimalisasi Peran Kodim Dalam Penanggulangan Bencana Banjir Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah ( Studi di Kodim 0614 Kota Cirebon, Jawa Barat ) Dulkadir Dulkadir; Armaidy Armawi; Danang Sri Hadmoko
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.10581

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determined the role of optimizing the Kodim 0614 in flood disaster management and its implications for the resilience of the region in the City of Cirebon. The research was conducted with using qualitative research with primary data collection techniques through in-depth interviews, observation, documentation and secondary data from the literature.Kodim 0614 in carrying out flood disaster management experienced obstacles that were less than optimal. These constraints were institutional disaster management, policy implementation, command and control, human resources, infrastructure and budget. Kodim 0614 looked for strategies to overcome these constraints for the implementation of flood disaster management tasks could be implemented optimally. This study illustrated that by optimizing the role of Kodim 0614 which was held on a stage before, during and after the disaster to helped the local government Cirebon, the role of Kodim 0614 to be more optimal than before.Optimizing the role of Kodim 0614 on stage before, during and after the disaster was done by the method of territorial management in the form of TNI bakti activities, Social Communication and helped immediately upon the occurrence of floods and implications of the activities done by Kodim 0614 the good impact on all aspects of life in society. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui optimalisasi peran Kodim 0614 dalam penanggulangan bencana banjir dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah di Kota Cirebon. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif  dengan tehnik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan data sekunder dari kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kodim 0614 dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana banjir mengalami kendala-kendala sehingga kurang optimal. Kendala tersebut yaitu kelembagaan penanggulangan bencana, implementasi kebijakan, komando pengendalian, sumber  daya manusia, sarana prasarana dan anggaran. Kodim 0614 mencari strategi dalam mengatasi kendala-kendala tersebut agar dalam  pelaksanaan tugas penanggulangan bencana banjir dapat dilaksanakan dengan optimal. Penelitian ini menemukan bahwa dengan optimalisasi peran Kodim 0614 yang dilaksanakan pada tahap sebelum, saat dan pasca bencana dalam membantu pemerintah daerah Kota Cirebon, peran Kodim 0614 menjadi lebih optimal bila dibandingkan sebelumnya.Optimalisasi peran Kodim 0614 pada tahap sebelum, saat dan pasca bencana dilakukan dengan metode pembinaan teritorial berupa kegiatan bakti TNI, Komunikasi Sosial maupun perbantuan langsung pada saat terjadinya bencana banjir dan implikasi dari kegiatan yang dilaksaanakan oleh Kodim  0614 tersebut berdampak baik terhadap segala aspek kehidupan dalam masyarakat. 
Hubungan Antar Suku Bangsa Dan Golongan Serta Masalah Integrasi Nasional Di Indonesia Hari Poerwanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22977

Abstract

Sifat majemuk dari bangsa Indonesia, di samping merupakan kebanggaan hendaknya pula dilihat bahwa suatu negara dengan keanekaragaman suku-bangsa dan kebudayaan mengandung potensi konflik. Oleh karenanya guns menuju suatu integrasi nasional Indonesia yang kokoh, terdapat berbagai kendala yang harus diperhatikan.Dalam rangka mempersatukan penduduk Indonesia yang beranekawarna, Koentjaraningrat (1982:345-346) melihat ada empat masalah pokok yang dihadapi, ialah (a) mem­persatukan aneka-warna suku-bangsa, (b) hubungan antar­uniat beraganza, (c) hubungan mayoritas-minoritas dan (d) integrasi kebudayaan di Irian Jaya dan Timor Timur dengan kebudayaan Indonesia. Di antara sekitar 210 juta orang penduduk Indonesia dewasa ini, sulit diketahui secara pasti distribusi jumlah dari masing-masing suku-bangsa
Kesesatan Epistemologi Di Era Reformasi Dan Revitalisasi Nation State Kaelan .
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 3 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22123

Abstract

Hampir sembilan tahun reformasi berjalan, tetapi kehi-dupan rakyat nampaknya semakin sulit dalam berbagai bidang, baik sosial, politik, ekonomi, pendidikan, bahkan keamanan. Kekuasaan Orde Baru memang sudah berlalu dan dominasi rezim otoriter telah tumbang dari kehidupan negara Indonesia, namun era reformasi di mata rakyat tak ubahnya sekedar arena pertarungan kepentingan yang sengit kalangan elit politik. Panggung politik dipenuhi dengan janji-janji yang indah, pidato saling menyalahkan telah menjadi kebiasaan di negeri ini, dan anehnya mereka senantiasa mengatasnamakan rakyat.Hampir sembilan tahun reformasi berjalan, tetapi kehi-dupan rakyat nampaknya semakin sulit dalam berbagai bidang, baik sosial, politik, ekonomi, pendidikan, bahkan keamanan. Kekuasaan Orde Baru memang sudah berlalu dan dominasi rezim otoriter telah tumbang dari kehidupan negara Indonesia, namun era reformasi di mata rakyat tak ubahnya sekedar arena pertarungan kepentingan yang sengit kalangan elit politik. Panggung politik dipenuhi dengan janji-janji yang indah, pidato saling menyalahkan telah menjadi kebiasaan di negeri ini, dan anehnya mereka senantiasa mengatasnamakan rakyat.
Membangun Basis Sosial TNI AD Dalam Konteks Ketahanan Nasional Armaidi Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22161

