LINK
Jurnal LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077; http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link) merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang. Jurnal LINK berfokus menerbitkan artikel ilmiah tentang hasil pengabdian masyarakat yang meliputi pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan, teknologi tepat guna (TTG), dan pendidikan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat dapat berupa penerapan hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat berbasis wilayah guna menangani dan mengelola berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat.
Articles
412 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA TENAGA PARAJI ( DUKUN BAYI )
Puji Hastuti
Jurnal LINK Vol 14, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.844 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v14i1.3214
Tenaga paraji (dukun bayi) merupakan perpanjangan tangan dari petugas kesehatan khususnya bidan dalam perawatan ibu nifas dan bayinya. Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan tentang perawatan bayi sehari-hari dengan benar.Pengabdian masyarakat bertujuan paraji atau dukun bayi di wilayah kerja Puskesmas Baturraden 1 Kecamatan Baturraden dapat memahami perawatan bayi sehari-hari dan mengajarkan kepada ibu - ibu nifas yang dirawat agar mereka dapat merawat secara mandiri.Pelatihan dengan ceramah, tanya jawab serta demontrasi tentang cuci tangan, perawatan tali pusat, menjaga kehangatan bayi dan stimulasi pada bayi dilanjutkan pendampingan dan evaluasi kunjungan rumah dengan mengajarkan perawatan bayi sehari-hari kepada ibu nifas.Dukun bayi ( paraji ) tidak diperbolehkan menolong persalinan dengan menarik semua alat persalinan yang dimiliki. Mereka diharapkan berpartisipasi dalam program pemerintah terkait kesehatan ibu dan anak diantaranya : ikut memberikan pendidikan kepada ibu hamil, melaporkan jika menemui ibu hamil dengan resiko tinggi, mendeteksi adanya tanda bahaya pada bayi dan melaporkannya ke petugas kesehatan serta memberikan saran pada ibu agar bayinya dibawa ke petugas kesehatan.Diketahui bahwa ibu nifas merasa takut dalam perawatan bayinya khususnya sebelum tali pusat puput dan menyerahkan perawatan bayinya pada dukun. Pada kunjungan rumah pengabdi mendampingi dukun bayi mengajarkan kepada ibu nifas tentang perawatan bayi sehari-hari sehingga mereka bisa lebih mandiri.
Developing Play Therapy Packcage (Toddler, Preschool, School Age) in Hospitalized Children of Pasca Acute Phase in Semarang
Nurhidajah Nurhidajah;
Lucia Endang Hartati;
Titin Suheri
Jurnal LINK Vol 8, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1943.733 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v8i2.295
Is a condition which causes emotional distress for children. In hospital, play is belived as a method to ventilate anxiety so that the children may away from the stressor. Therapeutic play provides structured and constructive play that sinergy with child condition so that facilitate healing. This study aims to analise the difference of knowledge and skill level of nurses before and after training of development of play therapy package. This study was conducted in three hospitals including RS Pantiwilasa Citarum, RS Tugurejo semarang, and RSU Kota Semrang. The population were all pediatric nursing in three hospitals of 40. Purposive sampling was applied to achieve 30 respondents. One group pre test-post test design was used as research design. The Questioner of Knowledge and Skill of development of play therapy package was used to collect the data. This study showed that there was difference of knowledge level before and after the training conducted (z=4.155; p=0.000) and there was difference of skill before and after the training conducted (z=4.812; p=0.000). The seven package results were bottle bowling, straw blow painting, sailboat blowing, buble printing, magic bottle, ballon rocket dan fishing game. This study recommends that it is important to apply this play therapy package during children hospitalisation.
KEMAMPUAN OBAT KUMUR EKSTRAK JINTEN HITAM SEDIAAN KANTONG CELUP TERHADAP MONOSIT DAN NEUTROFIL PADA ADHESI STREPTOCOCCUS MUTAN
Supriyana Supriyana;
Endah Aryati;
Sadimin Sadimin;
Wahyu Jati Dyah Utami
Jurnal LINK Vol 15, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.124 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v15i2.5384
Jintan hitam mengandung senyawa antimikroba bersifat volatil dan non volatil dengan bermacam tingkat kepolaran. Penelitian sebelumnya dikemukakan semakin lama perendaman kantong celup berisi bahan herbal, kadar klorinnya semakin rendah, terutama pada perendaman kantong celup berisi ekstrak flavonoid dari jinten hitam. Adanya kandungan flavonoid ekstrak jinten hitam dan klorin yang dikeluarkan oleh kantong celup, perlu diketahui bagaimana ekstrak jinten hitam dengan sediaan kantong celup mempengaruhi respon inflamasi sel radang neutrofil yang sebelumnya dipapar Streptokokus mutan secara in-vitro. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratories, rancangan penelitian menggunakan the post test only control group design. Populasi penelitian ekstrak flavonoid jinten hitam dengan sediaan kantung celup jumlah sampel minimal 4 sampel untuk tiap kelompok perlakuan. Sampel dikelompok menjadi 10 kelompok yaitu 5 uji adhesi neutrofil dan 5 uji monosit. Hasil perhitungan viabilitas monosit yang dipapar S. mutans menunjukkan bahwa jumlah monosit yang viabel (hidup) pada inkubasi air seduhan 8 menit kantung teh celup ekstrak flavonoid jinten hitam paling tinggi, dan kelompok kontrol (kantung kosong) paling rendah, dan menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p0.05). Obat kumur dengan sediaan teh celup berisi ekstrak flavonoid jinten hitam mampu meningkatkan adhesi S mutans pada neutrofil, sehingga neutrofil sebagai sel imunitas dapat melakukan fagositosis dan membunuh S mutans.
Penggunaan Partograf dengan Kejadian Seksio Sesar
Dewi Pusparianda;
Astri Yulia Sari Lubis
Jurnal LINK Vol 11, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.12 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v11i1.331
The aim of this research is to identify the proportion of mothers having caesarean section without being monitored with partogram and those who are monitored with partogram in Hospitals in Kepulauan Riau. The study uses case control design. Based on preliminary study samples consisted of 94 mothers for each group. Bivariate analysis uses chi-square with p0.05 and CI 95% and multivariate analysis uses logistic regression test to find out the significance of external variables of mothers’ age, parity and service provider and the prevalence of caesarean section. Mothers giving birth without being monitored using partogram had 2.62 times greater risk (OR=2.62, 95% Cl= 1.40-4.90) for caesarean section than those using partogram. Other variables affecting the prevalence of caesarean section were 1) primipara (OR=2.28; 95%Cl =1.22-4.32) and 2) service provider (OR=2.27, 95%Cl=1.22-4.21). In conclusion, mothers who give birth without being monitored using partogram have greater risk for having caesarean section than those that used partogram.
Vitamine A Suplementation for 6-12 Months Baby Toward the Number of Morbidity Rate
Nur Khafidhoh;
Agustin Setianingsih;
Sri Sumarni
Jurnal LINK Vol 10, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3128.099 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v10i3.79
The aim of this research is to evaluate the effectiveness of vitamin A for 6 to 12 months baby toward the number of morbidity rate. This was a quasy experimental with posttest case control group design. The total number of sampel was 40 babies age 6 to 12 monts. The data was analised by an independen t-test. The result shows that the illness frequency of baby consumed Vitamin A was 0,55 times less than babies who did not. Baby who consumed less vitamin A has only 1, 8 days of illness, and 6,75 days for babys who did not consume Vitamin A. Babies who consumed vitamin A only encountered 0,7 kinds of diseases, while 2,10 kinds of diseases encountered by non-consumer babies. In conclusion, serving Vitamin A is an effective step in reducing the morbidity for 6 to 12 months babies with a frecuency of illness of p=0,001. Moreover the length of illness period and the kinds of diseases have the same p=0,0001. Health care provider especilly midwives have to encourage women to ensure that the baby is suplemented with itamin A at February and August every year.
ISLAMIC PRAYER IS EFFECTIVE TO REDUCE PAIN AND ANXIETY PATIENTS WITH ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION IN ICVCU : A PILOT STUDY]
Arif Adi Setiawan;
Shofa Chasani;
Mardiyono Mardiyono
Jurnal LINK Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.496 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v12i2.619
Peak periods of pain and anxiety begins in the first 12 hours of entry ICVCU (Intensive Cardiovascular Care Unit) and improve after 48 hours until the patient was transferred to the ward. The study was to evaluate the efftects of Islamic Prayer in reducing pain and anxiety in patients with AMI in ICVCU. The study was A quasi experimental pre and post test design. The Samples were AMI patients hospitalized for 3 days. Islamic Prayer is composed by reciting Qur’an, prayer, and zikr. Pain was measured by the Numeric Rating Scale for Pain and anxiety was measured by the Numerical Rating Scale for Anxiety (NRSA). The data pain and anxiety were analysized by paired t-test. The findings show that there were significant reductions in mean pain scores and anxious before and after intervention after entering ICVCU Islamic Prayer interventions effectively reduce pain at 12 hours (t = 6.293, p = .000), 24 hours (t = 5.191, p = .000) and 48 hours after admission (t = 6.698, p = .000) and anxious 12 hours (t = 6.293, p = .000), 24 hours (t = 5.506, p = .000), 48 hours (t = 5.234, p = .000). which means that Islamic Prayer is effective to reduce pain and anxiety in patients with AMI in ICVCU.
KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Aulia Ridla Fauzi;
Neli Sunarni;
Rosidah Solihah
Jurnal LINK Vol 17, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.643 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v17i2.7663
Keterlambatan perkembangan anak pada masa emas terjadi karena kurangnya stimulasi pada otak. Salah satu instrumen deteksi dini perkembangan pada anak adalah kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Pemantauan tersebut merupakan salah satu kewenangan Bidan. Selama ini, pengisian KPSP dilakukan secara konvensional dari lembaran formulir. Maka dari itu, diciptakan sebuah aplikasi KPSP berbasis android yang digunakan dalam proses pembelajaran mahasiswa. Tujuan penelitian ini merancang dan membangun format deteksi dini perkembangan (KPSP) berbasis android yang dipasang pada smartphone agar memudahkan mahasiswa dalam proses skrining. Desain penelitian ini adalah rancang bangun dengan pendekatan waterfall tahapan software development life cycle (SDLC) dan dianalisis menggunakan User Experiment Questionnaire (UEQ). Responden terdiri dari mahasiswa D3 Kebidanan semester 4 dan 6. Statistik data menunjukkan interpretasi seluruh komponen 50% hasil yang baik/memuaskan dan 25% lainnya tidak memuaskan. Empat komponen bernilai positif dari aplikasi KPSP diantaranya adalah daya tarik, kejelasan, efisiensi, dan ketepatan. Sedangkan komponen stimulasi dan kebaruan bernilai netral. Aplikasi KPSP perlu perbaikan pada aspek kebaruan, keterbatasan tampilan (user interface), isi, dan bahasa aplikasi ini perlu dimodifikasi agar lebih interaktif dan mutakhir sesuai dengan minat pengguna.
The Effectiveness Of Drawing Chart And Ava As A Health Promotion Media For Increasing Hiv/Aids Knowledge Of Smp N 9 Purwokerto Students At Banyumas Regency
Siti Mulidah;
Asrin Asrin;
Aris Fitriani
Jurnal LINK Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (9885.452 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v9i2.252
Backgraund: HIV/AIDS cases suffer from early younger. AIDS comision (2011) noted that the total HIV/AIDS in Banyumas were 471 patients, which were 264 men and 207 women. This study aim to know the effectiveness of drowing chart and AVA as health promotion media for increasing HIV/AIDS knowledge of SMP N 9 Purwokerto students at Banyumas Regency. Methode: This study is a quasi experimental study with two groups pre and post test static design. Population of this study were all SMP N 9 Purwokerto students of 2012 year, which is 720 students. Sampling methode by rondom sampling tecniq , which was 60 respondents, consist of 30 intervention group drowing chart and 30 intervention group AVA media. The data was analised by univariable (prosentage) and bivariable (pair t test). Result: The knowledge of respondents before and after intervention by using AVA media was increase for 22,83, and by using drowing chart was 27,00. There was not differences of knowledge of men and women befor after intervensi by using drowing chart and AVA media (p=0,062). The effectiveness of drowing chart and AVA as health promotion media for increasing HIV/AIDS knowledge was not differences staticly (p=0,228). Conclution: Staticly, there was not significant result of the effectiveness drowing chart and AVA as health promotion media for increasing HIV/AIDS knowledge of SMP N 9 Purwokerto students. However drowing chart was more better for increasing knowledge and activity of student learn than AVA media.
Differences Learning Methods Tutorial with recitation of the Knowledge, Attitudes and Skills Students in Doing Health Promotion
Munjiati Munjiati;
Herry Prasetyo;
Ulfah Agus Sukrillah
Jurnal LINK Vol 10, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.484 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v10i1.275
This research aims to determine the differences in methods of tutorials learning with recitation of the knowledge, attitude and skills of students in promoting health. The populations in this research are 333 nursing students at Purwokerto Nursing Department. Then, we use a cluster sampling method where 80 nursing students at second grade are divided into two groups, an intervention group, consists of 40 students and a control group, consists of 40 students. Then, the data collection is done by using questionnaire and observation sheets. The data obtained were analyzed using the paired t test to analyze differences in each pre and post experiment group. Then, in order to determine the difference between the two methods we use independent sample t test. The research shows that there is increasing average value before and after the use of tutorial method and recitation method. The test results of Independent Sample T test is 0.005. With significance 0,000, it can be concluded that the use of tutorial method is more effective to improve knowledge, attitudes and skills of students in health promotion compared with recitation method.
DETEKSI CACINGAN MELALUI PEMERIKSAAN FESES DAN KUKU PADA ANAK PANTI ASUHAN KYAI AGENG FATAH PEDURUNGAN
Ririh Jatmi Wikandari;
Nurul Qomariyah;
Teguh Budiharjo;
Masrifan Djamil
Jurnal LINK Vol 15, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (635.324 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v15i1.4399
Cacingan banyak menyerang anak-anak karena aktivitas mereka berhubungan dengan tanah. Tanah yang tercemar telur cacing merupakan penyebab terjadinya transmisi telur cacing dari tanah kepada manusia melalui tangan atau kuku yang mengandung telur cacing, lalu masuk ke mulut bersama makanan. Kehidupan di panti asuhan kurang memenuhi standar kelayakan, kondisi Panti Asuhan Kyai Ageng Fatah memprihatinkan, halaman tempat tinggal kurang lebih 30% masih berupa halaman tanah, higine dan sanitasi lingkungan Panti Asuhan masih tergolong kurang baik. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penularan penyakit sehingga perlu dilakukan deteksi dini cacingan. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak Panti Asuhan Kyai Ageng Fatah sebanyak 45 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah dan pemeriksaan feses dan kuku. Hasil pemeriksaan feses ditemukan telur cacing sebesar 11%, dan hasil pemeriksaan kuku tidak ditemukan telur cacing. Terdapat anak panti asuhan yang terdeteksi cacingan.