cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
BIOWALLACEA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
EFEKTIFITAS PUPUK SUPER BIONIK DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria sp.
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Super Bionik dengandosis berbeda terhadap pertumbuhan Gracilaria sp. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi tambakDusun Mpol Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat selama 40 hari.Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut : Pupuk Super Bionik, Gracilariasp., tali ris, keranjang, bambu, dan tali pengikat. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalahsebagai berikut : timbangan analitik, pH meter, termometer, DO meter, refraktometer, ember, gelasukur, dan pengaduk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dosis Pupuk Super Bionik yang berbeda sebagai perlakuan,terdiri dari 7 aras (0, 25, 50, 75, 100, 125, 150 ml/1l air) dan dilakukan 4 kali pengulangan. Metodebudidaya yang digunakan adalah metode lepas dasar yang dilakukan di tambak. Metode pemeliharaan ini dilakukan dengan cara meletakkan bibit tersebut di dasar tambak. Rumput laut Gracilaria sp. di tempatkan dalam keranjang plastik yang ukuran 30 cm x 20 cm. Hasil penelitian menyatakan bahwa, laju pertumbuhan spesifik P1 (1,656), P2 (1,929), P3 (2,083), P4 (1,575), P5 (1,338), P6 (1,186) dan P7 (0,788) %/ hari. Berat basah P1 (188), P2 (233), P3 (252), P4 (176), P5 (141,75), P6 (121,5) dan P7 (74,75) g. Berat kering P1 (56,5), P2 (60,25), P3 (58,5), P4 (50,25), P5 (47), P6 (42,75) dan P7 (39,25). Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dalam lingkup penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Pupuk Super Bionik dengan dosis 50 ml/l adalah dosis terbaik dengan pertumbuhan spesifik sebesar 2,038 % dan menghasilkan berat basah sebesar 252 g dan berat kering sebesar 58,5 g.Kata Kunci : Gracilaria sp., tambak, pemupukan, pertumbuhan spesifik
PENGARUH KEHADIRAN HEWAN PENDAMPING TERHADAP ABALON Halotis asinina PADA SISTEM MULTI TROPHIC SEA FARMING Faturrahman, Faturrahman
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abalon (Haliotis asinina Linn. 1758) merupakan siput laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Budidaya abalon tropis secara monokultur menunjukkan produktivitas rendah dan disertai dengan tingginya angka mortalitas. Sistem Multi Trophic Sea Farming  merupakan inovasi baru pada budidaya abalon yang diharapkan dapat mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan abalon secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi laju pertumbuhan abalon Haliotis asinina pada sistem  MTSF yang diberi beberapa jenis hewan pendamping. Penelitian ini dilakukan di perairan laut Gerupuk, Lombok Selatan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan abalon berdasarkan pertambahan ukuran panjang cangkang, bobot, dan kelangsungan hidup. Data pertumbuhan dianalisis menggunakan analisis ragam dengan pola rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot badan tertinggi diperoleh pada abalon yang disandingkan dengan kakap dan makroalga yaitu 1,482 g/hari, sedangkan nilai terendah pada abalon yang disandingkan dengan kerapu bebek dan makroalga yaitu 1,014 g/hari. Sedangkan pertumbuhan panjang cangkang tertinggi diperoleh pada  abalon yang disandingkan dengan lobster dan makroalga yaitu 0,358 cm/30 hari, sedangkan nilai terendah pada abalon yang disandingkan dengan kerapu bebek dan makroalga, yaitu 0,107 cm/30 hari. Kelangsungan hidup abalon mencapai 100% pada tiap perlakuan. Kata kunci: Abalon Haliotis asinina, Multi Trophic Sea Farming
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUNGA CELOSIA Mastuti, Retno
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Celosia merupakan salah satu kelompok tumbuhan C3 dari famili Amaranthaceae yang telah banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tumbuhan ini berkhasiat antara lain sebagai antiinflamsi dan menghentikan pendarahan. Hal ini diduga disebabkan oleh kandungan minyak lemak, kaempferitrin, amarantin, dan pinitol, pada bagian bunga yang berwarna merah dan kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol pada daun. Celosia memiliki banyak varian berdasarkan bentuk dan warna bunga maupun daun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol beberapa sampel bunga Celosia yang tumbuh di wilayah Jawa Timur. Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) digunakan untuk menguji komponen fitokimia pada sampel bubuk bunga kering yang diekstrak dengan etanol. Kuantifikasi kandungan pigmen betasianin dilakukan dengan metode spektrofotometri. Kandungan total fenol diukur dengan spektrofotometer menggunakan reagen Follin-Ciocalteu. Aktivitas antioksidan diukur berdasarkan metode DPPH, ABTS dan FRAP dan selanjutnya hubungannya dengan kandungan total fenol dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga Celosia mengandung alkaloid, saponin/tanin, flavonoid dan polifenol dan pigmen betasianin. Ekstrak bunga Celosia TW1 memiliki kandungan total fenol dan kapasitas antioksidan paling tinggi dibanding sampel bunga yang lain. Sebagian besar ekstrak bunga Celosia memiliki kemampuan tinggi menangkap radikal bebas tetapi kemampuan reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ rendah.  Kata kunci: Celosia, etanol, fitokimia, khromatografi lapis tipis
Kelimpahan dan Komposisi Fitoplankton di Perairan Pantai Mapak Sekarbela Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat Cokrowati, Nunik
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi fitoplankton yang ada di perairan pantai Mapak Sekarbela Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode survey pada 7 stasiun di perairan pantai Mapak pada bulan November 2014. Analisa kelimpahan dan komposisi fitoplankton dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan yang ada di Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan atau kepadatan fitoplankton di perairan pantai Mapak pada bulan November 2014 adalah 368.000 sel/liter. Teridentifikasi 18 spesies fitoplankton yaitu Coscinodiscus bohemii, Skeletonema, Guinardia, Rhizosolenia, Ceratium fusus, Thalassionema, Navicula, Hemialus, Chaetoceros, Pleurosigma, Dinophysis, cyilindroteca, Detonula pumila, Ceratium tripos, Cyanobacter, Thalassiosira, Pseudo-nitzschia, dan Dytilum. Indeks keragaman fitoplankton perairan pantai Mapak adalah 1,76 dan merupakan kategori stabilitas komunitas biota sedang. Indeks kemerataan fitoplankton adalah 0,85 dan nilai tersebut menunjukkan bahwa keseragaman antar spesies fitoplankton di perairan pantai Mapak pada Bulan Oktober 2014 cenderung seragam.  Kata Kunci : spesies, kelimpahan, Indeks keragaman, Indeks keseragaman
KONSEPTUAL MODEL DINAMIKA NITROGEN DALAM SISTEM INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA) MENGGUNAKAN Penaeus monodon, Crassostrea sp. dan Gracilaria sp Astriana, Baiq Hilda
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktifitas budidaya komoditas laut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan komoditas laut. Keinginan untuk meningkatkan kualitas spesies yang dibudidaya mendorong para pembudidaya untuk mengembangkan budidaya intensif yang dalam praktiknya menggunakan pakan yang kaya akan nutrien. Akan tetapi, di balik keuntungan yang dijanjikan dari budidaya secara intensif, timbul masalah baru. Air yang digunakan untuk membudidayakan suatu komoditas laut akan menjadi kaya akan nutrien. Salah satu unsur yang terakumulasi dalam air tersebut dan berasal dari pakan adalah nitrogen. Jika dibuang ke laut, air yang kaya akan nitrogen dapat memicu eutrofikasi yang pada akhirnya dapat merusak ekosistem laut. Integrated Mutli-trophic Aquaculture  (IMTA) yang dikembangkan dari konsep polikultur, dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan ini. IMTA merupakan suatu cara budidaya suatu spesies dengan memanfaatkan biota lain (biofilter) untuk mengurangi kontaminan yang dihasilkan. Agar dapat memahami dinamika nitrogen dalam sistem ini, maka dibuatlah suatu model yang menggambarkan interaksi antar berbagai parameter yang dapat mempengaruhi konsentrasi keluaran nitrogen dari sistem IMTA. Model ini dibuat dengan menggabungkan tiga model dinamika nitrogen yaitu model pada kolam udang (sebagai spesies utama), rumput laut (biofilter), dan oyster (biofilter) yang diadopsi dari beberapa studi yang sudah ada. Dengan adanya model ini, diharapkan implementasi IMTA yang bertujuan untuk meminimalisir konsentrasi unsur seperti nitrogen pada air limbah budidaya udang dapat dilakukan secara tepat. Kata Kunci : Nitrogen, IMTA, Panaeus monodon, Crassostrea sp., Gracilaria sp.
INVENTARISASI ARTHROPODA TANAH GUNUNG API PURBA NGLANGGERAN Kusumo, Hendro
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung api purba Nglanggeran sangat unik karena termasuk gunung tersier dengan iklim transisi dari basah ke arah kering (Jawa Barat–Jawa Timur) sehingga menarik untuk diteliti. Keberadaan suatu jenis arthropoda di kawasan Nglanggeran tentu memiliki keunikan disebabkan kondisi edafik, klimatik, dan vegetasi dari gunung api purba. Penelitian yang ada masih terbatas, sehingga menarik untuk mengetahui jenis arthropoda tanah yang hidup dan dijumpai di Gunung api purba Nglanggeran. Penelitian dilaksanakan pada April-Mei 2014. Penelitian dilakukan dengan membagi areal dalam lima kelompok (zona) yaitu : Zona pertama Song Gudel, Zona kedua Senthong (Gardu pandang 1), Zona ketiga Tlatar Gedhe (Gardu pandang 2), Zona keempat gardu pandang 3, dan Zona kelima gardu pandang 4. Metode pengambilan sampling menggunakan pitfall trap yang dipasang malam dan pagi hari secara purposive random. Identifikasi menggunakan Brewer (1981) dan Lilies (1991). Hasil penelitian menunjukkan arthropoda tanah yang dijumpai terdiri dari 5 ordo, terdiri dari 4 Familia yakni : Carcinophoridae, Formicidae, Dermastidae, Blatidae, Tettigoniidae, Blatidae; 1 sub Familia yakni : Dorylinae, dan 3 Genus yakni : Lycosa; Formica; Raphidophora di setiap pos yang berbeda-beda pada malam dan siang hari. Kata kunci: Nglanggeran, Arthropoda tanah
MIKROORGANISME FERMENTOR PADA PROSES PEMBUATAN Pilek U Rinaldi, Rivan
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pliek u merupakan makanan hasil fermentasi kelapa yang sudah dimanfaatkan sejak lama oleh masyarakat Aceh untuk dikonsumsi sebagai bumbu masak dan sambal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mikroorganisme yang berperan sebagai fermentor pada proses pembuatan pliek u (patarana). Mikroorganisme fermentor diisolasi dari substrat kelapa sebelum dan sesudah proses fermentasi. Mikroorgansime yang diamati adalah jamur dan bakteri, jamur diidentifikasi menggunakan teknik slide culture sedangkan bakteri mengunakan pewarnaan Gram. Hasil penelitian ini diperoleh 6 jenis jamur dan 3 jenis bakteri dari kelompok bakteri Gram positif. Jenis jamur hasil isolasi yaitu  Microascus sp., Sordaria sp., dan Curvularia sp., yang berasal dari substrat kelapa sebelum fermentasi dan Thicurus sp., Acremonium sp., Sordaria sp., dan Gonytrhicum sp., yang berasal dari substrat kelapa selelah proses fermentasi. Kata Kunci : Pliek U, Mikroorganisme, Fermentasi
STUDI PAKAN ALAMI DAN PERILAKU MAKAN BEKANTAN (Nasalis larvatus wurmb.) DI KAWASAN KONSESI PT. PERTAMINA EP ASSET 5 SANGASANGA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Hendra, Medi
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The forest areas in Delta Mahakam were decreasing annually and it has been impact directly to wildlife which used these forests as food sources and live on it. One of those species is proboscis monkey (Nasalis larvatus Wurmb.), a rare and endemic species of Kalimantan. Research on feeding behavior and ecological can be used in the effort to habitat preservation and protection of proboscis monkey in that area. The aims of this study was to determine the natural feeding plants which used and the feeding behavior by proboscis monkey (N. larvatus Wurmb.) along Kutai Lama Dalam River, Tanjung Una and Muara Sanga-sanga on Kutai Kartanegara regency, East Kalimantan. The research was conducted in June to July 2014. The method used in this study was direct observation, data collection, sampling, herbarium preparation and identification of herbarium plant species. Observations carried out 2 times a day at 08:00 to 10:00am and 16:00 to 18:00pm for 30 days observation. The results was obtained 18 plants of species categorized as natural feeding plants of proboscis monkeys, 6 of them is the main feed (Ficus benjamina L., Sonneratia caseolaris L. Syzygium grande Wight. Gluta rengas L., Gluta wallicii Hook. and Heritiera ellata Ridl), and the rest of them was a food supplement. The Ficus benjamin L. has the highest percentage of feeding sources (44, 8%), whereas the leaves (95,64 %) was the highest part to consumed. The feeding behavior of proboscis monkey along river in Kutai Lama Dalam generally start with foraging activity, and later was the activity of taking and putting food into the mouth. The difference in feeding behavior was showed based on the type of plants consumed by the proboscis monkey. Key words:  Natural plant feed, plant identification, proboscis  monkey (Nasalis larvatus Wurmb.), Delta Mahakam
PROFIL LINGKUNGAN TUMBUH PISANG TONGKAT LANGIT (Musa troglodytarum L.)DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Hiariej, Adriana
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di semua propinsi di Indonesia tumbuh baik pisang liar maupun pisang yang sudah di budidayakan.Pisang Tongkat Langit dengan nama ilmiah Musa troglodytarum L. adalah jenis pisang yang tandannya tegak ke atas dan merupakan tanaman endemik di daearah Indonesia Timur, yaitu Maluku dan Papua. Oleh masyarakat Maluku dikenal dengan nama ”Pisang Tongka Langit”. Propinsi Maluku merupakan bagian dari wilayah Timur Indonesia, dijuluki daerah seribu pulau terdiri dari pulau-pulau kecil yang dipisahkan oleh laut.Wilayahnya bervariasi baik dari faktor geografis, edafik dan iklim.Perbedaan tersebut tentu sangat berpengaruh pada keragaman fenotipik dan genetik organisme termasuk pisang Tongkat Langit sebagai akibat interaksi dengan lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lingkungan tumbuh pisang Tongkat Langit di kabupaten Maluku Tengah.Metode eksplorasi dilakukan untuk mendeskripsi profil lingkungan meliputi suhu, kelembaban, salinitas sedangkan sampel tanah dari lingkungan tumbuh diambil untuk dianalisis, di laboratorium kimia tanah UB Malang dengan metode kering oven. Data profil lingkungan dideskripisikan secara deskriptif dan dianalisis dengan analisis cluster Indeks Bray Curtis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman profil lingkungan tumbuh meliputi suhu (13-32°C), kelembaban (8-30%), salinitas( 0.21- 1.5 mS), pH 5.2-7.3), C.organik (1.83-5.23%), N. total (0.21-0.59%), C/N (8-12), P (2.22-23.19 mg kg-1), K, Na, Ca, Mg, KTK, jumlah basa (0.16-1.41, 0.24-1.82, 5.02-23.81, 1.07-3.32, 2.22-23.19, 8.64-27.68 me/100g), KB (43-92%), pasir (3-70%), debu (25-78%) dan liat (0-28%). Hasil analisis cluster menunjukkan bahwa terdapat 2 cluster utama dengan nilai similaritas 0,68-0,96. Dari keragaman profil lingkungan dapat dijelaskan ketersedian unsur hara sangat dipengaruhi oleh reaksi pH tanah, bahan organik, KTK, KB tekstur dan struktur tanah serta kehidupan mikroorganisme yang penting bagi pertumbuhan maupun produksi pisang tongkat langit.Untuk suhu, kelembaban, dan salinitas.dikatakan masih mendukung pertumbuhan pisang tongkat langit di kabupaten Maluku Tengah.  Kata Kunci :Musa troglodytarum L., Lingkungan tumbuh, Maluku Tengah
ANALISIS VEGETASI KAWASAN RESAPAN MATA AIR DESA AIK BUKAK LOMBOK TENGAH sukinan, Sukiman
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi kawasan resapan air dalam mengatur tata air di sekitar sumber mata air sangat ditentukan olehvegetasi yang menutupi kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik vegetasikawasan resapan air pada sumber mata air di desa Aik Bukak, Lombok Tengah. Analisis vegetasi dilakukanpada sembilan petak contoh berukuran 20 m x 20 m yang ditempatkan secara acak. Vegetasi kawasanresapan air pada mata air Desa Aik Bukak terdiri dari 49 spesies tumbuhan berkayu dan 26 spesies herba.Kawasan resapan mata air Dare Dendeng mempunyai jumlah spesies paling banyak dengan jenis dominanBajur (Pterospermum javanicum), sedangkan jumlah spesies paling sedikit ditemukan pada sumber mata airkolam Aik Bukak dengan jenis dominan Dao (Dracontomelon dao). Indeks diversitas vegetasi di ketigalokasi penelitian termasuk kategori sedang-tinggi pada kisaran 4,14-4,47. Stratifikasi vegetasi di daerahresapan air Desa Aik Bukak memperlihatkan pola strata yang berbeda di ketiga lokasi. Jenis tumbuhan yangspesifik ditemukan di ketiga sumber mata air di lokasi penelitian adalah dao (D. dao), mahoni (S. macrophylla) dan beringin (F. benjamina).Kata kunci: vegetasi, mata air, aik bukak, diversitas