An-Nida'
Jurnal Annida memuat hasil-hasil penelitian, baik kajian kepustakaan maupun kajian lapangan. Fokus utama Annida adalah: 1. Pemikiran Islam berkaitan dengan isu-isu kontemporer, Islam moderat, HAM, gender, dan demokrasi dalam Al-Quran dan Hadis 2. Sosial keagamaan: kajian gerakan-gerakan keagamaan, aliran-aliran keagamaan, dan aliran kepercayaan 3. Integrasi Islam, sains, teknologi dan seni
Articles
198 Documents
Hasbi Ash-Shiddieqy dan Pemikirannya dalam Bidang Hadis
Sajida Putri
An-Nida' Vol 44, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v44i1.12499
Dinamika studi hadis di Indonesia tidak terlepas dari tokoh-tokoh besar yang berperan penting dalam perkembangannya. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh adalah Hasbi ash-Shiddieqy, seorang tokoh yang berasal dari kota Singkel-Aceh. Beliau merupakan salah satu ulama yang berperan penting dalam perkembangan studi hadis di Indonesia. Hasbi ash-Shiddieqi merupakan ulama yang berlatar belakang pendidikan hukum Islam, namun beliau juga banyak ikut andil dalam perkembangan studi Al-Qur’an dan Hadis, terbukti dengan banyaknya karya-karya beliau yang berkaitan dengan studi Al-Qur’an dan Hadis. Kajian ini ingin melihat pemikiran Hasbi dari sudut pandang kajian hadis, dengan menggunakan metode library research dengan pendekatan historical approach. Diharapkan dengan menggunakan pendekatan ini dapat dilihat pemikiran Hasbi tentang hadis serta bagaimana pengaruh latar belakang keilmuan terhadap pemikiran hadisnya. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Hasbi belum sampai mengarah kepada satu bentuk pemikiran baru. Namun demikian, karya-karya Hasbi dalam bidang hadis tetap menjadi penyadur dari beberapa pengarang dalam bidang hadis. Karyanya juga berkontribusi menjadi rujukan utama studi hadis di Indonesia umumnya.
TERMINOLOGI PEMIMPIN DALAM ALQUR’AN (Studi Analisis Makna Ulil Amri dalam Kajian Tafsir Tematik)
Khairunnas Jamal dan Kadarusman
An-Nida' Vol 39, No 1 (2014): January - June 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v39i1.869
Kemajuan dan kemunduran masyarakat, bangsa dan Negara antara lain dipengaruhi oleh pemimpinnya. Oleh karena itu sejumlah teori tentang pemimpin bermunculan dan berkembang. Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia, telah meletakkan persoalan pemimpin sebagai salah satu persoalan pokok dalam ajarannya. Beberapa pedoman atau panduan telah digariskan untuk melahirkan kepemimpinan yang diridhai Allah SWT, yang membawa kemaslahatan, menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat. Pentingnya persoalan pemimpin ini perlu dipahami dan dihayati oleh setiap umat Islam di negeri yang mayoritas warganya beragama Islam ini, meskipun Indonesia bukanlah Negara Islam. Tulisan ini mencoba menelaah terminologi pemimpin dalam Al-Quran
Respon Al-Qur’an tentang Permasalahan Seputar Gender
Syofrianisda Syofrianisda
An-Nida' Vol 44, No 1 (2020): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v44i1.12504
Pembicaraan mengenai isu gender sudah banyak dikumandangkan baik dikalangan umum maupun di kalangan akademisi khususnya di Indonesia. Fokus pembicaraan ada yang bersifat umum, terutama menyangkut hak-hak dan pemberdayaan perempuan. Dan, ada yang bersifat khusus, termasuk dalam pemikiran Islam, yaitu penafsiran ayat-ayat terkait masalah perempuan. Beberapa kritikan terhadap perspektif gender dalam Al-Qur’an, umumnya dialamatkan kepada penafsiran tentang teks-teks tersebut oleh beberapa mufassir yang dinilai bersikap diskriminatif terhadap perempuan. Pemahaman mengenai sejauh mana obketivitas dan kejernihan kritikan tersebut, dapat dilakukan dengan memahami terlebih dahulu mengenai makna gender, kemudian menelusurinya lewat penafsiran Al-Qur’an dan Sunnah. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa esensi dari respon Al-Qur’an terhadap permasalahan gender adalah ide tentang adanya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Ide kesetaraan tersebut sudah tentu harus sesuai dengan prinsip dasar agama Islam sebagai rahmatan lil alamin, yang berarti juga termasuk rahmat bagi perempuan tanpa terpasung hak-haknya hanya dikarenakan berjenis kelamin perempuan
PERSPEKTIF TAQIYUDDIN AL-NABHANI TENTANG BAI’AT (Menggagas pembentukan Khilafah Islamiah oleh Hizb al-Tahrir)
Haris Riadi
An-Nida' Vol 39, No 2 (2014): July - December 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v39i2.874
Salah satu metode Syar’i untuk mengangkat kepala negara adalah bai’at. Adapun pelaksanaan bai’at ini, tergambar dalam rincian-rincian praktek bai’at. Yaitu agar muslim saling berdiskusi tentang orang yang layak untuk memegang jabatan khilafah. Sehingga apabila mereka telah menetapkan pendapat pada beberapa orang tertentu (sebagai talon Khalifah), lalu calon-calon khalifah itu diajukan kepada kaum muslim. Siapa yang terpilih diantara mereka, maka umat diminta untuk membai’atnya. Hukum syara’ tentang pelaksanaan pengangkatan kepala negara dalam negara Islam adalah kandidat khalifah dibatasi oleh kaum muslim yang menjadi anggota majelis syura. karena majelis inilah yang menjadi representasi mayoritas kaum muslim. Kemudian nama-nama kandidat khalifah diajukan kepada kaum muslim. Yaitu agar mereka memilih satu orang dari kandidat itu sebagai khalifah bagi mereka. Selanjutnya dilihat siapa yang memperoleh suara paling banyak. Kemudian diambil bai’at untuk kandidat dengan suara terbanyak itu dari kaum muslim yang memilihnya maupun dari kaum muslim yang tidak memilihnya
ASESMEN KINERJA (PERFORMANCE ASSESSMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Suci Yuniati
An-Nida' Vol 36, No 1 (2011): January - June 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v36i1.293
The system for assessment in mathematics is dominated by a single method of assessment that is paper and pencil test that only measures students' memories of factual information and procedures of the algorithm alone. Its domination can be seen from the questions the National Examination (UN) and the National Selection Entry State University (SNMPTN). The use of the objective tests in these matters encourages teachers to give similar exercises to students as they have to answer the questions of this form. Even the students are taught "tricks" how to solve such problems. In fact, what are the appropriate and proper methods for collecting information about students' understanding and skills in mathematics? However, to overcome the limitations of current evaluation methods and teachers can obtain complete and comprehensive information about students, attendance and assessment performance assessment is needed. Assessment is a systematic process to obtain information about studying and learning. Assessment of performance is an assessment that requires students to demonstrate performance, not to answer or choose an answer from a range of possible answers that are already available. Performance assessment can be used to obtain information about the mathematical knowledge, strategic knowledge and mathematical communication. In this paper, he writer will present one method of assessment of performance assessment that can be used as an alternative method of assessment for teachers.
Filantropi dalam Perspektif Al-Qur’an serta Relevansinya terhadap Kesejahteraan Sosial
Aini Latifa Zanil;
Ali Akbar;
Agus Firdaus Chandra;
Laila Sari Masyhur
An-Nida' Vol 44, No 2 (2020): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v44i2.12931
Artikel ini membahas mengenai filantropi dalam perspektif Al-Qur’an dan relevansinya terhadap kesejahteraan sosial. Permasalahan kesejahteraan seperti kemiskinan, pengangguran, kesenjangan dan konflik sosial merupakan masalah-masalah yang selalu muncul dan perlu adanya penanganan untuk mengatasi masalah ini. Sebagian di antaranya dilakukan melalui gerakan filantropi untuk membantu kaum yang membutuhkan. Konfigurasi filantropi dalam Al-Qur’an di antaranya perintah untuk zakat, berinfak, sedekah dan wakaf yang dikenal dengan singkatan ZISWAF. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penafsiran ayat-ayat mengenai filantropi menurut mufasir, serta relevansinya terhadap kesejahteraan sosial. Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan (library research) dengan metode tematik. Adapun praktik filantropi yang ditafsirkan oleh Sayyid Quthb, Wahbah az-Zuhaili, M. Quraish Shihab, dan Buya Hamka yaitu keimanan seseorang akan sempurna jika diiringi dengan amal shaleh yang mendidik jiwa, anjuran untuk menolong sesama serta menyadari bahwa harta hanyalah titipan dari Allah yang harus disalurkan untuk hal-hal yang diridai-Nya. Filantropi yang dibicarkan dalam Al-Qur’an tidak hanya dilihat sebagai gerakan amal yang bermotif agama, tetapi hal itu merupakan wujud dari rasa kemanusiaan untuk saling peduli satu sama lain.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBNU SINA
Alwizar Alwizar
An-Nida' Vol 40, No 1 (2015): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v40i1.1491
Ibnu Sina is an Islamic expert who master the various branches of knowledge. Specifically, Ibnu Sina is known in medical and philosophy field of his thought, and also his monumental report of medic, entitled “Al-Qur’an fi al-Tibb” which would be the reference of medical field for 5 century. Although known as an expert in philosophy and medic, but the several studies who conducted by the next generation about the thought of Ibnu Sina, found that several thoughts about the concept of Islamic education. In education, his thougts and ideas are exellent and able to be developed in the context of Modern Islamic Education which started by talking the nature of human because the educational subject is the human it self. Then, discussed also the educational objectives : to reach the happiness (sa’adah). Furthermore, the educational curriculum, the concept of Ibnu Sina’s curriculum formula is based on the level of age development of pupils. Finally, Ibnu Sina states that the educational method has to vary depend on the pupils pshicology development and the concept of teacher, educational significant for pupils and societes.
