cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
BIOWALLACEA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
MODIFIKASI KONSENTRASI SUKROSA PADA MEDIA PADAT DAN CAIR UNTUK PERTUMBUHAN KALUS TANAMAN SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa JACK.) SECARA IN VITRO Sari, Yanti Puspita
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Ant nest plant (Myrmecodia tuberosa Jack.) is a medicinal plant which belongs to Rubiaceae family. Due to its potency as anticancer, ant nest plant tends to exploit. Direct exploitation of ant nest plant from nature might cause decreasing of its nature population. Therefore, the culture of ant nest plant should be done by using tissue culture. The purpose of this research was to determine the optimum effects of sucrose concentration in solid and liquid medium to increase wet weight callus of ant nest plant by using in vitro technique. A completely randomized design (CRD) with four different sucrose concentration, is 30g/L, 60g/L, 90g/L dan 120g/L were used in solid and liquid medium. The results showed that callus treated any sucrose concentrations had crumb textured form and green to yellowish green color. The highest wet weight callus were found on solid (2.12 g) and liquid (2.03 g) medium which were treated with 30 g/L of sucrose.       Key words: Myrmecodia tuberose Jack., Sucrose, solid and liquid medium, callus weight
KANDUNGAN ANTIOKSIDAN ASAM ASKORBAT PADA BUAH-BUAHAN TROPIS Febrianti, Novi
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tropical fruits are rich in nutrients and phytochemicals that benefit our health. As source ofantioxidant, regular consumption of fruits will be useful in avoiding many degenerative diseasesparticularly caused by free radicals. The good effects of antioxidants vary from repairing tissuedamages in respiratory system, excretory system as well as reproductive system. Ascorbic acid is onepotent antioxidant that has been recorded for history. Known as Vitamin C, its concentration in fruitshas been a primary consideration for people to choose what kind of fruit they are going to consume.This experiment’s result exhibited different levels of ascorbic acid in some tropical fruits. Averageconcentration of ascorbic acid from the highest to lowest was obtained in avocado,orange, strawberry,guava, apple, papaya, tamarind and mango with their contents of 119,8; 96,8; 66,65; 49,86; 49,57; 48,4and 41,06 mg/100g, respectively. This result would be a baseline in setting the best fruit combinationto obtain maximum effects of antioxidant.Keywords: tropical fruits, antioxidants, ascorbic acid
Keanekaragaman dan Parasitasi Parasitoid Telur Walang Sangit pada Lanskap Pertanian Berbeda di Lombok Timur Jamili, Aisah
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parasitoid telur walang sangit merupakan musuh alami yang efektif dalam pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa acuta). Namun, Keefektifan musuh alami dipengaruhi oleh keanekaragaman tanaman penyusun struktur lanskap. Untuk itu perlu adanya informasi yang akurat mengenai keanekaragaman parasitoid telur walang sangit khususnya pada lanskap pertanian yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekayaan, kelimpahan, dan keanekaragaman spesies parasitoid telur walang sangit pada lanskap pertanian yang berbeda di Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan di empat desa terdiri atas Desa Aik Mel (lanskap pertanian sederhana),  Sembalun, Keruak dan Labuhan Haji (lanskap pertanian komplek). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan telur walang sangit dilakukan secara langsung dengan mencari kumpulan telur di masing-masing petak sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa kelimpahan parasitoid telur pada lanskap pertanian sederhana lebih banyak yaitu 443 ekor jika dibandingkan lanskap yang komplek yaitu 86 ekor. Kekayaan parasitod yang ditemukan ada dua spesies yaitu Hadronotus leptocorisae dan Ooencyrtus malayensis. Komposisi parasitoid telur didominasi oleh Ooencyrtus malayensis (54,63%) dan Hadronotus leptocorisae (45,36%). Persentese parasitasi tertinggi pada masing-masing desa yaitu Aik Mel (28,56%), Sembalun  (0%), Keruak (5,03%) dan Labuhan Haji (19,55%).  