cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Konsepsi Menjadi Katolik Yang Nasionalie (Studi Tentang Umat Katolik Di Gereja Paroki St. Perawan Maria Diangkat Ke Surga Katedral Jakarta) CB Mujianto Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22346

Abstract

Saat ini semangat nasionalisme bangsa Indonesia cen­derung mengalami degradasi. Hal ini dapat dibuktikan de­ngan fakta-fakta yang memberikan gambaran perilaku­perilaku anak bangsa yang kontraproduktif bagi tumbuhnya solidaritas kebangsaana dengan sikap-sikap dan perilaku egois, masa bodoh, curiga kepada kelompok lain, kurang empati terhadap nasib rakyat. Perilaku tersebut antara lain: Pertama masalah korupsi yang telah mengakar kuat men­cengkeram kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan fenomena korupsi dan cenderung menerimanya sebagai bagian dari realitas keindonesiaan. (Karman, Kompas, 10 April 2010). Kedua aksi para teroris dengan aksi pengeboman di Indone sia merupakan peristiwa kontraproduktif bagi tumbuhnya solidaritas kebangsaan. Pelaku teroris adalah anak-anak bangsa sendiri yang dengan dalih kemurnian agama, menye­diakan diri menjadi martir untuk mengacaukan negara. (Adam, 2008: 100). Ketiga masalah penghormatan terha­dap lambang-lambang negara, yaitu ketika lagu Indonesia Raya lupa dinyanyikan dalam acara kenegaraan di Gedung DPR RI 14 Agustus 2009. Hal ini memberikan gambaran bagaimana bangsa ini rapuh dalam mencintai. Mencintai dan menghormati lambang-lambang negara merupakan salah satu sikap yang harus dijunjung oleh setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Media TV, 14 Agustus 2009 dan 5 Februari 2009). Keempat masih adanya warga bangsa yang in gin memisahkan din dari NKRI, sebagaimana ditunjukkan dari masih eksisnya gerakan separatis (OPM) di wilayah Indonesia bagian timur (Papua).
Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Bidang Sosial Politik Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 3 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22063

Abstract

Pada dasarnya, konsep "paradigma" yang pertama kalinya dipopulerkan oleh Thomas Kuhn, berarti sebuah model berpikir dalam ilmu pengetahuan. Paradigma besar manfaatnya, oleh karena konsep ini mampu menyeder-hanakan dan menerangkan suatu kompleksitas fenomena menjadi seperangkat konsep dasar yang utuh. Paradigma tidaklah statis, karena ia bisa diubah jika paradigma yang ada tidak dapat lagi menerangkan kompleksitas fenomena yang hendak diterangkannya itu.
Sistem Pemerintahan Adalah Jati Diri Bangsa Sofian Efendi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22961

Abstract

Jati diri bangsa bukan saja dapat kita lihat dari bagaimana karakter pokok dari para warga bangsa, tetapi juga dari pililzan ideologi dan sistem pemerintahan yang dipilih oleh bangsa tersebut. Topik yang hendak saya babas pada kesempatan ini adalah sistem pemerintahan demokratis­konstitusional bagaimanakah yang telah dirancang oleh the founding fathers dalam UUD 1945? Masalah sistem pemerintahan tersebut saya Pandang perlu kita wacanakan kembali karena selama ini pemahaman kita ten tang bentuk dan susunan pemerintahan negara hanyalah didasarkan pada sumber-sumber sejarah yang diragukan keotentikannya. Setelah MPR-RI 1999-2004 melakukan amandemen UUD 1945 sebanyak 4 kali dalam kurun zvaktu 2 tahun dan menetapkan sistem pemerintahan presidensial sebagai sistem pemerintahan negara, perlu kita pertanyakan apakah sistem pemerintahan presidensial tersebut yang ditetapkan oleh pimpinan dan anggota BPUPK dan PPKI yang kemudian disahkan sebagdi UUD 1945, Konstitusi Pertama NKRI?Kalau konstitusi suatu negara dapat diibaratkan sebagai rel yang akan membawa bangsa tersebut ke tujuan yang dicita-citakannya, apakah cita-cita para pendiri negara bangsa untuk membentuk pemerintahan negara konstitu­sional yang demokratis serta yang sesuai dengan corak hidup bangsa dapat tercapai apabila rel tersebut setiap kali diubah arahnya dan dibelokkan ? kondisi itulah yang sedang dialami bangsa Indonesia saat ini setelah MPR mengadakan amandemen terhadap UUD 1945.
Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Pembangunan Hankamnas Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22114

Abstract

Setiap bangsa akan selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya yaitu nilai kelangsungan hidup bangsa dan negara sehingga eksistensi kelzidupan nasional tetap terpeli-hara. Untuk mewujudkan kepentingan nasional tersebut, terjadilah relasi antar bangsa yang penuh dengan berbagai fenomena konflik. Suatu hal yang menjadi perhatian ketika terjadi relasi tersebut yaitu, setiap huhungan yang tercipta tidak akan ahadi, tetapi yang ahadi adalah upaya mewujud-kan kepentingan nasional dari bangsa yang bersangkutan. Perjuangan dari setiap bangsa dan negara untuk mewujud-kan kepentingan nasional juga akan selalu dihadapkan pada perkenzbangan situasi global, regional, maupun nasional. Apahila terjadi perhedaan kepentingan nasional antar satu bangsa terhadap bangsa yang lain, nzaka di situlah timbul berbagai konflik kepentingan yang dapat berkembang sampai mencapai pada tingkat intensitas tertinggi.
AGAMA DAN KETAHANAN NASIONAL HUBUNGAN ISLAM DENGAN ABRI SEBGAI FUNDAMENTAL POLITIK Z.A - Maulani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11673

Abstract

Definisi ketahanan nasional adalah "suatu kondisi dinamik bangsa, yang  meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan ganguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, indentitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional". Konsep ketahanan nasional mirip dengan pengertian imunitas pada sistem tubuh manusia.Imunitas tubuh akan mampu menolak masuknya berbagai penyakit yang dapat melemahkan kesehatan tubuh atau yang dapat berakibat fatal terhadap nyawa manusia. Kita juga mengetahui imunitas akan tetap prima bila ketentuan-ketentuan tentang cara menjaga kesehatan tubuh tetap di perhatikan.
Model Traffic Separation Scheme (TSS) Di Alur Laut Kepulauan Indonesia (AlKI) I Di Selat Sunda Dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah Dyan Primana Sobaruddin; Armaidy Armawi; Edhi Martono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22070

Abstract

ABSTRACT Maritime traffic increase consequently would make the intensity of the ASL surveillance respectively. Indonesia owned several vital and important straits for maritime traffics, and one of them wass Sunda Straits, which was part of the ASL I connecting Indian Ocean and South China Sea and vice versa. The objectives of the research were (1) to created system model of Traffic Separation Scheme (TSS) in the ASL I Sunda Straits, (2) to studied the impact of TSS model to the territorial resilience of Sunda Straits. This research showed that the best TSS model in Sunda Straits was the solution-2 where TSS laided on western side of Sangiang Island, which was maritime channel in between Panjurit Island and Sangiang Island with still regard the ASL I, and also considered the existing danger of navigation of Koliot Reef by installing an aids to the navigation. The Eigen Value Matrix generated from the TSS Solution-2 model would guarantee Sunda Straits from the security threat, danger of navigation and risk environmental damages, and it would make ease the law enforcement through the straits due to foreign ships had to sailed over this TSS..ABSTRAKPeningkatan lalu lintas pelayaran menjadikan semakin berat tugas pengawasan jalur laut. Indonesia mempunyai beberapa selat yang sangat vital sebagai jalur pelayaran yaitu salah satunya adalah Selat Sunda dimana selat ini merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yang menghubungkan perairan Samudera Hindia melewati Selat Karimata menuju Laut China Selatan atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Membuat model sistem Traffic Separation Scheme (TSS) di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I Selat Sunda, 2) Mengkaji dampak pembangunan model TSS bagi ketahanan wilayah Selat Sunda.Penelitian ini menunjukkan bahwa Model TSS di Selat Sunda yang terbaik adalah solusi–2 dimana TSS berada di sebelah barat Pulau Sangiang, yaitu alur pelayaran di antara Pulau Panjurit dan Pulau Sangiang dengan tetap memperhatikan ALKI-I yang sudah ada, selain itu untuk keberadaan bahaya navigasi di Terumbu Koliot maka diletakkan SBNP. Model TSS Solusi-2 hasil perhitungan Matriks Eigen Value dilihat dari segi ketahanan wilayah  Selat Sunda membuat terjaminnya perairan Selat Sunda dari bahaya keamanan, bahaya navigasi pelayaran serta bahaya pencemaran lingkungan, mempermudah penegak hukum dalam melaksanakan pengawasan karena setiap kapal asing yang akan melewati Selat Sunda harus melewati TSS ini. 
Pengaruh Budaya Keselamatan Penerbangan Terhadap Kinerja Personel Dan Implikasinya Dalam Menunjang Kekuatan Satuan (Studi Di Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto, Yogyakarta) Putu Sucahyadi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22692

Abstract

Keselamatan penerbangan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja personel Wingdikterbang, serta budaya keselamatan penerbangan dan kinerja personel Wingdikterbang secara simultan dapat memberikan pengaruh yang lebih posihf tehadap kekuat- an satuan. Hal ini dapat dilihat dari analisis jalur yang memperlihatkan pengaruh budaya keselamatan penerbang- an melalui kinerja personel terhadap kekuatan satuan lebih besar, yaitu 36,3% dibandingkan pengaruh langsung budaya keselamatan terhadap kekuatan satuan Udara sebesar 30,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja personel dapat menjadi variabel yang memediasi positif budaya keselamatan penerbangan terhadap kekuatan satuanDalam usaha peningkatan penanaman budaya keselamatan penerbangan dan peningkatan kinerja personel untuk menunjang kekuatan satuan, Wingdikterbang masih menghadapi berbagai hambatan yang disebabkan dari faktor personel, usia alutsista pesawat, kelengkapan alat keselamatan penerbangan dan kerja; keterbatasan spare part dan faktor perilaku individu. Menghadapi hambatan-hambatan tersebut, Wingdikterbang telah melaksanakan pen goptimalisasian dan pengajuan personel mau pun materiil. Selain itu masih perlu adanya perhatian lebih dari pimpinan satuan bawah sampai den gan pusat, pengembangan dan kerjasama dengan industri pertahanan dalam negeri, serta kerjasama dengan instansi akedemisi yang mempunyai kompetensi dalam penerbangan
Pancasila, The Living Staatsfundamentalnorm Of The Indonesian Nationstate: The Norms, The Institutions, And The Performancel Saefrudin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22300

Abstract

It must be assumed, that having frequently failed for cen- turies in their fights for independence, both in local military confrontations and in the political movements, the Indone- sian leaders heartily welcomed the opportunity to gain their independence at the end of the Second World War. In mid 1945, facing impending defeat against the Allies, Japan's Southern Military Theater Command headquarter in Saigon gave the green light to Mr Soekarno, Mr Mohammad Hatta and Dr Radjiman Wedyodiningrat - as the most prominent leaders of the independence movement — to proceed in the preparation of Indonesian independence'. Understandably, even though they have expected independence at long last, nevertheless at the time they were practically taken by sur- prise, particularly because they have not visualized a clear vision of what the future independence will be
Reformasi Dan Ketahanan Nasional Budi Santoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19196

Abstract

Sepanjang sejarah peradaban manusia tatanan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan serta tatanan internasional terus mengalami perubahan, baik secara revolusioner maupun evolusioner. Perubahan secara revolusioner bertujuan mengganti/mengubah secara mendasar sis tem yang lama yang biasanya disertai dengan pergolakan yang menelan korban jiwa dan harta benda yang besar. Contohnya revolusi Perancis, revolusi Rusia dan revolusi kemerdekaan Amerika Serikat. Sedangkan perubahan secara evolusioner bertujuan memperbaiki sistem yang telah ada secara damai dan tahap demi tahap.Bangsa Indonesia mengalami revolusi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tahun 1945 sampai dengan tahun 1965. Setelah bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah dan mempertahankannya, kemudian timbul berbagai ancaman untuk mengubah Pancasila dan memecah belah NKRI berhasil diatasi oleh bangsa Indonesia.
Optimalisasi Peran Polsek Dalam Mengimplementasikan Program Pemolisian Masyarakat Guna Mewujudkan Keamanan Dan Ketertiban (Studi Di Wilayah Polsek Tampan, Polresta Pekanbaru, Polda Riau) Johny M Samosir Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22688

Abstract

Pemberdayaan masyarakat oleh Polisi dalam rangka keamanan dan ketertiban menuju keamanan dalam negeri adalah alternatif terbaik di tengah kondisi internal Polri yang mengalami keterbatasan kemampuan dan peralatan lainnya. Kompleksnya ruang lingkup tugas Polri memerlukan upaya peningkatan kemampuan di bidang keamanan, ketertiban dan penanggulangan kriminalitas. LIntuk itu Polri harus memiliki keahlian dan ilmu pengetahuan secara konseptual dan teoritikal untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kepolisian. Apalagi terdapat pernyataan bahwa berapapun personel polisi ditambah pad a kenyataannya tidak dapat mencegah naiknya angka kriminalitas (Bayley, 1998). Artinya bahwa meningkatnya angka kriminalitas tidak hanya dapat dihadapi dengan penambahan jumlah personel Polri saja tetapi harus ada suatu konsep yang mendukung upaya Polri untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah segala keterbatasannya

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue