cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Kemampuan Bermedia dan Daya Kritis Para Mahasiswa Di Kabupaten Manggarai - Flores Marianus Mantovanny Tapung; Ambros Leonangung Edu; Petrus Redy Partus Jaya
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.11029

Abstract

Abstract:This study aims to describe the ability of media and the critical power of students in Manggarai Regency. The ability to media is measured by indicators: The types of social media that are most often used, the ability to apply social media, frequently sought media content, the critical power of social media content, and social media content that is often distributed. The type of research used was a descriptive cross sectional study. The research respondents were 353 students who were determined using the proportional stratified random sampling technique. Data was collected using an online questionnaire. To guarantee the credibility of the data, researchers applied the one vote method and cross-checked through interviews via mobile phones. Data is presented in the form of tables and graphs. The results of the study show that the types of media most used by students are Facebook and WhatsApp. Both types of social media are applied by students themselves. Most students are able to apply these social media proficiently. However, many students use the media to access content that does not support their intellectual knowledge and insight. The use of media is limited to building social relations or friendship among students. This habit has an impact on students' critical power in assessing hoax content and factual content. The results of this study illustrate the discrepancy between the ability to apply media and students' critical power. This condition must be the concern of educators and stakeholders in Manggarai Regency.Keywords: Media, Critical Power, Manggarai Flores Students Abstrak:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan bermedia dan daya kritis mahasiswa di Kabupaten Manggarai. Kemampuan bermedia diukur berdasarkan indikator-indikator: Jenis media sosial yang paling sering digunakan, kemampuan mengaplikasikan media sosial, konten media yang sering dicari, daya kritis terhadap konten media sosial, dan konten media sosial yang sering disebarkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif cross sectional. Responden penelitian berjumlah 353 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online. Untuk menjamin kredibilitas data, peneliti menerapkan metode one vote dan melakukan crosscheck melalui wawancara via handphone.  Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media yang paling banyak digunakan mahasiswa adalah facebook dan whatsapp. Kedua jenis media sosial ini diaplikasikan sendiri oleh mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa mampu mengaplikasikan media-media sosial tersebut secara mahir. Namun, banyak mahasiswa menggunakan media untuk mengakses konten-konten yang kurang mendukung pengetahuan dan wawasan intelektual mereka. Penggunaan media hanya sebatas membangun relasi sosial atau pertemanan di antara mahasiswa. Kebiasaan ini berdampak pada daya kritis mahasiswa dalam menilai konten-konten hoax dan konten-konten fakta. Hasil penelitian ini menggambarkan adanya diskrepansi antara kemampuan mengaplikasikan media dengan daya kritis mahasiswa. Kondisi ini mesti menjadi perhatian para pendidik dan stakeholdersdi Kabupaten Manggarai.Kata Kunci: Media, Daya Kritis, Mahasiswa Manggarai Flores
Hak Mendapatkan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Dimensi Politik Hukum Pendidikan Faiqatul Husna; Nur Rohim Yunus; Andri Gunawan
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i1.10454

Abstract

AbstractThe right pf childrenis a part of human right that should be fullfilled, protected and assured by parents, families, societies, civils, and nations. One of children right that should be fullfilled is the right get education in pre-school yet. This happens because the existence of pre-school education has not been able to give some servicestha is suitable with thei need. To give service with to special need pre-school age students. The service of pre-school age education that give service not only to normal students but also to special need student called called inclusive pre-school age education. Inclusive education is an education existing all student in a kind of learning process by holding an education giving chance to all students to study together in about ethnic, rase, social statue, economic, language, place, sex, religion and differentiation of mental and physycal education.Key words:  the right of children, pre-school age student, inclusive educational.AbstarkHak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Hak anak yang wajib dipenuhi diantaranya adalah hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. Anak berkebutuhan khusus usia dini juga berhak mendapatkan layanan pendidikan. Anak berkebutuhan khusus usia dini yang ada di masyarakat belum semuanya mendapatkan layanan di pendidikan anak usia dini. Hal ini disebabkan karena keberadaan pendidikan anak usia dini belum mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk memberikan pelayanan anak berkebutuhan khusus usia dini, maka pendidikan anak usia dini yang telah ada seharusnya dapat menerima dan melayani anak berkebutuhan khusus. Pelayanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan bersama-sama antara anak yang tidak mengalami hambatan dan anak berkebutuhan khusus disebut pendidikan anak usia dini inklusif. Pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang menyertakan semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhan individu siswa tanpa membedakan anak dari latar belakang suku, ras, status sosial, kemampuan ekonomi, status politik, bahasa, geografis, jeniskelamin, agama/kepercayaan, dan perbedaan kondisi fisik atau mental.Kata kunci: hak anak, anak berkebutuhan khusus usia dini, pendidikan inklusif.
The Role of Zakat in Human Development Khairul Azhar Meerangani
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.11037

Abstract

Abstract: Zakat is one of the major economic sources for Islamic countries. The efficiently and systematically of zakat management able to propel it’s potential as an instrument of human development especially among Muslims. The optimum utilization of zakat funds is essential to improving the quality and potential of every Muslim. In Malaysia, zakat is administrated by the Islamic Religious Council (IRC) in every state. The IRC is responsible for determining the beneficiary's qualification and the type of relief that is appropriate based on the background of each recipient so that the relief can be utilized to fulfill their needs. This study aims to assess the potential of zakat in developing the quality of Muslims in Malaysia by highlighting the practice of each IRC in distributing relief to each qualified zakat recipient. The distribution statistics and the form of programs provided by the IRC were analyzed descriptively to see the potential of zakat itself practically in improving the quality of Muslims. The study found that the IRC has provided various programs aimed at improving the quality of asnaf through equitable distribution of economics, social welfare distribution, human capital production and upgrading of education. Thus, every Muslim, especially zakat payers, should take the opportunity to equally engage with the IRC to ensure that zakat funds can be optimized for the development of Muslims in Malaysia.Keywords: Zakat, Human Development, Collection, Distribution, IRC Abstrak:Zakat adalah salah satu sumber ekonomi utama bagi negara-negara Islam. Pengelolaan zakat yang efisien dan sistematis dapat mendorong potensi itu sebagai instrumen pengembangan manusia terutama di kalangan umat Islam. Pemanfaatan dana zakat yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan potensi setiap Muslim. Di Malaysia, zakat dikelola oleh Dewan Agama Islam (IRC) di setiap negara bagian. IRC bertanggung jawab untuk menentukan kualifikasi penerima dan jenis bantuan yang sesuai berdasarkan latar belakang masing-masing penerima sehingga bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi zakat dalam mengembangkan kualitas umat Islam di Malaysia dengan menyoroti praktik setiap IRC dalam mendistribusikan bantuan kepada setiap penerima zakat yang berkualitas. Statistik distribusi dan bentuk program yang disediakan oleh IRC dianalisis secara deskriptif untuk melihat potensi zakat itu sendiri secara praktis dalam meningkatkan kualitas umat Islam. Studi ini menemukan bahwa IRC telah menyediakan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas asnaf melalui distribusi ekonomi yang merata, distribusi kesejahteraan sosial, produksi sumber daya manusia dan peningkatan pendidikan. Dengan demikian, setiap Muslim, terutama pembayar zakat, harus mengambil kesempatan untuk secara setara terlibat dengan IRC untuk memastikan bahwa dana zakat dapat dioptimalkan untuk pengembangan umat Islam di Malaysia.Kata kunci: Zakat, Pengembangan Manusia, Pengumpulan, Distribusi, IRC
Studi Etnografi Dalam Kerangka Masyarakat Dan Budaya Kamarusdiana Kamarusdiana
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.10975

