cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Perubahan Perspektif Rumah Lopo(Uim Lopo) Pada Masyarakat Atoin Meto Di Desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan Asti Yunita Benu; Agnes Deana Rafael
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i3.11571

Abstract

Abstract.This research was carried out with the aim of exploring and finding out why the Lopo House underwent changes, how the process of change and how the impact of the changes in the Lopo House was affected for people's lives. The method used is a qualitative method that is descriptive. With this method, efforts to interpret and understand the process of changing the Lopo house can be explained empirically. The products produced are in the lives of the people of Meto, Lopo's house is still interpreted as one of the facilities used to empower the community, because almost all decision-making processes or deliberations on various aspects of people's lives are agreed upon and decided in Lopo's house. Change in perspective on the Lopo House in the life of the Atoin Meto community in the village of Nusa, West Amanuban District, South Central Timor Regency. The Meto community in the village of Nusa, the West Amanuban District, Timor Tengah Selatan District has a Lopo home culture that reflects genelogical characteristics and community identity. Ownership, emotional ties, genealogical ties and brotherly relations with very high social solidarity are manifested in the process of making the Lopo house. However, the existence of Lopo's house in the process of supporting history and human civilization underwent changes in the level of structure, function, meaning, value, quantity and quality, even Lopo's home was difficult to find in the reality of today's society.Keywords: Lopo House, Culture, Atoin Meto Society Abstrak.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menggali dan mencari tahu mengapa rumah Lopo mengalami perubahan, bagaimana proses perubahannya dan bagaimana dampak yang ditimbulkan dari perubahan rumah Lopo tersebut bagi kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif yang bersifat dekriptif. Dengan metode ini, maka upaya memaknai dan memahami proses perubahan rumah Lopo dapat dijelaskan secara empirik. Produk yang dihasilkan adalah pada kehidupan masyarakat Meto, rumah Lopo tetap dimaknai sebagai salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat karena hampir semua proses pengambilan keputusan atau musyawarah mufakat tentang berbagai aspek kehidupan masyarakat disepakati dan diputuskan dalam rumah Lopo. Perubahan perspektif Rumah Lopo dalam kehidupan masyarakat Atoin Meto di desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat Meto di desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki budaya rumah Lopo yang mencerminkan ciri khas dan identitas masyarakat secara genelogis. Rasa memiliki, ikatan emosional, ikatan geneologis dan hubungan persaudaraan dengan solidaritas sosial sangat tinggi diwujudkan dalam proses pembuatan rumah Lopo. Namun, eksistensi rumah Lopo dalam proses sejarah dan peradaban manusia pendukung mengalami perubahan dalam tataran struktur, fungsi, makna, nilai, kuantitas dan kualitas, bahkan sulit dijumpai  rumah Lopo dalam kenyataan kehidupan masyarakat saat ini.Kata Kunci: Rumah Lopo, Budaya, Masyarakat Atoin Meto
PLAGIAT DAN PEMBAJAKAN KARYA CIPTA DALAM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Nahrowi Nahrowi
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v1i2.1541

Abstract

Abstract: Plagiarism and Piracy on copyrights Work in Intellectual Property Rights. Indonesia already has constitution on copy rights work, i.e. Constitution No. 6 Year 1982, Constitution No. 7 Year 1987, Constitution No. 12 Year 1997 and Constitution No. 19 Year 2002. Constitution on copyrights was made to protect sources of arts and cultures, also to develop Indonesian intellectual ability, so that healthy and fair competitions are guaranteed for national development. However, plagiarism and piracy acts emerge.  Moreover, plagiarism and piracy acts are done not only in Indonesia but also in the world involving respected such as reporters, academicians, professors, distinguished people, and reputable musicians or even famous companies. Keywords: copyrights, plagiarism, piracy  Abstrak: Plagiat dan Pembajakan Karya Cipta Dalam Hak Kekayaan Intelektual. Indonesia telah memiliki Undang-undang Hak Cipta, yaitu; Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982, UU Nomor 7 Tahun 1987, UU Nomor 12 Tahun 1997, dan yang terakhir adalah UU Nomor 19 Tahun 2002. Undang-undang  Hak Cipta dibuat untuk melindungi kekayaan seni dan budaya, serta pengembangan kemampuan intelektual masyarakat Indonesia agar terdapat iklim persaingan usaha yang sehat yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional. Akan tetapi, kasus plagiat dan pembajakan karya cipta semakin banyak bermunculan. Lebih parah lagi, kasus plagiat dan pembajakan karya cipta bukan hanya terjadi di Indonesia bahkan di luar Indonesia dan menimpa para tokoh terkemuka; wartawan, akademisi, professor, penerima penghargaan kelas dunia dan musisi ternama, dan perusahaan-perusahaan ternama. Kata Kunci: hak cipta, karya cipta, plagiat dan pembajakanDOI:10.15408/sjsbs.v1i2.1541
Dari Jabariyah, ke Qadariyah, hingga Islam Progresif: Respons Muslim atas Wabah Corona di Indonesia Nur Hidayah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i6.15365

Abstract

Abstract:WHO, The United Nation Health Agency, has declared COVID-19 as a global pandemic. The Indonesian government has issued some measures and policies to deal with this outbreak. Various elements of civil society have also been moving to deal with this pandemic. As the largest Muslim country, a question arises as to what extent Islam plays a role in tackling this corona outbreak. By analyzing the various responses of the Muslim community, based on primary and secondary data, this paper argues that Indonesian Muslims are polarized in responding to the COVID-19 pandemic. The spectrum extends from the 'fear zone' which considers this outbreak as having prevented them from worshiping God, to the 'learning zone', which is the majority, by accepting this outbreak as a disaster and attributing its cause to human actions damaging nature, to the 'growth zone' which takes active role in dealing with the outbreak. This diversity is influenced by the different theological believes spanning from the Jabbariyah to Qadariyah to Progressive Islam. The influence of Jabbariyah's theology leads to the attitudes of fatalism, while the influence of the Qadariyah theology leads to the attitude of accepting the plague as a disaster and attributing this pandemic to human’s excessive exploitation of nature. The influence of progressive Islamic theology leads to the flexibility of Islamic interpretations rooted in the concept of Maqasid Sharia to prioritize harm prevention over seeking benefits and Islamic teaching of amar ma'ruf nahyi munkar as a religion playing active role in social transformation.Keywords: Indonesia, Islam, Muslims, Pandemic, COVID-19, Jabbariyah, Qadariyah, Progressive Islam. Abstrak:WHO, lembaga kesehatan PBB, telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Pemerintah Indonesia mengambil serangkaian kebijakan untuk menanggulangi wabah ini. Berbagai elemen masyarakat sipil bergerak untuk membantu menanggulangi pandemi ini. Sebagai negara Muslim terbesar, timbul pertanyaan sejauh mana Islam memainkan peran dalam penanggulangan wabah corona ini. Dengan menganalisa berbagai respon komunitas Muslim terhadap wabah ini berdasarkan data primer dan sekunder, paper ini berargumen bahwa Muslim Indonesia terpolarisasi dalam merespon pandemi COVID-19 ini. Spektrum response ini terbentang dari ‘fear zone’ yang menganggap wabah ini telah menghalangi mereka dari beribadah kepada Allah, kepada ‘learning zone’ yang merupakan mayoritas dengan menerima wabah ini sebagai musibah dan teguran atas perbuatan manusia merusak alam, hingga ‘growth zone’ yang mengambil peran aktif untuk menangani wabah. Keragaman ini dilatari oleh perbedaan pengaruh teologis yang dianutnya dari spektrum Jabbariyah ke Qadariyah hingga Islam Progresif. Pengaruh teologi Jabbariyah membawa kepada sikap fatalisme, sedangkan pengaruh teologi Qadariyah membawa kepada sikap menerima wabah sebagai musibah dan mengatributkan pandemi kepada kesalahan manusia mengelola alam. Pengaruh teologi Islam progresif membawa pada kelenturan penafsiran Islam yang berakar pada konsep Maqasid Syariah untuk mendahulukan pencegahan madharat ketimbang pencarian maslahat dan ajaran amar ma’ruf nahyi munkar Islam sebagai agama yang aktif melakukan transformasi sosial.Kata Kunci: Indonesia, Islam, Muslim, Pandemi, COVID-19, Jabbariyah, Qadariyah, Islam Progresif
Kekerasan Dalam Perkawinan dan Nusyuz Dalam Hukum Keluarga di Turki, Malaysia, Sudan, Yordan dan Indonesia Fitriyani Zein
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v4i3.10290

Abstract

Abstract:The problem of marital violence and nusyuz is a phenomenon that is always present in people's lives. In fact, this is a major problem that has been highlighted in the discourse of family law thinking in Islamic countries. In this study the authors conducted analyzes and studies in several countries including Turkey, Malaysia, Sudan, Jordan, and Indonesia. From several countries, it was found that the regulation of this problem was not fully able to provide solutions and resolve cases.Keywords: Violence, Nusyuz, Family Law  Abstrak:Permasalahan tentang kekerasan dalam perkawinan dan nusyuz merupakan fenomena yang selalu ada dalam kehidupan masyarakat. Bahkan hal ini menjadi problem utama yang menjadi sorotan dalam diskursus pemikiran hukum keluarga di negara-negara Islam. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis dan kajian pada beberapa negara diantaranya Turki, Malaysia, Sudan, Yordan, dan Indonesia. Dari beberapa negara tersebut didapatkan bahwa pengaturan tentang permasalahan ini belum sepenuhnya mampu memberikan solusi dan penyelesaian kasus. Kata Kunci: Kekerasan, Nusyuz, Hukum Keluarga
HUKUM PAJAK DAN IMPLEMENTASINYA BAGI KESEJAHTERAAN RAKYAT Dwi Sulastyawati
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v1i1.1530

Abstract

Abstract: Tax Law and its Implementation for Social Welfare. Tax is one of the economic instruments of a country. Some of these taxes as a source of national income lasts more than 50% of national income. When a country has higher income taxes for example, more jobs can be created, reducing unemployment, better education and health care. Moreover, a good instrument for the distribution of income. However, the distribution of income becomes biggest economic problem today. Where the rich get richer and poor get poorer. Tax becomes an instrument to reduce the mismatch of income whether it affects the welfare of the people or not. This issue will be discussed in this paper. Keywords: Tax, Tax Law, Tax utilization Abstrak: Hukum Pajak dan Implementasinya Bagi Kesejahteraan Rakyat. Pajak merupakan salah satu instrumen ekonomi suatu negara. Sebagian pajak sebagai sumber pendapatan nasional berlangsung lebih dari 50% dari pendapatan nasional. Ketika suatu negara memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari pajak misalnya, lebih banyak pekerjaan dapat diciptakan, pengangguran mengurangi, baik pendidikan, pelayanan kesehatan dapat mencapai. Dan juga instrumen yang baik untuk distribusi pendapatan. Sedangkan distribusi pendapatan menjadi masalah terbesar saat ini ekonomi. Dimana kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin. Ketika pajak menjadi instrumen untuk mengurangi ketidakcocokan pendapatan apakah itu mempengaruhi kesejahteraan rakyat atau tidak makalah ini akan menguraikan bahwa. Kata Kunci: Pajak, Hukum Pajak, Pajak PemanfaatanDOI:10.15408/sjsbs.v1i1.1530
Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran Rizqon Halal Syah Aji
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i5.15314

Abstract

AbstractThe temporary closure of all educational institutions as an effort to prevent the spread of an outbreak of Covid-19 worldwide has an impact on millions of students, including in Indonesia. Disturbances in the teaching and learning process directly between teacher and students as well as the termination of the assessment of learning have an impact on the psychological of students, causing a decrease in the quality of skills. This burden is the responsibility of all elements of education, in particular the government, in facilitating the continuity of schools for all stakeholders in education to conduct distance education. How should Indonesia plan, prepare for and overcome co-recovery 19, to reduce the loss of education in the future.Keywords: Covid-19, school, Stakeholders, Indonesia AbstrakPenutupan sementara lembaga pendidikan sebagai upaya menahan penyebaran pendemi covid-19 di seluruh dunia berdampak pada jutaan pelajar, tidak kecuali di Indonesia. Gangguan dalam proses belajar langsung antara siswa dan guru dan pembatalan penilaian belajar berdampak pada psikologis anak didik dan menurunnya kualitas keterampilan murid. Beban itu merupakan tanggung jawab semua elemen pendidikan khususnya negara dalam memfasilitasi kelangsungan sekolah bagi semua steakholders pendidikan guna melakukan pembelajaran jarak jauh. Bagaimana mestinya Indonesia merencanakan, mempersiapkan, dan mengatasi pemulihan covid 19, untuk menekan kerugian dunia pendidikan di masa mendatang.Kata Kunci; covid-19, sekolah, steakhorders pendidikan, Indonesia
Problems of Islamic Law Compilation In Indonesia Arip Purkon
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v5i2.9406

Abstract

Abstract.Islamic Law Compilation is one of the efforts to implement Islamic law in Indonesia constitutionally. Islamic Law Compilation covers three legal fields, namely marriage, inheritance and benefiction. The Islamic Law Compilation contributes positively in providing legal certainty, especially for judges in religious courts. In addition, there are still a number of problems related to the Islamic Law Compilation, namely the issue of socialization, equality of perception and the fear of reducing Islamic law.Keywords: Islamic Law Compilation, Marriage Law, Inheritance Law, Benefaction   Abstrak.Kompilasi Hukum Islam merupakan salah satu upaya untuk mengimplementasikan hukum Islam di Indonesia secara konstitusional. Kompilasi Hukum Islam mencakup tiga bidang hukum, yaitu perkawinan, waris dan wakaf. Kompilasi Hukum Islam memberikan kontribusi yang positif dalam memberikan kepastian hukum, khususnya untuk para hakim di pengadilan agama. Selain itu, masih ada beberapa masalah terkait Kompilasi Hukum Islam, yaitu masalah sosialisasi, persamaan persepsi dan adanya kekhawatiran tereduksinya hukum Islam.Kata Kunci: Kompilasi Hukum Islam, Hukum Perkawinan, Hukum Waris, Wakaf
Pola Perlindungan Anak di Negara Muslim Resti Hedi Juwanti
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v4i1.7867

Abstract

Abstract.Maintenance of child welfare cannot be carried out by the child itself, because in essence children cannot protect themselves from various types of actions that cause mental, physical, social harm in various fields of life and livelihood.So that opportunities, maintenance and efforts to eliminate these obstacles will only can be done and obtained if the child welfare effort is guaranteed. Therefore, children must be helped by others in protecting themselves. Thus, the author would like to discuss more about the concept of child protection in Indonesia, Malaysia, Egypt and Qatar, and the position of the Convention on the Rights of the Child for the legislation of the State. The research method that the author is doing is qualitative research with a normative approach and comparative methods of law. The data collection techniques were carried out with a literature review sourced from the Convention on the Rights of the Child and the Child Protection Act in Indonesia, Malaysia, Egypt and Qatar.Keywords: Convention on the Rights of the Child, Protection of the Rights of the Child, Muslim Countries Abstrak.Pemeliharaan kesejahteraan anak belum dapat dilaksanakan oleh anak itu sendiri, karena pada hakikatnya anak tidak dapat melindungi diri sendiri dari berbagai macam tindak yang menimbulkan kerugian mental, fisik, sosial dalam berbagai bidang kehidupan dan penghidupan, sehingga kesempatan, pemeliharaan dan usaha menghilangkan rintangan tersebut hanya akan dapat dilakukan dan diperoleh bilamana usaha kesejahteraan anak terjamin. Oleh karena itu, anak harus dibantu oleh orang lain dalam melindungi dirinya. Dengan demikian, penulis ingin membahas lebih lanjut tentang konsep perlindungan anak di Negara Indonesia, Malaysia, Mesir dan Qatar,serta kedudukan Konvensi Hak Anak bagi perundang-undangan Negara tersebut. Metode penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif serta metode perbandingan hukum. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan kajian kepustakaan yang bersumber dari Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak di Negara Indonesia Malaysia, Mesir dan Qatar.Kata Kunci: Konvensi Hak Anak, Perlindungan Hak Anak, Negara Muslim
Konsep Tafakkur Dalam Alquran Dalam Menyikapi Coronavirus Covid-19 Indriya Indriya
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i3.15050

