cover
Contact Name
ivan
Contact Email
ivan.agung@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.psikologi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : 19783655     EISSN : 24078786     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal ini mengakomodir artikel/karya ilmiah meliputi : Psikologi Umum, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Agama, Psikologi Industri & Organisasi dan Indegenous Psychology Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, dalam bidang psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
Pengaruh Phubbing dan Self Disclosure Terhadap Friendship Quality pada Dewasa Awal Dilla, Rizka Yusia Rahma
JURNAL PSIKOLOGI Vol 21, No 2 (2025): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v21i2.22908

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh phubbing dan self disclosure terhadap friendship quality pada dewasa awal. Penelitian ini berjenis kuantitatif korelasional. Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang menggunakan alat bantu IBM SPSS Statistic 25. Subjek penelitian ini adalah 348 dewasa awal yang berdomisili di Kota Surabaya, Jawa Timur dengan teknik sampling insidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ketiga hipotesis penelitian diterima. Pertama, terdapat pengaruh secara parsial antara variabel phubbing (X1) dengan variabel friendship quality (Y) dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Kedua, terdapat pengaruh secara parsial antara variabel self disclosure (X2) dengan variabel friendship quality (Y) yang memiliki nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Hipotesis ketiga mendapatkan hasil terdapat pengaruh simultan variabel phubbing dan self disclosure terhadap friendship quality dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Besar sumbangan efektif total kedua variabel adalah 27% dengan rincian sumbangan efektif dari variabel phubbing adalah 18% dan variabel self disclosure adalah 8,68%, sedangkan 73% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.
Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Subjective Well-Being Mahasiswa Tingkat Akhir Rohmatika, Nilatur
JURNAL PSIKOLOGI Vol 21, No 2 (2025): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v21i2.28381

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi menghadapi berbagai tuntutan untuk menyelesaikan studinya, mahasiswa juga dihadapkan pada tantangan, hambatan, kritikan dan penilaian tidak objektif dapat memengaruhi persepsi diri mahasiswa, memicu perasaan rendah diri. Adanya perasaan tidak puas dan tidak bahagia menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami ketidaksejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being pada mahasiswa tingkat akhir. Populasi pada penelitian adalah 1.408 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengampuh skripsi/tugas akhir di Universitas X Surabaya dengan partisipan penelitian 283 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan ialah regresi berganda. Variabel efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya memperoleh nilai R square sebesar 54% terhadap subjective well being. Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Artinya bahwa efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya secara simultan berpengaruh terhadap subjective well-being. Secara uji parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri dengan subjective well-being dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being dengan nilai signifikansi 0,583 (p>0,05). Implikasi penelitian ini digunakan sebagai panduan untuk meningkatkan kesejahteraah subjektif mahasiswa dengan meningkatkan efikasi diri dan memperkuat hubungan sosial dengan teman sebaya. 
Self-Regulation sebagai Mediator Hubungan Loneliness dan Fear of Missing Out dengan Perilaku Cyberslacking Mahasiswa DIAH SUKMA NINGRUM; WIWIEN DINAR PRATISTI
JURNAL PSIKOLOGI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/psikologi.v22i1.32764

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan kemudahan dan efisiensi telah mendorong penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, yang kini menjadi kebutuhan mendasar. Di Indonesia, penggunaan internet mengalami gangguan yang signifikan, terutama selama pandemi COVID-19, dengan banyaknya siswa yang memanfaatkan internet untuk pembelajaran yang berani. Namun, hal ini juga menyebabkan terjadinya perilaku cyberslacking , di mana siswa menggunakan internet untuk keperluan non-akademis selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kesepian dan ketakutan akan kehilangan (FoMO) dengan perilaku cyberslacking yang dimediasi oleh regulasi diri. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hipotesis dan model kausalitas. Penelitian ini dilaksanakan di Surakarta dengan melibatkan 350 mahasiswa strata satu aktif Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai sampel. Hasil Uji Kesesuaian Model menunjukkan bahwa nilai kriteria goodness of fit memenuhi standar, dengan nilai RMSEA, RMR, GFI, AGFI, dan NFI masing-masing sebesar 0.071, 0.053 (<0.08), 0.94, 0.90, dan 0.97 (mendekati satu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian memiliki hubungan positif dengan cyberslacking , sementara rasa takut ketinggalan tidak menunjukkan hubungan serupa. Regulasi diri berperan sebagai mediator dalam hubungan antara Fear of Missing Out dan Cyberslacking , serta antara Lonely dan Cyberslacking . Regulasi diri juga memediasi hubungan antara kesepian , ketakutan akan ketinggalan , dan cyberslacking pada siswa.gambaran penelitian yang ringkas.
Konstruksi Skala Psikometri Ketergantungan Pada Sosial Media Muhammad Ardi; Salsabila Alifianissa Azzahra; Bella Anneeshea Aripuspita; Nur Chairul Edwiansyah
JURNAL PSIKOLOGI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/psikologi.v22i1.39316

Abstract

Penggunaan media sosial yang semakin intensif dalam kehidupan sehari-hari berpotensi memunculkan perilaku adiktif yang berdampak pada kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen Social Media Addiction Syndrome (SOMAS) berdasarkan Components Model of Addiction. Penelitian melibatkan 676 pengguna media sosial di Indonesia berusia 13–25 tahun yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu 338 responden untuk Exploratory Factor Analysis (EFA) dan 338 responden untuk Confirmatory Factor Analysis (CFA). Instrumen awal terdiri dari 30 item yang disusun berdasarkan enam komponen adiksi, yaitu salience, mood modification, tolerance, withdrawal, conflict, dan relapse. Hasil EFA menunjukkan terbentuknya tiga faktor utama dengan nilai eigenvalue ≥ 1 dan mengeliminasi lima item dengan factor loading di bawah 0,30, sehingga tersisa 25 item. Ketiga faktor tersebut diinterpretasikan sebagai dimensi kompulsif, hilangnya kontrol diri (loss of control), dan regulasi emosi (mood modification). Hasil CFA menunjukkan bahwa model memiliki kecocokan yang baik dengan data (CFI = 0,933; TLI = 0,924; RMSEA = 0,057; SRMR = 0,048). Uji reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang baik dengan koefisien omega berkisar antara 0,742–0,888 dan reliabilitas total sebesar ω = 0,939. Temuan ini menunjukkan bahwa skala SOMAS memiliki validitas konstruk dan reliabilitas yang baik sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengidentifikasi kecenderungan adiksi media sosial pada remaja dan dewasa awal di Indonesia. Kata kunci: Adiksi media sosial, social media addiction syndrome, validasi skala, exploratory factor analysis (EFA), confirmatory factor analysis (CFA) Ketergantungan Pada Sosial Media
Basic Psychological Needs Satisfaction and Learning Enjoyment In Asynchronous Learning: Evidence From University Students Putri Sukma Deri; Izzanil Hidayati; Silvi Juwita
JURNAL PSIKOLOGI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/psikologi.v22i1.39592

Abstract

Asynchronous online learning has become a widely used learning mode in higher education after the Covid-19 pandemic. It is important to understand the psychological factors that contribute to students' enjoyment of the asynchronous learning process. One approach that can be used is Self-Determination Theory (SDT), which provides a framework for understanding the motivational antecedents of emotions by meeting basic psychological needs such as autonomy, competence, and relatedness. This study was conducted on 205 active students who had experienced asynchronous learning. Data collection was conducted using the Activity-Feeling States (AFS) to measure the fulfillment of psychological needs in students and the enjoyment subscale of the Achievement Emotions Questionnaire (AEQ) to determine students' perceived enjoyment. The results of the multiple linear regression showed significant results (p