cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
PASAI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Pasai diterbitkan dengan tujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian ilmu sosial, hukum dan ekonomi. Publikasi ini adalah hasil Penelitian dan bukan hasil ringkasan dari buku maupun literatur-literatur yang berasal dari publikasi internet.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2014)" : 10 Documents clear
Media Massa Islam dan Tantangan di Indonesia Anismar, Anismar
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan Madia Massa Islam (media cetak) dimulai pada awal abad ke-20, bersamaan dengan lahir dan menyebarnya ide-ide reformasi yang berkembang di Timur Tengah, terutama dari Mesir. Ide-ide tentang reformasi itu setidaknya menyebar melalui dua majalah terkemuka Mesir, Urwatul Wutsqo dan Al Manar. Penyebaran ide ini begitu luas, hingga ke Jawa, dan melahirkan gerakan Jami’at Khair. Hal tersebut dapat disebut sebagai “lawan dakwah” yang harus dihadapi dan diubah, agar tidak membawa manusia kepada derajat yang rendah. Lawan dakwah adalah semua bentuk kemungkaran yang berkaitan dengan studi  komunikasi seperti pesan atau konten yang berisi kebohongan, manipulasi, fitnah, kekerasan, dan fornografi serta citra dan opini public yang tidak berpihak kepada dakwah. Terlepas dari kemasan atau pun tampilan, keberadaan media massa Islam sebagai media dakwah sedikit banyaknya telah berperan aktif dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia. Dan media massa Islam di sini bukan hanya dilakukan oleh orang-orang yang semata-mata memang berhaluan kesana, misalnya pesantren, ulama, dan sebagainya. Namun, kini banyak orang atau lembaga yang tidak terlalu fokus pun banyak yang menerbitkan yang namanya media massa Islam.
Pengaruh Kepemimpinan, Tuntutan Tugas dan Stres Kerja Terhadap Komitmen Organisasi dan Perilaku Extra Peran Perawat pada Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Iis, EM Yusuf; Aiyub, Aiyub; Sumaryani, Sumaryani
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the influence leadership, task demands and job stress on organizational commitment and effect on organizational citizenship behavior of nurses at the General Hospital Cut Meutia (RSUCM) North Aceh district. The total sample of 154 nurses, and data analysis model used Structural Equation Modeling (SEM). The results of the data analysis found that leadership does not directly affect the organizational commitment but significant positive effect on organizational citizenship behavior. Variable task demands direct significant positive effect on organizational commitment and significant negative effect on organizational citizenship behavior. Meanwhile, work stress variables do not directly affect the organizational commitment and organizational citizenship behavior. Organizational commitment variables significant positif effect on organizational citizenship behavior. Then the variable organizational commitment does not mediate the relationship between leadership and job stress on organizational citizenship behavior, but complete mediation the relationship between the taks demand with organizational citizenship behavior. It is suggested to RSUCM leadership in order to improve organizational commitment and organizational citizenship behavior needs to be improved so that a more open leadership role, providing more confidence and responsibility to nurses with reasonable taks demands and need to maintain the condition of stress nurses at a reasonable and balanced condition.
Peran OMS Dalam Pembangunan Perdamaian Aceh Tjoetra, Afrizal; Askandar, Kamarulzaman
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) berperan aktif untuk membangun perdamaian di Aceh. Berbagai upaya yang dilakukan selama konflik dan periode paska bencana, termasuk meningkatkan kapasitas dan memberikan dukungan kepada berbagai institusi. Selama periode konflik, kegiatan OMS berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pemantauan pelanggaran hak asasi manusia, dan melakukan advokasi untuk perdamaian. Selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi tsunami, kegiatan yang dilakukan juga termasuk program kemanusiaan dan keadilan. Selama periode ini, sejumlah aktivis OMS di Aceh mengalami peningkatan keterampilan dan jaringan mereka. Hal ini dicapai secara langsung maupun  tidak langsung melalui interaksi dengan berbagai organisasi internasional yang hadir di Aceh. Melalui pengalaman dan kapasitas yang diperoleh, OMS di Aceh memiliki peran strategis dalam pembangunan perdamaian di Aceh. Artikel ini membahas perubahan secara internal OMS di Aceh dengan dukungan organisasi eksternal. Isu-isu yang dieksplorasi terkait dengan tata kelola internal lembaga, independensi, dan kapasitas sumber daya manusia yang tersedia. Sementara pendalaman dukungan eksternal terkait dengan kebijakan, jaringan, dan respon terhadap isu-isu yang berkembang dalam masyarakat. Menurut Lili Hasanuddin (2009), bahwa OMS dengan berbagai latar belakang, pendekatan dan cara kerja telah bekerja sama untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Aceh paska bencana. Dalam hal pembangunan perdamaian, Lederach (1997) menyatakan bahwa tiga tingkat kepemimpinan memiliki peran penting dalam pembangunan perdamaian. Terdiri dari kepemimpinan tingkat atas, kepemimpinan pada tingkat menengah, dan kepemimpinan pada akar rumput. Pada kepemimpinan menengah dan akar rumput, khususnya OMS, memiliki peran strategis. Tulisan ini didasarkan pada studi dokumen dan wawancara dengan sejumlah pengurus OMS di Aceh dan  akademisi. Upaya ini bertujuan untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait dengan respon yang harus dilakukan OMS di Aceh terhadap berbagai perubahan yang terjadi dalam pembangunan perdamaian di provinsi Aceh. 
Persepsi Ulama Dayah Terhadap Pencegahan Penyebaran Aliran Sesat Milata Abraham Di Kabupaten Bireuen Mawardi, Al
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan ulama dayah tentang tata cara pencegahan keberadaan aliran sesat millata Abraham di Aceh, khususnya di kabupaten Bireuen. Untuk tujuan tersebut digunakan metode kepustakaan dan lapangan dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner, serta analisa data melalui pendekatan deskriptif. Berdasarkan analisa tersebut diketahui bahwa telah terjadi perkembangan aliran sesat Millata Abraham di kabupaten Bireuen. Ada sejumlah faktor penyebab kemunculan aliran sesat millata Abraham, yaitu; faktor keagamaan, kebodohan dalam ilmu pengetahuan agama, faktor ekonomi, dan faktor lemahnya pengawasan dari pihak berwenang. Para ulama dayah merekomendasikan beberapa hal, di antaranya; perlunya upaya penanaman nilai-nilai akidah kepada setiap anak sejak dini oleh orang tua dan masyarakat; perlunya penambahan pelajaran pendidikan agama di berbagai lembaga pendidikan umum, perlunya pelaksanaan pengawasan, pembinaan dan bimbingan masyarakat oleh pihak berwenang secara terorganisir dan sistematis
Strategi Badan Reintegrasi Damai Aceh dalam Proses Disarmament, Demobilitation, Reintegration (DDR) di Aceh Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRDA) didirikan berdasarkan Nota Kesepahaman Helsinki yang ditandatangani 15 Agustus 2005, khususnya pasal 3.2 yang menya-takan tentang reintegrasi bekas anggota GAM. Beragam upaya reintegrasi telah di-lakukan oleh pemerintah melalui pendekatan ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan. Namun beragam hambatan muncul dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM serta dalam implementasi proses tersebut yang dikawal oleh BRDA. Menggunakan konsep analisis wacana, dalam penelitian ini, penulis berupaya menggambarkan peran BRDA dalam proses reintegrasi mantan anggota GAM ke-dalam masyarakat serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Hasil penelitan menunjukkan bahwa muncul berbagai hambatan dalam proses rein-tegrasi mantan anggota GAM yakni hambatan dalam bidang ekonomi; hambatan dalam bidang politik, hukum dan keamanan; serta hambatan dalam bidang sosial budaya. BRDA juga terlihat belum optimal dalam menangani proses reintegrasi, masih terdapat banyak kekurangan.
Berakhirnya Kepemimpinan Kharismatik Islam Radikal di Indonesia Chaidar, Al; Subhani, Subhani; Apridar, Apridar
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A number of publications made by the Jamaah islamiyyah terrorist group which derived from the Darul Islam will be analyzed to see how far the terrorist mind-set of Aceh in performing movements, why they react to the idea of democracy, and how they formulate Islamic caliphate, Islamic state, the establishment of Islamic law and how it relates to other Islamic religious groups in Indonesia. Among the Islamic groups those support terrorist movements in Indonesia so far and also by way of what support was given, it is still a mystery that needs to be answered through this research. It is also interesting to find out the orientation of the clergy thought that was referred by the terrorists in Aceh. During this time, the clerics of Darul Islam have been partially supported armed political movements against the government of the Republic of Indonesia but why and how they refused to participate in terrorism. Are there any scholars of the modern pesantren, or traditional Islamic boarding school, who participated in sort of moral support to terrorist groups in Indonesia? And many other questions that need to get an answer through this study.
Politik Indonesia dan Otonomi Daerah Ketaren, Amiruddin
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membicarakan konsep politik secara tradisional dapat dikatakan sebagai suatu bentuk dari sistem penyelenggaraan urusan publik. Konsep tersebut telah menghasilkan batasan-batasan yang menentukan sesuatu yang pantas atau tidak pantas dalam penyelenggaraan urusan publik.. Sementara manakala tingkah laku dari seseorang yang bersimbiosis dengan orang lain telah menghasilkan keterkaitan-keterkaitan, maka akan lahirlah suatu bentuk kekuasaan. Democratic Governance pada dasarnya adalah tata kelola yang demokratis dari suatu pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat yang dijalankan oleh perwakilan-perwakilannya yang telah terpilih melalui mekanisme Pemilihan Umum. Karena sering terjadi gesekan-gesekan antara eksekutif dan legislatif didaerah, sehingga langkah-langkah penyelesaiannya banyak yang menggunakan Money Politics. Masalah lain yang berkembang berkenan dengan otonomi daerah adalah adanya sikap saling menyalahkan antara eksekutif maupun legislatif.
Hubungan Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengeluaran Pemerintah Bidang Kesehatan Dan Persentase Jumlah Penduduk Miskin Dengan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia Juliansyah, Hijri; Rahmah, Mutia
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia. Penelitian ini memodelkan perilaku indeks pembangunan manusia (IPM). variabel-variabel independen yang digunakan adalah Pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan (PPP), Pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan (PPK), dan Persentase jumlah penduduk miskin (JPM). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Vector Error Corection Model (VECM). Dengan menggunakan model VECM, penelitian ini menemukan bahwa PPP dan JPM memiliki hubungan yang signifikan dalam jangka panjang, namun ketiga variabel independen ini tidak memiliki hubungan yang signifikan dalam jangka pendek terhadap indeks pembangunan manusia. 
Ibn ‘Arabi; Sang Pendukung Kalam Asy’ariyyah Fuadi, Fuadi
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan yang diajukan Asin-Palacios dan lain-lain bahwa teori-teori filosofis Ibn ‘Arabi dapat dilacak kembali pada aliran-lairan tertentu dalam tradisi Yunani tidak lagi dipedulikan secara serius oleh para ahli. Yang pasti adalah bahwa sebagian besar dari apa yang dikatakan oleh Ibn ‘Arabi sendiri berakar pada intuisi mistiknya sendiri, atau, menggunakan terminologinya, penyingkapan (kasyf) dan pembukaan (fath, futuh). Dengan demikian, jelaslah bahwa ia sangat akrab dengan sumber-sumber dasar tradisi Islam dan aliran-aliran intelektual zamannya, terutama tradisi hikmah. Dalam beberapa masalah, Ibn ‘Arabi lebih menyukai pandangan teologis dari pada filosofis. Dengan demikian, ia mendukung doktrin Asy’ariyyah bahwa kenabian hanya dapat dicapai oleh penunjukan Tuhan (ikhtishash), bukan karena usaha (iktisab), dan ia memperluas pembahasan ini dengan memasukkan pengetahuan tentang enteleki (aktualitas) jiwa. Karena pengetahuan tentang sifat kebahagian abadi bergantung pada pengetahuan tentang diri Tuhan (nafs al-haqq), tidak seorang manusia pun dapat memperoleh pengetahuan ini apabila Tuhan tidak memberikannya, dan Tuhan memberikan pengetahuan itu hanya melalui para nabi
Profesional Leader (Pemimpin) Aisyah, Ti
PASAI Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya sosok pemimpin yang tidak memiliki sifat kharismatik dan juga tidak memiliki kemampuan profesional maka dalam memimpin umat/rakyat, maka akan berbahaya, rakyat yang dibawah kepemimpinannya akan merasakan kesengsaraan, kesulitan dan masalah-masalah dalam kehidupannya. Sifat kharismatik dan profesional kepemimpinan sangat penting dalam membangun kemeslahatan umat. Kemampuan pemimpin adalah seorang pemimpin, memimpin dan bukanlah memaksa ia menarik para bawahan atau pengikutnya hingga mencapai puncak prestasi yang menurut anggapan mereka semula tidak mungkin dicapai. Seorang pemimpin hendaknya mengetahui sifat-sifat individual para bawahannya dan ia mengetahui kualitas dari masing-masing individual dan dia mampu meningkatkan kualitas – kualitas apa yang dapat meningkatkan rangsangan atau motivasi bawahan untuk bekerja dengan sebaik mungkin. Meningkatkan profesional pemimpin harus dilakukan dengan peningkatan kualitas kepemimpinannya melalui pelatihan dan pendidikan lainnya, dalam upaya meningkatkan kemampuan, kualifikasi, dan kompotensi seseorang dalam memimpin suatu organisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10