Abstract

Abstract:Tafakkur in Arabic is interpreted as an act of thinking to bridge the perceptions and conceptions of this world life to the afterlife, and from creatures to their Creator, namely Allah. Tafakkur goes beyond this life to a wider region, the hereafter, and transcends the superficiality of materialism to a deeper horizon, that is "spirit" which can motivate all external and internal activities of Muslims. According to Ibn Khaldun in the book Mukadimmah has a fairly broad understanding. Education is not only a teaching and learning process that is limited by four walls, but education is a process in which humans consciously capture, absorb, and experience natural events throughout the ages. This study aims to treat the epidemic of the Covid 19 virus corona with an Islamic Education perspective approach. This research is a qualitative research with a literature review approach. The results found that the tafakkur corona Covid 19 virus in the perspective of the Islamic religion produced findings through, namely; first, quarantine, namely isolating the area affected by the plague is an appropriate action; Second, be patient; Third, be kind and work hard; Fourth, pray a lot.Keywords: Tafakkur, Islamic Religious Education, Corona virus Covid 19 AbstrakTafakkur dalam bahasa Arab diartikan sebagai tindakan berpikir untuk menjembatani persepsi dan konsepsi dari kehidupan dunia ini ke kehidupan akhirat, dan dari makhluk ke Penciptanya, yaitu Allah Swt. Tafakkur melampaui hidup ini ke wilayah lebih luas, akhirat, dan melampaui kedangkalan materialisme menuju horizon lebih dalam, yaitu “ruh” yang dapat memotivasi seluruh aktivitas eksternal dan internal kaum muslim. Menurut Ibn Khaldun di dalam buku Mukadimmah mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. Penelitian ini bertujuan untuk men-tafakkuri wabah corona virus Covid 19 dengan pendekatan perspektif Pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan literature review. Hasil penelitian menemukan bahwa tafakkur corona virus Covid 19 dalam perspektif Agama Islam menghasilkan temuan melalui, yaitu; pertama, karantina yaitu mengisolasi daerah yang terkena wabah adalah sebuah tindakan yang tepat; Kedua, bersabar; Ketiga, berbaik sangka dan berikhtiarlah; Keempat, banyak berdoalah.Kata Kunci: Tafakkur, Pendidikan Agama Islam, Coronavirus Covid 19
Equilibrium Hak Asasi Manusia Vis-À-Vis Kompilasi Hukum Islam; Quo Vadis Relevansi Modernitas dan Keindonesiaan Sadari Sadari
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v2i2.2382

Abstract

Abstract.This paper offers hududi studies in Islamic family law contained in the Islamic Law Compilation (KHI). Meanwhile, the hududi study itself is a process of desacralization as a form of KHI products to become progressive along with modernity and Indonesianness. To realize the quo vadis, this article carries out two ijtihad thoughts, namely, rejecting thoughts that have not heed hududi (limit) and strengthening the thinking of scholars who offer new ijtihad both on the plain of concept to methodological proposals. This encouraging thought came from a Syrian figure, namely Muhammad Shahrur, through the plausibility structure. His hududi study supports Nurcholish Madjid's idea of desacralization, so that he is able to carry out coherence between KHI and the fields of human rights, democracy, nation state, civil society, and constitutionalism. So this article supports the spirit of desacralization - apart from not giving up its sacredness - which is echoed by Nurcholish Madjid through his book on the theme: Islam, Kemodernan and Keindonesiaan. The source of the study of this article is KHI, while the way to read is by using the hududi paradigm, which is armed with the adagium sabat al-nass wa harakah al-muhtawa, meaning that the text is permanent (the text is permanent) and its content is constantly changing (the content moves). So that legal norms always derive from text-based liminality, whose axis of study is centered from text to context, not the opposite from context to text.Keywords: Equilibrium, Human Rights, KHI, and Indonesian-Modernity Abstrak. tulisan ini menawarkan studi hududi dalam hukum keluarga Islam yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Sedangkan studi hududi itu sendiri merupakan proses desakralisasi sebagai wujud agar produk KHI menjadi progresif seiring dengan modernitas dan keindonesiaan. Untuk mewujudkan quo vadis tersebut, maka artikel ini melakukan dua ijtihad pemikiran yakni, menolak pemikiran yang belum mengindahkan hududi (limit, batas) dan menguatkan pemikiran para sarjana yang menawarkan ijtihad baru baik pada dataran konsep sampai pada tawaran metodologis.  Pemikiran yang menguatkan itu datang dari tokoh Syiria, yakni Muhammad Shahrur, lewat struktur kemasukakalan (plausibilitas structure). Studi hududi-nya mendukung ide dari Nurcholish Madjid tentang desakralisasi, sehingga mampu melakukan koherensi antara KHI dengan bidang HAM, demokrasi, nation state, civil society, dan konstitusionalisme.  Jadi artikel ini mendukung semangat desakralisasi – di samping tidak menanggalkan sakralisasinya – yang dikumandangkan oleh Nurcholish Madjid melalui bukunya yang bertema: Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan. Sumber kajian artikel ini adalah KHI, sedangkan cara membaca dengan memakai paradigma hududi, yang berbekal pada adagium sabat al-nass wa harakah al-muhtawa, artinya teksnya tetap (the text is permanent) dan kandungannya terus berubah (the content moves). Sehingga norma hukum selalu bersumber pada liminalitas berbasis pada teks, yang poros kajiannya berpusat dari teks menuju konteks bukan sebaliknya dari konteks menuju teks.Kata Kunci: Equilibrium, HAM, KHI, dan Modernitas-Keindonesiaan

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 1 (2023) Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue