cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015): November 2015" : 10 Documents clear
Evaluasi program pelatihan vokasi di sanggar kegiatan belajar Ujung Pandang Kota Makassar Ihwan Ridwan; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.403 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui kepuasan peserta pelatihan, mengetahui pemahaman peserta pelatihan, mengetahui implementasi program pelatihan, menganalisis dampak program pelatihan, mengetahui manfaat program pelatihan, dan merekomendasikan perbaikan program. Dengan menerapkan empat model evaluasi pelatihan Kirkpatrick yaitu: tingkat kepuasan, tingkat pemahaman, tingkat implementasi, dan tingkat dampak untuk mengetahui hasil dari ketiga pelatihan vokasi, yaitu: pelatihan menjahit, hantaran, dan tata risa pengantin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta puas mengikuti pelatihan, peserta paham atas materi yang diberikan, peserta mampu mengimplementasikan program di tempat kerja, program pelatihan berdampak baik bagi peserta dan lembaga, manfaat yang didapatkan: peserta mampu membuka lapangan pekerjaan serta mampu bekerja di perusahaan, dan rekomendasi perbaikan program: memberikan asuransi kecelakaan kerja serta memberikan materi kewirausahaan.Kata Kunci: evaluasi program, pelatihan vokasi, dan model evaluasi Kirkpatrick.  Evaluation of Vocational Training Program in Learning Activity Atelier in Ujung Pandang, Makassar MunicipalityAbstractThis study aims to: determine the satisfaction of trainees, determine the understanding of the trainees, to find out the implementation of the training programs, to analyze the impact of the training programs, to understand the benefits of the training programs and to recommend the improvement programs. By applying the four evaluation model by Kirkpatrick, that are : The Satisfaction level, the level of understanding, the level of implementation, and the impact level of the training in order to determine the outcome of the three vocational training,  that are : Sewing, Delivery, and Bridal make up training. The result showed that all the participants satisfied with the training, the participants understand the material provided, the participants be able to implement the program in the workplace, the training program give benefit for both the participants and institutions, the benefits obtained are; the participants were able to create jobs and be able to work in the company, and the recommendation programs for improvements are; provides the insurance for occupational accident and also material of entrepreneurship.Keywords: evaluation program, vocational training, Kirkpatrick evaluation model
Upaya meningkatkan kreativitas anak dengan memanfaatkan media barang bekas di TK Kota Bima Sri Hardiningsih Hanafi; Sujarwo Sujarwo
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.548 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran anak TK serta untuk meningkatkan kreativitas anak melalui pemanfaatan media barang bekas di TK N Pembina Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri atas dua siklus. Subjek dari penelitian ini adalah 21 anak. Sedangkan objeknya adalah media daur ulang. Teknik pengambilan data diambil dengan lembar observasi dan catatan lapangan. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembaran observasi kreativitas anak dan aktivitas guru selama proses pembelajaran. Terjadi peningkatan kreativitas anak secara keseluruhan pada pratindakan dengan rerata 28,81 dengan presentase 19,05%. Rerata pada siklus I adalah 83,85 dengan persentase sebesar 73,73%, sedangkan rerata pada siklus II adalah 135,17 dengan persentase sebesar 87,97%. Sementara itu, aktivitas kegiatan guru mengalami peningkatan dengan rerata sebesar 72,22 pada siklus I dan 94,44 pada siklus II. Dengan demikian media barang bekas dapat meningkatkan kemampuan kreativitas anak dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: aspek kreativitas, barang bekas, anak TK kelompok B Improving Children’s Creativity Through Recycling Media in TK Bima CityAbstractThis study aims to improve the learning process of children in kindergartens as well as to enhance the creativity of children through the use of recycling media in TK N Pembina Bima City. This study is a classroom action-research which consisted of two cycles. The subjects of this study were 21 children. While the objects were recycling media. The data collection techniques were observation and field notes while the instruments used were observation sheets of children’s creativity and teacher’s activities during the learning process. There is an overal improvement in children’s creativity after the treatment with a mean of 28.81 and a precentage of 19.05%. The mean of cycle I is 83.85 with a precentage of 73.73% while the mean of cycle II is 135.17 with a percentage of 87.97%. Meanwhile, teacher’s activities increase with a mean of 72.22 in cycle I and 94.44 in cycle II. Thus, recycling media improve children’s activity in the learning process.Keywords: creativity aspects, recycling media, children’s kindergarten
Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal Saugi, Wildan; Sumarno, Sumarno
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.347 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2) Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3) Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4) Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim.Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal Woman Empowerment Through Local Produce Processing TrainingsAbstractThis research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1) The participatory planning consists of need analysis and preparing management team. (2) The training processes are conducted by preparing the management team, building the business unit, creating relation with the government and private sectors, building production houses, applying for production permits, producing and marketing, comparative study to home industry, reflecting, improving, and diversifying product, holding massive, and mentoring. (3) The indicators of a successful training are the improvement of knowledge and skills of women, and the profit of product sales. (4) The sustainability of women empowerment program are product development or diversification and the management team becomes more and more independent.Keywords: woman empowerment, training, local produce
Evaluasi program pelatihan in-house training pembelajaran paket C di sanggar kegiatan belajar Jawa Tengah Ika Rizqi Meilya; Ibnu Syamsi
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.058 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6353

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil evaluasi tingkat: (1) kepuasan; (2) pemahaman materi; (3) implementasi perilaku; dan (4) peningakatan kompetensi peserta pelatihan. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi menggunakan model Empat Level Kirkpatrick. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan menggunakan Penilaian ber-Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian ber-Acuan Norma (PAN) masuk kategori “puas”. (2) pemahaman peserta pada materi standar isi pembelajaran paket C menggunakan PAP masuk kategori “tidak menguasai”, sedangkan menggunakan PAN masuk kategori “menguasai”; pemahaman peserta pada materi standar proses pembelajaran paket C menggunakan PAP dan PAN masuk kategori “menguasai”; pemahaman peserta pada materi standar penilaian pembelajaran paket C menggunakan PAP masuk kategori “tidak menguasai”, sedangkan menggunakan PAN masuk kategori “menguasai”. (3) implementasi perilaku peserta pascapelatihan terkait materi standar isi, proses, dan penilaian pembelajaran paket C berdasarkan persepsi tutor dan peserta didik menggunakan PAP dan PAN masuk kategori “mengimplementasikan”; (4) peningkatan kompetensi peserta disebabkan oleh pelatihan menggunakan PAP dan PAN masuk kategori “mengalami peningkatan”.Kata Kunci: evaluasi, pelatihan, in-house training, pembelajaran paket C In-house training program evaluation of packet C learning in sanggar kegiatan belajar of Central Java ProvinceAbstractThis study aimed to describe an evaluation results level of: (1) satisfaction; (2) material understanding; (3) behavior implementation; and (4) the improvement of participants’ competence. The type of this study was evaluation research using Four Levels of Kirkpatrick model. The result of this study indicates the following. (1) the participants’ satisfaction toward the implementation of training using Standard Referenced Assessment (PAP) and Normative Referenced Assessment (PAN) was included in the category of “satisfied”. 2) the participants’ understanding of content standard material learning using PAP was included in the category of “not mastering”, while using PAN was included in the category of “mastering”; the participants’ understanding of process standard material learning using PAP and PAN was included in the category of “mastering”; (3) the participants’ understanding of assessment standard material learning using PAP was included in the category of “not mastering”, while using PAN was included in the category of “mastering”. (3) the implementation of participants’ behavior after training of content, process, and assessment standard material based on tutor’s and student’s perception using PAP and PAN was included in the category of “implementing”. (4) participants’ competence improvement resulting from the training using PAP and PAN was included in the category of “improving”. Keywords: evaluation, training, in-house training, packet C learning
Evaluasi keberhasilan program taman bacaan masyarakat dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta Nurul Hayati; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.184 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6355

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perencanaan program (2) pelaksanaan program (3) hasil pelaksanaan program dan (4) dampak program Taman Bacaan Masyarakat pada TBM Mata Aksara, TBM Cakruk Pintar, TBM Luru Ilmu, dan TBM Rumah Asa dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPPO, yang terdiri atas context, input, process, product, dan outcome. Hasil penelitian ini menunjukkan 4 temuan.  Pertama, Setiap TBM memiliki program kegiatan yang berbeda. Kedua, pelaksanaan kegiatan program pada masing-masing TBM telah berjalan dengan baik. Ketiga, hasil pelaksanaan kegiatan program berjalan baik dengan berbagai prestasi yang diraih oleh TBM. Keempat, dampak kegiatan program pada masing-masing TBM dapat dikatakan baik, karena memiliki manfaat positif terhadap masyarakat.Kata Kunci: evaluasi, taman bacaan masyarakat, keberhasilan The Success Evaluation of Community Library Program in Improving Community Reading Interest in YogyakartaAbstractThis study aimeds to know: (1) planning program, (2) implementation, (3) the results of the implementation, and (4) program impact of the TBM program Mata Aksara TBM, Cakruk Pintar TBM, Luru Ilmu TBM, and Rumah Asa TBM in improving reading interest of society. This type of research was the evaluation study using CIPPO model, which consisted of context, input, process, product, and outcome. The results show four findings. First, every TBM has different programs, so that each has its own type of activity. Second, the implementation of program activities at each TBM can be said to be good. Third, the results of the implementation of the program of activities can be said to be good with a variety of accomplishments achieved by the TBM. Fourth, the impact of the program on each TBM can are good, because it has positive benefits for the community.Keywords: evaluation, community library, success
Pengembangan kreativitas dan minat belajar anak usia 3-4 tahun melalui permainan konstruktif Astriya, Baiq Roni Indira; Kuntoro, Sodiq Azis
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.907 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6329

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kreativitas dan minat belajar anak usia 3-4 tahun melalui permainan konstruktif yakni bermain balok dan play dough di TK Izzul Islam Maraqitta’limat dalam memperbaiki proses pembelajaran dengan beberapa perlakuan dalam siklus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 11 anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas anak pada siklus III yakni ada 7 anak pada kriteria BSB. Artinya tujuh anak tersebut mampu menyelesaikan tugasnya tepat waktu membuat bangunan dengan cukup rapi, menggunakan lebih dari 6 ragam bentuk dan ukuran balok, mengungkapkan ide sebelum bermain balok maupun play dough, menceritakan bangunannya secara detail, membuat bangunan dengan ide dan cara sendiri. Mampu membuat lebih dari 7 bentuk dari adonan tepung dengan ide dan cara sendiri, menggunakan 5-6 cetakan kue beragam, menghiasinya dengan hiasan kue dan menceritakan semua hasil karyanya. Sedangkan minat belajar anak ada 7 anak pada kriteria BSB. Artinya tujuh anak tersebut menyukai kegiatan bermain balok dan play dough, melakukannya dengan cukup senang, bersemangat dan aktif, memperhatikan penjelasan dan mendengar perintah, arahan dari guru, mencari tahu kegiatan belajar, dan masuk kelas atas keinginan sendiri dan mandiri serta mengikuti kegiatan pembelajaran sampai selesai.Kata Kunci: kreativitas, minat belajar, usia 3-4 tahun, permainan konstrukif, bermain balok, play dough (bermain adonan). Developing 3-4 Year Old Children’s Creativity and Learning Interests Through Constructive Play AbstractThe purpose of this reasearch is to develop creativity and interest in learning of children aged 3-4 years through constructive play using blocks and dough in kindergarten Izzul Islam Maraqitta'limat Wanasaba. This was classroom action research with the planning, action, observation and reflection stages. This research was conducted to improve the learning process with multiple treatments in the cycle. The sources of data were 11 children. The results show that have is an increase in creativity a child in the third cycle there are seven children in BSB. It means seventh children are able to complete the task on time to make a pretty neat building with to using more than 6 shapes and sizes of blocks, expressing ideas that will be built before the play and telling the building blocks in detail and making the building with their own ideas and ways. They make more than 7 forms with their own ideas and ways, using a variety of cookie cutters 5-6, decorating it with ornaments shape cake. Children are able to tell all of their work and expressing ideas before playing dough activities. While the children’s interest in learning increases; there are seven children in BSB. It means the seven children love playing blocks and dough, playing happily, motivated and active, paying attention and want to hear the explanation of the command and direction from teacher, finding out learning activities by asking teachers and going to class on their own and independently as well as participating in learning activities.Keywords: creativity, learning interest, children aged 3-4 years, constructive play, block play, play dough
Sikap guru terhadap penerapan program inklusif ditinjau dari aspek guru Amanda Triwulandari; Weny Savitry Sembiring Pandia
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.805 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: sikap guru terhadap program inklusif dan melihat hubungan aspek guru dan lingkungan yang diduga berkaitan dengan sikap guru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif (mixed methods), yaitu dengan penyebaran kuesioner pada 3 SMPN di Jakarta dan wawancara terhadap responden guru. Secara kuantitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada golongan guru yang memiliki sikap negatif. Selain itu, ditemukan aspek yang memiliki korelasi positif, yaitu social political view, teacher’s belief, peran kepala sekolah dan orangtua, serta ketersediaan sumber daya. Data kualitatif juga menunjukkan bahwa terdapat keberagaman data dari guru terkait ketersediaan sumber daya yang tersedia, belief, serta harapan akan peran orangtua. Akan tetapi, pendapat dari guru terkait dengan social political view, peran kepala sekolah, dan harapan akan adanya pelatihan relatif memiliki jawaban kualitatif yang serupa.Kata Kunci: sikap guru, program inklusif, anak berkebutuhan khusus Teacher’s Attitude Towards Inclusive Education Viewed from Teacher and Environmental Aspect AbstractThis study aimed: (1) description of teacher’s attitude towards inclusive education in their school and (2) the relation between teacher attitudes and teacher’s and environmental aspect. This study utilized quantitative and qualitative approach. The quantitative approach used a questionnaire to gain a descriptive and correlation data. The qualitative approach will provide a depth exploration of teacher’s and environmental aspect of teachers’ attitude with a semi-structured interview. This study revealed that there are teachers who still held a negative atittudes. This study also revealed a positive correlation between teacher’s attitude and several aspects, like social political view, teacher’s belief, the role of principal and parents, and resources. The qualitative data show that there are diverse opinion in resources, belief, and the role of parents. But there is relatively similar answer in social political view, principal role, and the urge to get a professional development or training. Keywords: teacher’s attitude, inclusive education, child with special needs
Evaluasi pelaksanaan program pelatihan wajib latih dan gladi lapang bagi masyarakat kawasan rawan bencana merapi Puri Bhakti Renatama; Yoyon Suryono
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.261 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program pelatihan wajib latih dan gladi lapang bagi masyarakat kawasan rawan bencana Merapi di desa Argomulyo Cangkringan Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model penelitian CIPP. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan program pelatihan wajib dan gladi lapang merupakan hasil identifikasi BPBD Sleman dan kebutuhan masyarakat kawasan rawan bencana Merapi,  pelaksanaan program pelatihan wajib latih dan gladi lapang ini berjalan dengan baik dan melibatkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya serta motivasi dan antusias peserta yang cukup tinggi, dan hasil pelaksanaan program pelatihan wajib latih dan gladi lapang ditunjukkan dengan perubahan sikap peserta yang meliputi kemampuan konseptual, teknis, dan sosial. Dampak dari program ini menunjukkan dampak positif yaitu peserta dapat melakukan tindakan pengurangan risiko secara mandiri dan berkelompok, memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk menerapkan rencana kesiapsiagaan di lingkungan tempat tinggalnya.Kata kunci: evaluasi program pelatihan, wajib latih, masyarakat kawasan rawan bencana Merapi An Evaluation of the Obliged Training and Field Practice Program for the Community Around Disaster Prone Areas of MerapiAbstractThis study aims to investigate plan, implementation, and result of the obliged training and field practice program for the people in the village of Argomulyo Cangkringan Sleman. This was an evaluation study employing the CIPP. The data were collected through observations, interviews, and documentation. The results are as follows planning program obliged training and field practice program is the identification of BPBD Sleman and the needs of the community disaster prone area Merapi, the implementation of the programs obliged training and field practice program goes well involving the source of information that has competence as well as motivation and enthusiasm of the participants which is quite high, and the result of a training program obliged training and field practice program is indicated by a change in attitude of the participants that includes the conceptual, technical and and social ability. The training programs obliged training and field practice program have an impact that is positive participants can perform the act of risk reduction independently and in groups, utilizing the knowledge possessed to apply the plan of preparedness in the neighborhood of her residence.Keywords: evaluation of training program, obliged training, disaster prone areas of merapi volcano society
FRONT MATTER (Cover, Editorial Board, Foreward of Chairperson, Table of Contents) - -
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.742 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.7486

Abstract

-
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan kelas kelompok bermain di Kota Yogyakarta Rinelsa R. Husaen; Sugito Sugito
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 2, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.509 KB) | DOI: 10.21831/jppm.v2i2.6359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) motivasi kerja pendidik terhadap pengelolaan kelas; (2) pengalaman mengajar pendidik terhadap pengelolaan kelas; (3) kepemimpinan pengelola terhadap pengelolaan kelas; (4) fasilitas kelas terhadap pengelolaan kelas; dan (5) pengaruh motivasi kerja pendidik, pengalaman mengajar pendidik, kepemimpinan pengelola, dan fasilitas kelas secara bersama-sama terhadap pengelolaan kelas kelompok bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa (1) tidak ada pengaruh dari motivasi kerja pendidik terhadap pengelolaan kelas kelompok bermain (P(α)= 0,3750,05), (2) tidak ada pengaruh dari pengalaman mengajar pendidik terhadap pengelolaan kelas (P(α)= 0,3250,05), (3) tidak ada pengaruh dari kepemimpinan pengelola terhadap pengelolaan kelas (P(α)= 0,4740,05), (4) tidak ada pengaruh dari fasilitas kelas terhadap pengelolaan kelas (P(α)= 0,3030,05), dan (5) tidak ada pengaruh dari motivasi kerja pendidik, pengalaman mengajar pendidik, kepemimpinan pengelola, dan fasilitas kelas secara bersama-sama terhadap pengelolaan kelas kelompok bermain (Rxyganda = 0,086) (P(α)= 0,1650,05).Kata Kunci: pengelolaan kelas, motivasi mengajar pendidik, pengalaman mengajar pendidik, kepemimpinan pengelola, fasilitas kelas Factors Influencing the Effectiveness of Play Group Classroom Management in YogyakartaAbstractThis study aims to determine the effect of: (1) educators’ work motivation on classroom management; (2) educators’ teaching experience on classroom management; (3) principal’s leadership on classroom management; (4) classroom facilities on classroom management; and (5) educators’ work motivation, educators’ teaching experience, principal’s leadership, and classroom facilities on classroom management. This study uses a quantitative approach to the ex post facto method. The study sample size of 93 people. The instrument used in this study was a questionnaire. The data were presented by using descriptive statistics and regression analysis. Meanwhile, regression analysis shows that (1) there is no significant effect of educators’ work motivation on classroom management (P(α)= 0.3750.05), (2) there is no significant effect of educators’ teaching experience on classroom management (P(α)= 0.3250.05), (3) there is no significant effect of principal’s leadership on classroom management (P(α)= 0.4740.05), (4) there is no significant effect of classroom facilities on classroom management (P(α)= 0.3030.05), and (5) there is no significant effect of educators’ work motivation, educators’ teaching experience, principal’s leadership, and classroom facilities on the playgroup classroom management (Rxy = 0.086) (P(α)= 0.1650.05). Keywords: classroom management, educators’ work motivation, educators teaching experience, principal’s leadership, classroom facilities

Page 1 of 1 | Total Record : 10