cover
Contact Name
ivan
Contact Email
ivan.agung@uin-suska.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.psikologi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Psikologi
ISSN : 19783655     EISSN : 24078786     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal ini mengakomodir artikel/karya ilmiah meliputi : Psikologi Umum, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Agama, Psikologi Industri & Organisasi dan Indegenous Psychology Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, dalam bidang psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Kontribusi Persepsi Terhadap Dukungan Organisasi Dan Resiliensi Karyawan Terhadap Keterikatan Kerja Frensen Salim; Awaluddin Tjalla
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.16614

Abstract

Sumber daya manusia dipandang sebagai aset yang sangat penting, karena manusia merupakan sumber daya yang dinamis dan selalu dibutuhkan dalam tiap proses produksi barang dan jasa. Persepsi terhadap dukungan organisasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keterikatan kerja yang termasuk ke dalam kelompok sumber daya pekerjaan, yang mengacu pada aspek organisasi dari suatu pekerjaan yang dapat mengurangi tuntutan pekerjaan, meningkatkan kesempatan untuk berkembang dan mencapai tujuan dalam pekerjaan. Selain itu, resiliensi karyawan merupakan faktor lainnya yang termasuk ke dalam kelompok sumber daya personal, yang merupakan penilaian diri positif yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengontrol lingkungan dan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah persepsi terhadap dukungan organisasi dan resiliensi karyawan dapat memprediksi keterikatan kerja. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Direktorat Sumber Daya Manusia dan Umum di kantor pusat Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia yang berjumlah 48 pegawai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap dukungan organisasi dan resiliensi karyawan berpengaruh sangat signifikan terhadap keterikatan kerja pada pegawai. Namun, persepsi terhadap dukungan organisasi secara terpisah memberikan kontribusi yang lebih besar daripada resiliensi karyawan.Kata Kunci: Persepsi terhadap Dukungan Organisasi, Resiliensi Karyawan, Keterikatan Kerja
Peran Psychological Capital Dan Spirituality Dalam Meningkatkan Subjective Well-Being Mahasiswa Dan Dampaknya Terhadap Academic Achievement Rita Susanti; Ikhwanisifa Ikhwanisifa; Anggia Kargenti Evanurul Marettih
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.18869

Abstract

Abstrak Academic Achievement di perguruan tinggi merupakan dasar keberhasilan dan keunggulan mahasiswa. Pencapaian ini dapat diraih dengan kesehatan mental yang baik seperti Subjective Well-Being (SWB) yang tinggi. Mahasiswa dengan Subjective Well-Being yang tinggi akan mampu meningkatkan prestasi akademiknya. Dalam hal ini untuk mencapai Subjective Well-Being perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Dalam banyak penelitian yang telah dilakukan bahwa prediktor yang mempengaruhi Subjective Well-Being adalah variabel Psychological Capital (PsyCap) dan Spirituality (Avey et al., 2010); (Luthans & Luthans, 2015); (Lun & Bond, 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh PsyCap dan Spirituality terhadap Subjective Well-Being dan dampaknya terhadap academic achievementpada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Riau sebanyak 565 mahasiswa. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan skala PsyCap (Luthans et al., 2007), skala Spirituality (Dasti & Sitwat, 2014), dan skala Subjective Well-Being (The satisfaction with scale/SWLS oleh (Diener et al. ., 1985) dan Scale of positive and negative experience(SPANE) oleh (Diener, Oishi, et al., 2009). Penelitian ini menggunakan SEM-WarpPLS untuk menganalisis pengaruh antar variabel laten. Hasil penelitian menunjukkan PsyCap berpengaruh positif terhadap Subjective Well-Being, dan Spiriituality juga berpengaruh terhadap Subjective Well-Being siswa. Temuan lain menunjukkan bahwa Subjective Well-Being dapat mempengaruhi academic Achievement siswa. Artinya mahasiswa dengan kapasitas PsyCap yang tinggi dan mampu menginternalisasi nilai-nilai Spirituality dalam kehidupannya akan mampu mempengaruhi Subjective Well-Being dan berdampak pada academic Achievement.   Kata-kata kunci: Psychological Capital, Spirituality, Subjective Well-Being, academic    Achievement ABSTRACT Academic achievement in higher education is the foundation of student success and excellence. This achievement can be achieved with good mental health such as high subjective well-being. students with high subjective well-being will be able to improve their academic achievement. In this case, to achieve high subjective well-being, it is necessary to pay attention to the influencing factors. In many studies that have been done predictors that affect subjective well-being are the variables Psychological Capital (PsyCap) and Spirituality (Avey et al., 2010); (Luthans & Luthans, 2015); (Lun & Bond, 2013). The purpose of this study was to see the effect of Psychological Capital and Spirituality on subjective well-being in students. The subjects in this study were students of one of the universities in Riau as many as 565 students. The data in this study were obtained using the PsyCap scale (Luthans et al., 2007), the spirituality scale (Dasti & Sitwat, 2014), and the subjective well-being scale (The satisfaction with scale/SWLS by (Diener et al., 1985) and Scale of positive and negative experience (SPANE) by (Diener, Oishi, et al., 2009)). This research uses SEM-WarpPLS to analyze the effect beetwen latent variables. The results show PsyCap positively affected subjective well-being, and Spirituality also affected students' subjective well-being. Other findings shows that subjective well-being can affect student academic achievement. This means that students with high PsyCap capacity and to able internalize spirituality values in their lives will be able to influence subjective well-being and have an impact on academic achievement.Kata-kata kunci: Psychological Capital, Spirituality, Subjective Well Being, academic    Achievement
Peran Self-esteem dan Keharmonisan Keluarga Bagi Kesehatan Mental Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Istiqomah Ardhiana Pratiwi; Wisnu Sri Hertinjung
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.18760

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi permasalahan yang cukup sering mendapatkan pembahasan, namun masih jarang mendapatkan perhatian serius. Memasuki usia remaja menuju dewasa membuat mahasiswa rentan mengalami permasalahan psikologis, yang dipengaruhi oleh faktor internal salah satunya adalah self-esteem dan faktor eksternal salah satunya adalah keharmonisan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-esteem dan keharmonisan keluarga dengan kesehatan mental pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Partisipan penelitian adalah 101 mahasiswa S-1 Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang dipilih dengan convenience sampling. Metode pengambilan data menggunakan skala kesehatan mental, skala self-esteem, dan keharmonisan keluarga. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-esteem dan keharmonisan keluarga bersama-sama memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan kesehatan mental mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan nilai (F) 88,137 dengan (p) 0,000 (p<0,001) dan sumbangan efektif (R) 64,3%. Berdasarkan hasil tersebut artinya semakin baik tingkat self-esteem dan keharmonisan keluarga maka akan semakin baik pula kondisi kesehatan mental yang dimiliki individu, dan sebaliknya. Hasil temuan ini diharapkan dapat mendorong pihak perguruan tinggi, keluarga, dan mahasiswa untuk membantu menjaga kondisi kesehatan mental mahasiswa.
Work-Family Enrichment: Pengaruhnya terhadap Komitmen Organisasi dan Kepuasan Pernikahan C.M. Indah Soca R. Kuntari
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.19287

Abstract

Karyawan yang sudah menikah akan menjalankan dua peran secara bersamaan di area kerja dan keluarga. Menjalankan beberapa peran secara bersamaan dapat memunculkan konsekuensi negatif dan positif bagi setiap individu. Penelitian tentang interaksi pekerjaan-keluarga telah mengalami perseseran dari perspektif konflik ke perspektif enrichment sehingga menumbuhkan minat pada konsekuensi work-family enrichment. Sejauh ini penelitian terkait dengan konsekuensi positif interaksi pekerjaan-keluarga belum banyak dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh work-family enrichment terhadap komitmen organisasi dan kepuasan pernikahan. Work-Family enrichment memiliki dua dimensi arah yaitu work to family dan family to work. Responden dari penelitian ini terdiri dari 542 karyawan yang sudah berkeluarga di Bandung. Penelitian ini menunjukkan adanya kontribusi positif dari work to family enrichment terhadap kepuasan pernikahan. Terdapat pengaruh positif family to work enrichment terhadap dimensi komitmen afektif dan normatif, namun tidak berhubungan dengan dimensi kontinuan komitmen. Saran dari hasil penelitian ini adalah memperluas sampel di kota lain sehingga menjadi penelitian dalam skala nasional dan mempertimbangkan variabel lain yang bisa berhubungan dengan komitmen organisasi terutama dimensi kontinuan.  
Regulasi Emosi Sebagai Mediator Antara Insecure Attachment Dan Perilaku Agresif Pada Remaja Binar Nurani Baiduri; Endang Widyorini
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.20065