PELAKSANAAN EVALUASI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
Riswani Riswani
An-Nida' Vol 36, No 1 (2011): January - June 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v36i1.298
The aim of this research is to know how the does the implementation of the evaluation of guidance and counseling service and also what are the factors influence its in District Of Rengat Indragiri Hulu. Population in this research is all school counselors exist in senior high school at Rengat regency. The Senior High School are SMUN I, SMUN II and some SMU private sectors. She uses purposive sampling in taking the sample because the implementation of the guidance and counseling service in private senior high school less optimal. Therefore, the researcher takes only the school counselors in the senior high schools which are optimal in implementation of guidance and counseling service, those are SMUN I SMUN II Rengat. Data collected by interview and observation and analyzed by descriptive qualitative technique. The research finds that the implementation of guidance and counseling service was less maximal. The factors influencing this service were school counselor, instrument of evaluation, and time. Research also suggested that headmaster can budget fund and provided facilities which needed to evaluate the guidance and counseling service. Counselor teacher had to do her/his work as a school counselor like, planning, evaluation, follow-up and analysis of guidance and counseling service at school
IJTIHAD KUNCI RELEVANSI DAN APLIKASI ISLAM
Suryan A Jamrah
An-Nida' Vol 40, No 1 (2015): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v40i1.1496
Islam, demikian keyakinan teologis Islami, adalah agama wahyu akhir zaman, sempurna, dan universal, berlaku dan cocok untuk seluruh umat manusia di segala tempat dan sepanjang masa. Keyakinan teologis ini meniscayakan ajaran Islam yang terkandung di dalam al-Qur‘an dan al-Sunnah harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan manusia di sepanjang zaman. Keyakinan teologis ini juga meniscayakan relevansi dan aplikasi Islam di sepanjang perkembangan zaman yang sarat dinamika dan perubahan. Media atau alat memahami sumber Islam al-Qur‘an dan al-Sunnah tersebut adalah akal. Aktifitas mengerahkan kemampuan akal untuk memahami dan mengambil kesimpulan hukum dari sumber Islam ini disebut al-ijtihad.Hanya dengan aktifitas ijtihad, Islam dirasa hadir di tengah-tengah kehidupan umat di segala masa dan tempat-tempat yang berbeda. Aktifitas ijtihad adalah abadi bersama perkembangan dan perubahan yang terus terjadi di dalam kehidupan. Tanpa aktifitas ijtihad sangat mungkin Islam dipandang ketinggalan zaman, dianggap tidak relevan dengan kebutuhan manusia kekinian.Dengan demikian, ijtihad adalah kunci bagi terjaminnya relevansi dan aplikasi Islam di segala zaman dan perubahan.
YKWI (1952-2010): Sejarah Lima Puluh Delapan Tahun Pendidikan Perempuan di Pekanbaru
Wilaela Wilaela
An-Nida' Vol 36, No 2 (2011): July - December 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v36i2.303
Women’s education in Riau has a relationship with daughter diniyah long measdow under the auspices of the Foundation of Islamic Woen Union (YKWI). YKWI over 58 years to education for all in Pekanbaru successfully arranged. YKWI dynamics in the field of education of women and children in Pekanbaru can be characterized from the opening of schools, madrassas and places of course.