Abstract

AbstractCommunities with all their cultures have quite strong sociological roots. Culture that results from social interaction makes a distinctive value in that society. The forerunner of culture is an important aspect in the social framework. Research on this aspect of culture uses ethnographic studies. In its implementation ethnography emphasizes the existing aspects of culture. This is an important feature of ethnographic studies. As ethnographic qualitative research conducts in-depth analysis of the culture under study. On the other hand, there is a fairly close link between ethnography and society and culture as a result of their creativity. Therefore, this linkage needs to be applied positively, where it is necessary to use ethnographic studies as an alternative form of conducting research on culture in the community.Keywords: Ethnography, Culture, Society AbstrakMasyarakat dengan segala kebudayaannya memiliki akar sosiologis yang cukup mengakar kuat. Kebudayaan yang dihasilkan dari interaksi sosial menjadikan nilai distingsi tersendiri dalam masyarakat tersebut. Cikal bakal kebudayaan merupakan aspek penting dalam kerangka sosial kemasyarakatan. Penelitian akan aspek kebudayaan ini menggunakan studi etnografi. Dalam implementasinya etnografi menekankan pada aspek kebudayaan yang ada. Hal inilah menjadi ciri penting dari studi etnografi. Sebagai penelitian kualitatif etnografi melakukan analisa secara mendalam terhadap kebudayaan yang diteliti. Disisi lain, terdapat keterkaitan yang cukup erat antara etnografi dengan masyarakat dan kebudayaan sebagai hasil kreatifitasnya. Oleh sebab itu, keterkaitan tersebut perlu diaplikasikan secara positif, di mana perlunya menggunakan studi etnografi sebagai bentuk alternatif dalam melaksanakan penelitian tentang kebudayaan di masyarakat.  Kata Kunci: Etnografi, Kebudayaan, Masyarakat
Menguak Hal-Hal Penting Dalam Pemikiran Filsafat al-Kindi Havis Aravik; Hoirul Amri
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.11228

Abstract

AbstractThe history of Islamic thought is inseparable from the transformation of knowledge from cultural thoughts outside of Islam, including Greek philosophy. The project was initiated by the Abbasids and reached its peak when power was held by the Caliph al-Harun Ar-Rasyid and al-Makmun. The most meritorious person and considered the first philosopher in the Islamic world was al-Kindi. This article discusses important matters in al-Kindi's philosophical thinking. With the aim to find out how the philosophical thinking of al-Kindi. This article uses library-based qualitative research with a qualitative descriptive approach and technical descriptive analysis and content analysis. The results of this study show that al-Kindi was a philosopher who brought philosophy into the Islamic world. The things in al-Kindi's thinking are the relationship between Religion and Philosophy, divinity philosophy, philosophy of soul, mind, and spirit, infinity to the concept of reason.Keywords: al-Kindi, Philosophy, God, Spirit, and Intellect. AbstrakSejarah pemikiran Islam tidak lepas dari transformasi ilmu dari pemikiran-pemikiran kebudayaan di luar agama Islam, termasuk filsafat Yunani. Proyek tersebut digagas oleh Bani Abbasiyyah dan mencapai puncaknya ketika kekuasaan dipegang oleh Khalifah al-Harun Ar-Rasyid dan al-Makmun. Orang yang paling berjasa dan dianggap filosof pertama dalam dunia Islam adalah al-Kindi. Artikel ini membahas tentang hal-hal penting dalam pemikiran filsafat al-Kindi. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran filsafat al-Kindi. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknis analisis deskriptif dan content analysis. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa al-Kindi merupakan seorang filosof yang membawa filsafat ke dalam dunia Islam. Hal-hal dalam pemikiran al-Kindi adalah hubungan Agama dan Filsafat, filsafat ketuhanan, filsafat jiwa, akal dan ruh, ketakterhinggaan sampai konsep akal.Kata Kunci: al-Kindi, Filsafat, Tuhan, Ruh dan Akal.
Relevansi Agama dan Kemiskinan; Upaya Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional dan Solusi yang Ditawarkan dalam Ekonomi Islam Melis Melis
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.11227

Abstract

AbstractIslam has warned its people not to be unemployed so that it slips into poverty because it is feared that with poverty someone will do anything, including harming others to meet their needs. There is a hadith which says "Poverty will bring closer to disbelief." The fact shows that the unemployment rate in a country with a majority Muslim population is relatively high. Increasing people's understanding of unemployment as a bad thing, both for individuals, society and the state will increase motivation to work more seriously. Even though God promises to bear our sustenance, it does not mean without any conditions that need to be fulfilled. The most important requirement is to try to find the promised sustenance because Almighty God has created a "system" that is whoever works will get sustenance and whoever sits will lose a fortune. That is, there is a process that must be passed to get sustenance.Keywords: Religion, Poverty, Solutions, Islamic Economy AbstrakIslam telah memperingatkan umatnya agar tidak menganggur sehingga tergelincir ke jurang kemiskinan, karena dikhawatirkan dengan kemiskinan seseorang akan melakukan apa saja, termasuk merugikan orang lain demi memenuhi kebutuhan dirinya. Ada sebuah hadis yang mengatakan "Kemiskinan akan membawa lebih dekat kepada kekafiran." Fakta menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di negara yang berpopulasi mayoritas muslim relatif tinggi. Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pengangguran sebagai hal yang buruk, baik bagi individu, masyarakat maupun negara akan meningkatkan motivasi untuk bekerja lebih serius. Meskipun Tuhan berjanji untuk menanggung rezeki kita semua, tetapi itu tidak berarti tanpa persyaratan apa pun yang perlu dipenuhi. Syarat yang paling penting adalah harus berusaha menemukan rezeki yang dijanjikan itu, karena Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan "sistem" yaitu siapapun yang bekerja maka akan mendapatkan rezeki dan siapa pun yang duduk maka akan kehilangan rezeki. Artinya, ada proses yang harus dilalui untuk mendapatkan rezeki.Kata kunci: Agama, Kemiskinan, Solusi, Ekonomi Islam
Analisis Kejahatan Terorisme Berkedok Agama Agus Handoko
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.11041

Abstract

Abstract:The term Terrorism surfaced in various parts of the world, both in European countries, the Middle East and even Asia, including Indonesia. Due to the emergence of every violence and destruction in every place with the loss of not only property and even human lives. The nickname of the Terrorists has always been addressed to certain groups who echoed jihad, and the events of terrorism which were of concern to the world at the time of the occurrence of an event the United States WTC (World Trade Center) Tower was bombed and destroyed on 11 September 2001. From the tragedy that eliminated thousands of human lives, the war on global terrorism (global war on terrorism) was officially proclaimed by Western countries. So that the study of terrorism invites the attention of various groups, both academics and agencies or national and international institutions by examining various aspects, namely through aspects of theology, ideology, and movements and networks. Until now terrorism has become a threat to the security and security of the country and also frightened the public. This paper will examine the growth of terrorism both inside and outside Indonesia which will elaborate terrorism in the name of religion.Keywords: Terrorism, Religious, Crime Abstrak.Istilah Terorisme mengemuka di berbagai belahan dunia, baik di negara-negara Eropa, Timur Tengah bahkan Asia termasuk Indonesia. Dikarenakan munculnya setiap kekerasan maupun kehancuran di setiap tempat dengan adanya kerugian tidak saja harta benda bahkan nyawa manusia. Julukan Teroris selalu dialamatkan pada kelompok tertentu yang mengumandangkan jihad, dan peristiwa terorisme yang menjadi perhatian dunia pada saat terjadinya suatu peristiwa Menara Kembar WTC (World Trade Center) milik Amerika Serikat dibom dan hancur pada tanggal 11 September 2001 lalu. Dari tragedi yang menghilangkan ribuan nyawa manusia, perang melawan terorisme global (global war on terrorism) resmi dikumandangkan oleh negara-negara Barat. Sehingga kajian mengenai terorisme mengundang perhatian berbagai kalangan, baik akademisi maupun instansi atau lembaga nasional maupun internasional dengan mengkaji dari berbagai macam aspek, yaitu melalui aspek Teologi, Ideologi, maupun gerakan-gerakan dan jaringannya. Sampai saat ini terorisme menjadi ancaman terhadap ketahanan dan keamanan negara dan juga membuat ketakutan di kalangan masyarakat. Makalah ini akan mengkaji seputar tumbuhnya terorisme baik di luar maupun dalam negeri Indonesia yang akan mengelaborasi terorisme atas nama keagamaan.Kata Kunci: Terorisme, Keagamaan, Kejahatan

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue