cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
BIOWALLACEA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
APLIKASI BIOKOMPOS DENGAN BEBERAPA SUPLEMEN DAN BIOCHAR HASIL FERMENTASI JAMUR Trichoderma spp. UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN KEDELAI DI LAHAN KERING Sanuriza, Irna
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan kedelai yang diperlakukan dengan biochar hasil fermentasi jamur Trichoderma spp. dengan biochar tanpa fermentasi, 2) untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan kedelai yang diperlakukan dengan biokompos suplemen cangkang rajungan dengan biokompos suplemen dedak, 3) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara perlakuan biochar dengan biokompos. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat mulai bulan juni sampai Agustus 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan percobaan di lapangan. Penelitian ini dirancang menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu biochar dan biokompos. Faktor 1 adalah  aplikasi biochar (B) terdiri atas empat aras yaitu C0 = Tanpa biochar, C1 = Biochar non Fermentasi 20 ton/ha, C2 = Biochar Fermentasi 20 ton/ha, C3 = Biochar Fermentasi 10 ton/ha, dan Faktor 2 yaitu faktor dosis biokompos  (B) tediri atas tiga  aras yaitu B1 = Tanpa pemberian Biokompos, B2 = 15 ton biokompos suplemen bekatul/ha, B3 = 15 ton biokompos suplemen cangkang rajungan /ha.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biochar fermentasi jamur Trichoderma spp.  dosis 10 ton/ha memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi. Biokompos suplemen dedak dosis 15 ton /ha memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi dan brangkasan basah tanaman kedelai di lahan kering. Perlakuan biokompos suplemen cangkang rajungan fermentasi jamur Trichoderma spp. dosis 15 ton /ha berpengaruh nyata terhadap semua variabel pertumbuhan. Tidak terdapat interaksi antara biokompos dan biochar terhadap pertumbuhan tanaman kedelai di lahan kering.Kata Kunci: Biochar, Fermentasi, Biokompos, Trichoderma, kedelai
Mekanisme Penyebaran Virus Avian influenza Subtipe H5N1 pada Burung Air Liar dan Unggas Peliharaan di Kawasan Cagar Alam Pulau Dua Serang Elfidasari, Dewi
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan Virus Avian Infnluenza (VAI) subtipe H5N1 pada burung-burung air liar dan unggas peliharaan di kawasan Cagar Alam Pulau Dua (CAPD) telah berhasil dideteksi melalui analisa serologi dan imunologi yang dilakukan pada tahun 2007-2013. Hal ini membuktikan bahwa VAI subtipe H5N1 telah menyebar di kawasan CAPD, Serang Propinsi Banten. Akan tetapi hingga saat ini informasi yang menjelaskan mekanisme penyebaran VAI subtipe H5N1 antar spesies dan intra spesies di kawasan CAPD masih terbatas. Untuk itu dilakukan analisa terhadap proses penyebaran VAI subtipe H5N1 di kawasan tersebut.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme penyebaran VAI subtipe H5N1 di kawasan CAPD diebabkan karena adanya transmisi VAI subtipe H5N1 yang terjadi melalui secara langsung maupun tidak langsung. Transmisi langsung VAI subtipe H5N1 dapat terjadi apabila virus tersebut menginfeksi unggas air atau hewan lain melalui kontak langsung dan tanpa melalui suatu media. Transmisi tidak langsung terjadi melalui media seperti air yang menjadi sumber minum bagi burung air liar maupun unggas peliharaan dan telah tercemar virus AI subtipe H5N1. Mekanisme tidak langsung juga terjadi pada saat adanya pemanfaatan sumber bahan pakan yang sama di lokasi yang sama. 
PERAN MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN SAMPAH TERHADAP ANCAMAN SUMBER DAYA AIR DI LINGKUNGAN MONJOK CULIK KOTA MATARAM 2013 Supinganto, Agus
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu bagian dari kawasan Wallacea pulau Lombok atau dulu dikenal dengan sebutan sunda kecil memiliki kekayaan alam yang sangat beragam termasuk kawasan perairanya baik sungai maupun lautnya. Sungai jangkuk merupakan salah satu sumber daya air yang melintasi pemukiman lingkungan Monjok Culik kota Mataram. Sungai Jangkuk memperlihatkan adanya, indikator pencermaran bahan kimia, biologi dan indikator kandungan Eschericia coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pernan masyarakat dalam mengendalikan sampah terhadap pencemaran sumber daya air di Lingkungan Monjok Culik kota Mataram dengan harapan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan survei rumah tangga (Household Survey). Populasi dalam penelitian ini adalah semua Kepala keluarga di Lingkungan Monjok Culik yang berjumlah 1119 Keluarga. Besar sampel penelitian ini berjumlah 92 dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Sedangkan instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner.Dari hasil penelitian ini memperlihatkan 73.82% masyarakat masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan. Perilaku buruk masyarakat tersebut dilakukan bukan karena masyarakat tidak mengetahui perilakunya tersebut dapat merusak kualitas atau ketersediaan  sumber daya air, melainkan karena kurangnya kesadaran dan kepedulian dari masyarakat itu sendiri terhadap kualitas sumber daya air.Kata kunci : sampah, peran, air, masyarakat
KERAGAMAN FENOTIPIK GENERASI 2 JAGUNG LOKAL SULAWESI SELATAN DAN JAGUNG ASAL CIMMYT UNTUK PEMBENTUKAN JAGUNG PROVITAMIN A Juhriah, Juhriah
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan penderita defisiensi vitamin A membutuhkan produk pangandengan kandungan provitamin A yang tinggi. Informasi tentang keragaman fenotipik pada jagungsangat diperlukan dalam mendukung program untuk menghasilkan varietas unggul jagungProvitamin A. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi keragaman fenotipik dan mengkonstruksidendrogram kekerabatan berdasarkan kesamaan fenotipik dari 9 generasi 2 hasil selfing jagung lokalSulawesi Selatan , 2 calon varitas jagung provitamin A asal CIMMYT dan 2 varitas nasional .Penanaman benih jagung dilaksanakan di KP Balitsereal Maros disusun dalam rancangan AcakKelompok (RAK) 13 perlakuan dan 3 kelompok. Metode Analisis Fenotipik mengikuti petunjukKebaruan, keunikan, Keseragaman dan Kestabilan (BUSS). Data keragaman fenotipik dianalisismenggunakan program NTSYS, koefisien kesamaan dengan Simple Matching Coefficient (SMC) danpengelompokan dengan Unweighted Pair Group Aritmathic Analysis (UPGMA). Hasil Penelitianmenunjukkan bahwa nilai kesamaan fenotipik antara 0,53 sampai 0,88. Dendrogram menunjukkanbahwa jagung lokal Bata Pulu Kuning (BPK) dan Biralle Bakka Didi (BBD), Carotenoid Syn 3 (CST)dan Srikandi Kuning 1 (SKG) masing-masing membentuk kelompok pada derajat kesamaan 0,88.Hasil analisis variansi beberapa karaktek kuatitatif pertumbuhan dan produksi menunjukkan bahwapanjang daun, tinggi tanaman, panjang tongkol, jumlah baris biji pertongkol dan jumlah bijiperbaris memberikan hasil yang berbeda nyata.Kata Kunci: Fenotipik, jagung lokal Sulawesi Selatan, CIMMYT
ISOLASI DAN UJI BAKTERI PENGAKUMULASI TEMBAGA Suharjono, Suharjono
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembaga (Cu) dan senyawa mengandung Cu tersebar luas di ekosistem tanah sebagai konsekuensi berbagai aktivitas manusia. Perkembangan industri tembaga serta produk industri fungisida dan bakterisida telah mencemari dan merusak lingkungan hidup. Tembaga merupakan mikronutrien penting dan kofaktor bagi berbagai enzim organisme. Beberapa bakteri memiliki plasmid dengan kemampuan mengakumulasi Cu yang memungkinkan untuk digunakan sebagai alternatif bioremediasi ekosistem tercemar tembaga. Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi dan menguji kemampuan bakteri mengakumulasi Cu dari tanah. Tahapan penelitian meliputi sampling tanah tercemar Cu, isolasi bakteri dengan media LB agar mengandung 10 μM CuCl2.2H2O, seleksi bakteri paling resisten konsentrasi tinggi Cu, dan uji akumulasi Cu. Pada uji akumulasi Cu, bakteri ditumbuhkan dalam medium MJS yang mengandung 10 μM CuCl2.2H2O dalam waktu 24 jam. Pertumbuhan jumlah sel bakteri diukur menggunakan Biophotometer (Eppendorf) 600 nm dan konsentrasi Cu diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometer (AAS) pada panjang gelombang 327,4 nm. Hasil penelitian menunjukkan isolat C5 dan A4 secara berurutan mampu mengakumulasi Cu sebesar 54,72 % dan 10,16 % lebih rendah dibandingkan isolat acuan AgV2, MBP, dan TB1 yang secara berurutan memiliki potensi akumulasi Cu sebesar 73,88 %, 71,4 %, 60,99 %. Bakteri isolat B3 tidak mampu mengakumulasi Cu tetapi toleran pada konsentrasi 25 mM.Kata kunci: akumulasi, bakteri, isolasi, tembaga
Analisis semikuantitatif ekspresi auxin induced genes family pada mutan heterosigot Auxin Binding Protein1 (abp1/ABP1) Arabidopsis thaliana Effendi, Yusuf
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Auksin merupakan fitohormon sentral yang banyak berperan dalam pengaturan fungsi dan regulasi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Walau demikian informasi tentang mekanisme molekular sinyal auksin khususnya bagaimana sel tanaman merespon auksin pada specific membrane bounded auxin receptor masih sangat terbatas jumlahnya. Auxin Binding Protein1 (ABP1) merupakan satu-satunya kandidat membrane bounded auxin receptor pada tanaman yang fungsi dan mekanisme kerjanya masih belum banyak diketahui. Dalam penelitian ini, fungsi gen ABP1 dianalisis dengan mengukur ekspresi auxin induced genes family, yakni IAA gene family (IAA3,  IAA5,  IAA14,  IAA19,  dan  IAA20), GH3 genes family (GH3-3, dan GH3-5) dan gen SAUR1 pada mutan heterosigot ABP1 (abp1/ABP1) menggunakan metode semikuantitatif PCR. Data ekpresi gen dicatat setelah mutan T-DNA heterosigot abp1/ABP1 dan wild type Arabidopsis thaliana diperlakukan dengan menambahkan asam indol asetat (IAA) (0.03µM dan 0.1µM). Gen ACTIN digunakan sebagai gen referensi. Hasil menunjukkan adanya reduksi dan delay ekpresi sebagian besar auxin induced genes yang dianalisis pada mutan T-DNA heterosigot abp1/ABP1 dibandingkan dengan wild type 30 menit pasca penambahan IAA. Dari eksperimen ini dapat disimpulkan bahwa mutasi gen ABP1 berimplikasi pada reduksi dan delay ekpresi auxin induced genes. Penelitin ini juga mengindikasikan potensi ABP1 sebagai reseptor auksin pada tanaman.  Kata kunci :  ABP1, Auksin, ekspresi semikuantitatif, auxin-induced gene families
Pemanfaatan Sisa Biomassa Tanaman Ganyong Sebagai Media Tambahan Pertumbuhan Jamur Tiram Pambudi, Arief
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ganyong (Canna edulis) merupakan salah satu tanaman berumbi penghasil pati. Setelah umbi dipanen, umumnya sisa biomassa ganyong tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai sampah. Pemanfaatan sisa biomassa ganyong dapat menjadi praktik pertanian zero waste. Sisa biomassa tanaman ganyong masih mengandung lignin dan selulosa yang memungkinkan digunakan sebagai media tumbuh jamur kayu, salah satunya jamur tiram. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pertumbuhan jamur tiram pada baglog media dengan beberapa konsentrasi biomassa ganyong sebagai substitusi penggunaan serbuk gergaji. Lima macam perlakuan berturut-turut 100% serbuk gergaji (A), 75% serbuk gergaji + 25% biomassa ganyong (B), 50% serbuk gergaji + 50% biomassa ganyong (C), 25% serbuk gergaji + 75% biomassa ganyong (D), dan 100% biomassa ganyong (E).  Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dan analisis data dilakukan dengan uji ANOVA diteruskan dengan uji lanjut DMRT. Dari kelima perlakuan, perlakuan C (proporsi seimbang antara serbuk gergaji dan biomassa ganyong) memberikan hasil pertumbuhan terbaik dalam hal umur panen, jumlah tubuh buah, bobot basah dan kering, serta efisiensi biologis. Sisa biomassa ganyong dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media tambahan dalam produksi jamur tiram disamping penggunaan serbuk gergaji. Kata Kunci: biomassa ganyong, media alternatif jamur tiram, pertanian zero waste
INVENTARISASI ANGGOTA INVERTEBRATA BENTHIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SUNGAI SANGON, KOKAP, KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA hanafi, yahya
BIOWALLACEA Vol 1, No 3 (2015): BioWallacea Vol 1 No 3
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Sangon merupakan salah satu sungai yang terdapat di wilayah kecamatan Kokap, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta dan disekitar alirannya terdapat kegiatan pertambangan emas tradisional. Dampak proses kegiatan pengolahan dan penambangan emas secara tradisionalberpotensi masuk ke perairan Sungai Sangon dan dapat mengubah kondisi fisiko kimiawi perairan dan sedimen sungai. Perubahan parameter fisiko-kimiawi perairan dan sedimen akan direspon oleh biota  yang hidup di sungai, salah satunya adalah invertebrata benthik. Penelitian dilaksanakan pada akhir musim penghujan, bulan Maret – April 2013. Pengambilan sampeldilakukan sebanyak 3 kali dengan jeda 2 minggu (07 Maret 2013, 23 Maret  2013, 07 April 2013). Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi 4 stasiun : Stasiun I (hulu sungai); Stasiun II (dekat penambangan emas); Stasiun III (digunakan untuk MCK warga); Stasiun IV (sebelum pertemuan dengan cabang Sungai Papak).  Pengambilan sampel invertebrata benthik menggunakan alat Surber Sampler. Penelitian ini bertujuan untukmenginventarisasi anggota invertebrata benthik yang dapat menjadi bioindikator kualitas perairan Sungai Sangon, Kokap, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.  Jumlah cacah famili yang dijumpai selama penelitian yaitu  35 famili. Kelompok famili yang toleran terhadap polutan meliputi : Baetidae, Elmidae, Pleidae, Chironomidae, dan Tubificidae (moderat – toleran). Kelompok famili yang tidak toleran terhadap polutan meliputi : Heptageniidae, Caenidae, Perlidae, Aeshnidae dan Ephemerellidae (intoleran). Kata kunci: Sungai Sangon, bioindikator, invertebrata benthik
DAYA MANGSA TOKEK (Gekko gecko. L) TERHADAP KECOA (Periplaneta americana. L) DAN PREFERENSI DALAM MEMILIH BEBERAPA JENIS MANGSA Yanuwiadi, Bagyo
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari daya mangsa tokek (G. gecko) terhadap kecoa (P. americana) dan preferensi tokek dalam memilih beberapa jenis mangsa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak Tokek mampu memangsa mangsanya dan Tokek tersebut lebih memilih jenis mangsa apa. Hasil penelitian ini akan berguna untuk melihat seberapa jauh Tokek dapat digunakan sebagai agen pengendali berbagai jenis serangga yang merugikan. Pada penelitian ini tokek diberi dua perlakuan yaitu yang pertama tokek diberi makan dengan kecoa (P. americana), perlakuan yang kedua untuk mencari preferensi Tokek dalam memilih beberapa jenih mangsa (jangkrik, kecoa, ulat hongkong dan kroto). Berdasarkan data yang didapat dari penelitian daya mangsa tokek terhadap kecoa, jumlah rata-rata kecoa yang dimakan antara tokek jantan dan tokek betina yaitu, tokek jantan memakan kecoa setiap harinya sebesar 5,9 sedangkan tokek betina memakan kecoa setiap harinya sebesar 5,6. Hasil dari penelitian uji preferensi yaitu, diantara serangga yang ditawarkan serangga yang dipilih oleh tokek adalah jangkrik dan kecoa, sedangkan ulat hongkong dan kroto tidak dipilih.Kata kunci: Daya mangsa, Gekko gecko, Kecoa, Preferensi memilih mangsa
KELAYAKAN BIOEKOLOGI TELUK GERUPUK SEBAGAI KAWASAN BUDIDAYA PERIKANAN BERBASIS MULTITROPIC SEA FARMING Ahyadi, Hilman; Rahman, Fatur
BIOWALLACEA Vol 2, No 1 (2016): BioWallacea Vol 2 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Gerupuk merupakan salah satu kawasan sentra pengembangan minapolitan di Nusa Tenggara Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi  kelayakan bioekologi teluk Gerupuk untuk pengembangan budidaya perikanan berbasis multi tropic sea farming. Parameter bioekologi yang diamati meliputi kondisi dasar substrat, kualitas fisika, kimia dan biologi perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kualitas fisika, kimia dan biologi perairan teluk Gerupuk masih layak untuk budidaya beragam jenis kekerangan dan  ikan.  Berdasarkan kondisi topografi pantai, substrat dasar perairan dan  tutupannya maka hanya  bagian timur-utara teluk Gerupuk yang layak sebagai lokasi pengembangan  budidaya system MTSF.Keyword: teluk Gerupuk, multi tropic sea farming, bioekologi