Hasil perhitungan indeks keanekaragaman (H’) secara keseluruhan  antara 0,00 - 0,30. Indeks dominansi(C) antara 0,00 - 0,59. Nilai indeks kemerataan (E)   berkisar  0,00 – 0,43. Keanekaragaman parasitoid telur tinggi pada lokasi dengan lanskap pertanian sederhana, selanjutnya akan berkurang pada lanskap pertanian komplek.Kata kunci:  keanekaragaman,  parasitoid telur, Leptocorisa acuta, lanskap pertanian
POTENSI EKOWISATA PADA KONSESI PT. PERTAMINA EP ASSET 5 FIELD SANGA SANGA AREAL TANJUNG UNA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA heryadi, eko
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Una merupakan wilayah konsesi PT. Pertamina EP Asset 5 Sangasanga, wilayah ini merupakan daerah semenanjung yang menjorok ke arah muara sungai Mahakam. Tanjung Una tergolong dalam ekosistem Estuaria campuran pantai berdasar lunak. Vegetasi pada area sumur minyak PT. Pertamina EP ditemukan 24 spesies pohon dengan kodominansi empat spesies, yaitu Syzygium grande, Gluta rengas, Vitex pinnata, dan Heritiera globosa. Dari pengamatan didapat 25 jenis burung dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,614 dan termasuk dalam keanekaragaman sedang, dimana kondisi ekosistem cukup seimbang. Terdapat banyak populasi Monyet ekor panjang yang hidup secara berkelompok yang terdiri dari banyak jantan dan betina dewasa. Jumlah individu dalam satu kelompok Monyet Ekor Panjang berbeda-beda dalam satu kawasan teritorinya. Besar kecilnya kelompok dalam satu kawasan tergantung pada ada tidaknya pemangsa atau kelimpahan sumber pakan. Pada daerah hutan bakau biasanya jumlah individu dalam suatu kelompok populasi Monyet Ekor Panjang berkisar antara 10-20 ekor, sedangkan untuk jumlah individu pada daerah dataran rendah atau daratan bisa berkisar lebih dari 20 ekor dalam satu kelompok populasi. Pada kawasan Tj. Una ini ditemukan pula populasi bekantan (Nasalis larvatus) yang memiliki status dilindungi (Peraturan pemerintah UU no. 7 tahun 1999; termasuk dalam daftar CITES Appendiks I). Terdapat 2 kelompok dimana 1 kelompok aktif mencari makan pada pagi hari di pinggir sungai dan kelompok lainnya aktif mencari makan di dalam kawasan khususnya pada kawasan tangki yang kosong. Kelompok bekantan ini pada sore hari sering ditemukan istirahat pada pohon-pohoon besar. Potensi wisata sangat potensial di areal tanjung Una ini, daerah ini pula dipersiapkan sebagai kawasan perlindungan/ konservasi Bekantan yang secara alami hidup dan berkembang biak di areal konsesi PT.Pertamina EP asset 5. Daya tarik lingkungan yang alami dengan keanekaragaman hayati sedang serta lokasi strategis dikawasan perairan Delta Mahakam merupakan salah satu unggulan areal ini. Diperlukan persiapan pengelolaan serta keterpaduan pengelolaan antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta di areal ini terutama PT.Pertamina EP Asset 5 Sangasanga sebagai pemilih konsesi lahan areal tanjung Una.Kata kunci. Ekowisata, Keanekaragaman hayati, Pertamina EP,  Tanjung Una
POTENSI KOMPOS TRICHODERMA sp DAN MIKORIZA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI KEDELAI DI LAHAN KERING LABULIA LOMBOK TENGAH sukmawati, Sukmawati
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Kompos Trichoderma sp dan  MVA terhadap pertumbuhan dan  hasil tanaman kedelai dan menentukan dosis kombinasi kompos Trichoderma sp dan MVA  terbaik yang dapat  memberikan pertumbuhan optimal terhadap  tanaman  kedelai  pada media tanah kering.   Untuk itu telah dilakukan penelitian di rumah kaca pada bulan Mei  -  Oktober 2014,  ditata menggunakan  Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang ditata secara faktorial,  yaitu  dosis  pupuk  kompos Trichoderma sp ( O1           = 25 gr/lubang tanam,    O 2  =  50 gr/lubang tanam,  O3=  75 gr/lubang  tanam   dan  mikoriza (M1         =10 gr per  lubang    tanam,  M2  =   15 gr/lubang  tanam.   Data dianalisis menggunakan Analisis Keragaman, dilanjutkan dengan  uji  BNJ  pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos Trichoderma sp dan inokulasi mikoriza memberikan pengaruh yang positif  terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, derajat kolonisasi mikoriza dan C/N ratio tanah serta populasi Trichoderma.  Di antara kedua faktor tampak bahwa interaksi kedua faktor (dosis kompos Trichoderma dan  mikoriza) dominan  mempengaruhi produksi kedelai di Lahan kering.Kata kunci : kompos Trichoderma sp, mikoriza, kedelai
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL HERBA PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) TERHADAP Salmonella thypi Widyaningrum, Trianik
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman patikan kebo (Euphorbia hirta L.)  mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin, dan triterpenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol herba patikan kebo   sebagai antibakteri terhadap bakteri Salmonella thypi dan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) ekstrak etanol herba patikan kebo   terhadap bakteri Salmonella thypi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak etanol herba patikan kebo (Euphorbia hirta L) dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,3%, 3,1%, 1,5% sebanyak 4 kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Pembuatan ekstrak etanol dilakukan dengan metode maserasi sedangkan uji aktibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba patikan kebo (Euphorbia hirta L.) dapat digunakan sebagai zat antibakteri terhadap Salmonella thypi. KHM tidak dapat ditentukan karena ekstrak etanol dalam keadaan keruh dan KBM adalah 50%. Kata Kunci : Antibakteri, Ekstrak Etanol Herba Patikan Kebo, Salmonella thypi
Budidaya Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) pada Berbagai Wadah Tanam dengan Pupuk Anorganik dan Organik Humaerah, Armaeni Dwi
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam yang berbeda, yaitu sistem konvensional, budidaya di polybag dan vertikultur sistem dan pengaruh pupuk anorganik dan organik dalam tiga sistem pada pertumbuhan dan hasil cabai. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk percobaan, dengan menggunakan desain split plot. Petak utama adalah tanam sistem (S), yang terdiri dari tiga jenis pengobatan, yaitu budidaya di darat (S1), budidaya dalam polybag (S2) dan budidaya dengan sistem vertikultur (S3). Sebagai anak petak adalah jenis pupuk yang terdiri dari dua perlakuan yaitu pupuk anorganik (P1) dan pupuk organik (P2). Setiap pengobatan memiliki 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sistem tanam, secara umum, tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil cabai. Jenis pupuk (organik dan anorganik) juga tidak berpengaruh signifikan. Sistem tanam hanya mempengaruhi parameter berat per buah, di mana tanaman dalam sistem vertikultur horizontal berlapis menghasilkan bobot tertinggi rata-rata per buah (1,5 gram) dibandingkan tanaman yang ditanam di tanah (1,3 gram) atau dalam polybag (1, 2 gram). Tertinggi produksi buah per tanaman diperoleh pada tanaman yang ditanam pada sistem vertikultur menggunakan pupuk anorganik (87,7 gram) dan terendah pada tanaman dalam polybag dengan penggunaan pupuk anorganik (14,9 gram). Hal ini menunjukkan bahwa ystem sverticulture dapat digunakan sebagai sistem alternatif untuk budidaya cabai pada kondisi lahan terbatas.Kata kunci: cabai keriting, sistem tanam, vertikultur, pupuk organik, pupuk anorganik
Struktur dan Komposisi Vegetasi Berdasarkan Ketinggian Kawasan Karst Gunung Kendeng Kabupaten Pati Jawa Tengah Wijayanti, Fahma
