cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
link@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang 50239
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LINK
ISSN : 18295754     EISSN : 24611077     DOI : 10.31983
Core Subject : Health,
Jurnal LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077; http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link) merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang. Jurnal LINK berfokus menerbitkan artikel ilmiah tentang hasil pengabdian masyarakat yang meliputi pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan, teknologi tepat guna (TTG), dan pendidikan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat dapat berupa penerapan hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat berbasis wilayah guna menangani dan mengelola berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 412 Documents
FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA DI INDONESIA Annisa Zolanda; Mursid Raharjo; Onny Setiani
Jurnal LINK Vol 17, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.784 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i1.6828

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang biasanya menular sehingga dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala sampai kepada penyakit yang parah dan mematikan, tergantung kepada patogen penyebabnya, faktor lingkungan, dan faktor pejamu. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai faktor-faktor risiko kejadian ISPA pada balita berdasarkan kajian literatur review. Metode penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan database sinta sebagai bahan acuan. Pengkategorian yang dilakukan oleh peneliti yaitu terindeks pada sinta 2-5, publikasi 10 tahun terakhir, dan mempunyai variabel yang berhubungan dengan faktor-faktor risiko kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan bahwa terdapat faktor lingkungan yang dominan seperti: suhu, kelembaban, pencahayaan, ventilasi, dan kepadatan hunian merupakan faktor risiko yang menjadi penyebab kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat faktor lingkungan, pendidikan ibu, kebiasaan merokok yang menjadi faktor risiko terhadap kejadian ISPA pada balita yang harus diperbaiki.
DETERMINAN KEPATUHAN MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 Chandrika Fahira Quamila; Septo Pawelas Arso; Wulan Kusumastuti
Jurnal LINK Vol 17, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.687 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i2.6995

Abstract

Semarang merupakan kota dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Jawa Tengah. Guna mencegah penyebaran COVID-19, maka diberlakukan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Namun, masih terdapat banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap kebijakan tersebut sehingga jumlah kasus COVID-19 di Kota Semarang semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan PKM di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 140 responden didapatkan melalui metode accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap (p=0,039), sarana prasarana (p=0,002), pengawasan (p=0,002), dukungan tokoh masyarakat (p=0,000), dukungan kewenangan (p=0,018), kejelasan kebijakan (p=0,000), dan konsistensi kebijakan (p=0,040) merupakan faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan PKM di Kota Semarang.
GAMBARAN ANEMIA PADA PENGENDARA OJEK MOTOR ONLINE DI KOTA SEMARANG Lilik Setyowatiningsih; Widodo Widodo; Devi Purlinda; Rasyid Rasyid
Jurnal LINK Vol 17, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.712 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i1.5820

Abstract

Alat transportasi kendaraan bermotor sangat memudahkan manusia dalam melaksanakan suatu pekerjaan, tetapi di sisi lain penggunaan kendaraan bermotor menyebabkan akibat buruk bagi kesehatan yang disebabkan oleh gas buang dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak terurai dengan sempurna. Salah satu zat pencemar udara yaitu Timbal (Pb) yang dihasilkan dari pembakaran yang kurang sempurna pada mesin kendaraan. Pesatnya perkembangan kendaraan di Kota Semarang berpotensi terhadap pencemaran udara yang dapat memberikan efek negatif terhadap kesehatan masyarakat pengguna jalan. Pengendara ojek motor online yang berada di stasiun Tawang merupakan salah satu pekerjaan yang beresiko tinggi terpapar polutan karena mereka bekerja di jalan raya yang banyak dilewati kendaraan bermotor. Tingginya kadar Pb dalam darah dapat menghambat proses pembentukan hemoglobin (Hb) dan menyebabkan penyakit anemia. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa seluruh responden sejumlah 52 orang (100%) tidak terindikasi penurunan kadar Hb dan penyakit anemia
PEMANFAATAN LIMBAH JELANTAH SEBAGAI ALTERNATIVE INCOME BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19 Agustina Dwi Prastanti; Rini Indrati; M. Irwan Katili; Siti Daryati; Salis Nurbaiti
Jurnal LINK Vol 17, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.563 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i1.6669

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah dari minyak goreng yang jika diolah lagi memiliki potensi ekonomi. Banyak masyarakat yang masih mengkonsumsi minyak jelantah padahal limbah tersebut jika dikonsumsi berdampak bahaya bagi kesehatan. Selain itu ada pula masyarakat yang membuang minyak jelantah disaluran air. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan saluran air dan rusaknya ekosistem air. Sehingga jumlah minyak jelantah yang semakin bertambah perlu penanganan khusus, salah satunya mengolahnya kembali menjadi sabun pembersih piring. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan edukasi pembuatan sabun pembersih piring dari minyak jelantah melalui pendampingan secara intensive untuk meningkatkan taraf kesehatan dan ekonomi masyarakat terutama yang terkena dampak pandemi COVID-19. Metode pengabmas menggunakan ceramah, diskusi dan praktek langsung. Unsur pengabmas melibatkan ketua PKK RT, RW dan kader kesehatan. Praktek langsung pembuatan sabun dari minyak jelantah oleh masyarakat didapatkan hasil berupa sabun pembersih piring dari olahan minyak jelantah yang dijernihkan terlebih dahulu sebagai bahan dasarnya. Sabun pembersih piring siap digunakan setelah melewati masa saponifikasi selama kurun waktu 14 hari. Tolok ukur keberhasilan pembuatan sabun dari minyak jelantah dinilai dari sabun dapat digunakan sebagai pembersih piring dengan baik secara menyeluruh dan piring menjadi mengkilap dan kesat kembali.
KELAS PIJAT BAYI DARING KEPADA ORANGTUA DI MASA PANDEMIC COVID-19 Siti Khuzaiyah; Nur Chabibah; Milatun Khanifah
Jurnal LINK Vol 17, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.602 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i2.7557

Abstract

Pijat bayi merupakan asuhan yang memberikan manfaat sangat banyak untuk bayi. Pijat bayi yang dilaksanakan oleh orangtua setiap hari akan memberikan manfaat lebih optimal bagi bayi. Orangtua, khususnya ibu dapat mempelajari ilmu pijat bayi melalui kegiatan kelas pijat bayi. Selama masa pandemic, kelas pijat bayi dapat diikuti secara daring. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pijat bayi para ibu melalui daring. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan daring menggunakan platform zoom, dilanjutkan dengan pendampingan melalui group WhatsApp selama sebulan hingga peserta mampu melakukan gerakan pijat bayi secara benar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta kelas pijat bayi. Diharapkan akan semakin banyak ibu yang mengikuti kelas pijat bayi di masa pandemic seperti saat ini, sehingga ibu dapat memberikan stimulasi tumbuh kembang bayi secara lebih optimal.
PENDAMPINGAN PROSES TRANSFORMASI SISTEM PENJAJARAN REKAM MEDIS MENGGUNAKAN TERMINAL DIGIT FILING Kori Puspita Ningsih; Angga Eko Pramono; Dian Budi Santoso; Laili Rahmatul Ilmi; Heri Hernawan
Jurnal LINK Vol 17, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2899.993 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i1.6819

Abstract

Puskesmas sebagai penyedia sarana pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan akurat. Oleh karena itu, puskesmas harus mampu mengelola rekam medis dengan baik sehingga rekam medis dapat disediakan dengan cepat dan tepat saat dibutuhkan. Puskesmas Gondokusuman 2 Kota Yogyakarta menerapkan sistem penyimpanan berkas rekam medis berdasarkan wilayah. Adanya peningkatan signifikan pada kunjungan pasien baru dari luar daerah menyebabkan penumpukan berkas rekam medis pada satu lokasi saja. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah melakukan transformasi sistem penjajaran rekam medis menggunakan TDF. Metode dalam kegiatan ini dengan pendekatan difusi ipteks, melalui rangkaian kegiatan penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi sistem penjajaran rekam medis, pengadaan sarana proses transformasi sistem penjajaran berupa rak kayu serta pendampingan proses transformasi dari penjajaran rekam medis berdasarkan wilayah menjadi TDF dengan sasaran petugas rekam medis yang dilaksanakan selama 3 bulan. Hasil pengabdian ini adalah penerapan Terminal Digit Filing yang mampu menyimpan rekam medis tersebar ke dalam semua section rak penyimpanan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan penjajaran rekam medis. Diharapkan program evaluasi dan monitoring pendampingan proses transformasi sistem penjajaran TDF dapat dilakukan pada program PKM berikutnya untuk menjamin keberhasilan proses transformasi
SOSIALISASI KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN ASAM URAT SERTA TEKANAN DARAH PADA LANSIA Herlando Sinaga; Fitri Kusuma Wardani; Yunita Sari Kelibai; Andi Gita Novianti; Desi Dona Sagrim; Meliani Arinda Rahmawati; Paulina Frensia Pano; Sri Febrianty Paranga; Umiati Umiati
Jurnal LINK Vol 17, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.014 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i2.7617

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir pada fase kehidupan. Kelompok yang dikategorikan lansia akan terjadi suatu proses penuaan. penyakit tersering yang diderita oleh lansia yang didominasi oleh penyakit tidak menular, penyakit kronik, dan degeneratif. Penyakit tersebut antara lain, hipertensi, arthritis, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes melitus, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal jantung, dan gagal ginjal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui kadar asam urat dan nilai tekanan darah pada lanjut usia di Kelurahan Koya Barat. Metode kegiatan melalui pemeriksaan kesehatan gratis serta sosialisasi kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang didapatkan. Hasil pemeriksaan ditemukan, dari 30 lansia, 16 orang (53%) mengalami asam urat tinggi, 13 orang (43%) asam urat normal. Untuk pemeriksaan tekanan darah ditemukan 11 orang (37%) mengalami hipertensi dan 19 orang (63%) memiliki tekanan darah normal. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, hasil pemeriksaan disampaikan kepada lansia dan keluarga sekaligus diberikan sosialisasi agar lansia dapat menjaga kesehatannya dengan baik.
INISIASI POSYANDU REMAJA MELALUI PEMBENTUKAN DUTA COVID-19 siti rofi'ah; Sri Widatiningsih; Fadhilah Rahayu; Egha Wahyu Fatikasari; Riska Dwi Krismawati; Deshinta Nuke Rimanury; Miranda Agustina
Jurnal LINK Vol 17, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.6 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i2.6672

Abstract

Posyandu Remaja diharapkan menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah, membentuk kelompok dukungan remaja, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR. Pada masa pandemi Covid-19 ini, sangat tepat apabila remaja dilibatkan dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19. Kegiatan Pengabmas ini bertujuan untuk menginisiasi kegiatan Posyandu Remaja dengan membentuk Duta Covid-19. Metode yang digunakan adalah membentuk Posyandu Remaja “Cerdik” serta melakukan pemberdayaan remaja sebagai kader posyandu Remaja sekaligus sebagai Duta Covid-19 melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan berupa Posyandu Remaja “CERDIK” dan Kader Posyandu Remaja sekaligus Duta Covid-19, Modul Posyandu Remaja dan Modul Covid-19 yang telah memperoleh sertifikat Hak Cipta serta terjalin kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Semarang dengan Pemerintah Desa Bojong sebagai Mitra PUI P2PTM “Desa Sehat Remaja Bebas Anemia Defisiensi Fe”. Kader posyandu mengalami peningkatan tingkat pengetahuan sebanyak 77 %. Kader mampu melakukan pengukuran suhu, cara mencuci tangan dan pemakaian masker yang benar, cara membuat larutan desinfektan dan melakukan proses desinfeksi.
REVITALISASI KADER ASI DALAM PROGRAM PRANATAL UNTUK KEBERHASILAN MENYUSUI Rini Kristiyanti; Nur Chabibah; Milatun Khanifah
Jurnal LINK Vol 17, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2329.499 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i1.5728

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia belum optimal, masalah utama adalah masih rendah kesadaran masyarakat. Dukungan kader yang terlatih membantu dalam suksesnya kegiatan ASI ekslusif pada ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk pemantapan kembali peran kader ASI dalam pendampingan kelas ibu hamil sehingga meningkatkan keberhasilan ASI Eksklusif. Program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode dan media berupa penyuluhan terstuktur, focus group discussion dan praktik teknik edukasi ASI Eksklusif, Teknik Menyusui, Teknik Memerah ASI dan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada 24 Kader ASI di 8 Desa wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II selama enam bulan. Hasil kegiatan adalah peningkatan pemahaman kader mengenai manajemen laktasi dengan nilai rata-rata pre test 90,5 dan post test 93,1. Pada saat pendampingan kader ASI dilakukan observasi kader saat pemberian edukasi pada ibu hamil mengenai persiapan laktasi dan didapatkan nilai rata-rata praktik dan pendampingan adalah 87,7 dan 85,5. Simpulan program revitalisasi kader ASI ditindaklanjuti dengan komitmen Puskesmas Kedungwuni II untuk melanjutkan kegiatan yang telah berjalan dengan pendampingan menyusui sejak ibu hamil sampai menyusui.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN EDUKASI VAKSINASI COVID-19 Dian Kartikasari; Emi Nurlaela; Neti Mustikawati
Jurnal LINK Vol 17, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.242 KB) | DOI: 10.31983/link.v17i2.7773

Abstract

Vaksinasi Covid 19 merupakan salah satu pencegahan penularan Covid 19. Minimnya pengetahuan masyarakat akan vaksinasi Covid 19 dan kurangnya informasi tentang vaksinasi Covid 19 menjadi salah satu faktor penyebab masyarakat takut akan vaksin. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan edukasi tentang vaksinasi covid 19. Penyuluhan dilakukan melalui metode paparan, tanya jawab, pengisian kuesioner. Data diambil melalui pengisian kuesioner, wawancara dan observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Terlihat peningkatan pemahaman peserta tentang vaksinasi sebesar 100% (50 peserta), pemahaman tentang protokol kesehatan sebesar 100% (50 peserta), pemahaman tentang gejala yang ditimbulkan setelah melakukan vaksinasi Covid 19 sebesar 90% (45 peserta), dan pemahaman tentang penatalaksanaan yang bisa dilakukan di rumah setelah melakukan vaksinasi Covid 19 sebesar 90% (45 peserta).