Abstract

Perilaku agresif sering menjadi permasalahan yang muncul pada remaja. Perilaku agresif berkaitan dengan kurangnya keterampilan remaja dalam melakukan regulasi emosi. Remaja dengan insecure attachment akan memiliki regulasi emosi yang kurang baik. Selain itu, insecure attachment dapat menjadi prediktor munculnya perilaku agresif remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah regulasi emosi menjadi mediator antara insecure attachment dan perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan 459 responden yang masih aktif bersekolah SMP di kota Semarang dan berusia 12-15 tahun, yang diperoleh secara accidental sampling. Data diperoleh menggunakan Buss-Perry Aggression Questionnaire Short Form, The Experiences in Close Relationships —Revised General Short Form (ECR-R-GSF), dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), yang kemudian dianalisis menggunakan analisis jalur. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa regulasi emosi menjadi mediator antara insecure attachment dan perilaku agresif (p = 0,000 < 0,05), selain itu perilaku agresif dapat dipengaruhi oleh regulasi emosi (β = -0,207, p = 0.000) dan insecure attachment (β = 0,255, p = 0,000). Regulasi emosi dan insecure attachment memberikan pengaruh sebesar 17,3% terhadap perilaku agresif, sisanya kontribusi dari variabel lainnya
Altruisme Relawan COVID-19: Peran Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Spiritual, dan Tanggung Jawab Sosial Farid Jamaludin; Ikhwan Lutfi
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.19576

Abstract

AbstrakPandemi COVID-19 memunculkan fenomena aksi sosial yang dilakukan oleh para relawan untuk membantu korban atau masyarakat yang terdampak pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual dan tanggung jawab sosial terhadap altruisme pada relawan aksi sosial kasus pandemi COVID-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah para relawan yang terlibat dalam kegiatan sosial menangani pandemi COVID-19. Sampel sebanyak 257 orang yang tinggal di sekitar Jakarta diambil secara non-probability sampling. Pengumpulan data menggunakan metode online dalam bentuk g-form. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dan modifikasi Generative Altruism Scale (GAlS), Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS), Spiritual Intelligence Self-Report Inventory (SISRI-24) dan Chinese University Students Social Responsibility Scale (CUSSRS) untuk mengukur tanggung jawab sosial. Pengujian validitas konstruk menggunakan CFA (Confirmatory Factor Analysis) dan pengujian hipotesis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap altruisme relawan aksi sosial kasus pandemi COVID-19, dengan proporsi varian 41,4%. Keterlibatan variabel eksternal dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.Kata-kata kunci: altruisme, relawan, pandemi covid-19 AbstractThe COVID-19 pandemic can make someone to be volunteer. Is volunteering a form of altruism? This study aims to determine the effect of emotional intelligence, spiritual intelligence and social responsibility on altruism in social volunteers in the COVID-19 pandemic case. Participants in this study are volunteers who are involved in social activities in dealing with the COVID-19 pandemic. A sample of 257 people living around Jakarta was taken by non-probability sampling. Data collection used online methods, with the form of g-form. The measuring instrument used is the adaptation and modification of the Generative Altruism Scale (GAlS), the Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS), the Spiritual Intelligence Self-Report Inventory (SISRI-24) and the Chinese University Students Social Responsibility Scale (CUSSRS) to measure social responsibility. Testing construct validity uses CFA (Confirmatory Factor Analysis) and hypothesis testing using multiple regression. The results showed that all independent variables had a significant effect on the altruism of social volunteers in the COVID-19 pandemic case, with the proportion of variants being 41.4%. The involvement of external variables can be a consideration for further research.Keywords: altruism, volunteer, the covid-19 pandemic
Peranan Openness terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Motivasi Sebagai Mediator Arief Kurniawan
JURNAL PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v19i1.20115

Abstract

Openness, yang ditunjukkan dengan rasa ingin tahu yang tinggi, berpikiran terbuka, imajinatif dan senang mencoba hal baru, telah sering dikaitkan dengan prestasi akademik. Motivasi mengarahkan sifat dan perilaku menuju keberhasilan dan karena itu dianggap sebagai penentu prestasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah motivasi dapat menjadi mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa mengisi kuesioner untuk mengukur ketiga variabel. Pengukuran prestasi akademik menggunakan data indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Alat ukur openness menggunakan skala openness pada Neo-FFI (Costa & McCrae, 1992), yang diterjemahkan oleh Bagian Riset dan Pengukuran Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (Cronbach's alpha = 0,740). Motivasi, sebagai variabel mediator, diukur dengan menggunakan Academic Motivation Scale (Vallerand, 1992), yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Marvianto & Widhiarso (2018) (Cronbach's alpha = 0,854). Partisipan sebanyak 207 mahasiswa strata 1 (S1) dari berbagai perguruan tinggi dan program studi yang berusia 17 – 22 tahun. Analisis data menggunakan moderating regression analysis dari Barron dan Kenny (1986). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi merupakan mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik mahasiswa.
Muslimah Religius Lebih Sedikit Menghabiskan Uang: Pengaruh Religiusitas Pada Perilaku Berbelanja Safitri, Nadiya Nur; Amalina, Dina Nur; Amalia, Najla; Salbiyah, Siti; Marpaung, Adelia Septianingrum; Shadiqi, Muhammad Abdan
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 2 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i2.20483

Abstract

Agama diciptakan oleh Tuhan sebagai pedoman hidup manusia, sehingga konsep dalam agama muncul pada setiap aspek kehidupan manusia, salah satunya perilaku belanja. Saat seseorang berpegangan pada pedoman agama, maka dapat menjauhkan diri dari materialisme dan pengeluaran yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas muslimah terhadap perilaku berbelanja. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengaturan eksperimen pada variabel terikat berupa perlakuan skenario hipotesis perilaku belanja bahan makanan. Jumlah partisipan sebanyak 64 perempuan dengan rentang usia 18-40 tahun, berdomisili di Kalimantan Selatan, dan beragama Islam. Teknik analisis yang digunakan uji statistik regresi linear sederhana.  Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui religiusitas berpengaruh negatif terhadap perilaku belanja pada muslimah yang berdomisili di Kalimantan Selatan. Artinya semakin tinggi tingkat religiusitas semakin rendah keinginan perilaku berbelanja. Hasil temuan ini menggambarkan bahwa Muslimah yang religius lebih sedikit menghabiskan uang untuk berbelanja.
Pengaruh Fat Talk dan Kesejahteraan Subjektif terhadap Citra Tubuh Remaja Wanita Namira, Suciana; Nurani, Gita Aulia
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 2 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i2.20563

Abstract

Penilaian terhadap citra tubuh bersifat subjektif dan tidak menunjukkan kondisi yang sebenarnya. Saat ini banyak wanita yang mendambakan tubuh yang proporsional dan mengharuskan dirinya untuk mengikuti standar kecantikan yang terjadi di lingkungan. Ketidakpuasan remaja wanita terhadap bentuk tubuhnya tersebut yang membuat remaja wanita memperburuk citra tubuhnya. Ditambah komentar komentar tentang berat badan dan kurangnya proses evaluasi diri. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh fat talk dan kesejahteraan subjektif terhadap citra tubuh remaja wanita. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja wanita yang berusia 17-22 tahun dengan jumalh 407 subjek, pengambilan sampel menggunakan purposie sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, cara pengambilan data yakni menggunakan kuesioner. Hipotesis pada penelitian ini yakni: H1: pengaruh antara fat talk dan kesejahteraan subjektif dengan citra tubuh remaja wanita; H2: terdapat hubungan negatif angtara fat talk dengan citra tubuh remaja wanita; H3: terdapat hubungan positif antara kesejahteraan subjektif dengan citra tubuh remaja wanita. Analisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini hipotesis 1 diterima, karena terdapat pengaruh dengan hasil sumbangan efektif sebesar 0,420; hipotesis 2 ditolak karena terjadi hubungan positif antgara fat talk dengan citra tubuh dengan hasil signifikan; hipotesis 3 ditolak karena tgerjadi hubungan negatif antara kesejahteraan subjektif dengan citra tubuh dengan hasil signifikan.
Ketangguhan mental sebagai solusi kecemasan bertanding atlet Hudaniah, Hudaniah; Masturah, Alifah Nabilah
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 2 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i2.23019

Abstract

Sebagian besar atlet cenderung fokus mempersiapkan kemampuan fisik sebelum pertandingan, dan mengabaikan persiapan psikologis. Sementara itu, faktor psikologis memiliki peranan dalam pencapaian prestasi atlet. Beberapa faktor psikologis tersebut ialah kecemasan bertanding dan ketangguhan mental. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketangguhan mental terhadap kecemasan bertanding pada atlet remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimen jenis korelasional dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah 239 atlet olahraga yang berusia remaja (15-18 tahun), dan sudah pernah bertanding dalam kejuaraan olahraga minimal tingkat provinsi. Pengukuran dilakukan menggunakan Mental Toughnes Quisionaire (MTQ) dan Competitive State Anxiety Inventory-2 (CSAI-2). Analisa data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan ketangguhan mental yang tinggi dapat memprediksi penurunan kecemasan bertanding. Sumbangan efektif ketangguhan mental terhadap kecemasan bertanding sebesar 52,7% pada atlet remaja (β=-0.726; p<0,001). Artinya, ketangguhan mental yang tinggi akan menurunkan kecemasan bertanding atlet. Sehingga, atlet dapat mengurangi kecemasan bertanding mereka dengan cara melakukan peningkatan ketangguhan mentalnya.