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan karst Gunung Kendeng adalah salah satu dari banyak kawasan karst di Indonesia. Tempat ini memiliki karakteristik topografi yang unik. Keunikan daerah menciptakan ekosistem hutan yang unik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman tanaman dan untuk mengetahui pengaruh ketinggian terhadap struktur dan komposisi vegetasi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Koleksi pohon digunakan metode transek, sedangkan untuk tingkat tiang, pancang dan semai digunakan garis kotak-kotak. Berdasarkan hasil penelitian ini, spesies tanaman yang ditemukan di distrik Sukolilo dan Kabupaten Tambakromo sebanyak 23 spesies, yang terdiri dari 16 family dengan nilai indeks keanekaragaman untuk setiap lokasi sebesar 2,199 dan 2,44. Tingkat keanekaragaman spesies di kedua lokasi termasuk dari kategori sedang 1 <H <3. Hasil regresi analis di kedua lokasi menunjukkan bahwa tempat ketinggian memiliki korelasi negatif terhadap tingkat keanekaragaman spesies dengan nilai r masing-masing sebesar 0785 dan 0822. Kata kunci: Keanekaragaman, Karst, Gunung Kendeng, Struktur & Komposisi Vegetasi
HUBUNGAN STRUKTUR KOMUNITAS SPESIES KELELAWAR DENGAN FAKTOR FISIK GUA: STUDI DI GUA WILAYAH SELATAN PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT fajri, siti rabiatul
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan struktur komunitas spesies kelelawar denganfaktor fisik gua: Studi di gua wilayah selatan Pulau Lombok. Struktur komunitas meliputi kekayaan spesies,kelimpahan, indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan.Sedangkan faktor fisik gua meliputi jumlahmulut gua, panjang lorong gua, lebar lorong gua, tinggi gua dan jumlah ventilasi gua.Analisis data hasilpenelitian dilakukakan denganmenggunakan analisis multivariat RDA (Redundancy analysis) dan PCA(Principal Component Analysis). Hasil RDA menunjukkan bahwa struktur komunitas (Kekayaan spesies(S), kelimpahan (N), indeks keanekaragaman (Hꞌ) dan indeks kemerataan (E)) berkorelasi positif denganpanjang gua (PG) dengan R=0,5707, lebar gua (LG) dengan R=0,4812 dan tinggi gua (TG) denganR=0,0169 dan struktur komunitas berkorelasi negatif dengan mulut gua (MG) dengan R= -0,0801 danventilasi gua (VG) dengan R= -0,3439.Sedangkan hasil analisis PCAmenunjukkan bahwa terdapat 4komunitas terpisah dalam 4 titik axis yang berbeda.Pada axis 1 terdapat 2 komunitas yaitu komunitas guaKenculit dan komunitas gua Pantai Surga.Sedangkan axis 2, 3 dan 4 masing-masing satu komunitas yaitu gua Gale-gale, gua Raksasa dan gua Buwun.Kata Kunci:Kelelawar, Struktur komunitas dan fisik gua
EVALUASI NILAI NUTRISI PAKAN DAN TINGKAT PREFERENSI PERKUTUT (Geopelia striata) TERHADAP PAKAN YANG DIBERIKAN PADA PEMELIHARAAN EX-SITU Purnamasari, Dwi Kusuma
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui nilai nutrisi berbagai pakan perkutut dan tingkat preferensi perkutut terhadap pakan yang diberikan pada pemeliharaan secara ex-situ. Tahap I, evaluasi nilai nutrisi gabah lampung, milet, jewawut, dan ketan hitam. Tahap II, sebanyak 20 ekor perkutut diberikan 4 jenis pakan secara sistem cafetaria selama 1 bulan. Pemberian pakan berdasarkan 10% dari bobot badannya secara ad libitum. Parameter yang diamati adalah: kandungan nutrisi pakan, tingkat preferensi dan pertambahan bobot badan (PBB). Data ditabulasi dan dilakukan pembahasan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-empat jenis pakan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap sebagai sumber energi untuk meningkatkan produksi perkutut. Tingkat preferensi tertinggi pada pakan milet (2.08g/ekor/hari) atau nilai preferensi 37.21%, jewawut (2.01g/ekor/hari) atau 35.96%, ketan hitam (1.17g/ekor/hari) atau 20.93%, dan gabah lampung (0.32g/ekor/hari) atau 5.72% dan PBB berkisar 0.026 – 0.231 g/ekor/hari. Kesimpulan bahwa ke-empat jenis pakan memiliki kandungan nutrien yang saling melengkapi dan perkutut memiliki kemampuan memilih pakan yang dibutuhkan bagi tubuhnya.Kata kunci: perkutut, pakan, nutrisi, preferensi, ex-situ