Abstract

Perkembangan politik yang berlangsung dalamlingkungan nasional saat ini cenderung menempatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan khususnya TNI AD pada posisi yang makin rentan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman dari berbagai pihak dalam melihat TNI sebagai salah satu aset bangsa yang perlu dipelihara eksistensi dalam menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Era perubahan ini menuntut TNI AD sebagai salah satu kekuatan pertahanan negara perlu mengambil posisi yang sesuai dengan tuntutan reformasi.Selain itu kondisi ini sangat dipengaruhi juga oleh perkembangan lingkungan strategis yang cenderung menuntut pecan TNI AD sebagai komponen bangsa yang sangat penting agar lebih tanggap dalam mengantisipasi setiap isue yang berkembang menyangkut pertahanan nasional, yang selama ini telah dilakukan melalui strategi pembinaan teritorial.
Tingkat Ketahanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta) Aris Tundung; Tri Kuntoro Priyambodo; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.083 KB) | DOI: 10.22146/jkn.26345

Abstract

ABSTRACTBureaucratic reforms aim to deliver excellence public services including civil registration service. The Law on Population Administration states that the use of the Population Administration Information System (SIAK) is one of the government's efforts to protect the secrecy, integrity and availability of population data related to its function as the basis for public services, development planning, budget allocation, democratic development, and law enforcement and criminal prevention. The study measures information technology resilience level by describing Yogyakarta City Civil Registry Service Office (Dindukcapil) information security management, the level of maturity and completeness of SIAK management, and SIAK success level. The study uses mixed method guided by ISO/IEC 27001document, Information Security (INFOSEC) Index form, and questionnaire prepared under the DeLone and McLane Models. Yogyakarta City Dindukcapil has not set up rules and documentation on information security management. The actions taken are reactive, not referring to overall risk without clear flow of authority and control. The study concludes the SIAK is "Highly Needed" by the Civil Registry Service Office of Yogyakarta City. The value of the information security management areas completeness level reaches 312 points out of maximum value 645 points. Those findings category SIAK security management into “Need Improvement" category. The maturity level of information security management range from "Maturity Level I/ Initial Condition" to "Maturity Level II+/ Basic Implementation". 77,3% users clarify “positive” perception and 1,2% users reveal “negative” judgement that made SIAK belongs to “Success” information system category.ABSTRAKReformasi birokrasi mengamanatkan peningkatan mutu dan kecepatan layanan publik pemerintah termasuk layanan administrasi kependudukan. Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mengelola dan melindungi kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data kependudukan terkait fungsinya sebagai dasar pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, dan penegakan hukum dan pencegahan kriminal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan sistem informasi SIAK melalui gambaran pengelolaan keamanan informasi Dindukcapil Kota Yogyakarta, tingkat kematangan dan kelengkapan pengelolaan SIAK, dan tingkat kesuksesan SIAK. Penelitian menggunakan metode campuran dengan menggunakan kisi-kisi ISO/IEC 27001, instrumen perhitungan dalam borang Indeks KAMI, dan kuesioner yang disusun berdasarkan Model DeLone dan McLane yang sudah diperbaharui yang mendiskusikan tentang Kualitas Informasi, Kualitas Sistem, Kualitas Pelayanan, Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Manfaat Bersih (DeLone dan McLane, 2004: 32). Dindukcapil Kota Yogyakarta belum menyusun aturan dan dokumentasi pengelolaan keamanan informasi. Tindakan yang dilakukan bersifat reaktif, tidak mengacu pada keseluruhan risiko tanpa alur kewenangan dan pengawasan yang jelas. Peran SIAK termasuk dalam kategori “Tinggi” namun nilai kelengkapan penerapan standar pengelolaan keamanannya hanya mencapai 312 dari nilai total 645 sehingga pengelolaan keamanan SIAK masuk dalam kategori “Perlu Perbaikan”. Tingkat kematangan penerapan standar keamanan berkisar pada “Tingkat Kematangan I/ Kondisi Awal” sampai dengan “Tingkat Kematangan II+/ Penerapan Kerangka Kerja Dasar”. Tingkat kesuksesan SIAK termasuk dalam kategori “Sukses”, 77,3% pengguna memberikan pernyataan “positif” dan hanya 1,2% pengguna memberikan pernyataan “negatif”.
Serangan Non-Militer Perkembangan Dalam Cara Berperang Sayidiman Sayidiman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22309

Abstract

Sejak ada manusia di dunia, pemaksaan kehendak oleh sese­orang terhadap orang lain meru­pakan fenomena yang sering ter­jadi. Manusia mempunyai ins­tinct atau naluri agar dirinya diperhatikan dan diakui orang lain , hal mana pada seseorang satu lebih kuat dari pada orang lain. Pada taraf yang lebih kuat, naluri minta diakui itu dapat menjadi pemaksaan kehendak. Malahan kemudian, pemaksaan kehendak itu tidak terbatas pada keinginan agar diakui dan diper­hatikan, tetapi juga agar pihak lain menuruti kehendak itu. Karena orang lain juga mempu­nyai naluri serupa maka terjadi benturan kehendak.Benturan kehendak dalam tingkat negara adalah perbe­daan kepentingan, karena tiap­tiap negara mempunyai kepen­tingannya sendiri; dan kepen­tingan dua atau lebih negara bisa sama, bisa parallel, tetapi juga bisa berbeda dan bahkan berten­tangan. Untuk mengatasi keada­ an di mana perbedaan atau per­tentangan kepentingan itu meng­hambat atau memblokir negara itu mewujudkan kepentingan­nya, maka negara-negara yang berbeda kepentingan itu melaku­kan perundingan atau disebut juga diplomasi.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue