cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Konvensi Menentang Penyiksaan Hafid Abbas
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22970

Abstract

Kemerdekaan bangsa Indonesia amat mahal karena dibeli dengan pengorbanan jiwa dan raga yang begitu besar dari putra-putra terbaik bangsa. Barangkali tidak satu pun negara di dunia yang mempunyai taman makam pahlawan sebanyak yang kita miliki. Semua ini adalah saksi bahwa bendera merah putih yang kita kibarkan saat ini memberi makna bahwa merah melambangkan merahnya darah para syuhada yang telah membasahi ibu pertiwi, dan warna putih melambangkan betapa air mata para orangtua yang mendambakan putranya atau isteri yang mendambakan suaminya untuk kembali dari medan perjuangan namun telah gugur dan pergi untuk selamanya. Kini merah putih sudah berkibar di udara yang seakan berbisik pada kita semua apa kiranya yang patut kita lakukan untuk menghargai pengorbanan para syuhada itu.
Belajar Dari Keberadaan Homeland Security Amerika Serikat (Bukan Untuk Meniru Begitu Saja) Dani Purwanegara
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22118

Abstract

Pada tanggal 11 September 2001 masyarakat dunia pada umumnya, Amerika pada khususnya terguncang hebat karena Amerika Serikat yang seolah tak tersentuh oleh serangan pendadakan-didalam negerinya-mengalami serangkaian serangan teroris. Dua gedung menara kern bar kebanggaan masyarakat bisnis Amerika yaitu World Trade Center (WTC), luluh lantak dihancurkan karena ditabrak pesawat komersial yang diduga dibajak teroris dan relatif baru tanggal landas- berarti muatan bahan bakarnya masih penuh. Gedung Departemen pertahanan Pentagon yang selama ini dianggap sangat steril dari ancaman tidak luput dari incaran teroris.
Pendidikan Berwawasan Kebangsaan Dan Kemandirian Ekonomi Sebagai Jawaban Terhadap Tantangan Masa Depan Indonesia Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22156

Abstract

Ketika krisis melanda negara kita, yang diguncang tidak hanya ekonomi kita, tetapi juga rasa kebangsaan kita. Konflik antaretnik antaragama, antarkelompok masyarakat, bahkan separatisme merebak. Rasa kebangsaan menipis, persatuan bangsa retak, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia pun memudar.
Optimalisasi Kemampuan Deteksi Dini Dan Mitigasi Risiko Konflik Oleh Satuan Koramil Dalam Pencegahan Terjadinya Konflik Sosial Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Koramil 05/Pasar Kliwon, Kodim 0735/Surakarta, Jawa Tengah) Sri Widodo Mulyono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.15669

Abstract

ABSTRACT This study was aimed to determined the condition and implementation of the  early detection capabilities on potential social conflicts conducted by Koramil 05/Pasar Kliwon, and to evaluated the strategies  for optimizing the role of  Koramil 05 / Pasar Kliwon, especially  in early detection and  mitigation of risk of social conflicts in order to supported to  regional resilience.This research used the qualitative research method that   emphasized field research with the collection techniques of data as done in the qualitative research.  The research data were  collected from the literature  books, journals, websites, and other sources in order to described the facts and phenomena associated with the optimization of capacity for early detection and early  mitigation  of social conflicts by Koramil  supporting the regional resilience of local governments .The results showed that the obstacles faced by Koramil  were  lacked of  human resources, infrastructure, coordination and communication,and  budget.  In order to overcome the existing obstacles executed  by strengthening the organization's ability of  Koramil  and to supported the higher command, local governments and others related elements  to mitigated  social conflict  The successfull  of the  early detection and  mitigating  social conflicts by  Koramil 05/ Pasar Kliwon  tapped the potential social conflicts The result was to created  regional resilience ABSTRAKPenelitian ini ditujukan untuk menentukan kondisi dan implementasi kemampuan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial yang dilakukan oleh Koramil 05/Pasar Kliwon, dan untuk mengevaluasi langkah-langkah strategi guna mengoptimalkan peran dari Koramil 05/Pasar Kliwon, terutama dalam deteksi dini dan  mitigasi dini atas resiko  konflik sosial agar mendukung ketahanan wilayahPenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menekankan pada penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data  sebagaimana dilakukan dalam penelitian kuatlitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dari bahan-bahan kepustakaan  buku, jurnal, situs internet, dan sumber-sumber kepustakaan lainnya untuk mendiskripsikan fakta-fakta serta fenomena yang terjadi dan  berhubungan dengan optimalisasi kemampuan deteksi dini dan  mitigasi konflik sosial oleh Koramil dalam perannya mendukung pemerintah daerah membangun ketahanan wilayah.Hasil penelitian  menunjukkan adanya kendala yang dihadapi Koramil yaitu terbatasnya SDM, sarana prasarana, koordinasi dan komunikasi, anggaran. Upaya  mengatasi kendala yang ada dilakukan melalui optimalisasi  kemampuan Koramil dengan penguatan organisasinya   dukungan komando atas, pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya agar dapat melaksanakan pencegahan terjadinya konflik sosial melalui kegiatan deteksi dini dan mitigasi konflik sosial. Keberhasilan kegiatan deteksi dini dan mitigasi konflik sosial yang dilakukan Koramil 05/Pasarkliwon berhasil menekan potensi konflik sosial yang ada dan berhasil  memitigasi  konflik sosial, sehingga dapat mewujudkan  pembangunan ketahanan wilayah yang menyentuh berbagai aspek kehidupan  
Optimalisasi Strategi Kompartementasi Wilayah Pertahanan Pada Korem 121/Abw, Kalimantan Barat Soetomo Sakijo Admodjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22304

Abstract

Kondisi geografis suatu negara adalah faktor utama untuk dapat menentukan bagaimana ban gsa itu mempersiapkan dan mendesain sistetn pertahanan negaranya, sehingga marnpu menangkal segala bentuk ancaman terutama ancaman militer yang berupa invasi, agresi atau infiltrasi. Di dunia ini paling tidak ada tiga kategori bentuk negara bila ditinjau dari aspek geografis mau pun topografis. Pertama, bentuk negara yang berszfat continental solid country, yaitu negara yang berupa seluruhnya daratan solid seperti Swiss, Mongolia, dan lain-lain. Kedua, negara yang berszfat coastal country, seperti negara pan tai Chile, Ar- gentina, dan lain-lain. Ketiga, negara yang bersifat archi- pelago country (negara kepulauan yang bisa memanjang, melingkar, atau mengelompok dan dikelilingi lautan seperti Jepang, Philipina dan lain-lain). Indonesia termasuk negara lcepulauan yang melebar dan memanjang dari Sabang hingga Merauke.
Perspektif Islam Tentang Bela Negara Muhammad Azhar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22024

Abstract

Hubungan antara Islam dengan masalah bela negara masih jarang dibahas. Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi. Pertama, masih dominan pandangan yang dikotomis tentang hubungan Islam dengan aspek bela negara, baik di kalangan Islam maupun di luar Islam. Kedua, kurangnya kesadaran historis terutama di kalangan intern umat Islam bahwa Islam sebenarnya sangat berkepentingan dengan istilah bela negara dimaksud. Ketiga, masih rancunya formulasi Islam (secara konseptual teoritis maupun operasional praktis) tentang bela negara terutama di kalangan para tokoh atau pemimpin Islam. Dalam hal ini timbul persoalan apakah konsepsi Islam tentang bela negara, bagaimana bentuknya, adakah fakta historis yang mendasarinya, samakah substansi pemikiran yang terkandung dalam istilah-istilah berikut ini: "beta negara", "membela tanah air", "mencintai tanah air", "stabilitas negara", "loyalitas terhadap bangsa dan negara", serta istilah-istilah yang senada lainnya. Keempat, masih domi­nannya common sense di sementara kalangan umat yang cenderung "anti" terhadap negara, atau berkaitan dengan asumsi yang menyatakan bahwa dalam beberapa babakan sejarah kenegaraan (kebangsaan), sebaliknya, negara pun cenderung "anti' kepada agama (Islam).
Optimalisasi Satuan Kontra Intelijen Untuk Penanggulangan Aksi Terorisme Suharyanto Suharyanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22698

Abstract

Rumusan alternatif model optimalisasi Satuan Kontra Intelijen Bais TNI berdasarkan identifikasi faktor internal dan eksternal yang dilanjutkan dengan analisis matrik internal-eksternal dengan metode SWOT merekomendasikan untuk memilih : (1) Strategi SO : peningkatan latihan & penguasaan teknologi dan peningkatan kinerja untuk mendukung pemberantasan terorisme (2) Strategi ST: peningkatan nasionalisme bangsa untuk menghadapi kejahatan trans nasional dan peningkatan latihan untuk menghadapi perubahan situasi politik dan keamanan nasional, (3) Strategi WO : peningkatan kerja sama komunitas intelijen serta partisipasi masyarakat, (4) Strategi WE: peningkatan kemampuan kontra intel untuk menghadapi kejahatan trans nasional dan peningkatan kemampuan dalam bidang teknologi informasi. Atas dasar rekomendasi tersebut optimalisasi Satuan Kontra Intelijen Satintel Bais TNI dengan meningkatkan kemampuan kontra intelijen melalui pendidikan, pelatihan dan penugasan serta pemenuhan matsus intelijen yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi.
Memahami Potensi Krisis Demokrasi Nanang Pamuji Mugasejati dan Armaidi Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22142

Abstract

Setelah transisi demokrasi berjalan selama beberapa tahun di negara kita, saat ini muncul suara-suara ketidakpuasan terhadapnya: demokrasi ternyata tidak mampu menekan praktek korupsi, pemerintah menjadi kurang efektif, politik dagang sapi semakin meluas baik dari tingkat pusat sampai daerah, proses pengambilan kebijakan ekonomi menjadi kompleks dan rawan terhadap kepentingan partai, dan lain sebagainya. Tulisan ini mencoba memberikan eksplanasi teoretis: bagaimana sistem politik yang demokratis juga berpeluang menciptakan krisis multidemensional? Prasyarat apa yang diperlukan agar demokrasi tidak menghasilkan krisis?Terdapat asumsi umum bahwa demokrasi merupakan bentuk tatanan politik yang terbaik yang pernah ditemukan oleh umat manusia. Dibanding dengan tatanan politik lain-nya, demokrasi dianggap memiliki keunggulan, misalnya karena bisa menghindarkan masyarakat dari bahaya dan ancaman tirani, melindungi hak esensial warga negara, menjamin kebebasan, menjamin self-determination, mengem-bangkan otonomi moral, memberikan kesetaraan politik, perdamaian serta kemakmuran ekonomi. (Dahl, 1998: 45)
Aspek Ekonomi Pemanfaatan Air Tanah Demi Peningkatan Ketahanan Kota Wan - Usman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11644

Abstract

Harapan dan tantangan pemanfaatan air tanah dari sudut pandang ekonomi, demi meningkatkan ketahanan penduduk kota, khususnya DKI Jakarta adalah penting untuk diteliti.Harapan dan tantangan ini dilatar belakangi oleh penduduk DKI Jakarta  yang diperkirakan sekarang mencapai 8 juta jiwa dan dalam memasuki abad ke 21, akan menjadi sekitar 9 juta Aktivitas Ekonomi dari tahun ke tahun terus meningkat dengan hasil produksi industri sekitar Rp 20 Trilyun dalam tahun 1996 mencapai sekitar 260 juta m2. Karena tanah terbatas, pendirian geudung-gedung bertingkat makin banyak dari tahun ke tahun sehingga tekanan terhadap sumber daya alam khususnya air tanah meningkat pula. Semua ini akan mengganggu ketahanan daerah DKI Jakarta, sebagai ibu kota negara Republik Indonesia.
Evaluasi Kinerja KKIP Dalam Kerjasama Republik Indonesia-Korea Selatan Pada Pembangunan Kapal Selam Untuk Mendukung Ketahanan Alutsista TNI Angkatan Laut Tunggul Prasetyo; Armaidy Armawi; Dafri Agus Salim
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.17958

Abstract

ABSTRACTThis study was aimed to knew and analyzed the implementation of the cooperation between Republik Indonesia and South Korea in the construction of submarines ,to the Navy defense equipment resilience. The method used by the researchers in this study was a qualitative descriptive method. Data collection techniques used three techniques, in-depth interviews, observation, library and documentation. Objects in this study that the parties involved in the cooperation Indonesia South Korea in the construction of submarines, especially the executive team officials Defence Industry Policy Committee (KKIP). The results showed that in the implementation of cooperation Indonesia South Korea in the construction of the submarine still lacks the strength of its bargaining Indonesian government, especially KKIP and Defense industry involved in this cooperation program. This was indicated by the presence of the technology transfer process was still below of 85 % as a basis for accelerating the revitalization of the defense industry in achieving the navy defense resilienceABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan kerjasama yang dilaksanakan indonesia-Korea Selatan dalam Pembangunan Kapal Selam dan mengevaluasi kerjasama Indonesia Korea selatan dalam pembangunan kapal selam terhadap ketahanan alutsista TNI AL. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, kepustakaan, serta studi dokumentasi. Objek dalam penelitian ini yaitu para pihak yang terlibat dalam kerjasama Indonesia Korea selatan dalam pembangunan kapal selam, khususnya para pejabat tim pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kerjasama indonesia Korea selatan dalam pembangunan kapal selam memiliki kekurangan berupa kekuatan tawar menawar pemerintahan Indonesia, khususnya KKIP maupun Industri Pertahanan yang terlibat dalam program kerjasama tersebut Hal ini ditunjukkan dengan terlaksananya proses alih teknologi yang masih kurang dari angka 85% sebagai salah satu dasar bagi percepatan revitalisasi industri pertahanan dalam mencapai ketahanan alutsista Angkatan Laut

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue